NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat wibawa ketika Presiden Prabowo Subianto mengeklaim sebagai keturunan orang Banyumas.
Kakeknya adalah Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo (16 Mei 1894 – 25 Juli 1978). Beliau merupakan tokoh penting Indonesia, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), dan juga keturunan dari Raden Joko Kahiman yang merupakan pendiri Kabupaten Banyumas, sekaligus Bupati Banyumas yang pertama.
Akan tetapi bukan hanya karena leluhur Presiden Prabowo Sobianto Banyumas dikenal orang. Sudah sejak lama Kabupaten Banyumas yang beribu kota di Purwokerto ini menjadi tujuan pelesiran orang. Banyak simbol ikonik yang dimiliki Kabupaten Banyumas.
Sungai Serayu yang berhulu di Gunung Prahu, Dieng dan bermuara di Samudra Hindia melintasi Kabupaten Banyumas. Sungai ini telah mengilhami R.Soetedja untuk menulis lagu Di Tepinya Sungai Serayu yang akrab di telinga setiap orang bila melintasi stasiun kereta api Purwokerto. Lagu itu selalu dikumandangkan setiap kereta datang dan berhenti di stasiun Purwokerto.

Gunung Slamet yang menjulang tinggi membuat Kabupaten Banyumas berhawa sejuk. Gunung ini banyak diburu oleh para pendaki. Keberadaan Gunung Slamet membuat Banyumas memiliki banyak objek wisata yang berbasis alam, seperti taman rekreasi dan curug atau air terjun.
Kehidupan masyarakatnya tidak terlalu hiruk-pikuk seperti kota besar di Indonesia. Arus lalu lintas relatif lancar, tidak pernah terjadi kemacetan kecuali di hari Lebaran. Kehidupan yang santai namun beraktivitas membuat Banyumas cocok bagi yang menyukai slow living. Tak heran bila stasiun kereta api Purwokerto menjadi salah satu stasiun favorit bagi para penumpang.
Aksesibilitas di dalam kota Purwokerto sangat memanjakan. Jalanan lebar dan mulus. Meski aksesibilitas menuju beberapa objek wisata di desa-desa belum begitu optimal. Andai saja aksesibilitas menuju objek wisata alam di Banyumas baik, maka akan banyak mengundang wisatawan secara signifikan.
Dibandingkan destinasi wisata lain yang ada di Tanah Air, Banyumas termasuk yang mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. Nyaris tidak pernah terjadi tindak kriminalitas maupun pemalakan kepada wisatawan. Tak heran bila Banyumas kini banyak dikunjungi wisatawan yang berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun Jawa Tengah sendiri.
Kota Seribu Curug
Lokawisata Baturraden hingga saat ini masih menjadi ikon pariwisata Banyumas. Terletak di kaki Gunung Slamet, Baturraden berhawa sejuk. Di sekitarnya terdapat taman rekreasi yang dikelola oleh pihak swasta. Objek wisata ini dipadati pengunjung pada saat libur panjang, khususnya libur Lebaran dan tahun baru.

