24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Imlek, Nyepi, dan Ekonomi Kreatif

Agung Bawantara by Agung Bawantara
February 18, 2026
in Esai
Imlek, Nyepi, dan Ekonomi Kreatif

Ilustrasi tatkala.co

Ada pemandangan yang hangat di Tabanan pada 17 Februari 2026. Di tengah suasana kekeluargaan, anak-anak (dari beragam etnis) berbaris menerima angpao dari kelarga Tionghoa. Anak-anak itu tampak tersenyum ketika menerima dan menyimpan angpao itu ke saku atau tas mereka. Amplop merah itu sederhana, tetapi memuat makna yang besar: silaturahmi keluarga, penghormatan kepada leluhur, dan harapan agar tahun yang baru membawa pertumbuhan. Tradisi itu merupakan bagian dari perayaan Imlek keluarga besar Kho di Bali.

Imlek di Bali selalu terasa khas. Tidak terlalu riuh, tetapi intim. Ada meja makan keluarga, doa bersama, obrolan lintas generasi, dan ucapan Gong Xi Fa Cai yang terdengar alami, bahkan bagi mereka yang bukan Tionghoa. Di Bali, Imlek bukanlah perayaan yang asing.

Sejarah panjang perjumpaan Bali dan Tiongkok telah membentuk lapisan budaya yang saling berkelindan selama berabad-abad. Jejaknya hadir dalam jalur perdagangan lama, dalam ragam kuliner, dalam arsitektur, bahkan dalam ruang spiritual. Di sejumlah pura terdapat pelinggih yang dihormati sebagai tempat sembahyang bagi saudara Tionghoa. Ini bukan sekadar simbol toleransi, melainkan penanda sejarah interaksi budaya yang telah berakar.  Karena itu, ketika anak-anak menerima angpao di Bali, itu bukan tradisi yang datang dan pergi. Ia sudah menjadi bagian dari denyut kebudayaan pulau ini.

Secara makna, Imlek adalah momen memulai ulang. Rumah dibersihkan, relasi diperbaiki, kalender diganti, niat diperbarui. Ucapan Gong Xi Fa Cai kerap dipahami sebagai doa agar makmur. Namun dalam makna budayanya yang lebih dalam, fa berarti bertumbuh—usaha bertumbuh, kepercayaan bertumbuh, peluang terbuka.

Imlek menyalakan optimisme kolektif. Ketika satu komunitas sepakat bahwa ini adalah awal yang baik, keberanian untuk melangkah menjadi lebih besar. Orang berani membuka usaha, memulai proyek, atau memperbarui strategi hidupnya. Di sini kita melihat bahwa Imlek bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga infrastruktur psikologis bagi pertumbuhan. Dan tanpa disadari, itu merupakan fondasi penting dalam ekonomi kreatif.

Nyepi: Keberanian Berhenti

Bersamaan dengan itu, hampir di seluruh banjar di Bali anak-anak muda mulai sibuk mempersiapkan rangkaian Nyepi. Ogoh-ogoh dibentuk dengan penuh imajinasi daalam sebuah kerja kolektif. Kreativitas disemai dan ditumbuhkan sebelum akhirnya pulau ini memasuki keheningan total.

Berbeda dengan banyak perayaan dunia yang semakin riuh, Nyepi justru menuju sunyi. Tidak ada lampu, tidak ada perjalanan, tidak ada hiburan, tidak ada aktivitas. Seluruh pulau berhenti.

Namun Nyepi bukan hanya satu hari hening. Ia adalah rangkaian proses yang berpuncak pada keheningan tersebut. Salah satu bagian pentingnya adalah Tawur Kesanga, yang dilaksanakan sehari sebelumnya sebagai upacara penyeimbangan dan penyucian simbolik. Melalui Bhuta Yadnya, masyarakat menata ulang hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan kosmis. Arak-arakan ogoh-ogoh menjadi ekspresi kolektif untuk melepaskan energi-energi negatif sebelum memasuki hari sunyi.

Setelah itu, Catur Brata Penyepian dijalankan: tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak menikmati hiburan (amati lelanguan). Keheningan ini menjadi ruang refleksi, penataan batin, dan pembaruan kesadaran.

Menariknya, ogoh-ogoh—yang berkembang luas sejak 1980-an—bukan inti teologis Nyepi, tetapi ia lahir dari spirit yang sama: kesadaran akan pelepasan dan pembersihan. Kreativitas meledak sebelum keheningan datang, lalu semuanya dilepas. Ekspresi dan pengosongan menjadi satu siklus.

Jika dilihat berdekatan dalam kalender, Imlek dan Nyepi menghadirkan dua energi yang berbeda namun saling melengkapi. Imlek mengajarkan keberanian memulai dan bertumbuh, Nyepi mengajarkan keberanian berhenti dan membersihkan diri. Imlek mengisi, Nyepi mengosongkan. Imlek menyalakan optimisme, Nyepi menata kesadaran. Keduanya berbasis siklus. Keduanya membangun energi kolektif. Keduanya memperkuat jaringan sosial. Dan keduanya memiliki dimensi estetika yang hidup.

Dalam bahasa yang lebih kontemporer, Bali memiliki kalender kreatif yang kaya: ada momentum ekspansi, ada momentum refleksi.

Di Tengah Disrupsi AI

Hari ini, ekonomi kreatif bergerak dalam percepatan teknologi. AI mampu menghasilkan desain, teks, bahkan konsep dalam hitungan detik. Produksi menjadi cepat. Skala menjadi mudah. Namun percepatan juga membawa risiko: kehilangan arah.

AI tidak memiliki Catur Brata. Ia tidak mengenal jeda. Ia tidak mengenal penyepian.

Di sinilah Imlek dan Nyepi menjadi relevan. Imlek memberi dorongan untuk bertumbuh. Nyepi memberi disiplin untuk menata ulang niat.

Ekonomi kreatif yang sehat membutuhkan keduanya: keberanian untuk ekspansi dan keberanian untuk refleksi. Jika Bali mampu membaca siklus budayanya sebagai kompas—menggunakan momentum pertumbuhan untuk inovasi dan momentum hening untuk evaluasi—maka yang lahir bukan sekadar konten, melainkan ekosistem.

Di awal tahun lunar, anak-anak menerima angpao sebagai simbol pertumbuhan. Beberapa minggu kemudian, seluruh pulau mematikan lampu untuk menata batin. Di antara amplop merah dan keheningan total, Bali sesungguhnya memperlihatkan sesuatu yang sangat modern: model keberlanjutan. Bertumbuh tanpa kehilangan pusat. Bergerak tanpa lupa berhenti. Di tengah disrupsi AI, mungkin justru itulah kekuatan terbesar yang dimiliki Bali—bukan pada kecepatannya, tetapi pada siklusnya. [T]

Penulis: Agung Bawantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomi kreatifHari Raya ImlekHari Raya NyepiImlek
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Promosi Doktor Ni Luh Putu Putri Setianingsih: Strategi Teknologi dalam Menjaga Stabilitas Senyawa Bioaktif Kulit Jeruk Siam Kintamani

Next Post

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Agung Bawantara

Agung Bawantara

Penulis DONGENG yang juga gemar menulis esai, prosa, dan puisi. Juga aktif dalam gerakan film dokumenter di Bali. Agung adalah inisiator Denpasar Film Festival.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co