12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fiksi yang Bukan Fiksi: Siswa Nyeleneh Paling Diingat Guru

Devy Gita by Devy Gita
November 29, 2018
in Esai
Fiksi yang Bukan Fiksi: Siswa Nyeleneh Paling Diingat Guru

Ilustrasi diolah dari seumber gambar di Google

HARI guru sudah lewat, namun ada satu cerita yang masih meninggalkaan bekas. Siang itu, aku sedang membeli rujak di warung langganan di depan lapangan sepak bola. Suasana di lapangan tampak ramai sekali. Terlihat bapak–bapak juga ibu–ibu berpakaian seragam PGRI. Usut punya usut ternyata di lapangan sedang berlangsung upacara peringatan hari guru. Dengan santainya aku duduk dan memesan sepiring rujak mangga pedas dan segelas es susu segar.

Sesuap penuh rujak mangga muda pedas hampir saja mendarat ke dalam mulut saat tiba – tiba ada yang menepuk pundakku dengan lembut.

“Sekar?” seorang ibu berpakaian PGRI lengkap dengan topi tersenyum dan menunjuk dengan antusias. Rujak pun tergeletak pasrah kembali ke atas piring. Aku membuka laci ingatan, mengcapture wajah sang ibu lalu mencari data valid dalam  ingatan.

“Ibu Jepun? Guru Matematika?” Aha.. Aku menarik satu berkas yang cocok. Ibu Jepun adalah guruku saat SMP dulu, guru Matematika. Ternyata dia masih mengingatku dengan baik padahal kami sudah tidak pernah bertemu hampir 14 tahun. Ibu Jepun duduk di depanku. Beliau pun memesan sepiring rujak dan minuman yang sama. Tubuhnya masih sedikit gempal seperti dulu, tidak banyak yang berubah.

“Kamu tidak banyak berubah ya, Sekar. Masih cuek dan cantik seperti dulu. Bedanya sekarang, kamu tidak usah remidi matematika lagi, kan?” Bu Jepun tertawa lepas begitu pula aku.

Bahkan Bu Jepun masih mengingat dengan baik, kalau aku selalu harus mengikuti remidial matematika karena nilai-nilaiku teramat sangat mengkhawatirkan. Matematika memang bukan aku banget. Setiap pelajaran matematika perutku pasti tiba – tiba menjadi mulas, mendadak muncul roda yang berputar – putar cepat di kepala membuat pusing dan mual. Ibu Jepunlah yang dengan sabar menenangkan dan mengajarkanku berulang-ulang yang pada akhirnya aku, tetap remidi.

Tidak heran seorang guru mampu mengingat murid – muridnya walaupun mereka sudah mengajar ratusan bahkan ribuan murid bertahun-tahun. Namun, tidak semua murid yang mereka ingat. Murid-murid dengan karakter tertentu biasanya betah nemplok – menempel di kepala sang guru hingga berpuluh tahun ke depan.

Contohnya, murid yang setia mengkuti remidial di setiap ulangan. Baik itu ulangan harian, ulangan tengah semester apalagi ulangan akhir semester. Alasannya sederhana, karena seringnya beertemu dan “berurusan” dengan murid tersebut di luar pembelajaran di kelas. Murid – murid paling pintar, paling bandel, paling rajin, paling malas, dan paling norak juga masuk daftar murid yang tak lekang oleh waktu di ingatan para guru.

Aku kali ini tidak menerawang untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku. Aku langsung bertanya pada sumber pasti, bu Jepun. Apa yang terjadi pada murid-murid yang menjadi primadona di ingatan guru. Baik murid yang diingat dalam hal positif maupun negatif.

Menurut Bu Jepun, murid-murid tersebut mendapatkan porsi yang lebih besar dalam pembicaraan guru-guru di waktu senggang mereka. Eiiits jangan negative dulu, para murid spesial tersebut juga mempunyai kesempatan lebih besar untuk masuk surga. Why? Mengapa?

Karena merekalah yang paling sering disebut dalam doa sang guru. Doa-doa tulus agar siswanya yang pintar dan rajin bisa mempertahankan prestasi mereka dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati, tidak sombong, serta menggunakan pengetahuan mereka dengan baik. Pujaan-pujaan kepada sang pencipta dilantunkan sang guru agar para siswanya yang kurang dalam hal akademis dan lebih senang melanggar peraturan mampu mengukir nama mereka dalam prestasi di bidang yang mereka sukai walaupun bukan hal akademis. Teater, olahraga, atau musik misalnya.

Aku merasa sedih sekaligus gembira. Agak lebay memang, tapi yah begitulah. Aku sangat ingat dulu, teman- teman sering mengolok-olok guru yang mereka tidak suka. Menyebut guru-guru mereka dengan sebutan-sebutan yang mereka buat sendiri. Terutama murid yang senang mencari perhatian dengan melanggar peraturan. Helooooo murid jaman now, guru-guru kalian tahu lho apa yang kalian gosipkan di belakang mereka. Ya memang benar, para guru tersebut tahu. Mungkin saking lamanya menjadi guru dan sudah hapal tingkah polah siswanya.

Tiba-tiba mataku jadi perih. Ahh.. guruku, saat murid -muridmu masih di bawah bimbinganmu. Mereka seringnya merasa kau terlalu cerewet, pengatur, dan seenaknya. Hanya saat kami sudah menuntaskan pendidikan, barulah menyadari apa yang kau lakukan hanya untuk mempersiapkan kami menghadapi realita dunia yang begitu kejam. Karena jalannya kehidupan pada kenyataannya tidak seromantis drama korea, tidak selalu happily ever after seperti dalam cerita dongeng klasik.

Aku bangkit, rujak dan es susu telah tandas. Berpamitan dan mencium tangan bu Jepun yang masih asyik mengobrol bersama teman sejawatnya. Bu Jepun mencium pipiku lalu berbisik, “Lakukanlah semua dengan hati ya, Sekar. Kita semua adalah guru kehidupan. Mengajarkan segala hal berbeda. Kamu sudah mengajarkan kesabaran pada ibu. Terima kasih, Sekar”. Tak terasa air mataku menetes saat berjalan menjauh dari warung itu. Selamat hari guru, para pendidik formal informal…  (T)

Tags: Pendidikansekolahsiswa
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan : Sejarah, HUT Kota dan Porprov Bali XIV-2019

Next Post

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Devy Gita

Devy Gita

Mantan guru yang kini nyasar jadi HR di sekolah internasional. Pernah main teater, gemar menulis, mudah berteman, dan secara misterius penikmat horror garis keras. Kombinasi yang kadang membuat hidupnya sendiri terasa seperti genre campuran. instagram: @devygita

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Penonton Bayaran dan Mahasiswa yang Menonton

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co