14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Jaswanto by Jaswanto
September 24, 2018
in Esai
Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Ilustrasi diolah dari foto Mursal Buyung

BULAN September sebentar lagi akan usai, sedangkan Anda masih saja jomblo, mampus dikoyak-koyak sepi, dilema akan sebuah penantian, selalu teringat-ingat pada seseorang yang mungkin saja sudah melupakanmu, sesak karena menahan kesepian, terisak karena memendam perasaan, dan menangis karena dua-duanya. Sedangkan teman-temanmu sudah pada naik ke pelaminan, dan kamu masih sendirian demi mencari penggantinnya. Ngenes.

Daripada hidup melankolis begitu, mending di penghujung bulan ini, kita membahas tentang hari-hari pada bulan September yang mengubah dunia. Hari di mana arus sejarah mengalir dalam dan acapkali tak terlihat di balik aliran peristiwa sehari-hari, dan adalah tugas yang menyenangkan bagi seorang mahasiswa (abal-abal) pecinta sejarah seperti saya untuk melacak pasang-surut kekuatan-kekuatan ini dalam kehidupan umat manusia.

Dan pada bulan September ini, banyak sekali momen-momen ketika arus ini muncul ke permukaan—dengan akibat yang seringkali menghancurkan, kadangkala mengharukan, tetapi selalu mengubah—memberi warna lain pada makna sejarah. Hari-hari ketika momen-momen ini terjadi, menjadi pokok permasalahan dalam tulisan ini. Walaupun sebenarnya tulisan ini hanya bertujuan agar Anda-anda sekalian yang masih punya problem dengan percintaan, melihat dunia itu tidak hanya tentang galau-galauan, tapi juga tentang hal-hal seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Kita mulai saja.

28 September 480 SM

Pertempuran Salamis. Angkatan Laut Athena menghancurkan Armada Persia. Sebuah pertempuran laut terbesar pertama yang terekam dalam sejarah. Pertempuran itu merupakan peristiwa penting dalam cerita panjang peperangan antara kekaisaran Yunani dan Persia. Armada Yunani berhasil mengalahkan sebagian besar Angkatan Laut Persia di Selat Salamis yang terletak di antara Pulau Salamis dan Pelabuhan Piraeus.

Pada tahun 480 M, bala tentara Persia yang dipimpin oleh Raja Xerxes I (susah sekali membacanya) telah berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah Yunani. Angkatan Laut Persia yang terdiri dari ribuan galiung (kapal layar besar) sedang bersiap-siap mengelilingi dan mengepung armana Yunani yang terdiri dari 370 kapal trirema (tiga dayung) yang berlabuh di Teluk Saronic. Pada akhirnya kemenangan diraih berkat tipu-daya ala Yunani—suatu kualitas yang selalu menjadi alasan bagi kaum Hellenis untuk membanggakan diri sendiri.

Komandan armada Yunani, Themistocles (lebih susah daripada tadi) mengirim pesan palsu kepada Xerxes yang memberitahukan bahwa dia sedang bersiap-siap untuk mengubah haluan. Tertipu dengan pesan dari orang-orang Yunani, armada Persia lalu berlayar menuju wilayah perairan Selat Salamis yang sempit, tempat kapal-kapal armada Yunani bersiap melancarkan serangan mematikan, menabrak kapal-kapal armada Persia dan menenggelamkan 300 di antaranya.

Sebaliknya, armada Yunani hanya kehilangan 40 buah kapal. Sisa armada Persia harus mundur dan Xerxes terpaksa menunda kampanye lanjutan penaklukan wilayah daratan selama satu tahun. Sedangkan bala tentara Yunani yang bersatu, di bawah komando Jendral Pausanias dari Sparta, berlanjut mengalahkan orang-orang Persia dalam Pertempuran Plataea pada 479 SM.

20 September 1519

Magellan berlayar menuju Amerika Selatan. Pelayaran pertama mengelilingi Bumi.

Tahun 1519, luas Samudera Pasifik dan lokasi persis Kepulauan Rempah-Rempah Hidia Timur (Maluku) masih belum diketahui. Jika seperti yang dipikirkan oleh sebagian orang, Benua Asia terbentang jauh ke timur, pesisir barat koloni-koloni Amerika Selatan yang dikuasai Spanyol berdekatan dengan Hindia Timur.

Orang-orang Spanyol harus mencari tahu apakah Kepulauan Rempah-Rempah yang berharga terdapat di sisi barat garis meridian yang (menurut Perjanjian Tordesillas) memisahkan teritori-teritori Hindia Timur mereka dari teritori-teritori Hindia Timur Portugal di sebelah timur garis meridian itu. Untuk memecahkan masalah ini, mereka berpaling kepada Ferdinand Magellan, yang sudah tak disenangi lagi di lingkungan istana Portugal tempat asalnya, dipersiapkan untuk berlayar mengelilingi separuh bumi guna menegaskan klaim Spanyol atas teritori-teritorinya yang baru di Asia.

12 September 1683

Pasukan Ottoman berhenti mengepung Wina. Pukulan mundur ekspansi Turki di Eropa.

Dari Juli sampai September 1683, Wina dikepung pasukan Ottoman, pada masa ini pangeran-pangeran Jerman juga menghadapi tantangan dari pasukan Louis XIV di Rhein. Masalah perang di garis depan barat maupun timur ini akan berulang salam sejarah Jerman. Bantuan datang dari raja Polandia, yang waktu itu merupakan negara besar yang mencakup Lituania dan membentang melintasi Eropa Tengah. Adalah Jan Sobieski menyatakan perang terhadap Turki sebagai pengalih-perhatian dari konflik domestiknya dengan para bangsawan Polandia dan, dengan bantuan dana Austria, mengambil alih kepimpinan pertahanan Wina pada awal September.

