23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Faisal Kamandobat by Faisal Kamandobat
September 24, 2018
in Esai
Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Foto-foto lukisan karya Bambang Heras

SEBAGAI medium literasi dan artistik, tinta telah digunakan lebih dari dua milenium silam. Pada tinta, gagasan dan jiwa manusia diurai, disimpan dan dikembangkan secara terus menerus, mulai citra pada dinding gua, berjuta buku di hampir semua perpustakaan, hingga cetak biru gedung pencakar langit dan desain pesawat luar angkasa. Mengurai tinta, karenanya, tak ubahnya mengurai peradaban kita.

Di tengah lanskap besar itu, pengggunaan tinta dalam seni rupa kontemporer menarik untuk diperhatikan. Sedikit di antaranya dilakukan perupa Bambang Heras dalam pameran bertajuk Mangsimili: Trilateral Solo Art Exhibiton. Mangsimili berasal dari kata mangsi, artinya tinta (turunan dari kata India masi yang artinya tinta—bahan penulisan naskah sejak zaman kuno), sedang mili artinya mengalir. Sesuai judulnya, pameran Mangsimili menampilkan lukisan aliran tinta sebagai medium ekspresinya.

Pameran Mangsimili diselenggarakan secara kolosal dan estafet di tiga galeri sekaligus, yaitu Kiniko Art Room Sarang Building milik Jumaldi Alfi (2/4)2018), Plataran Djoko Pekik (17/4/2018) dan Studio Kalahan Heri Dono (2/5/2018), ketiganya di Yogyakarta. Di Sarang Building pameran menampilkan lukisan kertas hasil interaksi dan refleksi tentang manusia, flora dan fauna. Di Plataran Djoko Pekik, Heras berkesperimen melukis tinta di atas kanvas berskala besar. Sedang di Studio Kalahan, Heras menghadirkan karya eksperimental berupa lukisan perkakas rumah tangga dan performance art dengan dukungan musik, video dan tari.

Lukisan Bambang Heras

Pada masing-masing galeri, Heras melakukan presentasi secara interaktif dengan format yang disesuaikan dengan karakter  galerinya. Dengan cara itu, karya-karyanya dapat menyatu dengan alam keruangan masing-masing galeri untuk selanjutnya menarik ekosistemnya ke dalam konsep dan aura yang ritawarkan karya-karyanya. Singkatnya, Heras berusaha mendefinisikan ruang secara emik (sesuai alam pikiran galeri) dan gradual (dari dalam dan perlahan-lahan), sehingga memudahkan publik memasuki lanskap imajinatif dalam karya-karyanya.

Aliran tinta dan imajinasi

Strategi Heras dalam merespon galeri ke dalam format dan tema tertentu tak jauh beda dengan cara kerja melukis dengan tinta. Karena sifatnya yang cair dan mudah kering, tinta amat sulit dikontrol dengan presisi sebagaimana cat minyak dan akrilik. Lelehan tinta pada tahap awal membentuk bercak yang kemudian direspon dengan sketsa dan drawing berupa objek figuratif tertentu, kemudian diguyur dan dipertegas lagi sehingga membentuk gradasi, tekstur dan dmensi.

Karena sifat materialnya itu, tinta bukan lagi semata medium melukis, tetapi juga subjek yang diajak berdialog oleh seniman. Dengan kata lain, Heras tidak hanya melukis dengan tinta tetapi “bersama” dengan tinta. Keduanya berkolaborasi demi mencapai kualitas estetika yang diinginkan. Metode tersebut merefleksikan kerja kreatif Mangsimili sebagai hasil dialog (bukan monolog) praktikal dan eksperiensial antara aspek kultural (gagasan atau konsep seniman) dengan natural (karakteristik material tinta, kertas dan kanvas) dengan seniman sebagai medium kreatornya.

Lukisan Bambang Heras

Terdapat dua konsekwensi dari mekanisme melukis seperti di atas. Pertama, konsekwensi teknis. Heras dituntut menggunakan berbagai teknik yang dilakukan baik secara simultan maupun sekuensial. Pada karya-karyanya dapat kita saksikan lelehan tinta di tahap awal, sketsa dari bentuk mula yang diinginkan, drawing yang mengembang di atasnya, lelehan dan garis lagi, demikian secara bertumpuk dan berjenjang sehingga merefleksikan berbagai tingkatan realitas dari objek yang digambarkan. Karakter lukisan tersebut seakan merefleksikan sedimentasi dari arkeologi bawah sadar umat manusia yang berlapis-lapis, dari imaji alam masa kini di lapisan muka hingga yang paling purba pada lapisan yang lebih dalam.

