22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

Kadek Surya Jayadi by Kadek Surya Jayadi
June 20, 2026
in Ulas Pentas
Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

Pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Surya Jayadi

 “Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….”

 ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, yang menjadi duta Kabupaten Badung dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026.

Pementasan janger ini memang sudah ditunggu oleh para penikmat seni di PKB. Beberapa jam sebelum pementasan dimulai, Kalangan Ayodya telah penuh oleh penonton. Tentu motif mereka yang hadir beragam. Ada yang hadir karena koleganya ikut dalam pementasan. Ada yang hadir karena kebetulan berkunjung. Atau ada pula yang memang sengaja datang karena fanatiknya terhadap kesenian ini.  Namun apapun itu, pementasan janger ini berhasil menarik antusiasme penonton dari berbagai motif ini.

Ketika janger dan kecak keluar, penonton bertepuk tangan. Perhatian awal tertuju pada kostum yang dirancang dengan sangat apik oleh penatanya. Dari sela-sela penonton, penulis mendengar beberapa komentar yang mengapresiasi kostum terutama pemilihan warnanya. Hijau yang dibuat sedikit kecoklatan yang berpadu dengan pantas dengan tata rias sehingga membuat penari terkesan anggun.

Pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Surya Jayadi

Pola pola geraknya juga ditata sedemikian rupa, terutama yang menarik adalah bagian gerak yang mencoba memberikan respon terhadap suara gamelan. Tentu hal ini bukan sesuatu baru, tetapi penempatannya tampaknya pas sehingga bagian ini berhasil menjadi fitur yang menarik perhatian penonton.

Ditambah lagi bagian gerak silat yang diperagakan oleh kecak, yang berhasil mengundang riuh tepuk tangan penonton. Gerakannya tidak dibuat akrobatik secara berlebihan. Penggarap nampaknya cerdas dalam mengatur posisi tata panggung penari dan menyesuaikan iringannya, sehingga bagian atraksi silat ini berhasil menjadi poin menarik.

Sekali lagi, elemen silat bukan sesuatu yang baru juga dalam kesenian janger. Janger merupakan kesenian yang sangat terbuka dengan elemen-elemen lainnya yang kemudian dipadupadankan dalam rangkaian gerak. Sifatnya yang moderat inilah barangkali juga yang membuat kesenian ini dipakai sebagai bagian dari proganda maupun sosialisasi.

Dimensi propaganda ini juga tetap dihadirkan dalam kesenian janger duta kabupaten Badung. Ini bukan untuk kepentingan apapun, namun propaganda ini tampaknya dilihat sebagai salah ciri khas dari janger, sehingga tetap dimunculkan. Pengukuhan nilai-nilai Pancasila menjadi proganda yang disampaikan dalam pementasan, dikemas dalam rangkaian gerak kecak yang merepresentasikan tiap-tiap sila.

Pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Surya Jayadi

Termasuk juga ajakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Ini tentu adalah propaganda yang positif dan sangat kontekstual, relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Senyum sumringah janger, melantukan tembang ajakan bersih-bersih, dengan gerak pinggul yang gemulai, disambut gerakan kecak yang seperti gerakan mencangkul, harus diapresiasi sebagai bentuk penyajian yang berhasil memikat hati penonton.

Ada sebuah catatan yang perlu direnungkan dari pementasan janger duta kabupaten Badung ini.  

Pertama, janger ini tentu tidak setenar dengan grup Janger Peliatan maupun Janger Kedaton. Hanya saja satu hal yang perlu dicatat, bahwa janger adalah bentuk kesenian klasik yang pernah menjadi trend dalam kancah kesenian Bali, terutama periode 60 hingga 80-an. Ketika itu grup-grup janger tumbuh dengan subur, di banjar-banjar. Termasuk di banjar Tegeh Kerobokan. Tampilnya janger ini tentunya memutar balik memori lama generasi 60 hingan 70an, khususnya Kerobokan, mengingatkan betapa dinamisnya kehidupan sosial budaya yang telah dilalui hingga kini.

Sebagimana diketahui Kerobokan adalah satu kawasan pariwisata dengan segenap tantangannya. Pentas janger ini menjadi salah satu bukti betapa masyarakat Kerobokan, dari segenap lintas generasi, tetap berupaya untuk menjaga kelestarian keseniannya. Ada rasa bangga tentunya dari rangkaian proses yang berhasil dilalui oleh segenap tim dan masyarakat pendukungnya.

Pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Surya Jayadi

Kedua, kesenian, termasuk janger, adalah pesan yang harus sampai di hati penonton yang beragam motifnya. Tidak semua penonton yang hadir, sengaja atau dalam istilah Balinya mabuaka untuk hadir. Bagaimana mengemas sebuah pertunjukkan yang bisa merangsuk ke sukma audiens yang beragam itu. Itulah tantangan besar para seniman Bali di masa kini, di tengah disrupsi hiburan era digital.  Janger adalah kesenian rakyat yang harus senantiasa memperhatikan suara-suara rakyat. Dalam hal ini, tampaknya janger yang dipentaskan duta Kabupaten Badung, telah berhasil mengupayakannya. [T]

Penulis: Surya Jayadi
Editor: Adnyana Ole

Tags: BadungDesa Kerobokanjanger baliKuta UtaraPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026seni janger
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Next Post

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Kadek Surya Jayadi

Kadek Surya Jayadi

Lahir di Sempidi 16 Maret 1995. Pernah mengenyam pendidikan di Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana. Setamat dari jenjang S-1, ia melanjutkan studi S-2 di Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada. Kini pria yang akrab disapa Dek Uya, bekerja sebagai staff pengajar di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co