24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
February 9, 2026
in Esai
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ahmad Sihabudin

KOMUNIKASI lingkungan lahir dari sinergi dua disiplin ilmu utama, yakni ilmu komunikasi dan ilmu lingkungan. Perjumpaan ini bukanlah pertemuan yang kebetulan, melainkan sebuah kebutuhan historis yang muncul seiring meningkatnya kompleksitas persoalan lingkungan hidup global sejak dekade 1960-an. Pada fase ini, pembangunan industri, urbanisasi masif, dan eksploitasi sumber daya alam menghadirkan paradoks: kemajuan ekonomi di satu sisi, dan degradasi lingkungan di sisi lain.

Dalam konteks inilah komunikasi mengambil peran strategis, bukan sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah, kebijakan publik, dan kesadaran masyarakat. Artikel ini ditulis dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 9 Februari 2026, yang mengusung tema ”Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Menurut Oepen (1999), komunikasi lingkungan merupakan rencana dan strategi yang memanfaatkan proses komunikasi serta produk media untuk mendukung efektivitas pembuatan kebijakan, partisipasi publik, dan implementasi kebijakan lingkungan. Definisi ini menegaskan bahwa komunikasi lingkungan bukanlah aktivitas tambahan atau pelengkap, melainkan komponen yang terintegrasi langsung dalam kebijakan lingkungan itu sendiri. Komunikasi tidak berdiri di luar kebijakan, tetapi berada di dalamnya, membentuk cara kebijakan dipahami, diterima, dan dijalankan oleh masyarakat.

Dalam praktiknya, komunikasi lingkungan mengaitkan nilai-nilai tertentu dengan isu kesehatan, kesejahteraan sosial, serta kemakmuran ekonomi. Lingkungan tidak lagi diposisikan sebagai isu teknis semata, melainkan sebagai isu kemanusiaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Ketika banjir, tanah longsor, abrasi, atau kekeringan terjadi, yang terdampak bukan hanya ekosistem, tetapi juga mata pencaharian, kesehatan, dan martabat manusia. Pada titik ini, komunikasi lingkungan berperan membentuk persepsi publik, sekaligus mengundang pendekatan pragmatis untuk mendidik dan menggalang masyarakat agar bertindak atas persoalan lingkungan yang dihadapi.

Akar Komunikasi Lingkungan

Komunikasi lingkungan juga memiliki akar yang kuat dalam tradisi komunikasi pembangunan dan komunikasi pendidikan. Dalam perspektif ini, lingkungan dipahami sebagai arena pembelajaran sosial. Masyarakat belajar mengenali masalah lingkungannya, memahami sebab-akibatnya, dan merumuskan tindakan kolektif untuk mengatasinya. Dampak komunikasi lingkungan setidaknya berlangsung pada dua tingkat. Pertama, tingkat kognitif, yakni meningkatnya pengetahuan dan kesadaran publik. Kedua, tingkat praksis, yaitu perubahan sikap dan perilaku yang berujung pada tindakan nyata.

Analogi yang kerap digunakan untuk menjelaskan posisi komunikasi lingkungan adalah rantai pada sepeda. Sepeda tidak akan dapat berjalan tanpa rantai, tetapi rantai juga tidak memiliki arti tanpa sepeda. Demikian pula komunikasi lingkungan: ia menghubungkan perencanaan (plan) dengan tindakan (action). Tanpa komunikasi, kebijakan lingkungan akan berhenti sebagai dokumen administratif; sebaliknya, tanpa kebijakan, komunikasi kehilangan arah dan tujuan.

Berangkat dari konsep ini, momentum Hari Pers Nasional 2026 menjadi sangat relevan untuk menegaskan kembali peran pers dalam krisis ekologis yang kian parah. Kondisi lingkungan Indonesia hari ini menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan: banjir berulang di wilayah perkotaan dan pedesaan, tanah longsor di kawasan perbukitan, abrasi di wilayah pesisir, hutan gundul akibat alih fungsi lahan dan pembalakan, serta krisis kualitas udara dan air. Semua ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana ekologis yang memiliki akar sosial, ekonomi, dan politik.

