24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rai Sri Artini# Umur Kelahiran

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Purity of Universe, 2002, Oil, Acrylic on Canvas 100x135 cm

 

BUNGA KECOMBRANG

 

(1 )

Pada kelopak mudaku kau temukan rasa

yang enggan pergi

dari tiap ujung papila

Kau terbakar rasa larut dalam liur

kuntum kuntumku membuat dadamu lebih lapang dari tubuh pelangi

seperti tubuh ombak yang buncah

leleh dalam peram dan pejam

kau melenguh diantara peluh

melepas cadas legenda

dalam uap uapku

 

(2)

Tiga siung bawang merah dan sejumput terasi garam

kau padu aku dalam sebuah tempat

seperti seekor burung yang membuat sarang

kau hias dengan dongeng cabe rawit

kau melayari daerah daerah keramat

semakin jauh tak kenal mata angin

hanya kecombrang yang hujan

di langit lidahmu

 

(3)

Kini kau telanjang menghembus renjana

menghidu kuyup sebilah pedang dari masa lalu

bagimu aku tempat meledakkan setumpuk pahit

yang lama berakar di sekat tenggorokan

tubuhku ruah dalam liur hangat

ke batas sunyi kau hantar aku

dan kau

menjelma kupu-kupu

 

(Tegaljaya, Juli 2016)

 

 

UMUR KELAHIRAN

 

Aku lupa

kita pernah lahir dari rahim yang sama

Aku lupa

kita pernah melewati jalan yang sama di tanah tua

Semuanya aku lupa sebab,

kita tak lagi memahami duka sebagai kekuatan

kita hanya menakar suka duka dengan emosi

nilai kebersamaan pun tak berdaya apalagi umur kelahiran

Semua berlalu  bersama hembusan nafas terakhir di malam kelam

Jarak tak nampak memetakan aura kematian

Sejak detik itu

sajak sajak duka mengabut di matamu

bibirmu kelu mengeja luka

kenangan menggenang pilu di serabut jantungmu

 

Aku hanya dapat mengulum sunyi diam diam

menikahi kata-kata yang beterbangan dan tercecer di jalanan

kita selalu memulai babak hari dengan secangkir teh panas

dari asapnya kau melompat tajam

menghujaniku dengan pertanyaan getir dan satir

bibirku mengunyah tanya lumat menjadi debu purba

yang mengisi pori pori kita

 

Aku termangu antara umur kelahiran dan umur jiwaku

menjadikan puisi sebagai mempelai

sedang kau mencongkel tawa dari tubuh pagi

 

kita tercerabut dan terhempas ke matra yang lain

berjarak

tak berdaya mengingat setiap tetes air susu ibu yang pernah kita sesap

 

yang tersisa hanya jalan di depan kita,

yang tak pernah kita tahu ujungnya

 

(Kerobokan, 1 Februari 2015)

 

 

MALAM PURNAMA

 

Ini hari mengenang malam itu

Mengenang ratusan purnama

yang berbaris di hitam belacan

menari dalam kaldu santan

meruahkan liur kita yang pecah dalam derit malam

 

Ibu memintal tubuh ikan

mencelupkannya dalam lautan tepung

menjelma bayang masa lalu

Ibu berkata pada dirinya,

“Bayang bulan biarlah jadi tanah,

dan  kecambah rindu membuang sendu.”

 

Ini hari mengenang malam itu

Kita duduk di tikar pandan

Ibu menyuguhkan sajak warna-warni

tercelup kuah    gurih gurau

dalam uapnya semayam  urat akarmu

 

Uap teh jahe berkeliaran di dada kita

yang jadi lebih lapang karena wanginya

Kuteguk perlahan

Larik-larik puisi terbit  dari udara malam yang kau tiriskan

“Ini malam apa?” tanyaku

“Kubangan kenangan?”  tanyaku lagi

Kau mengaliskan senyum di dahiku

Aku tak paham

Yang ku tahu, hanya menguliti angka-angka di wajah purnama

Yang ku tahu, inilah purnama paling purna dalam darahku

 

(Tuban, April 2016)

 

 

JARAK

 

Mimpi tak henti melingkari kita

Dalam derai abu-abu      atau

bayang bayang sepi

Keluh kesah tak usai mengitari kita

menumbuhkan benih-benih jarak tak nampak

 

Bahkan sujud kita berjarak diantara dua cat

menari di sudut-sudut kamar         dan

menulis serangkaian kata-kata di tembikar

yang setiap hari kita elus

 

Suatu saat ia akan bercerita tentang hari ini

Saat tawa lahir dari sentuhan luka

atau tumbak yang mengumpan cemburu

 

Hujan tak mampu menyapu gigil ranting tubuh kita

selimut-selimut kering di ranjang tawar

air muka tak cukup menyingkap bebatu yang kita sandung

segaris sabit cuaca tlah menciptakan lembaran beku

di serambi jantung

 

Aku masih ingat, ketika pelangi menjadi warna mata

kita menjelma bunga dan kumbang

 

Kini ketika berlembar-lembar pagi tlah berlari

akar-akar ranting menahan batang tubuh

rambut rambut api meletupkan jarak

 

aku terhempas ke pintu sunyi

 

memiliki atau dimiliki

memerangkap indraku

ke sebuah labirin sepi seperti seseduh kopi

uapnya sepi tiada kata

hanya jarak

dan aku tak mampu menyeberang

ke kedalaman lautmu

tak mampu menerobos rerimbunan belantaramu

 

hingga

lapuk dalam pembaringan puisi

 

(Tegaljaya, September 2015)

 

 

KITA

 

Aku menemu malam di tubuhmu

menghitung pekat porimu dan tertegun menatap beku kelopak dadamu

yang membangun gigil di langit lidahku

 

Kasur dingin kuyup dalam bayang kemarau

sepotong ekor cicak

mencari tempat sembunyi

mencoba menghalau cemas dari ceruk yang lebih pekat dari sekadar gelap

 

Kita tak lebih tinggi dari awan

hanya butiran debu di eraman takdir

Kita tak lebih rendah dari lembah

hanya bebuih bir yang luruh di tenggorokan

 

Kita sering terjebak suara jalanan yang kerap singgah di rongga kepala

ketombe-ketombe liar menari diantara uban yang mengeriap tawar

meriutkan dada yang membusung tinggi

 

Tlah kita singgahi dalam tahun pertama

kala bulan setengah purnama menjarah usia

mencuri seperempat nafas

mengapa kita merasa asing?

 

Tak perlukah kita merasa senasib?

Lihatlah !

dalam puisi-puisi cintamu, birahi sembunyi di kaki kata-kata

dalam luapan ludahku kata-kata mabuk meremas-remas doa

tubuh kita tak berdosa

tak bernoktah

hanya kadang takut akan kemungkinan lain di luar isi kepala

sama seperti ekor cicak yang baru putus dan sembunyi

di sela-sela mimpi

 

(Tuban, Mei 2016)

 

 

Tags: Puisi
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Dalam Perapian Descartes – Aku Berpikir, Maka Aku Ada

Next Post

Purnama Pasah

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post

Purnama Pasah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co