12 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 11, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia jadi ‘budak berpikir’ dan menjadi ‘aktor figuran’  oleh alat hasil ciptaannya sendiri. Manusia menjadi robot untuk melakukan apa yang AI sarankan. Sungguh antagonis dan paradoksal sekali bila situasi dunia hari ini tunduk patuh bahkan tergilas oleh produk mahakaryanya sendiri.

Di mana letak wibawa, kharisma, martabat, dan kemuliaan manusia yang sudah dinyatakan makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, bila pada akhirnya harus tunduk patuh pada pemikiran AI alat hasil ciptaannya. Aneh dan ironis sekali bila pemikiran manusia yang menciptakan alat kecerdasan buatan harus lebih percaya atau tergantung pada pemikiran alat tersebut, dunia jungkir balik nama nya? Catat, diksi utamanya : ” masa iya pencipta jadi budak hasil ciptaannya”.

Banyak kekhawatiran orang tua anaknya menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama ketika anaknya sedang berada duduk di tahapan bangku sekolah atau kuliah. Mengapa muncul fenomena itu, padahal AI itu menurut pakar penciptanya dibuat dan disediakan sebagai aplikasi yang bisa membantu mempermudah, memandu ketelitian berpikir, bahkan bisa dijadikan acuan beraksi dan itu adalah inovasi kemajuan ilmu  bidang komputer.

Kira-kira alasan mendasarnya apa yah? Bahkan manusia cerdas lainnya menyebutkan bahwa AI itu sebenarnya menakutkan manusia itu sendiri karena ada jenis Super AI yang konon bisa melampaui tingkat kecerdasan  dan keakuratan skema berpikir manusia.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Banyak ahli AI yang memberi berbagai batasan dan definisi dengan masing-masing argumentasinya dan itu bukan teritorial dan otoritas penulis untuk mengomentarinya, itu hak ulayat mereka. Tapi setelah ditelaah ternyata inti dari pengertian AI itu adalah : “Meniru Kecerdasan Manusia, Belajar Mandiri (Machine Learning) dan Pemecahan Masalah”.

Fenomena Kecanduan AI

Sepertinya kecanduan menggunakan aplikasi AI menjadi fenomena tersendiri. Lalu siapakah atau kelompok manusia yang manakah yang kecanduan memanfaatkan  AI untuk memuaskan dan memenuhi tuntutan dan keinginan dirinya. Karena AI itu produk manusia manusia berpengetahuan, maka orang-orang terpelajarlah yang  pertama cenderung fasih dan mahir menggunakan sekaligus memanfaatkan alat paling inovatif ini. Kedua, manusia yang taraf ekonominya sudah mapan karena kepemilikan seperangkat alat AI tersebut tentunya tidak bisa dimiliki bila tak punya uang lebih untuk membelinya. Ketiga manusia yang haus berpikir dan haus berkuasa.

Di luar ketiga kelompok manusia itu, saya kira AI sangat jarang disahabati dan digauli, bahkan mungkin tidak disukai. Banyak kelompok masyarakat yang apriori dengan AI karena disenyalir AI dapat mengarahkan ‘manusia baru’  menjadi bodoh /lemah berfikir atau AI itu akan membodohkan generasi muda bila salah memanfaatkan.

Selain itu banyak masyarakat yang tidak punya kemampuan dan kebutuhan untuk manfaatkan AI tersebut dalam kehidupan sehari-hari  mereka. Entah karena letaknya geografis, atau kondisi sosilogis (hukum adat) banyak komunitas masyarakat adat yang tidak mungkin membolehkan menggunakan AI  pada pola kehidupannya, terutama komunitas adat yang menentang modernisasi. Salah satunya suku Baduy di Provinsi Banten yang notabene suku yang kukuh pengkuh terhadap hukum adatnya yang menolak pemodernan di tanah ulayatnya.

Pengaruh Digitalasasi dan AI pada Suku Baduy

Benar tanpa dapat dibantah sedikit pun, Baduy sampai saat ini adalah suku yang mematok bahwa pola hidup modern tetap menjadi antitesa (buyut pamali ) bagi mereka. Tetapi pada kenyataannya mereka itu tidak juga terlalu alergi  pada beberapa bagian pola hidup modern yang bisa diadopsi di kehidupan sehari hari mereka  dengan alasan demi menghindari ketertinggalan dan keterisolasian mereka dari pergaulan hidup dengan saudara sebangsanya yang sudah menerapkan pola hidup modern.