Banyumas juga memiliki banyak desa wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat. Salah satu desa wisata yang mengandalkan alam adalah Desa Wisata Melung yang sejuk dan asri dengan latar belakang Bukit Cendana. Terdapat pemandian di tengah persawahan yang airnya bersumber dari pegunungan. Desa wisata ini beberapa kali mendapat penghargaan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia.
Banyak pilihan hidden gem berupa curug yang terdapat di beberapa desa di Banyumas. Begitu banyaknya curug yang dimiliki, sehingga Banyumas mendapat julukan Kota Seribu Curug. Semua masih alami dan autentik. Objek wisata curug sangat disukai wisatawan yang ingin menikmati slow living dan silent travel.
Beberapa curug yang mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah adalah Curug Bayan, Curug Jenggala, Curug Juneng, Curug Cipendok, Curug Telu, Curug Penganten, Curug Ceheng, Curug Bidadari, dan masih banyak lagi. Semua curug itu masih alami, meskipun ada beberapa tambahan spot foto di sekitarnya.
Curug Bayan merupakan salah satu air terjun yang banyak dikunjungi wisatawan. Curug ini berada di Dusun II Ketenger, Baturraden, Kab. Banyumas. Tiket masuk cukup murah, hanya 3000 rupiah dan buka setiap hari. Tanpa harus berjalan jauh, wisatawan dapat langsung menikmati indahnya curug ini. Terdapat vila dan restoran di sekitarnya, sehingga curug ini sangat ramah bagi anak dan keluarga.
Masih di sekitar kawasan Baturraden terdapat Curug Penganten yang indah dan sejuk. Dinamai Curug Penganten karena memiliki dua air terjun yang diibaratkan sebagai pengantin. Selain air tejun yang indah, wisatawan juga disuguhi suara-suara satwa yang membuat hati damai. Curug ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin healing maupun berwisata sunyi.
Agak jauh ke arah barat, dapat ditemukan Curug Cipendok. Terletak di Karangtengah, Kecamatan Cilongok, curug ini menjadi objek wisata alam yang diminati wisatawan. Buka setiap hari pukul 07.00-16.00, Curug Cipendok menawarkan banyak spot foto menarik. Aksesibilitasnya cukup baik, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan area parkir yang luas, musala, cottage, dan tiket masuk yang murah. Banyak wisatawan memanfaatkan curug ini untuk acara outbond.
Selain wisata alam curug tersebut, Banyumas juga banyak memiliki objek wisata lain yang menawarkan pengalaman autentik kepada wisatawan. Beberapa desa di Banyumas memiliki desa wisata yang masih alami dengan pesona sungai yang jernih dan bebukitan yang sejuk menghijau. Bagi wisatawan yang jenuh dengan objek wisata populer di kota besar, wisata alam di Banyumas dapat memberikan kesegaran tersendiri.
Kuliner Khas
Daya tarik Banyumas selain wisata alam adalah kuliner tradisional yang banyak tersebar di beberapa desa dan kecamatan. Aksesibilitas pusat kuliner di Banyumas sangat mudah. Wisatawan yang menginap di pusat kota dapat berburu beragam kuliner di kompleks GOR Satria. Banyak rumah makan dan restoran dengan beragam menu, mulai dari masakan lokal, Nusantara, hingga mancanegara. Harganya sangat terjangkau bagi wisatawan.
Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Banyumas, ada pilihan kuliner tradisional yang terdapat di Pasar Manis. Letaknya di tengah kota. Pasar tradisional yang telah direvitalisasi ini tertata dengan rapi dan bersih. Banyak jajanan dan makanan tradisional yang autentik, seperti ciwel, cenil, lupis, buntil, serta kuliner khas yang cocok untuk sarapan pagi.

Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan Info Purwokerto membuat tiga itinerary kuliner khas sebagai rujukan bagi wisatawan. Pertama,kuliner Banyumas Timur yang meliputi dua sesi, yaitu kuliner khas Banyumas Kota Lama dan kuliner khas Banyumas Wetan.
Wisatawan yang hendak berburu kuliner di seputaran Kota Lama Banyumas dapat menikmati Soto Sangka, Soto Goreng, Soto Bonjok, dan kupat tahu di Kecamatan Banyumas. Untuk oleh-oleh, wisatawan dapat membeli jajanan nopia dan golang galing Banyumas.
Sesi dua, wisatawan dapat menikmati kuliner khas Banyumas Wetan berupa sate bebek Tambak dan bakmi nyemek Kemranjen. Ada pula kuliner khas yang unik, yaitu sate bebek setengah meter di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh. Wisatawan yang menggemari buah durian dapat menikmati dan membawa oleh-oleh Durian Bawor khas Alasmalang di Banyumas Wetan.
Itinerary kuliner kedua ada di Kecamatan Sokaraja. Di sini wisatawan dimanjakan dengan ragam kuliner soto atau masyarakat Banyumas menyebutnya sroto, yakni Sroto Sutri, Sroto Lama, Sroto Kecik, dan Raja Soto Lama. Jajanan yang biasa dibawa wisatawan dari daerah ini adalah getuk goreng, klanting, keripik tempe, nopia, dan tempe mendoan.
Sedangkan itinerary ketiga berada di kota Purwokerto. Beberapa kuliner legendaris Banyumas sering diburu untuk mengobati rasa rindu pada Banyumas. Sesi pertama kuliner terdapat rekomendasi pilihan, seperti soto Jalan Bank yang selalu dikunjungi setiap wisatawan yang datang di kota Purwokerto. Jajanan dan oleh-oleh yang autentik adalah Serabi Cikal, Roti Go, mendoan, dan jajanan Pasar Manis.
Sesi kedua di kota Purwokerto wisatawan disuguhi kuliner Bakso Pekih dan Sate 3 Saudara yang legendaris. Jenang Jaket sering menjadi buah tangan wisatawan yang datang dari berbagai kota. Ada pula Es dan Kopi Brasil yang kerap menjadi tempat singgah wisatawan. Semua kuliner itu selalu mengesankan bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyumas.

Berwisata tidak harus ke Bali, Yogya, atau Bandung yang macet lalu lintasnya. Atau bagi yang pernah berkunjung ke tiga destinasi wisata itu, Banyumas dapat menjadi alternatif berwisata yang murah, sejuk, nyaman, dan aman. Panoramanya indah, masyarakatnya ramah, dan kulinernya memanjakan lidah. [T]
Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole





