Kedua, konsekwensi konseptual. Mengingat karakteristik material dan teknik yang digunakan, dalam lukisan-lukisan Heras batas antara realitas (natural) dan imajinasi (kultural) tidak dapat dibedakan secara tegas. Keduanya saling membentuk dan melahirkan. Sebagaimana diungkapkan oleh Heri Dono, hal tersebut tampak paling jelas dalam action painting di Studio Kalahan di mana Heras melukis pada kelir untuk merespons bayangan penari yang bergerak di baliknya. Di sana batas antara lukisan dan modelnya menjadi kesatuan karena memiliki peran yang sama besar dalam proses penciptaan karya seni.

Dialog imajinatif yang didukung aspek teknikal dan konseptual di atas telah cukup berhasil menghadirkan sintesa magis dan imajinatif  sebagai hasil “dialog” seniman dengan beragam “kolaboratornya”:  aneka satwa, flora, benda-benda dan manusia. Berbagai subjek sederhana itu, yang amat biasa kita saksikan sehari-hari, dapat hadir sebagai entitas yang menggugah dan penuh misteri: manusia yang lahir dari bongkahan batu, bunga lotus yang mekar di langit, ikan yang berkitar menembus gugusan kaktus, malaikat yang letih dan murung, juga lilin, meja, arca seorang dewi, serta ratusan figur imajiner lainnya.

Hasil “kolaborasi” Heras dengan tinta tersebut telah berhasil mewarnai realitas yang profan menjadi sakral dengan mentransendesnsi realitas material sehari-hari lewat tampilan berenjang, deformasi aneka figur dan komposisi yang tidak biasa. Dalam konteks masyarakat modern, usaha tersebut telah membantu menghadirkan realitas secara baru agar lebih mudah intim dengan ruang ruhani, sekaligus mengurangi alienasi manusia agar dapat kembali menjadi subjek sejarah yang saling memaknai satu sama lain. Dengan cara itu, produksi kultural dan spiritual berkembang secara signifikan, bukan hanya material seperti dalam kerja industrial.

 

Panggilan Peradaban

 

Apa yang dilakukan oleh Heras, pada akhirnya, akan berdialog dengan para seniman tinta di berbagai kawasan dan zaman, mulai seniman purba yang menggambar tatanan kosmis di dinding gua, para seniman realis Barat, juga para pelukis impresionis dan puitis Tiongkok. Dalam konteks ini, lukisan tinta tak lagi sebuah imajinasi visual yang menggetarkan, namun telah menjadi semacam “ajaran” atau “lelakon” hidup dari para seniman dan penikmatnya.

Di samping itu, usaha Heras juga dapat disandingkan dengan para pengguna tinta di luar tujuan visual seperti para penyalin naskah di berbagai scriptorium. Kerja mereka tak hanya menyimpan dan mengembangkan peradaban, tetapi juga menandai tranformasi dari budaya literal-visual dan pergeserannya dari kawasan satu ke kawasan lain serta zaman ke zaman sesuai putaran peradaban. Bahkan, fungsi tinta sebagai medium literasi dapat dikatakan lebih massif dan signifikan implikasinya terhadap kehidupan, yang pada aspek tertentu sering berbarengan dengan fungsi visualnya sebagaimana ilustrasi di tepian kitab-kitab klasik.

Lukisan Bambang Heras

Di balik peran besar tinta sebagai medium visual dan literasi itu juga terdapat kerja eksperimen para alkemis demi menghasilkan tinta berkualitas tinggi, dari bahan nabati bercampur logam yang diproses di masa Firaun, bahan nabati dan hewani di India dan Tiongkok, hingga eksperimen-eksperimen kimia tingkat lanjut di masa modern. Tidak sedikit para skriptografer dan seniman yang merangkap sebagai alkemis amatir dengan membuat tinta sendiri, terutama  di tengah keterbatasan industri spesifik pada dahulu.

Di tengah berbagai ekspresi, fungsi dan inovasi “peradaban tinta” itulah karya-karya Heras menjadi mungkin untuk lahir, ditempatkan dan didialogkan. Di satu sisi, ia telah menawarkan sesuatu yang segar di tengah lanskap tersebut, namun di sisi lain masih terdapat “khazanah tinta” yang dapat direspons lebih lanjut. Jika karya-karyanya kali ini menarik untuk ditempatkan sebagai cenderamata untuk peradaban, bukan mustahil pada masa mendatang giliran gugusan peradaban yang akan ditempatkan oleh si seniman dalam karya-karyanya. (T)

Tags: Pameran Seni RuparesensiSeni Rupa
Share160TweetSendShareSend
Previous Post

Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Next Post

Provinsi Madura Swasta

Faisal Kamandobat

Faisal Kamandobat

kurator pameran; penyair dan peminat seni rupa, peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Provinsi Madura Swasta

Provinsi Madura Swasta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co