Mereka tetap menjaga jarak dan situasi  untuk tidak masuk secara total pada proses modernisasi, karena mereka pun sadar tidak bisa terus-terusan berdiam diri dalam ketradisionalan dan terus-menerus menolak perkembangan dan  tuntutan zaman. Mereka diberi papagah oleh leluhurnya : “Baduy kudu bisa ngindung ka waktu, ngais tur ngabapak ka zaman “artinya  Baduy harus  bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,  tetapi tetap harus pada rel atau garis-garis haluan hukum adat yang mereka pegang teguh.

Digitalisasi dan AI adalah salah satu produk ilmu pemodernan yang tengah mengubah tatanan dunia pun bagi warga Baduy tidak bisa ditolak dan menolak kebermanfaatan bagi peningkatan kualitas pergaulan hidup mereka. Karena dari sisi manfaat dan kebutuhan terutama digitalasasi  sangat signifikan digunakan untuk mempermudah,  mendekatkan, dan mempercepat pola komunikasi antar mereka; bahkan dapat mengubah tingkat kesejahteraan  mereka melalui penggunaan bisnis online.

Pertanyaannya apakah sampai saat ini digitalisasi dan AI akan atau sudah mengubah keberadaan (eksistensi) mereka ? Untuk memastikan jawaban yang tepat akurat ada baiknya analisa saja beberapa deskripsi di bawah ini.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Dari pengamatan secara visual, digitalisasi sudah tidak lagi satu situasi yang aneh bagi masyarakat Baduy. Mereka bukan lagi sebagai penolak tetapi sudah menjadi pengguna alat digital sekaligus penikmat digitalisasi dengan segala manfaatnya. Estimasinya sekitar 70 ℅ warga Baduy sudah sangat bersahabat dengan digitalisasi, walau warga lainnya masih ada yang kuat bertahan untuk tidak menjamah dan terjamah oleh digitalisasi terutama warga Baduy Dalam. Namun  tak menampik juga bahwa sebagian warga Baduy Dalam juga sudah tidak steril dari kepemilikan dan penggunaan alat digital.

Untuk penggunaan aplikasi Artificial Intelligence  , warga Baduy masih sangat minim, karena tidak terlalu urgen dengan kebutuhan pola kehidupan sehari-hari mereka. Beda dengan kepemilikan alat digital yang sudah mereka rasakan kebermanfaatnya.

Mereka berani mengambil sikap untuk ikut dalam proses digitalisasi karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan dalam mencapai kesejahteraan dasar (sandang, pangan dan papan) bukan demi mengejar kemajuan seperti layaknya orang di luar Baduy yang serba modern. Mereka tidak mau mengubah eksistensi kesukuannya, tetapi mereka ingin mengubah kesejahteraan dan martabatnya melalui pemenuhan kebutuhan pokok hidup.

“Baduy tetap akan jadi Baduy dengan segala eksistensinya karena hukum adat mereka begitu berlapis untuk melindungi keajegannya. Tetapi Baduy juga akan fleksibel mengikuti perkembangan zaman, karena perangkat hukum adat Baduy tidak kaku seperti hukum positif.  Hukum adat Baduy memiliki fleksibilitas dan selalu akan memodifikasi hukum adatnya secara alami sesuai perkembangan zaman” (Asep Kurnia, Mei 2026)

Satu yang merisikan dan meriskankan juga sangat mengkhawatirkan bagaimana nasib dan peran kaum perempuan Baduy di masa depan akibat begitu bersahabatnya perempuan muda Baduy dengan digitalisasi adalah : ” Kaum perempuan Baduy yang dulunya begitu privilege dan menjauh dari sorotan lensa kamera kini berubah, wajah mereka tampak nempel di depan lensa kaca TikTok bergaya menirukan layaknya selegram yang kemudian dieksploitasi secara sporadis oleh para pembuat konten.

Mungkinkah perempuan Baduy  berpindah pergaulan.??? Ini Pertanyaan sensitif untuk hari esok perempuan Baduy.

  • Di tulis di Padepokan Sisi Leuit  Perbatasan Baduy,  9 Mei 2026
Tags: AIkecerdasan buatanProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Next Post

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails

Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

by Satria Aditya
July 7, 2026
0
Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

ADA yang janggal dari cara kita merayakan pembangunan hari ini. Setiap kali sebuah kawasan dipoles, dicat ulang, ditata dengan lampu-lampu...

Read moreDetails

Era Chatting Telah Berlalu

by Angga Wijaya
July 7, 2026
0
Era Chatting Telah Berlalu

MENGOBROL, berdiskusi, atau berdebat secara daring, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut chatting, pelan-pelan ingin saya tinggalkan. Bukan karena saya...

Read moreDetails

Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

by I Nyoman Tingkat
July 7, 2026
0
Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

Read moreDetails
Next Post
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co