Sobieski memulai 12 September itu dengan berdoa di kapel di Kahlenberg yang terletak tinggi di hutan Wina kemudian pada sere hari, berkuda menuruni bukit itu untuk memerangi pasukan Ottoman yang kabur dengan panik dari pembantaian. Kesatuan Sobieski yang disusun bersayap sangat efektif. Hari berikutnya, Sobieski duduk di tenda yang ditinggalkan sang Wazir Agung Merzifonlu Kara Mustafa Pasa (1634-1683), dan menjabarkan perincian hari itu dalam surat kepada istrinya.

15 September 1830

Pembukaan rel kereta api Liverpool – Manchester. Awal zaman rel kereta api.

Tahun 1830 Liverpool adalah pelabuhan Britania yang paling berkembang pesat, dan tekstil Lanchasire memperkaya Manchester yang merupakan rumah dari gerakan perdagangan bebas. Maka jalur rel kereta api sepanjang 48 km yang dibangun oleh George Stephenson (1781-1848) menghubungkan dua kota yang penting bagi Revolusi Industri Britania ini. Jembatan-jembatan besar dan penggalian dalam telah dikonstruksi, sejumlah besar tanah disingkirkan, dan dinding dibangun di atas level tanah Lanchasire. Ini proyek yang menakjubkan dan mahal. Pembangunan jalur ini membutuhkan £ 40.000, dan perusahaan kereta api harus meminjam £ 100.000 dari pemerintah.

1 September 1870

Pertempuran Sedan. Jerman menjadi kekuatan terbesar di Eropa. Pertempran yang menghancurkan Kekaisaran Prancis Kedua dan proklamasi Reich (kekaisaran) Jerman Kedua berlangsung di Benteng Sedan, Ardennes, di tapal batas timur laut Prancis. Kota itu terkenal karena benteng dan istana tempat lahir Marsekal Henri de Turenne yang mengabdi untuk Louis XIV yang dianggap Napoleon Bonaparte sebagai salah satu pemimpin militer terbesar dalam sejarah. Namun setelah 1 September 1870, ‘Sedan’ adalah sinonim untuk penghinaan terhadap Prancis.

Tiga pasukan Prusia berjumlah 384.000 orang dipimpin oleh Helmuth van Moltke, kepala staf perwira Prusia dan prajurit pertama yang memahami bahwa rel kereta menjamin ketersediaan prajurit dan suplai baru yang dapat mengubah perang. Pertempuran kini bisa dilangsungkan di garis depan yang luas, tak hanya terpusat di satu medan pertempuran kecil.

11 September 2001

Peristiwa sebelas September. Hancurnya World Trade Center.

Pada pagi hari 11 September 2001, sembilan belas orang yang memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, sebuah jaringan teroris internasional, mengambil alih empat pesawat jet komersial AS. Dua dari pesawat itu, yang sedianya terbang dari Boston ke Los Angeles, dihantamkan ke menara utara dan selatan Word Trade Center di New York, pukul 8.46 dan 9.03 pagi. Berisi bahan bakar penuh untuk perjalanan jauh, kedua pesawat merupakan bom siap-ledak dan kedua menara, dengan tinggi 110 lantai, runtuh dalam kobaran api.

Pesawat ketiga, dibelokkan dari rute Washington DC ke Los Angeles, ditabrakkan ke sisi selatan Pentagon di Arlington Country, Virginia, pada 9.40 pagi. Pesawat lain yang dibajak dari rute asli New Jersy San Francisco, kemungkinan direncanakan menghantam gedung parlemen AS di Washington DC. Para penumpang pesawat itu melawan, dan para teroris menjatuhkan pesawat ke sebuah tanah pertanian di Pennsylvania barat daya pada pukul 10.03 pagi. Hampir 3.000 orang meninggal dunia akibat serangan teroris ini, termasuk 2.750 orang di Manhattan.

Di New York, tubuh ribuan orang yang meninggal tak dapat dikenali karena rusak berat. Asap hitam membumbung di atas kota paling kosmopolitan di dunia, bukti ringkihnya peradaban tinggi terhadap serangan barbar. Namun bila konteks serangan adalah baru, motivasinya bukan hal baru lagi. Pada sore harinya, markas pelatihan Al-Qaeda di utara Afganistan menyatakan kesembilan belas orang itu sebagai martir.

***

Itulah beberapa peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan September yang dalam buku karangan Hywel Williams—seorang sejarawan, jurnalis, dan penyair—yang berjudul Hari-Hari yang Mengubah Dunia, terjemahan Benyamin Hadinata, sebagai hari-hari yang mengubah dunia.

Bagaimana, kawan-kawan, setelah membaca tulisan ini, apakah hidup Anda hanya akan Anda gunakan untuk urusan yang biasa-biasa saja? Begitu-begitu saja? Setelah Anda sekalian tahu, bahwa mengetahui peristiwa di dunia ini sambil merenunginya kemudian menjadikannya sebuah pelajaran hidup untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, adalah kegiatan yang sangat nikmat, bukan?

Jadi, agar hidup Anda tidak lagi tentang kata: “Sendiri yang paling sendiri, adalah ada namun tak dipedulikan.” Atau “Luka yang paling luka adalah tersakiti namun tak bisa melupakan.” Sungguh receh sekali. (T)

Tags: duniaperistiwasejarah
Share47TweetSendShareSend
Previous Post

Drama Dunia Youtuber Indonesia: Beramal di Zaman Milenial dengan Nonton Youtube

Next Post

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co