17 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
in Ulas Rupa
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Karya Rupa Saka Rosanta

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebolangnya, berupa mustika/permata yang dipadukan dengan media yang menguatkan kepermataannya, lengkap dengan nama mustika/permata dan proses pembolangannya.
Kalau beruntung, Saka Rosanta akan menjelaskan proses terbentuknya sebuah mustika/permata dengan makna dan kegunaanya. “Permata yang didapatkan laut lebih netral karena sudah dibersihkan air laut, ” jelasnya.

MANIK DAUN

Seorang manusia, seperti Saka Rosanta, dengan kesadarannya, bisa berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri, dengan tubuh orang lain, dengan binatang, pohon, alam dan benda.

Seorang pelukis, selain berkomunikasi dengan tubuhnya sendiri (pengalaman, pengetahuan, pendalaman dan kesadarannya) pengetahuan juga harus berkomunikasi dengan media yang dipakai dalam proses menciptakan imajinasinya.

Karya Rupa Saka Rosanta

Nafas

Penanda hidup adalah nafas. Sesuatu dianggap hidup karena bernafas.

Dalam filsafat Hindu disebutkan tingkatan nafas mahluk hidup, manusia dengan tiga nafas (tri pramana), binatang dengan dua nafas (dwi pramana) dan pohon dengan satu nafas (eka pramana).

Manusia dikatakan memiliki tiga nafas (udara dalam suara, air dalam gerak, dan api dalam pikiran). Binatang dua nafas, dalam suara dan dalam gerak, sedangkan pohon satu nafas dalam suara.

Green Painting

Karya rupa Gus Saka yang bertajuk “Green Painting” tak lepas dari perjalanan hidupnya dalam pencarian jati diri.

Karya Rupa Saka Rosanta

Sebagai manusia dengan tiga nafas, pikirannya senantiasa bergolak untuk mencipta dan mencipta lagi. Esensi dari Plasma Api, yang terjebak dalam air akan menciptakan warna merah (permata merah) tapi bumi/tanah tempatnya berpijak menghadapkannya pada kenyataan. Bumi sebagai symbol kemakmuran warna esensinya kuning, tercermin dalam permata kuning.

Tarik menarik antara plasma api dan material bumi, menciptakan esensi warna orange (merah delima).

Fase merah delima ini adalah pertarungan antara kemanusiaan dan kebinatangan, dalam proses pencariannya, syukurlah plasma apinya didinginkan dan diendapkan, sehingga menjadi bau harum, cendana, sebelum ia kembali “pulang” dengan kekaguman kanak- kanak yang melihat dunia pertama kali, merasakan semuanya sebagai keajaiban.

Green Painting adalah manisfestasi dari permata hijau daun, adalah nafas awal, nafas pertama dari pohon, yang menetralisir keangkuhan dan kesombongan manusia dan binatang. Nafas paling murni dari jiwa-jiwa murni. Angkus Prana.

PERMATA KARYA RUPA

Melihat karya rupa Gus Saka kita bisa mengenali, memahami dan memaknai seorang manusia yang berpikir, dalam perkembangan kemanusiaannya. Esensi dari kemanusiaan itu adalah permata/mustika yang divisualisasikan dalam lukisan berjudul “Jayaprana-Layonsari”. Lukisan itu menampakan sebuah bidang dalam aneka warna bidang yang didominasi oleh warna merah dan orange, dan sentuhan warna kuning yang juga muncul dari samping bawah di tengah ada pigur perempuan dalam bingkai agak hitam seperti ayuanan.

“Itu perempuan (istri/sakti) seperti Layonsari, tubuh yang harum yang kelihatan di mata bumi, Jayaprana (kesempurnaan nafas) yang tidak nampak di bumi, tapi ada, menghidupi semua mahluk, ” jelas putra dari Ida Komang Setia, dengan Ketut Armika ini.

Pameran karya rupa, seniman asal Griya Banjar Melanting, desa Banjar, Kecamatan Banjar, Singaraja Bali, dimulai dengan karya berjudul “Reinkarnasi’ bergaya absurd, agak mirip karya pelukis Affandi masa-masa Akhir, juga agak mirip gaya Van Gogh.

Saat Kayun Semara Cipta bertanya kenapa ada bayang-bayang samar kepala macan, diantara goresan merah hitam. Lelaki kelahiran 27 Oktober 1981 ini mengatakan “Reinkarnasj” merupakan lukisan pertamanya yang dibuat tahun 2017. Saat itu, suami dari Ni Putu Elli Kusuma Dewi, mengaku agak bingung saat berhadapan dengan kanvas, dan melukis dalam keadaaan tidak sadar, sehingga yang muncul adalah alam bawah sadar berupa memori-memori yang karya rupa yang pernah dilihatnya saat bekerja di kapal pesiar.

Jika masuk lebih dalam pada lukisan ini yang dominan adalah warna merah, dan hitam, bernuansa merah muda. Warna-warna ini mengandung unsur, dimensi dan frekwensi, bumi, alam, kekuatan, api dan kasih.

Karya Rupa Saka Rosanta

Lewat karya “Reinkarnasi” ayah dari Ida Bagus Putu Mahotama, Ida Ayu Kade Putri Bulan Mahatami, Meli, dan Bolger ini seperti ingin menyampaikan pesan bahwa manusia berinkarnasi, lahir kembali menjadi manusia di bumi, karena kasih sayang dan kekuatan api. Kemanusian manusia akan mengalami proses dari kebinatangan menjadi macan sebagai raja binatang, yang paling kuat dan berkuasa, atau menjadi binatang-binatang lain kuda dan lain-lain. Jika sifat kebinatangan itu bisa “dibunuh” dipasupati, akan menjadi manusia. Pencapaian kemanusiaan manusia ini digambarkan dalam karya rupa “Jayaprana-Layonsari”.

Pemahaman dan kesadaran pada hakekat yang lebih dalam dicapai dalam karya berjudul ” Pohon Kasih Sayang” . Setelah ketulusan pohon dalam kasih sayang, kemudian muncul karya rula berjudul “Green Painting”.

Kesadaran itu kadang muncul dan tenggelam saat berhadapan dengan bumi dan kebanalan bumi dengan segala keinginan manusia.

Kakak dari Ida Komang Saka Ragawa, ini kini sedang berusaha selalu menyadari diri sebagai manusia, yang bertubuh, berindera, berpikir dan berperasaan, dalam berhadapan dengan manusia lain, dan alam. Dari hatinya yang paling dalam, kekuatan apinya seringkali meledak-ledak untuk menjaga bumi. Semangat dan usaha dalam diam dalam unsur, dimensi, dan frekwensi, diharapkan bervibrasi pada bumi dan segala isinya, tergambar dalam karyanya yang berjudul “Avatar Word”. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

Next Post

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali
Esai

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun...

by Dede Putra Wiguna
June 16, 2026
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik
Panggung

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca
Esai

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa....

by Ahmad Fatoni
June 15, 2026
Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng
Pemerintahan

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi...

by tatkala
June 15, 2026
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

by Ingga Adelia
June 15, 2026
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif
Pendidikan

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I
Panggung

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemerintahan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

by tatkala
June 15, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co