1 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

Azzahra Naya R by Azzahra Naya R
July 1, 2026
in Ulas Pentas
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

Penampilan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta oleh Sanggar Pregina Agung di Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah. (Dokumentasi Pribadi).

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu malam, 16 Juni 2026,   yang ditampilkan oleh Sanggar Pregina Agung, kesan pertama yang muncul bukan hanya pada kisah Ramayana yang dibawakan, melainkan pada bagaimana cahaya di jadikan bagian utama dari pertunjukan.

Sebagai sanggar yang bergerak dalam pelestarian kebudayaan Bali, Sanggar Pregina Agung menghadirkan pertunjukan ini dengan tetap menjaga akar tradisinya, sekaligus memberi sentuhan visual yang lebih segar. Keunikan pada pementasan ini hadir melalui penerapan efek glow in the dark yang diterapkan melalui body painting di wajah, tangan, dan bagian tubuh penari, serta dipadukan dengan kostum neon serta pencahayaan panggung yang dibuat minim. Kombinasi tersebut membuat tubuh penari tampak menyala di atas panggung dan menghadirkan suasana mistis yang langsung menarik perhatian penonton sejak awal.

Keunikan visual tersebut menjadi pembeda paling menonjol dalam pertunjukan ini dibandingkan dengan pertunjukan kecak pada umumnya. Warna-warna yang menyala pada tubuh penari membuat gerakan mereka tampak seperti siluet bercahaya yang bergerak dalam ruang gelap. Pilihan artistik ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang segar sekaligus memikat perhatian sejak awal. Dari sisi visual, pilihan artistik ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang segar sekaligus memikat perhatian sejak awal. Penonton tidak hanya menikmati alur ceritanya, tetapi juga larut dalam permainan warna dan cahaya yang membentuk atmosfer pertunjukan. Namun, kekuatan visual itu juga membawa konsekuensi yang terasa cukup jelas di mana pada beberapa bagian, detail gerak dan ekspresi penari menjadi kurang terbaca karena pencahayaan yang terlalu minim.

Suasana pertunjukan dibangun sejak awal melalui suara “cak” yang terdengar dari dua arah. Para penari Kecak kemudian membentuk lingkaran besar sebagai pusat perhatian penonton, sementara tokoh Rama, Dewi Sinta, dan Laksmana hadir di tengah untuk membuka alur cerita. Bagian pembuka ini tetap menjaga pakem dasar Kecak, tetapi kehadiran pencahayaan modern dan efek glow in the dark membuat pertunjukan terasa lebih hidup. Perpaduan unsur tradisi dan inovasi visual inilah yang menurut saya menjadi salah satu kekuatan utama pementasan ini.

Alur cerita kemudian bergerak melalui rangkaian peristiwa Ramayana yang cukup dikenal, mulai dari kijang emas, penculikan Dewi Sinta, hingga perjalanan Rama mencari Hanoman sebagai utusan. Penyajian cerita dilakukan secara padat sehingga beberapa bagian tidak ditampilkan terlalu panjang. Meski demikian, inti konflik tetap dapat dipahami dengan baik oleh penonton. Pemadatan cerita ini membuat pertunjukan terasa lebih ringkas dan mudah diikuti, tetapi di sisi lain juga membuat beberapa bagian dramatik tidak berkembang secara lebih mendalam.

Penampilan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta oleh Sanggar Pregina Agung di Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah. | Dokumentasi Pribadi

Tokoh Hanoman menjadi pusat perhatian dalam pertunjukan ini. Berbeda dari tokoh lain yang lebih banyak bergerak dalam area panggung, Hanoman beberapa kali turun ke area penonton dan berinteraksi langsung. Ia bergerak di antara bangku penonton seolah sedang melakukan pencarian, lalu melontarkan dialog yang mengandung unsur humor. Menurut saya, pada bagian ini sangat efektif karena dapat membuat suasana pertunjukan menjadi lebih hidup dan dekat dengan penonton. Kehadiran Hanoman bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga berhasil memecahkan jarak antara pemain dan audiens.

