25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

Jaswanto by Jaswanto
June 24, 2026
in Persona
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

Tumpukan mobil mini GTR di meja kerja Aubrey Nova. Mobil-mobil kerdil ini masih menggu giliran untuk dimodifikasi | Foto: Dissect Miniscale

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) berskala 1:64. Sama seperti diorama, miniatur mobil juga kerap dimodifikasi agar tampak lebih nyata. Saya menemui Brey―panggilan akrabnya―di acara International Automodified (IAM) 2026 di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ya, pria 21 tahun asal Juanda, Sidoarjo, itu mengenal dunia modifikasi die-cast awalnya dari media sosial, sejak ia masih duduk di bangku SMK. Saat itu lini masanya dipenuhi video mobil-mobil mini yang dimodifikasi menyerupai kendaraan dalam film Fast & Furious. Rasa penasaran membuatnya mencoba. Tapi percobaan pertamanya jauh dari kata berhasil. Meski kegagalan-kegagalan kecil itu juga yang membuatnya terus mencoba. Kini ia sudah lulus sekolah, dan memilih menekuni dunia modifikasi die-cast. “Dari kecil saya memang suka otak-atik mainan,” kata Brey.

Saya membuka Instagram dan menonton video singkat yang menampilkan sebuah Porsche 911 mungil berwarna kuning mencolok yang tengah direparasi Brey. Ukurannya bahkan lebih kecil dari telapak tangan. Namun bagi Brey, mobil itu bukan sekadar mainan. Ia memegangnya dengan ketelitian seorang montir yang sedang memeriksa kendaraan sungguhan. Pemuda bertubuh tinggi itu tampak memberi efek karat pada beberapa bagian bodi mobil, seolah sedang menua-kan sebuah kendaraan yang telah lama menempuh perjalanan.

Sebuah diorama untuk die-cast skala 1:64 karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Benar. Orang-orang seperti Brey ini seolah menjadi montir dan karoseri—yang melayani pembuatan, perakitan, dan modifikasi bodi dan interior kendaraan di atas sasis atau kerangka dasar—dalam skala mini. Hampir semua ubahan yang lazim diterapkan pada mobil sungguhan dapat mereka tiru—mengganti roda dan velg, mengecat ulang bodi, menambahkan decal (jenis stiker khusus yang terbuat dari bahan vinil atau film transparan, dirancang untuk ukuran besar atau detail rumit) tertentu, hingga memanjangkan spatbor—hanya saja seluruh pekerjaan itu dilakukan pada komponen yang ukurannya tak lebih besar dari ruas jari tangan.

Sebelum menekuni modifikasi mobil kerdil ini, Brey lebih dulu membuat diorama—miniatur lingkungan yang menjadi panggung bagi mobil-mobil kecil tersebut. Ia mengikuti berbagai kontes di Surabaya dan mulai dikenal di kalangan penghobi. Karya-karya Brey sudah sampai di Amerika Serikat, Jerman, dan beberapa kota di Indonesia.

Kini, akun TikTok dan Instagram miliknya, @dissect_miniscale, menjadi etalase sekaligus bengkel digital. Melalui siaran langsung, ia menunjukkan proses membongkar die-cast, mengikis bodi, memasang aksesori, hingga mengecat ulang kendaraan berukuran mini itu. Apa yang dahulu hanya bisa disaksikan di meja kerja para penghobi kini dapat ditonton ribuan orang secara langsung melalui layar ponsel.

Pada saat yang sama, saya juga mewawancarai Muhammad Ardiansyah, seorang perajin modifikasi die-cast skala 1:64. Sore itu, ia mengeluarkan tiga mobil mini hasil garapannya dari dalam tas selempang yang dibawanya. Mohon maaf, saya harus mengakui satu kelalaian: saya lupa menanyakan jenis ketiga mobil tersebut. Dari bentuknya, saya hanya bisa menebak-nebak—barangkali BMW M3, Nissan Skyline, dan semacam Volkswagen Kool Kombi. Yang pasti, ketiganya tampil menawan di dalam kotak akrilik dan detail yang dikerjakan dengan telaten. Sulit membayangkan bahwa benda-benda sekecil itu berawal dari mainan produksi massal sebelum kemudian berubah menjadi karya yang nyaris tak memiliki kembaran.

