3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Jaswanto by Jaswanto
September 24, 2018
in Esai
Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Ilustrasi diolah dari foto Mursal Buyung

BULAN September sebentar lagi akan usai, sedangkan Anda masih saja jomblo, mampus dikoyak-koyak sepi, dilema akan sebuah penantian, selalu teringat-ingat pada seseorang yang mungkin saja sudah melupakanmu, sesak karena menahan kesepian, terisak karena memendam perasaan, dan menangis karena dua-duanya. Sedangkan teman-temanmu sudah pada naik ke pelaminan, dan kamu masih sendirian demi mencari penggantinnya. Ngenes.

Daripada hidup melankolis begitu, mending di penghujung bulan ini, kita membahas tentang hari-hari pada bulan September yang mengubah dunia. Hari di mana arus sejarah mengalir dalam dan acapkali tak terlihat di balik aliran peristiwa sehari-hari, dan adalah tugas yang menyenangkan bagi seorang mahasiswa (abal-abal) pecinta sejarah seperti saya untuk melacak pasang-surut kekuatan-kekuatan ini dalam kehidupan umat manusia.

Dan pada bulan September ini, banyak sekali momen-momen ketika arus ini muncul ke permukaan—dengan akibat yang seringkali menghancurkan, kadangkala mengharukan, tetapi selalu mengubah—memberi warna lain pada makna sejarah. Hari-hari ketika momen-momen ini terjadi, menjadi pokok permasalahan dalam tulisan ini. Walaupun sebenarnya tulisan ini hanya bertujuan agar Anda-anda sekalian yang masih punya problem dengan percintaan, melihat dunia itu tidak hanya tentang galau-galauan, tapi juga tentang hal-hal seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Kita mulai saja.

28 September 480 SM

Pertempuran Salamis. Angkatan Laut Athena menghancurkan Armada Persia. Sebuah pertempuran laut terbesar pertama yang terekam dalam sejarah. Pertempuran itu merupakan peristiwa penting dalam cerita panjang peperangan antara kekaisaran Yunani dan Persia. Armada Yunani berhasil mengalahkan sebagian besar Angkatan Laut Persia di Selat Salamis yang terletak di antara Pulau Salamis dan Pelabuhan Piraeus.

Pada tahun 480 M, bala tentara Persia yang dipimpin oleh Raja Xerxes I (susah sekali membacanya) telah berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah Yunani. Angkatan Laut Persia yang terdiri dari ribuan galiung (kapal layar besar) sedang bersiap-siap mengelilingi dan mengepung armana Yunani yang terdiri dari 370 kapal trirema (tiga dayung) yang berlabuh di Teluk Saronic. Pada akhirnya kemenangan diraih berkat tipu-daya ala Yunani—suatu kualitas yang selalu menjadi alasan bagi kaum Hellenis untuk membanggakan diri sendiri.

Komandan armada Yunani, Themistocles (lebih susah daripada tadi) mengirim pesan palsu kepada Xerxes yang memberitahukan bahwa dia sedang bersiap-siap untuk mengubah haluan. Tertipu dengan pesan dari orang-orang Yunani, armada Persia lalu berlayar menuju wilayah perairan Selat Salamis yang sempit, tempat kapal-kapal armada Yunani bersiap melancarkan serangan mematikan, menabrak kapal-kapal armada Persia dan menenggelamkan 300 di antaranya.

Sebaliknya, armada Yunani hanya kehilangan 40 buah kapal. Sisa armada Persia harus mundur dan Xerxes terpaksa menunda kampanye lanjutan penaklukan wilayah daratan selama satu tahun. Sedangkan bala tentara Yunani yang bersatu, di bawah komando Jendral Pausanias dari Sparta, berlanjut mengalahkan orang-orang Persia dalam Pertempuran Plataea pada 479 SM.

20 September 1519

Magellan berlayar menuju Amerika Selatan. Pelayaran pertama mengelilingi Bumi.

Tahun 1519, luas Samudera Pasifik dan lokasi persis Kepulauan Rempah-Rempah Hidia Timur (Maluku) masih belum diketahui. Jika seperti yang dipikirkan oleh sebagian orang, Benua Asia terbentang jauh ke timur, pesisir barat koloni-koloni Amerika Selatan yang dikuasai Spanyol berdekatan dengan Hindia Timur.

Orang-orang Spanyol harus mencari tahu apakah Kepulauan Rempah-Rempah yang berharga terdapat di sisi barat garis meridian yang (menurut Perjanjian Tordesillas) memisahkan teritori-teritori Hindia Timur mereka dari teritori-teritori Hindia Timur Portugal di sebelah timur garis meridian itu. Untuk memecahkan masalah ini, mereka berpaling kepada Ferdinand Magellan, yang sudah tak disenangi lagi di lingkungan istana Portugal tempat asalnya, dipersiapkan untuk berlayar mengelilingi separuh bumi guna menegaskan klaim Spanyol atas teritori-teritorinya yang baru di Asia.

12 September 1683

Pasukan Ottoman berhenti mengepung Wina. Pukulan mundur ekspansi Turki di Eropa.

Dari Juli sampai September 1683, Wina dikepung pasukan Ottoman, pada masa ini pangeran-pangeran Jerman juga menghadapi tantangan dari pasukan Louis XIV di Rhein. Masalah perang di garis depan barat maupun timur ini akan berulang salam sejarah Jerman. Bantuan datang dari raja Polandia, yang waktu itu merupakan negara besar yang mencakup Lituania dan membentang melintasi Eropa Tengah. Adalah Jan Sobieski menyatakan perang terhadap Turki sebagai pengalih-perhatian dari konflik domestiknya dengan para bangsawan Polandia dan, dengan bantuan dana Austria, mengambil alih kepimpinan pertahanan Wina pada awal September.

