19 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila perkembangan teknologi tidak terkendali dan tidak  ada hukum pengendalian yang tegas dan mengikat. Penggunaan senjata nuklir pada  perang adalah bencana yang ditafsirkan akan sangat mengerikan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran dunia saat ini adalah dampak akibat perang,  katakanlah ( sebagai contoh) perang di Teluk Persia antara Iran vs Amerika dan Israel masih berkecamuk dan belum ada tanda-tanda mereda walau ada negosiasi dan ajuan  gencatan senjata, telah dengan sadar meluluh lantakan dan merusak lingkungannya masing-masing oleh gempuran rudal-rudal balistik. Itu contoh bencana alam yang betul-betul diciptakan dan disengaja dengan kesadaran ingin merusak dan melumpuhkan lawan.

Bencana alam lainnnya kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia selain karena natural, di wilayah negara kita, terjadi kombinasi antara kondisi geografis Indonesia yang rawan (terletak di  ring of fire) dan penurunan daya dukung lingkungan akibat ulah manusia, membuat risiko bencana semakin tinggi. Untuk bukti-bukti   silahkan jejak digital tentang kebencanaan di negara kita tinggal di klik saja.

Berdasarkan faktor pemicu, para pakar berpendapat selain faktor alam yaitu geologis (pergerakan bumi), kilmatologis ( cuaca ekstrem) ada pemicu faktor aktivitas manusia (antropogenik) seperti  deforestasi dan alih fungsi,  pengelolaan drainase dan sampah yang buruk serta pembangunan yang tidak tertata.

Bencana alam juga bisa terjadi akibat faktor fenomena luar angkasa seperti hujan meteor atau badai  matahari ( ekstraterestial ) dianggap ikut pula memicu terjadinya bencana alam yang tak terduga meskipun tidak secara langsung berdampak drastis ke permukaan bumi.

Rutinitas terjadinya  bencana banjir dan longsor tiap tahun yang terjadi di negara Indoensia disepakati oleh berbagai pihak yang meneliti, penyebab utamanya ternyata lebih diakibatkan oleh aktivitas manusia yang serampangan dan sembrono. Salah satunya akibat dari tindakan  deforestasi yang terjadi di hampir setiap pulau.

Pengrusakan hutan yang terus menerus dilakukan atas nama alih fungsi lahan,  pembalakan kayu ( llegal logging) dan pembangunan yang tanpa mengindahkan  amdal telah hampir merusak semua kehidupan kesukuan  (Komunitas Adat Terpencil ) yang mendiami disekitar hutan tersebut. Kini sebagian besar dari mereka sudah merasa asing hidup di daerahnya , bahkan banyak dari mereka terdepak dari tanah leluhurnya.

Ekploitasi sumber daya alam yang makin hari makin melebar dan menyebar di berbagai wilayah terutama pertambangan ilegal dan deforestasi  telah menjadi bukti akurat  sebagai penyebab sekaligus penyumbang  utama terjadi bencana alam di negeri kita, temasuk pengrusakan  pola kehidupan kesukuan yang mendiami wilayah tersebut.

Bagaimana dengan suku Baduy di mana tanah ulayat  atau pemukimannya dekat sekali dengan kota modern Jakarta sebagai ibu kota  negara ? Apakah ikut terdampak oleh eksploitasi dan deforestasi ?

Baduy Sangat  Menentang Deforestasi

Sejak awal, Baduy sudah mengaklamasikan atau memproklamirkan diri bahwa kesukuan mereka lahir ke bumi ini mengemban tugas pokok dan mulia yaitu ‘ menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam dengan bunyi pasal konstitusinya : “lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung” (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh di sambung) yang kemudian dikuatkan atau dipertegas oleh ayat konstitusi :” gunung teu meunang dilebur, lembah teu meunang diruksak” (gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak).

Konsep menjaga alam begitu melekat pada mereka sehingga pasal dan ayat konstitusi mereka tidak hanya ditulis atau sekedar dilisankan tetapi diaplikasikan dan diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka ke dalam bentuk kegiatan-kegiatan kalender adat mereka salah satunya diterapkan dalam kegiatan ngahuma, yang tidak boleh merubah kontur tanah (digali /dicangkul), kemudian dalam pembuatan rumah sederhana model panggung tidak boleh menggunakan bahan modern.

Pelestarian hutan dengan konsep baku adanya Hutan Titipan atau Hutan Tutupan seluas 3000 hektar yang notabene tidak boleh diusik oleh siapa pun termasuk oleh warga Baduy sekali pun. Hutan tersebut dijaga dipelihara keasliannya dan dibiarkan tumbuh sesuai kehendak alam. Pengeploitasian dan atau penggundulan hutan adalah pelanggaran yang tidak mungkin mereka lakukan. Lokasi hutan tersebut hanya boleh diinjak selama 3 hari dalam setahun saat ritual muja saja.

Begitu terang benderang nya pasal dan ayat konsitusi hukum adat Baduy terhadap penjagaan keseimbangan alam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan kalimat saklek “Hutan tidak boleh dirusak “. Sementara deforestasi adalah merubah hutan menjadi non-hutan yang didahului oleh perusakan dengan dalih alih fungsi.

Deskripsi di atas memberikan penjelasan yang sangat gamblang bagi kita semua, bahwa tugas kesukuan Baduy  :” Menjaga Keseimbangan dan Keharmonian Alam ” sangat tidak sinkron sekali dengan konsep pengrusakan hutan bernama deforestasi. Baduy sangat mentabukan atau mem-buyut-kan dan mem-pamali-kan semua perilaku yang mengarahkan pada pengrusakan hutan walaupun dengan dalih alih fungsi.

Menurut pandangan penulis, tak ada satu kesukuan pun yang memiliki konsep hukum adat seperti suku Baduy yang secara saklek melarang hutan / gunung dirusak. Bukti nyata bahwa suku Baduy konsen pada pemeliharaan hutan, pada setiap acara ritual Seba Baduy selalu mengingatkan bahwa pemerintah dan negara wajib melindungi dan menjaga hutan dari berbagai rongrongan pengrusakan.

Jadi,  hanya dengan menyandingkan satu pasal dan satu ayat konstitusi hukum adat mereka, maka jelas sekali bagi Baduy, bahwa : “deforestasi itu sangat bertentangan dan berlawanan dengan konsep tugas kesukuan mereka. Deforestasi adalah musuh kebuyutan hukum adat Baduy” (Asep Kurnia, 7 April 2026 ).

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 7 Mei 2026
Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tengah Malam Rokok Habis                           

Next Post

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

by Angga Wijaya
June 18, 2026
0
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

Read moreDetails

Bung Karno di Rumah Petani   

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
0
Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

Read moreDetails

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

by Agung Sudarsa
June 17, 2026
0
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

by Dede Putra Wiguna
June 16, 2026
0
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun...

Read moreDetails

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

by Ahmad Fatoni
June 15, 2026
0
Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa....

Read moreDetails

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

by Chusmeru
June 15, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

Read moreDetails

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
0
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

Read moreDetails

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails
Next Post
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan
Panggung

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali
Bahasa

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

by I Made Sudiana
June 18, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang
Ulas Rupa

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

by Mahesa Putra
June 18, 2026
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda
Panggung

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas
Esai

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

by Pande Susan
June 18, 2026
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain
Esai

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

by Angga Wijaya
June 18, 2026
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’
Pop

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
Bung Karno di Rumah Petani   
Esai

Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar
Kuliner

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

by Jaswanto
June 17, 2026
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co