23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila perkembangan teknologi tidak terkendali dan tidak  ada hukum pengendalian yang tegas dan mengikat. Penggunaan senjata nuklir pada  perang adalah bencana yang ditafsirkan akan sangat mengerikan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran dunia saat ini adalah dampak akibat perang,  katakanlah ( sebagai contoh) perang di Teluk Persia antara Iran vs Amerika dan Israel masih berkecamuk dan belum ada tanda-tanda mereda walau ada negosiasi dan ajuan  gencatan senjata, telah dengan sadar meluluh lantakan dan merusak lingkungannya masing-masing oleh gempuran rudal-rudal balistik. Itu contoh bencana alam yang betul-betul diciptakan dan disengaja dengan kesadaran ingin merusak dan melumpuhkan lawan.

Bencana alam lainnnya kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia selain karena natural, di wilayah negara kita, terjadi kombinasi antara kondisi geografis Indonesia yang rawan (terletak di  ring of fire) dan penurunan daya dukung lingkungan akibat ulah manusia, membuat risiko bencana semakin tinggi. Untuk bukti-bukti   silahkan jejak digital tentang kebencanaan di negara kita tinggal di klik saja.

Berdasarkan faktor pemicu, para pakar berpendapat selain faktor alam yaitu geologis (pergerakan bumi), kilmatologis ( cuaca ekstrem) ada pemicu faktor aktivitas manusia (antropogenik) seperti  deforestasi dan alih fungsi,  pengelolaan drainase dan sampah yang buruk serta pembangunan yang tidak tertata.

Bencana alam juga bisa terjadi akibat faktor fenomena luar angkasa seperti hujan meteor atau badai  matahari ( ekstraterestial ) dianggap ikut pula memicu terjadinya bencana alam yang tak terduga meskipun tidak secara langsung berdampak drastis ke permukaan bumi.

Rutinitas terjadinya  bencana banjir dan longsor tiap tahun yang terjadi di negara Indoensia disepakati oleh berbagai pihak yang meneliti, penyebab utamanya ternyata lebih diakibatkan oleh aktivitas manusia yang serampangan dan sembrono. Salah satunya akibat dari tindakan  deforestasi yang terjadi di hampir setiap pulau.

Pengrusakan hutan yang terus menerus dilakukan atas nama alih fungsi lahan,  pembalakan kayu ( llegal logging) dan pembangunan yang tanpa mengindahkan  amdal telah hampir merusak semua kehidupan kesukuan  (Komunitas Adat Terpencil ) yang mendiami disekitar hutan tersebut. Kini sebagian besar dari mereka sudah merasa asing hidup di daerahnya , bahkan banyak dari mereka terdepak dari tanah leluhurnya.

Ekploitasi sumber daya alam yang makin hari makin melebar dan menyebar di berbagai wilayah terutama pertambangan ilegal dan deforestasi  telah menjadi bukti akurat  sebagai penyebab sekaligus penyumbang  utama terjadi bencana alam di negeri kita, temasuk pengrusakan  pola kehidupan kesukuan yang mendiami wilayah tersebut.

Bagaimana dengan suku Baduy di mana tanah ulayat  atau pemukimannya dekat sekali dengan kota modern Jakarta sebagai ibu kota  negara ? Apakah ikut terdampak oleh eksploitasi dan deforestasi ?

Baduy Sangat  Menentang Deforestasi

Sejak awal, Baduy sudah mengaklamasikan atau memproklamirkan diri bahwa kesukuan mereka lahir ke bumi ini mengemban tugas pokok dan mulia yaitu ‘ menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam dengan bunyi pasal konstitusinya : “lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung” (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh di sambung) yang kemudian dikuatkan atau dipertegas oleh ayat konstitusi :” gunung teu meunang dilebur, lembah teu meunang diruksak” (gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak).

Konsep menjaga alam begitu melekat pada mereka sehingga pasal dan ayat konstitusi mereka tidak hanya ditulis atau sekedar dilisankan tetapi diaplikasikan dan diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka ke dalam bentuk kegiatan-kegiatan kalender adat mereka salah satunya diterapkan dalam kegiatan ngahuma, yang tidak boleh merubah kontur tanah (digali /dicangkul), kemudian dalam pembuatan rumah sederhana model panggung tidak boleh menggunakan bahan modern.

Pelestarian hutan dengan konsep baku adanya Hutan Titipan atau Hutan Tutupan seluas 3000 hektar yang notabene tidak boleh diusik oleh siapa pun termasuk oleh warga Baduy sekali pun. Hutan tersebut dijaga dipelihara keasliannya dan dibiarkan tumbuh sesuai kehendak alam. Pengeploitasian dan atau penggundulan hutan adalah pelanggaran yang tidak mungkin mereka lakukan. Lokasi hutan tersebut hanya boleh diinjak selama 3 hari dalam setahun saat ritual muja saja.

Begitu terang benderang nya pasal dan ayat konsitusi hukum adat Baduy terhadap penjagaan keseimbangan alam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan kalimat saklek “Hutan tidak boleh dirusak “. Sementara deforestasi adalah merubah hutan menjadi non-hutan yang didahului oleh perusakan dengan dalih alih fungsi.

Deskripsi di atas memberikan penjelasan yang sangat gamblang bagi kita semua, bahwa tugas kesukuan Baduy  :” Menjaga Keseimbangan dan Keharmonian Alam ” sangat tidak sinkron sekali dengan konsep pengrusakan hutan bernama deforestasi. Baduy sangat mentabukan atau mem-buyut-kan dan mem-pamali-kan semua perilaku yang mengarahkan pada pengrusakan hutan walaupun dengan dalih alih fungsi.

Menurut pandangan penulis, tak ada satu kesukuan pun yang memiliki konsep hukum adat seperti suku Baduy yang secara saklek melarang hutan / gunung dirusak. Bukti nyata bahwa suku Baduy konsen pada pemeliharaan hutan, pada setiap acara ritual Seba Baduy selalu mengingatkan bahwa pemerintah dan negara wajib melindungi dan menjaga hutan dari berbagai rongrongan pengrusakan.

Jadi,  hanya dengan menyandingkan satu pasal dan satu ayat konstitusi hukum adat mereka, maka jelas sekali bagi Baduy, bahwa : “deforestasi itu sangat bertentangan dan berlawanan dengan konsep tugas kesukuan mereka. Deforestasi adalah musuh kebuyutan hukum adat Baduy” (Asep Kurnia, 7 April 2026 ).

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 7 Mei 2026
Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tengah Malam Rokok Habis                           

Next Post

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co