Sobieski memulai 12 September itu dengan berdoa di kapel di Kahlenberg yang terletak tinggi di hutan Wina kemudian pada sere hari, berkuda menuruni bukit itu untuk memerangi pasukan Ottoman yang kabur dengan panik dari pembantaian. Kesatuan Sobieski yang disusun bersayap sangat efektif. Hari berikutnya, Sobieski duduk di tenda yang ditinggalkan sang Wazir Agung Merzifonlu Kara Mustafa Pasa (1634-1683), dan menjabarkan perincian hari itu dalam surat kepada istrinya.

15 September 1830

Pembukaan rel kereta api Liverpool – Manchester. Awal zaman rel kereta api.

Tahun 1830 Liverpool adalah pelabuhan Britania yang paling berkembang pesat, dan tekstil Lanchasire memperkaya Manchester yang merupakan rumah dari gerakan perdagangan bebas. Maka jalur rel kereta api sepanjang 48 km yang dibangun oleh George Stephenson (1781-1848) menghubungkan dua kota yang penting bagi Revolusi Industri Britania ini. Jembatan-jembatan besar dan penggalian dalam telah dikonstruksi, sejumlah besar tanah disingkirkan, dan dinding dibangun di atas level tanah Lanchasire. Ini proyek yang menakjubkan dan mahal. Pembangunan jalur ini membutuhkan £ 40.000, dan perusahaan kereta api harus meminjam £ 100.000 dari pemerintah.

1 September 1870

Pertempuran Sedan. Jerman menjadi kekuatan terbesar di Eropa. Pertempran yang menghancurkan Kekaisaran Prancis Kedua dan proklamasi Reich (kekaisaran) Jerman Kedua berlangsung di Benteng Sedan, Ardennes, di tapal batas timur laut Prancis. Kota itu terkenal karena benteng dan istana tempat lahir Marsekal Henri de Turenne yang mengabdi untuk Louis XIV yang dianggap Napoleon Bonaparte sebagai salah satu pemimpin militer terbesar dalam sejarah. Namun setelah 1 September 1870, ‘Sedan’ adalah sinonim untuk penghinaan terhadap Prancis.

Tiga pasukan Prusia berjumlah 384.000 orang dipimpin oleh Helmuth van Moltke, kepala staf perwira Prusia dan prajurit pertama yang memahami bahwa rel kereta menjamin ketersediaan prajurit dan suplai baru yang dapat mengubah perang. Pertempuran kini bisa dilangsungkan di garis depan yang luas, tak hanya terpusat di satu medan pertempuran kecil.

11 September 2001

Peristiwa sebelas September. Hancurnya World Trade Center.

Pada pagi hari 11 September 2001, sembilan belas orang yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, sebuah jaringan teroris internasional, mengambil alih empat pesawat jet komersial AS. Dua dari pesawat itu, yang sedianya terbang dari Boston ke Los Angeles, dihantamkan ke menara utara dan selatan Word Trade Center di New York, pukul 8.46 dan 9.03 pagi. Berisi bahan bakar penuh untuk perjalanan jauh, kedua pesawat merupakan bom siap-ledak dan kedua menara, dengan tinggi 110 lantai, runtuh dalam kobaran api.

Pesawat ketiga, dibelokkan dari rute Washington DC ke Los Angeles, ditabrakkan ke sisi selatan Pentagon di Arlington Country, Virginia, pada 9.40 pagi. Pesawat lain yang dibajak dari rute asli New Jersy San Francisco, kemungkinan direncanakan menghantam gedung parlemen AS di Washington DC. Para penumpang pesawat itu melawan, dan para teroris menjatuhkan pesawat ke sebuah tanah pertanian di Pennsylvania barat daya pada pukul 10.03 pagi. Hampir 3.000 orang meninggal dunia akibat serangan teroris ini, termasuk 2.750 orang di Manhattan.

Di New York, tubuh ribuan orang yang meninggal tak dapat dikenali karena rusak berat. Asap hitam membumbung di atas kota paling kosmopolitan di dunia, bukti ringkihnya peradaban tinggi terhadap serangan barbar. Namun bila konteks serangan adalah baru, motivasinya bukan hal baru lagi. Pada sore harinya, markas pelatihan Al-Qaeda di utara Afganistan menyatakan kesembilan belas orang itu sebagai martir.

***

Itulah beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan September yang dalam buku karangan Hywel Williams—seorang sejarawan, jurnalis, dan penyair—yang berjudul Hari-Hari yang Mengubah Dunia, terjemahan Benyamin Hadinata, sebagai hari-hari yang mengubah dunia.

Bagaimana, kawan-kawan, setelah membaca tulisan ini, apakah hidup Anda hanya akan Anda gunakan untuk urusan yang biasa-biasa saja? Begitu-begitu saja? Setelah Anda sekalian tahu, bahwa mengetahui peristiwa di dunia ini sambil merenunginya kemudian menjadikannya sebuah pelajaran hidup untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, adalah kegiatan yang sangat nikmat, bukan?

Jadi, agar hidup Anda tidak lagi tentang kata: “Sendiri yang paling sendiri, adalah ada namun tak dipedulikan.” Atau “Luka yang paling luka adalah tersakiti namun tak bisa melupakan.” Sungguh receh sekali. (T)

Tags: duniaperistiwasejarah
Share47TweetSendShareSend
Previous Post

Drama Dunia Youtuber Indonesia: Beramal di Zaman Milenial dengan Nonton Youtube

Next Post

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co