3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rai Sri Artini# Umur Kelahiran

Rai Sri Artini by Rai Sri Artini
February 2, 2018
in Puisi

Wayan Redika, Purity of Universe, 2002, Oil, Acrylic on Canvas 100x135 cm

 

BUNGA KECOMBRANG

 

(1 )

Pada kelopak mudaku kau temukan rasa

yang enggan pergi

dari tiap ujung papila

Kau terbakar rasa larut dalam liur

kuntum kuntumku membuat dadamu lebih lapang dari tubuh pelangi

seperti tubuh ombak yang buncah

leleh dalam peram dan pejam

kau melenguh diantara peluh

melepas cadas legenda

dalam uap uapku

 

(2)

Tiga siung bawang merah dan sejumput terasi garam

kau padu aku dalam sebuah tempat

seperti seekor burung yang membuat sarang

kau hias dengan dongeng cabe rawit

kau melayari daerah daerah keramat

semakin jauh tak kenal mata angin

hanya kecombrang yang hujan

di langit lidahmu

 

(3)

Kini kau telanjang menghembus renjana

menghidu kuyup sebilah pedang dari masa lalu

bagimu aku tempat meledakkan setumpuk pahit

yang lama berakar di sekat tenggorokan

tubuhku ruah dalam liur hangat

ke batas sunyi kau hantar aku

dan kau

menjelma kupu-kupu

 

(Tegaljaya, Juli 2016)

 

 

UMUR KELAHIRAN

 

Aku lupa

kita pernah lahir dari rahim yang sama

Aku lupa

kita pernah melewati jalan yang sama di tanah tua

Semuanya aku lupa sebab,

kita tak lagi memahami duka sebagai kekuatan

kita hanya menakar suka duka dengan emosi

nilai kebersamaan pun tak berdaya apalagi umur kelahiran

Semua berlalu  bersama hembusan nafas terakhir di malam kelam

Jarak tak nampak memetakan aura kematian

Sejak detik itu

sajak sajak duka mengabut di matamu

bibirmu kelu mengeja luka

kenangan menggenang pilu di serabut jantungmu

 

Aku hanya dapat mengulum sunyi diam diam

menikahi kata-kata yang beterbangan dan tercecer di jalanan

kita selalu memulai babak hari dengan secangkir teh panas

dari asapnya kau melompat tajam

menghujaniku dengan pertanyaan getir dan satir

bibirku mengunyah tanya lumat menjadi debu purba

yang mengisi pori pori kita

 

Aku termangu antara umur kelahiran dan umur jiwaku

menjadikan puisi sebagai mempelai

sedang kau mencongkel tawa dari tubuh pagi

 

kita tercerabut dan terhempas ke matra yang lain

berjarak

tak berdaya mengingat setiap tetes air susu ibu yang pernah kita sesap

 

yang tersisa hanya jalan di depan kita,

yang tak pernah kita tahu ujungnya

 

(Kerobokan, 1 Februari 2015)

 

 

MALAM PURNAMA

 

Ini hari mengenang malam itu

Mengenang ratusan purnama

yang berbaris di hitam belacan

menari dalam kaldu santan

meruahkan liur kita yang pecah dalam derit malam

 

Ibu memintal tubuh ikan

mencelupkannya dalam lautan tepung

menjelma bayang masa lalu

Ibu berkata pada dirinya,

“Bayang bulan biarlah jadi tanah,

dan  kecambah rindu membuang sendu.”

 

Ini hari mengenang malam itu

Kita duduk di tikar pandan

Ibu menyuguhkan sajak warna-warni

tercelup kuah    gurih gurau

dalam uapnya semayam  urat akarmu

 

Uap teh jahe berkeliaran di dada kita

yang jadi lebih lapang karena wanginya

Kuteguk perlahan

Larik-larik puisi terbit  dari udara malam yang kau tiriskan

“Ini malam apa?” tanyaku

“Kubangan kenangan?”  tanyaku lagi

Kau mengaliskan senyum di dahiku

Aku tak paham

Yang ku tahu, hanya menguliti angka-angka di wajah purnama

Yang ku tahu, inilah purnama paling purna dalam darahku

 

(Tuban, April 2016)

 

 

JARAK

 

Mimpi tak henti melingkari kita

Dalam derai abu-abu      atau

bayang bayang sepi

Keluh kesah tak usai mengitari kita

menumbuhkan benih-benih jarak tak nampak

 

Bahkan sujud kita berjarak diantara dua cat

menari di sudut-sudut kamar         dan

menulis serangkaian kata-kata di tembikar

yang setiap hari kita elus

 

Suatu saat ia akan bercerita tentang hari ini

Saat tawa lahir dari sentuhan luka

atau tumbak yang mengumpan cemburu

 

Hujan tak mampu menyapu gigil ranting tubuh kita

selimut-selimut kering di ranjang tawar

air muka tak cukup menyingkap bebatu yang kita sandung

segaris sabit cuaca tlah menciptakan lembaran beku

di serambi jantung

 

Aku masih ingat, ketika pelangi menjadi warna mata

kita menjelma bunga dan kumbang

 

Kini ketika berlembar-lembar pagi tlah berlari

akar-akar ranting menahan batang tubuh

rambut rambut api meletupkan jarak

 

aku terhempas ke pintu sunyi

 

memiliki atau dimiliki

memerangkap indraku

ke sebuah labirin sepi seperti seseduh kopi

uapnya sepi tiada kata

hanya jarak

dan aku tak mampu menyeberang

ke kedalaman lautmu

tak mampu menerobos rerimbunan belantaramu

 

hingga

lapuk dalam pembaringan puisi

 

(Tegaljaya, September 2015)

 

 

KITA

 

Aku menemu malam di tubuhmu

menghitung pekat porimu dan tertegun menatap beku kelopak dadamu

yang membangun gigil di langit lidahku

 

Kasur dingin kuyup dalam bayang kemarau

sepotong ekor cicak

mencari tempat sembunyi

mencoba menghalau cemas dari ceruk yang lebih pekat dari sekadar gelap

 

Kita tak lebih tinggi dari awan

hanya butiran debu di eraman takdir

Kita tak lebih rendah dari lembah

hanya bebuih bir yang luruh di tenggorokan

 

Kita sering terjebak suara jalanan yang kerap singgah di rongga kepala

ketombe-ketombe liar menari diantara uban yang mengeriap tawar

meriutkan dada yang membusung tinggi

 

Tlah kita singgahi dalam tahun pertama

kala bulan setengah purnama menjarah usia

mencuri seperempat nafas

mengapa kita merasa asing?

 

Tak perlukah kita merasa senasib?

Lihatlah !

dalam puisi-puisi cintamu, birahi sembunyi di kaki kata-kata

dalam luapan ludahku kata-kata mabuk meremas-remas doa

tubuh kita tak berdosa

tak bernoktah

hanya kadang takut akan kemungkinan lain di luar isi kepala

sama seperti ekor cicak yang baru putus dan sembunyi

di sela-sela mimpi

 

(Tuban, Mei 2016)

 

 

Tags: Puisi
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Dalam Perapian Descartes – Aku Berpikir, Maka Aku Ada

Next Post

Purnama Pasah

Rai Sri Artini

Rai Sri Artini

Tinggal di Dalung, Kuta Utara. Pernah menempuh pendidikan pascasarjana di Undiksha. Bisa ditemui di raisri_artini@yahoo.com

Related Posts

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails
Next Post

Purnama Pasah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co