23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Faisal Kamandobat by Faisal Kamandobat
September 24, 2018
in Esai
Tarian Visual Heras: Tinta, Imajinasi dan Peradaban

Foto-foto lukisan karya Bambang Heras

SEBAGAI medium literasi dan artistik, tinta telah digunakan lebih dari dua milenium silam. Pada tinta, gagasan dan jiwa manusia diurai, disimpan dan dikembangkan secara terus menerus, mulai citra pada dinding gua, berjuta buku di hampir semua perpustakaan, hingga cetak biru gedung pencakar langit dan desain pesawat luar angkasa. Mengurai tinta, karenanya, tak ubahnya mengurai peradaban kita.

Di tengah lanskap besar itu, pengggunaan tinta dalam seni rupa kontemporer menarik untuk diperhatikan. Sedikit di antaranya dilakukan perupa Bambang Heras dalam pameran bertajuk Mangsimili: Trilateral Solo Art Exhibiton. Mangsimili berasal dari kata mangsi, artinya tinta (turunan dari kata India masi yang artinya tinta—bahan penulisan naskah sejak zaman kuno), sedang mili artinya mengalir. Sesuai judulnya, pameran Mangsimili menampilkan lukisan aliran tinta sebagai medium ekspresinya.

Pameran Mangsimili diselenggarakan secara kolosal dan estafet di tiga galeri sekaligus, yaitu Kiniko Art Room Sarang Building milik Jumaldi Alfi (2/4)2018), Plataran Djoko Pekik (17/4/2018) dan Studio Kalahan Heri Dono (2/5/2018), ketiganya di Yogyakarta. Di Sarang Building pameran menampilkan lukisan kertas hasil interaksi dan refleksi tentang manusia, flora dan fauna. Di Plataran Djoko Pekik, Heras berkesperimen melukis tinta di atas kanvas berskala besar. Sedang di Studio Kalahan, Heras menghadirkan karya eksperimental berupa lukisan perkakas rumah tangga dan performance art dengan dukungan musik, video dan tari.

Lukisan Bambang Heras

Pada masing-masing galeri, Heras melakukan presentasi secara interaktif dengan format yang disesuaikan dengan karakter  galerinya. Dengan cara itu, karya-karyanya dapat menyatu dengan alam keruangan masing-masing galeri untuk selanjutnya menarik ekosistemnya ke dalam konsep dan aura yang ritawarkan karya-karyanya. Singkatnya, Heras berusaha mendefinisikan ruang secara emik (sesuai alam pikiran galeri) dan gradual (dari dalam dan perlahan-lahan), sehingga memudahkan publik memasuki lanskap imajinatif dalam karya-karyanya.

Aliran tinta dan imajinasi

Strategi Heras dalam merespon galeri ke dalam format dan tema tertentu tak jauh beda dengan cara kerja melukis dengan tinta. Karena sifatnya yang cair dan mudah kering, tinta amat sulit dikontrol dengan presisi sebagaimana cat minyak dan akrilik. Lelehan tinta pada tahap awal membentuk bercak yang kemudian direspon dengan sketsa dan drawing berupa objek figuratif tertentu, kemudian diguyur dan dipertegas lagi sehingga membentuk gradasi, tekstur dan dmensi.

Karena sifat materialnya itu, tinta bukan lagi semata medium melukis, tetapi juga subjek yang diajak berdialog oleh seniman. Dengan kata lain, Heras tidak hanya melukis dengan tinta tetapi “bersama” dengan tinta. Keduanya berkolaborasi demi mencapai kualitas estetika yang diinginkan. Metode tersebut merefleksikan kerja kreatif Mangsimili sebagai hasil dialog (bukan monolog) praktikal dan eksperiensial antara aspek kultural (gagasan atau konsep seniman) dengan natural (karakteristik material tinta, kertas dan kanvas) dengan seniman sebagai medium kreatornya.

Lukisan Bambang Heras

Terdapat dua konsekwensi dari mekanisme melukis seperti di atas. Pertama, konsekwensi teknis. Heras dituntut menggunakan berbagai teknik yang dilakukan baik secara simultan maupun sekuensial. Pada karya-karyanya dapat kita saksikan lelehan tinta di tahap awal, sketsa dari bentuk mula yang diinginkan, drawing yang mengembang di atasnya, lelehan dan garis lagi, demikian secara bertumpuk dan berjenjang sehingga merefleksikan berbagai tingkatan realitas dari objek yang digambarkan. Karakter lukisan tersebut seakan merefleksikan sedimentasi dari arkeologi bawah sadar umat manusia yang berlapis-lapis, dari imaji alam masa kini di lapisan muka hingga yang paling purba pada lapisan yang lebih dalam.

