18 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Ingga Adelia by Ingga Adelia
October 18, 2026
in Khas
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Sesi diskusi bersama sutradara setelah pemutaran film | Foto: Ingga

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap, dan bertukar pikiran tentang film, mulai dari jalan cerita dan akting para pemain hingga pesan yang ingin disampaikan melalui sinema. Suasana yang semula santai perlahan menjadi lebih serius ketika pemutaran film dimulai. Meski demikian, ruang diskusi tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat.

Suasana tersebut mewarnai pemutaran perdana lima film pendek hasil Lensa Iklim Bali Short Film Fellowship dalam Festival Rakyat Pekan Iklim Bali, Sabtu, 17 Oktober 2026. Tak sekadar menjadi wadah belajar membuat film, program ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi sekaligus jembatan antara gerakan aksi iklim di tingkat lokal dan penceritaan kreatif. Fellowship ini merupakan inisiatif Koalisi Bali Emisi Nol Bersih bersama Minikino (Yayasan Kino Media).

Kelima film yang diputar mengangkat beragam persoalan lingkungan dan kehidupan sehari-hari di Bali. Salah satunya adalah Satu Pemberhentian Lagi, karya Amrita Dharma dari Amrita Studio, yang bercerita tentang bus dan kemacetan. Sementara itu, Viewfinders, yang dimentori Putu Kusuma Wijaya dari FEUGEE, mengajak penonton melihat persoalan sampah di balik keindahan Bali.

Film Memanen Matahari, yang diproduseri Dian Suryantini dari Singaraja Menonton, mengangkat kisah mata air sakti di Desa Bondalem, Singaraja. Film dokumenter Dapur Laut karya Rio Kharisma dari Niskala Studio menyoroti kehidupan laut dan nelayan di Kusamba yang kini semakin kesulitan mendapatkan hasil tangkapan. Adapun Berlayar, film animasi yang ditulis dan disutradarai I Made Suarbawa dari Minikino Studio, mengikuti perjalanan seorang anak di Serangan yang berusaha menemukan jalannya sendiri di tengah tekanan perubahan lingkungan dan industri pariwisata.

Sesi diskusi bersama sutradara setelah pemutaran film | Foto: Ingga

Salah satu film yang mengundang diskusi adalah Satu Pemberhentian Lagi. Film ini diputar dalam sesi “Kota dan Segudang Masalahnya” bersama Viewfinders. Keduanya mengangkat keresahan warga perkotaan di Bali, mulai dari persoalan transportasi hingga masalah lingkungan. Setelah pemutaran, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama sutradara Satu Pemberhentian Lagi, Amrita Dharma.

Bagi Fadli, salah satu aktor dalam film Satu Pemberhentian Lagi, proses syuting menjadi pengalaman tersendiri. Ia bahkan baru pertama kali naik bus saat mengikuti proses tersebut. Hari pertama syuting terasa menyenangkan, meski ada kenyataan di lapangan yang cukup menggelitik: busnya sudah bagus dan bersih, tetapi penumpangnya masih sedikit.

“Aku baru pertama kali naik bus, jadi pengalaman shooting di transportasi umum ini menarik banget. Day 1 terasa menyenangkan. Tapi, sangat disayangkan busnya sudah bagus dan bersih, tetapi penumpangnya masih belum ada. Mungkin fasilitas haltenya juga perlu ditambah sedikit,” ujarnya.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa penyediaan transportasi umum yang nyaman belum tentu cukup untuk menarik minat masyarakat. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, mulai dari ketersediaan halte hingga kemudahan akses dan informasi rute, agar masyarakat semakin tertarik beralih ke transportasi publik.

Kemacetan yang Terasa Dekat dengan Rumah

Gagasan film ini berangkat dari persoalan yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, yakni kemacetan. Bagi Amrita, masalah tersebut bukan sekadar isu perkotaan yang jauh dari keseharian, tetapi sesuatu yang bisa ia temui tepat di depan rumahnya.