Ardiansyah termasuk generasi baru perajin mobil mini yang lahir dari kegemaran mengoleksi die-cast. Ia mulai akrab dengan dunia itu sekitar 2017-2018. Mula-mula ia hanya membeli dan menyimpan berbagai model mobil mini sebagai koleksi pribadi. Namun ketertarikan itu perlahan berkembang. Sebagian koleksinya mulai ia jual kembali, membuka jalan bagi keterlibatannya yang lebih serius dalam ekosistem die-cast.

Die-cast custom Volkswagen Beetle Rusty Captain America karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Memasuki 2019, Ardiansyah semakin tenggelam dalam dunia mobil skala mini, terutama melalui merek-merek populer seperti Hot Wheels dan Mini GT. Dari sekadar kolektor, ia kemudian berproses menjadi perajin yang tak hanya mengagumi detail sebuah miniatur, tetapi juga mampu menciptakan dan mengubahnya dengan sentuhan tangannya sendiri.

Menurut Ardiansyah, di dunia kolektor, mobil-mobil mungil itu bukan benda mati. Mereka bisa dimodifikasi, dibongkar, dicat ulang, diganti velg, ditambah body kit, bahkan diubah menjadi versi yang tak pernah diproduksi pabrikan. “Seperti mobil sungguhan, die-cast juga ada dunia modifikasinya sendiri,” ujarnya sambil terus mengunyah sesuatu di mulutnya.

Sama seperti Brey, Ardiansyah juga mempelajari seni ini secara otodidak. Dari mengamati karya para customizer—sebutan untuk orang-orang yang senang memodifikasi die-cast—di media sosial, ia belajar bagaimana sebuah miniatur bisa tampak jauh lebih hidup. Lambat laun ia mulai membuat decal sendiri, memodifikasi bodi, hingga menerima pesanan dari sesama kolektor. Bahkan, hasil kerja kerasnya sampai ke tangan-tangan kolektor di Jakarta, Malaysia, hingga Singapura.

“Saat ini saya sudah menjadikan seni ini sebagai pekerjaan utama, di samping bikin decal dan body kit,” ujarnya.

Mini GT R35 LBWK custom karya Aubrey Nova | Foto: Dissect Miniscale

Proses modifikasi die-cast, menurut Ardiansyah, memang menuntut kesabaran, ketelitian, dan keterampilan tangan yang baik. Namun, sekali menekuninya, hobi ini bisa sangat membuat ketagihan. “Yang dicari itu detail dan kerapihannya,” kata pria 37 tahun asal Karangpilang tersebut.

Di akun Instagramnya, @satuenampat, hasil-hasil pekerjaannya berjejer rapi: mobil reli dengan livery balap yang presisi, mobil jalanan dengan detail khas Jepang, hingga kendaraan yang tampak seperti baru keluar dari bengkel modifikasi sungguhan.

Tumbuh Berkat Teknologi Digital

Di kalangan kolektor, para perajin seperti Ardiansyah dan Aubrey sering disebut customizer. Namun sebutan lain mungkin lebih tepat: montir mobil kerdil. Sebab proses yang mereka lakukan nyaris sama dengan modifikasi kendaraan sungguhan. Sebuah die-cast dibongkar dengan mengebor rivet penguncinya. Cat pabrikan dihilangkan. Bodi diamplas. Setelah itu barulah proses kreatif dimulai: pengecatan ulang, pemasangan decal, penggantian roda, penambahan spoiler, body kit, lampu, hingga interior. Beberapa bahkan menambahkan efek karat, atau bekas pemakaian agar tampak realistis, mengganti mesin, menurunkan suspensi, hingga menciptakan ulang mobil-mobil balap atau kendaraan kustom dengan tingkat detail yang mengagumkan.

Aubrey Nova, seniman modifikasi die-cast Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Berbekal peralatan sederhana seperti amplas, lem super, ragum, dan alat putar semacam dremel, para modifikator die-cast skala 1:64—yang juga sering disebut modifikator Hot Wheels karena dominasi merek tersebut—seperti halnya modifikator mobil sungguhan, langkah pertama yang mereka lakukan juga adalah membongkar kendaraan sebelum mengubahnya sesuai imajinasi.

