GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung, tetapi aktivitas di lingkungan sekolah justru berjalan lebih riuh dari biasanya. Sejumlah siswa terlihat sibuk menata meja, menempel dekorasi, hingga menyiapkan produk di stan masing-masing.
Hari itu, kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Seluruh siswa terlibat dalam peringatan Hari Kartini yang dikemas melalui kegiatan gelar karya dan usaha. Aula sekolah menjadi pusat kegiatan pertunjukan, sementara area di luar aula dimanfaatkan sebagai lokasi bazar mini yang diikuti oleh seluruh kelas.
Di area luar, stan-stan bazar berdiri berjejer dengan tampilan beragam. Ada yang dihias sederhana, ada pula yang dirancang lebih tematik untuk menarik perhatian. Produk yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga aksesori buatan tangan.


Beberapa siswa kelas XI tampak lebih aktif mengelola stan. Mereka mengimplementasikan langsung hasil pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di kelas XI. Produk yang sebelumnya hanya menjadi bahan presentasi di kelas, kini dipasarkan secara langsung kepada warga sekolah.
Di salah satu stan minuman, dua siswi terlihat membagi tugas. Satu meracik minuman, sementara yang lain melayani pembeli dan mengatur pembayaran. Interaksi berlangsung cepat, terutama saat pengunjung mulai berdatangan. Aktivitas serupa juga terlihat di stan lain, dengan siswa saling membantu agar pelayanan tetap berjalan lancar.
Situasi bazar cukup dinamis. Beberapa siswa tampak menawarkan produk kepada teman-temannya, sementara yang lain memilih berkeliling sebelum memutuskan membeli. Antrean kecil sempat terbentuk di beberapa stan yang ramai pengunjung.


Di dalam aula, suasana berbeda berlangsung. Rangkaian acara ditampilkan secara bergantian di atas panggung. Peragaan busana menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian. Siswa yang terlibat tampil mengenakan busana bernuansa tradisional dengan berbagai variasi.
Mereka berlenggak-lenggok di atas panggung dengan iringan musik. Para siswa dan guru yang memenuhi aula mengikuti jalannya acara dengan tertib, sesekali memberikan tepuk tangan setelah penampilan selesai.
Selain itu, pembacaan puisi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Seorang siswi tampil membacakan puisi bertema perjuangan perempuan. Ia membaca dengan intonasi yang terjaga, sesekali menatap penonton, sementara sebagian siswa lain menyimak dengan saksama.

Pementasan teater oleh Teater Media Tepi Kesbam turut melengkapi rangkaian acara. Mereka menampilkan mini operette bertajuk, “The Detective Who Knew Too Little”, yang membuat rangkaian peringatan hari itu kian semarak.
Kegiatan di aula dan bazar berlangsung secara bersamaan. Perpindahan siswa dari satu area ke area lain terlihat cukup intens. Sebagian memilih menyaksikan penampilan di aula, sementara yang lain tetap berada di luar untuk mengelola atau mengunjungi stan.
Ketua OSIS Kesbam, Adelia Trianti, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi ruang bagi siswa agar dapat berpartisipasi secara aktif.
Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kreativitas.
“Perayaan Hari Kartini hari ini tidak hanya sekadar memperingati perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga mendorong siswa, khususnya perempuan, untuk lebih percaya diri, kreatif, dan berani berkarya,” ujarnya.
Adelia menambahkan bahwa keberagaman kegiatan, mulai dari peragaan busana hingga bazar, memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai dapat membantu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa.

Hal senada turut disampaikan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Ia menilai bahwa gelar karya dan usaha merupakan bentuk implementasi nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks pendidikan saat ini.
Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide serta merealisasikannya dalam bentuk nyata. Ia juga mengapresiasi keterlibatan OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dalam menginisiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan gelar karya dan usaha ini adalah wujud nyata implementasi perjuangan Kartini masa kini. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghargai setiap karya dan kerja keras. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk membangun karakter siswa, termasuk dalam hal tanggung jawab dan kerja sama,” jelas Komang Rika.

Menjelang siang, aktivitas di kedua area masih berlangsung. Gerimis yang sempat turun di pagi hari tidak berkembang menjadi hujan deras, sehingga kegiatan dapat berjalan tanpa gangguan berarti.
Di area bazar, beberapa stan masih ramai dikunjungi. Siswa terlihat berkelompok, sebagian menikmati makanan yang dibeli, sementara yang lain masih aktif menawarkan produk. Di dalam aula, rangkaian penampilan terus berjalan hingga mendekati akhir acara.
Ketika kegiatan mulai berakhir, siswa perlahan membereskan stan masing-masing. Meja dibersihkan, perlengkapan dirapikan, dan sisa produk dikumpulkan kembali. Aula pun mulai lengang setelah penampilan terakhir selesai.
Peringatan Hari Kartini di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar tahun ini berlangsung dengan melibatkan berbagai aktivitas yang terintegrasi. Melalui stan kreatif dan gelar karya, siswa tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga terlibat langsung dalam proses yang mereka jalani.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini dapat dikemas dalam bentuk yang lebih aplikatif, dengan menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan kewirausahaan dalam satu rangkaian kegiatan di lingkungan sekolah. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole





























