1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 7, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila perkembangan teknologi tidak terkendali dan tidak  ada hukum pengendalian yang tegas dan mengikat. Penggunaan senjata nuklir pada  perang adalah bencana yang ditafsirkan akan sangat mengerikan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi ini.

Salah satu yang menjadi kekhawatiran dunia saat ini adalah dampak akibat perang,  katakanlah ( sebagai contoh) perang di Teluk Persia antara Iran vs Amerika dan Israel masih berkecamuk dan belum ada tanda-tanda mereda walau ada negosiasi dan ajuan  gencatan senjata, telah dengan sadar meluluh lantakan dan merusak lingkungannya masing-masing oleh gempuran rudal-rudal balistik. Itu contoh bencana alam yang betul-betul diciptakan dan disengaja dengan kesadaran ingin merusak dan melumpuhkan lawan.

Bencana alam lainnnya kini menjadi ancaman serius bagi Indonesia selain karena natural, di wilayah negara kita, terjadi kombinasi antara kondisi geografis Indonesia yang rawan (terletak di  ring of fire) dan penurunan daya dukung lingkungan akibat ulah manusia, membuat risiko bencana semakin tinggi. Untuk bukti-bukti   silahkan jejak digital tentang kebencanaan di negara kita tinggal di klik saja.

Berdasarkan faktor pemicu, para pakar berpendapat selain faktor alam yaitu geologis (pergerakan bumi), kilmatologis ( cuaca ekstrem) ada pemicu faktor aktivitas manusia (antropogenik) seperti  deforestasi dan alih fungsi,  pengelolaan drainase dan sampah yang buruk serta pembangunan yang tidak tertata.

Bencana alam juga bisa terjadi akibat faktor fenomena luar angkasa seperti hujan meteor atau badai  matahari ( ekstraterestial ) dianggap ikut pula memicu terjadinya bencana alam yang tak terduga meskipun tidak secara langsung berdampak drastis ke permukaan bumi.

Rutinitas terjadinya  bencana banjir dan longsor tiap tahun yang terjadi di negara Indoensia disepakati oleh berbagai pihak yang meneliti, penyebab utamanya ternyata lebih diakibatkan oleh aktivitas manusia yang serampangan dan sembrono. Salah satunya akibat dari tindakan  deforestasi yang terjadi di hampir setiap pulau.

Pengrusakan hutan yang terus menerus dilakukan atas nama alih fungsi lahan,  pembalakan kayu ( llegal logging) dan pembangunan yang tanpa mengindahkan  amdal telah hampir merusak semua kehidupan kesukuan  (Komunitas Adat Terpencil ) yang mendiami disekitar hutan tersebut. Kini sebagian besar dari mereka sudah merasa asing hidup di daerahnya , bahkan banyak dari mereka terdepak dari tanah leluhurnya.

Ekploitasi sumber daya alam yang makin hari makin melebar dan menyebar di berbagai wilayah terutama pertambangan ilegal dan deforestasi  telah menjadi bukti akurat  sebagai penyebab sekaligus penyumbang  utama terjadi bencana alam di negeri kita, temasuk pengrusakan  pola kehidupan kesukuan yang mendiami wilayah tersebut.

Bagaimana dengan suku Baduy di mana tanah ulayat  atau pemukimannya dekat sekali dengan kota modern Jakarta sebagai ibu kota  negara ? Apakah ikut terdampak oleh eksploitasi dan deforestasi ?

Baduy Sangat  Menentang Deforestasi

Sejak awal, Baduy sudah mengaklamasikan atau memproklamirkan diri bahwa kesukuan mereka lahir ke bumi ini mengemban tugas pokok dan mulia yaitu ‘ menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam dengan bunyi pasal konstitusinya : “lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung” (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh di sambung) yang kemudian dikuatkan atau dipertegas oleh ayat konstitusi :” gunung teu meunang dilebur, lembah teu meunang diruksak” (gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak).

Konsep menjaga alam begitu melekat pada mereka sehingga pasal dan ayat konstitusi mereka tidak hanya ditulis atau sekedar dilisankan tetapi diaplikasikan dan diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka ke dalam bentuk kegiatan-kegiatan kalender adat mereka salah satunya diterapkan dalam kegiatan ngahuma, yang tidak boleh merubah kontur tanah (digali /dicangkul), kemudian dalam pembuatan rumah sederhana model panggung tidak boleh menggunakan bahan modern.

Pelestarian hutan dengan konsep baku adanya Hutan Titipan atau Hutan Tutupan seluas 3000 hektar yang notabene tidak boleh diusik oleh siapa pun termasuk oleh warga Baduy sekali pun. Hutan tersebut dijaga dipelihara keasliannya dan dibiarkan tumbuh sesuai kehendak alam. Pengeploitasian dan atau penggundulan hutan adalah pelanggaran yang tidak mungkin mereka lakukan. Lokasi hutan tersebut hanya boleh diinjak selama 3 hari dalam setahun saat ritual muja saja.

Begitu terang benderang nya pasal dan ayat konsitusi hukum adat Baduy terhadap penjagaan keseimbangan alam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan kalimat saklek “Hutan tidak boleh dirusak “. Sementara deforestasi adalah merubah hutan menjadi non-hutan yang didahului oleh perusakan dengan dalih alih fungsi.

Deskripsi di atas memberikan penjelasan yang sangat gamblang bagi kita semua, bahwa tugas kesukuan Baduy  :” Menjaga Keseimbangan dan Keharmonian Alam ” sangat tidak sinkron sekali dengan konsep pengrusakan hutan bernama deforestasi. Baduy sangat mentabukan atau mem-buyut-kan dan mem-pamali-kan semua perilaku yang mengarahkan pada pengrusakan hutan walaupun dengan dalih alih fungsi.

Menurut pandangan penulis, tak ada satu kesukuan pun yang memiliki konsep hukum adat seperti suku Baduy yang secara saklek melarang hutan / gunung dirusak. Bukti nyata bahwa suku Baduy konsen pada pemeliharaan hutan, pada setiap acara ritual Seba Baduy selalu mengingatkan bahwa pemerintah dan negara wajib melindungi dan menjaga hutan dari berbagai rongrongan pengrusakan.

Jadi,  hanya dengan menyandingkan satu pasal dan satu ayat konstitusi hukum adat mereka, maka jelas sekali bagi Baduy, bahwa : “deforestasi itu sangat bertentangan dan berlawanan dengan konsep tugas kesukuan mereka. Deforestasi adalah musuh kebuyutan hukum adat Baduy” (Asep Kurnia, 7 April 2026 ).

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 7 Mei 2026
Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tengah Malam Rokok Habis                           

Next Post

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co