26 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
in Khas
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Beberapa buku antologi puisi dan cerpen siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sederhana. Diperlukan kesungguhan, kepekaan, dan kerja sama agar setiap karya tetap menghadirkan suara personal, namun tetap berpadu dalam harmoni tema yang utuh. Antologi cerpen ini lahir dari proses tersebut, sebuah perjumpaan antara keberagaman gagasan dengan semangat kebersamaan.

Di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), proyek penyusunan buku antologi tidak sekadar menjadi tugas akademik biasa. Kegiatan tersebut justru dijadikan bagian dari ujian blok yang harus dilalui siswa kelas X dan XI dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada semester ganjil, seluruh siswa kelas X mendapat tugas membuat antologi puisi. Sementara pada semester genap, giliran siswa kelas XI menyusun antologi cerpen. Setiap kelas mengerjakan satu buku kolektif sebagai bentuk pemenuhan pembelajaran.

Sebagai sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran blok, Kesbam memiliki pola belajar yang berbeda dibanding sekolah pada umumnya. Dalam satu semester, durasi pembelajaran dibagi menjadi dua periode masing-masing selama tiga bulan. Pada setiap blok, siswa akan fokus mempelajari beberapa mata pelajaran tertentu, sementara pelajaran lainnya akan dipelajari pada blok berikutnya. Pengecualian diberikan pada mata pelajaran produktif sesuai jurusan yang tetap berjalan secara berkelanjutan. SMK Kesehatan Bali Medika sendiri memiliki empat jurusan, yakni Keperawatan dan Caregiving, Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknologi Laboratorium Medik, serta Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis.

Di tengah pola pembelajaran yang cukup padat tersebut, proyek antologi puisi dan cerpen menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih reflektif sekaligus kreatif. Dalam Kurikulum Merdeka yang kini beralih menjadi Kurikulum Nasional, sistem penilaian memang tidak lagi hanya bertumpu pada tes tertulis. Sekolah diberikan ruang untuk menerapkan asesmen berbasis proyek, yakni metode evaluasi yang menilai siswa melalui karya, presentasi, maupun penyelesaian masalah nyata. Pendekatan ini dianggap lebih mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi siswa dibanding sekadar hafalan materi.

Karena itu, proyek buku antologi dipilih sebagai bentuk ujian yang dinilai lebih relevan dengan materi puisi dan cerpen yang sedang dipelajari siswa. Dalam prosesnya, para siswa tidak hanya diminta menulis. Mereka juga belajar membaca karya, melakukan revisi, menyunting tulisan, hingga menyusun buku bersama-sama. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran literasi.

Sebagai guru pengampu, saya memandang kegiatan ini bukan hanya pemenuhan tugas akademik semata, melainkan juga sebagai ruang pembentukan karakter. Melalui proses kreatif tersebut, siswa belajar membuat karya dengan tanggung jawab estetik sekaligus etis. Mereka diajak memahami bahwa puisi dan cerpen bukan hanya tentang menceritakan sesuatu, tetapi juga tentang kepekaan terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar.

Menariknya, sebagian besar karya siswa lahir dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Ada yang menulis tentang kisah asmara remaja, hubungan keluarga, pengalaman di sekolah, hingga pergulatan batin yang mereka alami sehari-hari. Tulisan-tulisan itu hadir dengan bahasa yang jujur dan apa adanya, memperlihatkan bagaimana para siswa memandang dunia di sekitar mereka.

Dari karya-karya tersebut, guru dapat melihat cara berpikir dan kondisi psikologis siswa yang tercermin dalam setiap karya. Cerita dan puisi yang dihasilkan juga menjadi media refleksi diri bagi para siswa. Di sisi lain, para siswa pun dapat belajar memahami pengalaman teman-temannya melalui kisah yang dibuat.

Dalam proses penyusunan dan penyuntingan karya, saya juga dibantu oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S. Kami bersama-sama mendampingi proses kurasi hingga editing. Pendampingan itu dilakukan bukan untuk menghilangkan karakter tulisan siswa, melainkan membantu mereka memahami bagaimana sebuah karya dapat disusun dengan lebih baik dan lebih rapi. Dalam proses ini, siswa pun menjadi lebih memahami bagaimana penulisan serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kendati demikian, tantangan tetap ada. Di tengah perkembangan teknologi, beberapa karya siswa juga terindikasi menggunakan bantuan AI (artificial intelligence). Kehadiran AI memang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan saat ini. Namun kondisi tersebut tidak serta-merta dipandang sebagai ancaman.

Sebaliknya, justru penting beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Siswa seharusnya diarahkan agar mampu menggunakan AI secara bijak dan maksimal, bukan menjadikannya sebagai pengganti kemampuan berpikir. AI diharapkan hadir sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan sebagai ‘pembantu’ yang mengambil alih seluruh pekerjaan kreatif mereka.

Walaupun tidak semua karya bisa dikatakan sempurna, proyek ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih berani mengekspresikan gagasan. Buku yang mereka hasilkan juga memiliki nilai lebih karena dapat mendokumentasikan ide secara permanen. Tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademis, tetapi juga menjadi sesuatu yang dapat dikenang dan dibanggakan di masa depan.

Lebih jauh lagi, proyek ini juga membantu siswa membangun personal branding melalui karya tulis yang dihasilkan. Mereka belajar bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan, merekam pengalaman, sekaligus meninggalkan jejak pemikiran.

Sebagai bentuk apresiasi, buku-buku antologi puisi dan cerpen karya siswa tersebut disimpan di perpustakaan sekolah. Seluruh warga sekolah dapat membacanya. Dengan demikian, karya para siswa tidak berhenti sebagai tugas kelas semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya literasi di lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, di tengah dunia pendidikan yang terus berubah, proyek sederhana berupa buku antologi ini justru menghadirkan sesuatu yang paling penting: ruang bagi siswa untuk berekspresi melalui karya mereka sendiri. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: buku cerpenbuku puisiCerpenPendidikanPuisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Next Post

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 26, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails
Next Post
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 26, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co