“Aku lebih melihat isu kemacetan karena itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di depan rumahku saja sering macet. Aku juga sempat bertemu dengan penulis Anya dan membahas soal transportasi dan kemacetan. Sebenarnya, aku suka menggunakan transportasi umum, tetapi sekarang masih ada kesulitan dalam menemukan rute dan halte yang sesuai,” ungkapnya.

Kedekatan dengan persoalan itulah yang menjadi titik berangkat cerita. Amrita juga memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan sasaran penonton dan genre filmnya. Ia melihat semakin banyak anak usia sekolah dasar dan menengah pertama yang sudah difasilitasi sepeda motor. Dari pengamatan tersebut, ia ingin mengajak para remaja meninjau kembali pilihan transportasi yang mereka gunakan.

“Sekarang banyak anak SD dan SMP yang sudah difasilitasi motor. Berangkat dari isu itu, aku menargetkan remaja sebagai penonton film ini. Makanya, aku mengemasnya dengan genre romansa supaya pesannya bisa lebih dekat dan sampai kepada mereka,” tambahnya.

Sesi foto bersama | Foto: Ingga

Melalui pendekatan romansa, isu kemacetan dan transportasi publik diharapkan tidak terasa seperti ceramah. Persoalan tersebut justru disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda, sehingga pesan yang dibawa film dapat diterima melalui pengalaman para tokohnya.

Ketika Penonton Ikut Mengkritisi Cerita

Diskusi setelah pemutaran tidak berhenti pada apresiasi. Penonton turut mengajukan pertanyaan dan menyampaikan kritik terhadap cara film membangun ceritanya.

Ari, salah satu penonton, menangkap pesan tentang pentingnya menggunakan transportasi publik. Namun, ia mempertanyakan pilihan alur yang menjadikan motor mogok sebagai alasan tokoh beralih naik bus.

“Sebenarnya, aku menangkap pesan film ini bahwa kita harus menggunakan transportasi publik. Cuma, mohon maaf, film ini dimulai dari motor yang mogok, lalu tokohnya beralih ke bus. Padahal, seharusnya transportasi umum bisa menjadi pilihan sejak awal, bukan hanya ketika motor mogok,” ujarnya.

Bagi Ari, persoalan tersebut berkaitan dengan cara pesan film dibangun melalui cerita. Ia juga menyoroti pentingnya dialog dalam film pendek, yang menuntut setiap percakapan memiliki fungsi dan tidak sekadar mengisi adegan.

“Dialog dalam film pendek benar-benar harus dipertimbangkan. Kemacetan memang bisa menjadi sumber ketegangan dalam cerita, tetapi menurutku, persoalan itu juga seharusnya menjadi sesuatu yang perlu dipecahkan,” lanjutnya.

Kritik tersebut menjadi bagian penting dari diskusi. Film tidak hanya menjadi medium untuk menyampaikan pesan, tetapi juga membuka ruang bagi penonton untuk mempertanyakan cara pesan itu disampaikan. Cerita pun dapat menjadi titik awal untuk memikirkan persoalan yang lebih luas, termasuk bagaimana masyarakat merespons masalah transportasi dan mencari kemungkinan jalan keluarnya.

Menjelang akhir diskusi, Amrita kembali mengajak peserta melihat persoalan transportasi dari sudut pandang yang lebih luas. Ia mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat mulai mengubah kebiasaan bertransportasi di tengah kemacetan yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya isu yang sangat hangat hari ini, sekarang bagaimana kita mengatur cara pemanfaatan transportasi? Mungkin kita bisa mulai dengan berjalan kaki untuk jarak dekat atau memanfaatkan transportasi umum untuk mengurangi kepadatan lalu lintas,” tutupnya.[T]

Reporter/Penulis: Ingga Adelia
Editor: Jaswanto

Tags: Amrita DharmaFestival Rakyat Pekan Iklim BaliSatu Pemberhentian Lagi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Ingga Adelia

Ingga Adelia

Pelajar, gemar bermain teater dan menulis. Bergabung di Teater Petir dan Komunitas Aghumi.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali
Khas

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

by Ingga Adelia
October 18, 2026
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali
Pameran

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara
Persona

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co