Salah satu adegan yang paling kuat secara visual adalah ketika Hanoman dibakar ekornya. Pada bagian ini, permainan api di tengah arena di padukan dengan lantunan suara penari kecak sehingga menghadirkan ketegangan yang intens. Kobaran api yang muncul dalam ruang gelap menciptakan momen spektakuler yang mudah melekat dalam ingatan penonton. Bagi saya, adegan ini menjadi puncak dramatik pertunjukan, karena memperlihatkan bagaimana visual dapat bekerja sangat kuat dalam membangun emosi.

Secara pribadi, saya merasa pertunjukan ini sangat unik dan menghibur. Warna-warna bercahaya di tubuh penari, dialog Hanoman yang ringan, serta interaksi langsung dengan penonton membuat pertunjukan teras hidup dan tidak membosankan. Saya juga merasa penonton lebih banyak terpukau oleh alur cerita dan warna-warna yang menyala di tubuh para penari dibandingkan oleh gerak tari itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa efek visual memang berhasil menarik perhatian, tetapi sekaligus membuat fokus penonton bergeser dari detail koreografi.

Walaupun demikian, saya melihat bahwa efek glow in the dark ini tetap efektif dalam membangun suasana dan memperkuat identitas pertunjukan. Pementasan ini berhasil menunjukkan bahwa kecak dapat hadir dalam bentuk yang lebih modern tanpa kehilangan akar ceritanya. Namun, agar kekuatan visual tidak menutupi kekuatan tari, diperlukan keseimbangan yang lebih baik antara pencahayaan, gerak, dan ekspresi penari. Dengan begitu, pengalaman menonton tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga tetap memberi ruang bagi penonton untuk menangkap kehalusan makna yang dibawa dalam setiap gerak.

Secara keseluruhan, The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta berhasil menghadirkan inovasi visual yang kuat dalam penyajian tari kecak. Pertunjukan ini tidak hanya menawarkan kisah Ramayana dalam kemasan baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana cahaya, warna, dan interaksi dengan penonton dapat menciptakan pengalaman menonton yang segar. Menurut saya inovasi tersebut layak diapresiasi, meskipun masih perlu ditata agar keseimbangan antara daya tarik visual dan keterbacaan gerak tari dapat tercapai lebih utuh. [T]

Penulis: Azzahra Naya R
Editor: Adnyana Ole

Tags: kecakkesenian baliseni pertunjukanseni tariTaman Mini Indonesia Indah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

Next Post

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

Azzahra Naya R

Azzahra Naya R

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta

Related Posts

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
0
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

Read moreDetails

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

by Yudi Laksana
June 24, 2026
0
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

Read moreDetails

Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

by Kadek Surya Jayadi
June 20, 2026
0
Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

 “Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….”  ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian...

Read moreDetails

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
0
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

Read moreDetails

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

by Rezky Chiki
June 9, 2026
0
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

Read moreDetails

Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

by Mas Ruscitadewi
June 7, 2026
0
Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

Lomba monolog dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali 2026 yang diadakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu,...

Read moreDetails

Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

by Helvi Carnelis
April 14, 2026
0
Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

SAYA merasakan dengan kuat budaya rantau hari ini, sebuah beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam kebudayaan Minangkabau. Pengalaman itu...

Read moreDetails

Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

by Radha Dwi Pradnyani
March 30, 2026
0
Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru...

Read moreDetails

Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

by I Putu Ardiyasa
March 22, 2026
0
Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

MENYAKSIKAN perjalanan kultural di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama empat tahun terakhir adalah pelajaran berharga tentang bagaimana estetika mampu...

Read moreDetails

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails
Next Post
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat
Politik

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

by Jaswanto
July 1, 2026
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama
Ulas Buku

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata
Esai

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co