Dalam situasi seperti ini, pers tidak cukup hanya melaporkan peristiwa bencana sebagai berita episodik. Pers dituntut untuk mengambil peran lebih substantif melalui penguatan jurnalisme lingkungan dan pengarusutamaan konsep pers hijau. Jurnalisme lingkungan menempatkan isu lingkungan sebagai isu struktural dan berjangka panjang, bukan sekadar peristiwa sesaat. Ia menelusuri sebab-sebab mendasar, relasi kuasa, kepentingan ekonomi, serta dampak kebijakan yang sering kali luput dari perhatian publik.

Pers Hijau

Pers hijau, dalam pengertian ini, bukanlah pers yang bersikap ideologis atau propaganda, melainkan pers yang memiliki keberpihakan etis pada keberlanjutan lingkungan hidup. Keberpihakan ini sejalan dengan fungsi pers sebagai pengawal kepentingan publik. Lingkungan hidup adalah kepentingan publik paling mendasar, karena tanpanya tidak mungkin ada kehidupan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kerangka komunikasi lingkungan, pers memiliki setidaknya tiga peran strategis. Pertama, sebagai agen edukasi publik. Pers dapat menerjemahkan bahasa ilmiah dan kebijakan lingkungan ke dalam narasi yang mudah dipahami masyarakat. Isu seperti perubahan iklim, degradasi hutan, atau pencemaran air membutuhkan penjelasan yang kontekstual dan relevan dengan pengalaman sehari-hari khalayak.

Kedua, sebagai arena diskursus publik. Pers menyediakan ruang bagi perdebatan, kritik, dan pertukaran gagasan mengenai kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan. Dalam tradisi teori ruang publik, media berfungsi sebagai tempat bertemunya beragam suara; ilmuwan, pembuat kebijakan, aktivis, pelaku usaha, dan warga terdampak. Diskursus ini penting untuk mencegah dominasi satu narasi tunggal yang sering kali berpihak pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

Ketiga, sebagai penggerak partisipasi dan tindakan kolektif. Melalui liputan investigatif, kampanye publik, dan cerita-cerita inspiratif, pers dapat mendorong masyarakat untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Komunikasi lingkungan yang efektif tidak berhenti pada kesadaran, tetapi mengarah pada perubahan perilaku dan aksi sosial.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi pers tidaklah ringan. Di tengah tekanan ekonomi media, kecepatan siklus berita digital, dan algoritma platform media sosial yang cenderung mengutamakan sensasi, isu lingkungan sering kali kalah bersaing dengan isu politik elektoral atau hiburan. Di sinilah diperlukan komitmen editorial yang kuat untuk menempatkan lingkungan sebagai isu strategis jangka panjang.

Hari Pers Nasional 2026 seharusnya menjadi momentum reflektif bagi insan pers untuk meninjau ulang orientasi pemberitaan. Pers perlu bertanya: sejauh mana media telah berkontribusi dalam membangun kesadaran ekologis publik? Apakah pers telah menjadi bagian dari solusi, atau justru tanpa sadar memperparah kebisingan ruang publik dengan narasi dangkal dan sensasional?

Dalam konteks komunikasi lingkungan, pers idealnya berperan meredam kebisingan tersebut dengan menghadirkan jurnalisme yang mendalam, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang. Pers tidak sekadar melaporkan kerusakan, tetapi juga mengawal proses pemulihan dan keberlanjutan.

Akhirnya, pers hijau bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Di tengah krisis ekologis yang semakin nyata, pers memiliki tanggung jawab historis untuk memastikan bahwa isu lingkungan hidup tetap berada di pusat perhatian publik. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip komunikasi lingkungan dalam praktik jurnalistik, pers dapat menjadi rantai penghubung yang menggerakkan sepeda perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Momentum Hari Pers Nasional 2026 adalah saat yang tepat untuk menegaskan kembali komitmen tersebut: bahwa menjaga lingkungan hidup bukan hanya tugas aktivis atau pemerintah, tetapi juga panggilan etis bagi pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga kepentingan publik. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasimedia massaperspers hijau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Vokal, Teknik dan Penyajian yang Berkualitas dalam Wimbakara Gending Rare di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co