3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Faisal Kamandobat by Faisal Kamandobat
September 24, 2018
in Esai
Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Foto-foto lukisan karya Bambang Heras

SEBAGAI medium literasi dan artistik, tinta telah digunakan lebih dari dua milenium silam. Pada tinta, gagasan dan jiwa manusia diurai, disimpan dan dikembangkan secara terus menerus, mulai citra pada dinding gua, berjuta buku di hampir semua perpustakaan, hingga cetak biru gedung pencakar langit dan desain pesawat luar angkasa. Mengurai tinta, karenanya, tak ubahnya mengurai peradaban kita.

Di tengah lanskap besar itu, pengggunaan tinta dalam seni rupa kontemporer menarik untuk diperhatikan. Sedikit di antaranya dilakukan perupa Bambang Heras dalam pameran bertajuk Mangsimili: Trilateral Solo Art Exhibiton. Mangsimili berasal dari kata mangsi, artinya tinta (turunan dari kata India masi yang artinya tinta—bahan penulisan naskah sejak zaman kuno), sedang mili artinya mengalir. Sesuai judulnya, pameran Mangsimili menampilkan lukisan aliran tinta sebagai medium ekspresinya.

Pameran Mangsimili diselenggarakan secara kolosal dan estafet di tiga galeri sekaligus, yaitu Kiniko Art Room Sarang Building milik Jumaldi Alfi (2/4)2018), Plataran Djoko Pekik (17/4/2018) dan Studio Kalahan Heri Dono (2/5/2018), ketiganya di Yogyakarta. Di Sarang Building pameran menampilkan lukisan kertas hasil interaksi dan refleksi tentang manusia, flora dan fauna. Di Plataran Djoko Pekik, Heras berkesperimen melukis tinta di atas kanvas berskala besar. Sedang di Studio Kalahan, Heras menghadirkan karya eksperimental berupa lukisan perkakas rumah tangga dan performance art dengan dukungan musik, video dan tari.

Lukisan Bambang Heras

Pada masing-masing galeri, Heras melakukan presentasi secara interaktif dengan format yang disesuaikan dengan karakter  galerinya. Dengan cara itu, karya-karyanya dapat menyatu dengan alam keruangan masing-masing galeri untuk selanjutnya menarik ekosistemnya ke dalam konsep dan aura yang ritawarkan karya-karyanya. Singkatnya, Heras berusaha mendefinisikan ruang secara emik (sesuai alam pikiran galeri) dan gradual (dari dalam dan perlahan-lahan), sehingga memudahkan publik memasuki lanskap imajinatif dalam karya-karyanya.

Aliran tinta dan imajinasi

Strategi Heras dalam merespon galeri ke dalam format dan tema tertentu tak jauh beda dengan cara kerja melukis dengan tinta. Karena sifatnya yang cair dan mudah kering, tinta amat sulit dikontrol dengan presisi sebagaimana cat minyak dan akrilik. Lelehan tinta pada tahap awal membentuk bercak yang kemudian direspon dengan sketsa dan drawing berupa objek figuratif tertentu, kemudian diguyur dan dipertegas lagi sehingga membentuk gradasi, tekstur dan dmensi.

Karena sifat materialnya itu, tinta bukan lagi semata medium melukis, tetapi juga subjek yang diajak berdialog oleh seniman. Dengan kata lain, Heras tidak hanya melukis dengan tinta tetapi “bersama” dengan tinta. Keduanya berkolaborasi demi mencapai kualitas estetika yang diinginkan. Metode tersebut merefleksikan kerja kreatif Mangsimili sebagai hasil dialog (bukan monolog) praktikal dan eksperiensial antara aspek kultural (gagasan atau konsep seniman) dengan natural (karakteristik material tinta, kertas dan kanvas) dengan seniman sebagai medium kreatornya.

Lukisan Bambang Heras

Terdapat dua konsekwensi dari mekanisme melukis seperti di atas. Pertama, konsekwensi teknis. Heras dituntut menggunakan berbagai teknik yang dilakukan baik secara simultan maupun sekuensial. Pada karya-karyanya dapat kita saksikan lelehan tinta di tahap awal, sketsa dari bentuk mula yang diinginkan, drawing yang mengembang di atasnya, lelehan dan garis lagi, demikian secara bertumpuk dan berjenjang sehingga merefleksikan berbagai tingkatan realitas dari objek yang digambarkan. Karakter lukisan tersebut seakan merefleksikan sedimentasi dari arkeologi bawah sadar umat manusia yang berlapis-lapis, dari imaji alam masa kini di lapisan muka hingga yang paling purba pada lapisan yang lebih dalam.