Teknik membongkar dan merakit kembali mobil mini ini kini terdokumentasi dengan baik. Anda dapat melihatnya di media sosial dengan kata kunci: modifikasi die-cast atau semacamnya. Banyak pehobi yang membagikan berbagai panduan melalui akunya masing-masing.

Sampai di sini, perkembangan teknologi digital membuat batas antara dunia miniatur dan dunia nyata semakin kabur. Desain body kit kini juga bisa dibuat menggunakan perangkat lunak pemodelan tiga dimensi. Komponen-komponen kecil seperti roda, velg, spoiler, kap mesin, atau aksesori lain dapat dicetak menggunakan printer 3D. Bahkan industri Hot Wheels sendiri telah memanfaatkan desain digital dan pencetakan 3D dalam proses pengembangan model-model baru mereka.

Karena itu, kemampuan yang dibutuhkan seorang customizer hari ini tidak lagi hanya berkaitan dengan keterampilan tangan semata. Mereka juga dituntut memahami fotografi, desain grafis, pengeditan video, hingga pemasaran digital.

Hot Wheels Mercedes Benz custom karya Muhammad Ardiansyah | Foto: satuenampat

Media sosial menjadi ruang pamer terbesar dan termurah mereka. Instagram memudahkan kolektor memamerkan karya kepada komunitas lintas negara. TikTok memungkinkan proses modifikasi yang memakan waktu berjam-jam diringkas menjadi video berdurasi satu menit. Sementara siaran langsung membuka peluang transaksi secara real time antara pembuat dan calon pembeli. Oleh sebab itu, hobi yang dulu identik dengan rak koleksi kini bertransformasi menjadi ekosistem digital.

Muhammad Ardiansyah, seniman modifikasi die-cast Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Hobi ini juga terus berkembang secara global. Sejumlah laporan industri menunjukkan pasar model die-cast dunia bernilai miliaran dolar AS dan terus bertumbuh. Salah satu pendorong terbesarnya adalah komunitas digital yang memungkinkan para kolektor dan modifikator saling terhubung lintas negara. Pengaruh media sosial bahkan disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar tersebut.

Meski demikian, saya menduga nilai terpenting dari mobil-mobil mungil hasil modifikasi itu tidak selalu terletak pada harganya. Yang lebih berharga adalah hasrat untuk menciptakan sesuatu yang unik dan personal. Melalui tangan mereka, sebuah Nissan Skyline yang tak pernah diproduksi pabrikan bisa menjadi nyata. Sebuah Toyota tua dapat diubah menyerupai mobil yang pernah dikendarai seseorang pada masa mudanya. Bahkan mobil balap yang selama ini hanya hidup di dalam imajinasi pun dapat menjelma menjadi benda yang bisa disentuh, dipajang, dan dipandangi berulang kali.

Di dunia modifikasi die-cast, kreativitas sering kali lebih bernilai daripada kelangkaan, dan kenangan lebih berharga daripada sekadar angka pada label harga. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk “terus belajar dan bereksperimen,” kata Aubrey.

Hot Wheels Combat Medic custom karya Muhammad Ardiansyah | Foto: satuenampat

Benar. Di tangan para montir mobil kerdil seperti Ardiansyah dan Aubrey, sebuah mainan tidak berhenti menjadi benda koleksi. Ia berubah menjadi ruang berkarya, tempat ketelitian bertemu imajinasi, dan tempat dunia otomotif diperkecil hingga muat di atas telapak tangan―mereka menemukan kebahagiaan dari benda-benda yang bisa disentuh, dibongkar, dan dirakit kembali.

Dan karya-karya itu hidup lebih jauh berkat internet. Ibaratnya, sebuah mobil kecil selesai dimodifikasi di Surabaya. Aubrey memotretnya. Ardiansyah mengunggahnya ke Instagram. Dalam hitungan menit, foto itu melintas di layar ponsel seseorang di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, bahkan Los Angeles. Mungkin bagi sebagian orang ia hanya mainan. Namun bagi para montir mobil kerdil seperti Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah, benda itu adalah hasil berjam-jam kesabaran, puluhan kali percobaan, dan imajinasi yang terus diasah.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: mobilotomotifSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

Next Post

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Khas

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Khas

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co