24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 7, 2018
in Esai
“Mobile Legends” dan Ihwal Remeh-temeh yang Sangat Mengkhawatirkan

BERANGKAT dari beberapa minggu lalu ketika saya sempat dibuat tersihir dan tertarik pada sebuah game android. Awalnya agak risih juga melihat sejumlah teman saya yang terus-terusan bermain game. Lambat laun, setelah setiap hari bahkan setiap beberapa jam selalu mendengarkan nada game tersebut, akhirnya saya mencoba-coba.

Setelah mengerti dan semakin lihai memencet tombol-tombol navigasi akhirnya saya pun ketagihan bermain game itu. Dikarenakan smartphone yang kurang memadai, akhirnya demi memuaskan hasrat nge-game, gadget teman saya pun jadi korban. Sampai-sampai bila dihitung dan diprosentasekan terkait pemakaian, pemilik (teman saya) akan mendapat angka lebih sedikit daripada si peminjam (saya sendiri).

Pada akhirnya, setelah teman yang gadgetnya biasa saya pinjam untuk nge-game itu pulang, saya seperti merasakan gelisah. Hampir mirip perokok berat yang kehabisan rokok dan lagi kebelet ingin rokokan. Benar-benar sakau. Ambisi untuk meng-upgrade smartphone sangat menggelora di hati saya. Namun nasib tidak mengizinkannya. Dengan segenap kekecewaan dan iba, saya pendam keinginan itu dalam kantong tipis dompet saya.

Bukan hanya Mobile Legends juga sebenarnya, beberapa game kerap membuat manusia kecanduan bermain smartphone. Sempat pula Clash of Clans viral di tengah para pengguna gadget. Berbagai ulasan tentang tips and trick memenuhi semesta google perihal cara bermain game tersebut. Begitu pula youtube yang tak mau kalah menampilkan tayangan-tayangan game di beranda awal semakin membuat para gamers kecanduan dan bagi yang tidak tahu jadi semakin penasaran. Manusia menjadi makhluk pemuja game. Sebab melalui game tersebut, hasrat untuk memenuhi kebahagiaan bisa tercapai. Belum lagi sejumlah idealisme ala gamers yang membuat bermain game seolah menjadi kegiatan yang penuh manfaat dan mengesankan.

Barangkali, bila Karl Marx hidup pada zaman ini, maka yang dia legitimasikan sebagai “candu” bukan lagi agama, melainkan game. Game menjadi jalan terakhir dan pemasrahan diri bagi segenap kepenatan dan kegalauan manusia. Atau mungkin Marx akan mengulas fenomena ini dengan penafsirannya perihal teori keterasingan (alienasi), di mana manusia terasing dengan ciptaannya sendiri, yang pada konteks ini adalah game. Sehingga secara tidak langsung dan mau tidak mau, mereka seperti memuja dan mengagung-agungkan game.

Berapa banyak orang yang rela menghabiskan waktunya bahkan rela mengeluarkan uang untuk keberlangsungan karir game-nya. Tahun lalu bahkan sempat viral beberapa pemberitaan perihal game Pokemon yang miris hampir membuat banyak bencana. Sejumlah orang bahkan diberitakan meninggal karena ambisi untuk mendapatkan pokemon. Padahal yang mereka cari itu hanya terdapat di layar hp, tidak lebih. Dimakan juga tidak bisa. Apalagi membuat manusia masuk surga. Sangat utopis!

Sedikit merasa munafik juga menulis artikel ini ketika yang dirasa-rasakan bahwa saya juga suka nge-game dan dengan seolah paling lantang meneriakkan bahwa bermain game adalah kegiatan pragmatis tiada guna. Namun bagaimana lagi ketika kenyataan yang ada memanglah seperti ini. Manusia (termasuk saya) sadar sesadar-sadarnya bahwa bermain game itu tidak bermanfaat – paling-paling ada tapi sedikit – namun mereka terus melakukannya bahkan menganggap game itu adalah aktifitas utama mereka. Sampai-sampai makan yang menjadi kebutuhan utama hidup dinomorduakan.

Game hanyalah salah satu bagian kecil dari lingkaran besar yang banyak merubah hidup manusia melalui kecanggihan teknologi. Banyak hal lain yang juga membatasi pandangan manusia yang berkutat hanya pada kotak kecil yang bersinar. Mereka kemudian enggan dan apatis terhadap dunia luar. Mbak Maya seperti terlihat lebih anggun daripada Buk Nyata.

Zaman telah memasuki era krisis emosional dikarenakan teknologi informasi yang semakin canggih dan luar biasa pesat pekembangannya. Emosi-emosi di dunia maya cukup diwakili dengan gambaran emoji. Tersenyum, melet, terbahak, dan lainnya. Sampai kemudian muncul pemberitaan hari emoji internasional. Menurut saya hal itu merupakan puncak dari kekolotan dan konserfatifme manusia dalam hal emosi. Emosi yang menjadi unsur alamiah kemanusiaan mengalami pengkerdilan juga distorsi makna dan kemudian hanya menjadi sebatas gambaran simbolisme semata.

Satu game heboh pada masanya, kemudian game lain tumbuh menumbangkan keviralan game-game lainnya. Game seolah pahlawan hero yang muncul untuk menyelamatkan kemurungan manusia. Tanpa iklan dan tanpa spanduk-spanduk promosi yang nagkring di warung-arung pojok suatu game dengan sendirinya banyak digandrungi orang-orang, apa lagi bila memunculkan iklan di televisi.

Game juga menjadi lahan alteratif bagi mereka yang belum menemukan kenikmatan dalam aplikasi chat semacam whatsapp. Entah sebab karena “kejombloan” atau memang karena tidak suka. Pada intinya, manusia selalu menemukan sisi menyenangkan dalam menggunakan smartphone. Tanpa perlu adanya motivator dan acara-acara inspiratif, pemain game pun akan dengan sendirinya tekun dan gigih membukanya setiap waktu.

Pada akhirnya saya akan memohon ampun pada tuhan dan segenap jajaran malaikat pencatat amal buruk karena kemunafikan saya dalam tulisan ini. Jujur, saya masih menyimpan file apk beberapa game yang saya suka, termasuk Mobile Legends, Clash of Clans, Clash Royal, dan banyak nama-nama game lain di memori smartphone saya agar kelak bila sudah kebelet pengen main tinggal install tanpa buang-buang kuota untuk download lagi di google play store. Namun terkadang, untuk menyadarkan diri sendiri lebih-lebih orang lain, sikap muka dua memang perlu direalisasikan. Sekali lagi, maafkan kami Tuhan.(T)

Tags: gamepermainansmartphone
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Festival Makan Duren di Buleleng: Promosi Buah Tempatan, Bolehlah Nyontek Upin-Ipin

Next Post

Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Catatan Harian Sugi Lanus# Menimbang Bahasa Bali Sebagai MKDU di Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co