Kedua, konsekwensi konseptual. Mengingat karakteristik material dan teknik yang digunakan, dalam lukisan-lukisan Heras batas antara realitas (natural) dan imajinasi (kultural) tidak dapat dibedakan secara tegas. Keduanya saling membentuk dan melahirkan. Sebagaimana diungkapkan oleh Heri Dono, hal tersebut tampak paling jelas dalam action painting di Studio Kalahan di mana Heras melukis pada kelir untuk merespons bayangan penari yang bergerak di baliknya. Di sana batas antara lukisan dan modelnya menjadi kesatuan karena memiliki peran yang sama besar dalam proses penciptaan karya seni.

Dialog imajinatif yang didukung aspek teknikal dan konseptual di atas telah cukup berhasil menghadirkan sintesa magis dan imajinatif  sebagai hasil “dialog” seniman dengan beragam “kolaboratornya”:  aneka satwa, flora, benda-benda dan manusia. Berbagai subjek sederhana itu, yang amat biasa kita saksikan sehari-hari, dapat hadir sebagai entitas yang menggugah dan penuh misteri: manusia yang lahir dari bongkahan batu, bunga lotus yang mekar di langit, ikan yang berkitar menembus gugusan kaktus, malaikat yang letih dan murung, juga lilin, meja, arca seorang dewi, serta ratusan figur imajiner lainnya.

Hasil “kolaborasi” Heras dengan tinta tersebut telah berhasil mewarnai realitas yang profan menjadi sakral dengan mentransendesnsi realitas material sehari-hari lewat tampilan berenjang, deformasi aneka figur dan komposisi yang tidak biasa. Dalam konteks masyarakat modern, usaha tersebut telah membantu menghadirkan realitas secara baru agar lebih mudah intim dengan ruang ruhani, sekaligus mengurangi alienasi manusia agar dapat kembali menjadi subjek sejarah yang saling memaknai satu sama lain. Dengan cara itu, produksi kultural dan spiritual berkembang secara signifikan, bukan hanya material seperti dalam kerja industrial.

 

Panggilan Peradaban

 

Apa yang dilakukan oleh Heras, pada akhirnya, akan berdialog dengan para seniman tinta di berbagai kawasan dan zaman, mulai seniman purba yang menggambar tatanan kosmis di dinding gua, para seniman realis Barat, juga para pelukis impresionis dan puitis Tiongkok. Dalam konteks ini, lukisan tinta tak lagi sebuah imajinasi visual yang menggetarkan, namun telah menjadi semacam “ajaran” atau “lelakon” hidup dari para seniman dan penikmatnya.

Di samping itu, usaha Heras juga dapat disandingkan dengan para pengguna tinta di luar tujuan visual seperti para penyalin naskah di berbagai scriptorium. Kerja mereka tak hanya menyimpan dan mengembangkan peradaban, tetapi juga menandai tranformasi dari budaya literal-visual dan pergeserannya dari kawasan satu ke kawasan lain serta zaman ke zaman sesuai putaran peradaban. Bahkan, fungsi tinta sebagai medium literasi dapat dikatakan lebih massif dan signifikan implikasinya terhadap kehidupan, yang pada aspek tertentu sering berbarengan dengan fungsi visualnya sebagaimana ilustrasi di tepian kitab-kitab klasik.

Lukisan Bambang Heras

Di balik peran besar tinta sebagai medium visual dan literasi itu juga terdapat kerja eksperimen para alkemis demi menghasilkan tinta berkualitas tinggi, dari bahan nabati bercampur logam yang diproses di masa Firaun, bahan nabati dan hewani di India dan Tiongkok, hingga eksperimen-eksperimen kimia tingkat lanjut di masa modern. Tidak sedikit para skriptografer dan seniman yang merangkap sebagai alkemis amatir dengan membuat tinta sendiri, terutama  di tengah keterbatasan industri spesifik pada dahulu.

Di tengah berbagai ekspresi, fungsi dan inovasi “peradaban tinta” itulah karya-karya Heras menjadi mungkin untuk lahir, ditempatkan dan didialogkan. Di satu sisi, ia telah menawarkan sesuatu yang segar di tengah lanskap tersebut, namun di sisi lain masih terdapat “khazanah tinta” yang dapat direspons lebih lanjut. Jika karya-karyanya kali ini menarik untuk ditempatkan sebagai cenderamata untuk peradaban, bukan mustahil pada masa mendatang giliran gugusan peradaban yang akan ditempatkan oleh si seniman dalam karya-karyanya. (T)

Tags: Pameran Seni RuparesensiSeni Rupa
Share160TweetSendShareSend
Previous Post

Hari-hari pada September yang Mengubah Dunia – Dan Anda Masih Begitu-begitu Saja?

Next Post

Provinsi Madura Swasta

Faisal Kamandobat

Faisal Kamandobat

kurator pameran; penyair dan peminat seni rupa, peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Provinsi Madura Swasta

Provinsi Madura Swasta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co