1 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
in Kuliner
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama para undangan bergerak menuju klinik kuliner. Di tempat itu, sejumlah hidangan tradisional telah tersaji rapi di atas meja yang berlapis kain putih.

Para undangan disuguhkan kuliner unik. Menu yang disajikan itu mungkin masih asing bagi sebagian tamu undangan, yakni Kuliner Tradisional Ulam Carik. Menu-menu yang mengusung suasana persawahan. Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menghadirkan kembali kekayaan pangan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat agraris Bali.

Sebagian undangan yang belum mengenal nama maupun jenis hidangan tersebut tampak bertanya kepada petugas. Sementara mereka yang sudah mengetahuinya langsung mengambil dan mencicipi. Para petugas, dengan sigap menjelaskan satu per satu bahan serta cara pengolahan kuliner yang sebagian kini semakin jarang ditemui.

Suasana klinik kuliner Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Keberadaan menu-menu berbahan hasil persawahan itu menjadi daya tarik tersendiri. Rasa penasaran mendorong sejumlah undangan untuk mencoba, sekaligus menemukan kembali cita rasa yang lahir dari kedekatan masyarakat Bali dengan alam dan lingkungan persawahan.

Suasana tersebut menjadi bagian dari hari ketiga sekaligus penutup Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026. Festival yang mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengangkat seni, budaya, kuliner, serta potensi pariwisata Tabanan.

Cita Rasa dari Sawah

Ulam Carik menghadirkan sejumlah hidangan yang merekam kekayaan bahan pangan dari lingkungan persawahan. Salah satunya Lindung Metunu Sambal Bejek, yang menggunakan belut sawah pilihan. Belut dibumbui dengan rempah khas Bali atau base genep, kemudian dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang.

Proses tersebut menghasilkan cita rasa gurih dengan aroma khas. Hidangan kemudian disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar, menciptakan perpaduan rasa yang kuat sekaligus mencerminkan karakter kuliner Bali.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Ada pula Kakul Suna Cakuh, berbahan keong sawah yang dipadukan dengan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Tekstur kakul yang kenyal berpadu dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas.

Sementara Pesan (Pepes) Testes menggunakan anak ikan air tawar atau testes. Anak ikan dipadukan dengan base genep, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma khas dan cita rasa yang kaya.

Hidangan lainnya adalah Kuah Kakul, yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dimasak bersama base genep sehingga menghasilkan kuah rempah yang harum dan kaya rasa.

Rujak Bir, kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Dari kelompok sayuran, terdapat Jukut Gonda, salah satu kuliner tradisional khas Tabanan yang menggunakan pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh di kawasan persawahan. Teksturnya lembut dengan cita rasa segar. Sederhana dalam pengolahan, jukut gonda dimasak dengan bawang putih dan cabai, tetapi tetap menghadirkan rasa yang khas.

Tak hanya makanan, klinik kuliner itu juga memperkenalkan ragam minuman tradisional. Rujak Bir, misalnya, memadukan kesegaran kelapa muda dengan kuah rujak berbumbu rempah khas Bali. Meski menggunakan nama “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol dan dapat dinikmati semua kalangan.

Ada pula Rujak Tibah (Mengkudu), minuman yang dibuat dari sari buah tibah atau mengkudu. Buah segar dihancurkan dan diperas, kemudian sarinya dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk. Hasilnya adalah perpaduan rasa asam, manis, pedas, gurih, sekaligus menyegarkan.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Untuk kudapan, Jaje Uli Tape menjadi salah satu sajian yang mempertemukan beras ketan, kelapa, dan tape ketan hasil fermentasi alami. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam menjadikan jajanan ini tidak hanya kaya rasa, tetapi juga merefleksikan tradisi dan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi.

Sementara Loloh Cemcem melengkapi ragam minuman tradisional yang disajikan. Minuman herbal khas Bali ini menawarkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih, dengan kesegaran bulir kelapa muda di dalamnya.

Rangkaian kuliner tersebut memperlihatkan bahwa makanan tradisional tidak berdiri sendiri. Di balik setiap bahan terdapat hubungan antara manusia, alam, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Merawat Warisan Lewat Festival

Selama tiga hari, Tanah Lot Art and Food Festival VII berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, dan hiburan. Festival ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan Tabanan kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para penggiat seni.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, Penglingsir Puri Kediri, Manajer DTW Tanah Lot, tokoh masyarakat setempat, serta undangan lainnya.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Wabup Dirga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang menjadi ruang untuk mengangkat sekaligus mempromosikan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. “Tanah Lot memiliki posisi istimewa sebagai destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara,” katanya.

Menurutnya, panorama alam yang dimiliki Tanah Lot merupakan anugerah sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya. Ia juga mengapresiasi beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kuliner tradisional yang ditampilkan selama festival.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi bukti kuat bahwa Tabanan memiliki potensi lokal yang kaya dan layak terus dikembangkan. “Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan berbagai pertunjukan seni, budaya dan kuliner tradisional yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah kita sangat kaya akan seni, budaya, kuliner tradisional dan berbagai potensi menarik lainnya,” ujar Wabup Dirga saat itu.

Kuliner yang disajikan di Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Festival diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Event ini bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat identitas budaya kita serta memperkenalkan kekayaan warisan nenek moyang kepada generasi muda dan dunia,” tutur Wabup Dirga.

Tanah Lot Art and Food Festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan seni, budaya, adat istiadat, kuliner, serta berbagai kearifan lokal Tabanan sekaligus sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat berharap event ini bisa dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Dibutuhkan kerja keras, kreativitas dan inovasi baru agar kunjungan wisata bisa terus meningkat dan DTW Tanah Lot semakin terkenal,” harap Wabup Dirga.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Tanah Lot Art & Food FestivalTanah Lot Art and Food FestivalTanah Lot Art and Food Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

Next Post

Ketika Api Menjadi Cermin

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails
Next Post
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ketika Api Menjadi Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co