Kedua, konsekwensi konseptual. Mengingat karakteristik material dan teknik yang digunakan, dalam lukisan-lukisan Heras batas antara realitas (natural) dan imajinasi (kultural) tidak dapat dibedakan secara tegas. Keduanya saling membentuk dan melahirkan. Sebagaimana diungkapkan oleh Heri Dono, hal tersebut tampak paling jelas dalam action painting di Studio Kalahan di mana Heras melukis pada kelir untuk merespons bayangan penari yang bergerak di baliknya. Di sana batas antara lukisan dan modelnya menjadi kesatuan karena memiliki peran yang sama besar dalam proses penciptaan karya seni.

Dialog imajinatif yang didukung aspek teknikal dan konseptual di atas telah cukup berhasil menghadirkan sintesa magis dan imajinatif  sebagai hasil “dialog” seniman dengan beragam “kolaboratornya”:  aneka satwa, flora, benda-benda dan manusia. Berbagai subjek sederhana itu, yang amat biasa kita saksikan sehari-hari, dapat hadir sebagai entitas yang menggugah dan penuh misteri: manusia yang lahir dari bongkahan batu, bunga lotus yang mekar di langit, ikan yang berkitar menembus gugusan kaktus, malaikat yang letih dan murung, juga lilin, meja, arca seorang dewi, serta ratusan figur imajiner lainnya.

Hasil “kolaborasi” Heras dengan tinta tersebut telah berhasil mewarnai realitas yang profan menjadi sakral dengan mentransendesnsi realitas material sehari-hari lewat tampilan berenjang, deformasi aneka figur dan komposisi yang tidak biasa. Dalam konteks masyarakat modern, usaha tersebut telah membantu menghadirkan realitas secara baru agar lebih mudah intim dengan ruang ruhani, sekaligus mengurangi alienasi manusia agar dapat kembali menjadi subjek sejarah yang saling memaknai satu sama lain. Dengan cara itu, produksi kultural dan spiritual berkembang secara signifikan, bukan hanya material seperti dalam kerja industrial.

 

Panggilan Peradaban

 

Apa yang dilakukan oleh Heras, pada akhirnya, akan berdialog dengan para seniman tinta di berbagai kawasan dan zaman, mulai seniman purba yang menggambar tatanan kosmis di dinding gua, para seniman realis Barat, juga para pelukis impresionis dan puitis Tiongkok. Dalam konteks ini, lukisan tinta tak lagi sebuah imajinasi visual yang menggetarkan, namun telah menjadi semacam “ajaran” atau “lelakon” hidup dari para seniman dan penikmatnya.

Di samping itu, usaha Heras juga dapat disandingkan dengan para pengguna tinta di luar tujuan visual seperti para penyalin naskah di berbagai scriptorium. Kerja mereka tak hanya menyimpan dan mengembangkan peradaban, tetapi juga menandai tranformasi dari budaya literal-visual dan pergeserannya dari kawasan satu ke kawasan lain serta zaman ke zaman sesuai putaran peradaban. Bahkan, fungsi tinta sebagai medium literasi dapat dikatakan lebih massif dan signifikan implikasinya terhadap kehidupan, yang pada aspek tertentu sering berbarengan dengan fungsi visualnya sebagaimana ilustrasi di tepian kitab-kitab klasik.

Lukisan Bambang Heras

Di balik peran besar tinta sebagai medium visual dan literasi itu juga terdapat kerja eksperimen para alkemis demi menghasilkan tinta berkualitas tinggi, dari bahan nabati bercampur logam yang diproses di masa Firaun, bahan nabati dan hewani di India dan Tiongkok, hingga eksperimen-eksperimen kimia tingkat lanjut di masa modern. Tidak sedikit para skriptografer dan seniman yang merangkap sebagai alkemis amatir dengan membuat tinta sendiri, terutama  di tengah keterbatasan industri spesifik pada dahulu.

Di tengah berbagai ekspresi, fungsi dan inovasi “peradaban tinta” itulah karya-karya Heras menjadi mungkin untuk lahir, ditempatkan dan didialogkan. Di satu sisi, ia telah menawarkan sesuatu yang segar di tengah lanskap tersebut, namun di sisi lain masih terdapat “khazanah tinta” yang dapat direspons lebih lanjut. Jika karya-karyanya kali ini menarik untuk ditempatkan sebagai cenderamata untuk peradaban, bukan mustahil pada masa mendatang giliran gugusan peradaban yang akan ditempatkan oleh si seniman dalam karya-karyanya. (T)

Tags: Pameran Seni RuparesensiSeni Rupa
Share160TweetSendShareSend
Previous Post

Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Next Post

Provinsi Madura Swasta

Faisal Kamandobat

Faisal Kamandobat

kurator pameran; penyair dan peminat seni rupa, peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Provinsi Madura Swasta

Provinsi Madura Swasta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co