3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
February 9, 2026
in Esai
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

Ahmad Sihabudin

KOMUNIKASI lingkungan lahir dari sinergi dua disiplin ilmu utama, yakni ilmu komunikasi dan ilmu lingkungan. Perjumpaan ini bukanlah pertemuan yang kebetulan, melainkan sebuah kebutuhan historis yang muncul seiring meningkatnya kompleksitas persoalan lingkungan hidup global sejak dekade 1960-an. Pada fase ini, pembangunan industri, urbanisasi masif, dan eksploitasi sumber daya alam menghadirkan paradoks: kemajuan ekonomi di satu sisi, dan degradasi lingkungan di sisi lain.

Dalam konteks inilah komunikasi mengambil peran strategis, bukan sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah, kebijakan publik, dan kesadaran masyarakat. Artikel ini ditulis dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 9 Februari 2026, yang mengusung tema ”Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Menurut Oepen (1999), komunikasi lingkungan merupakan rencana dan strategi yang memanfaatkan proses komunikasi serta produk media untuk mendukung efektivitas pembuatan kebijakan, partisipasi publik, dan implementasi kebijakan lingkungan. Definisi ini menegaskan bahwa komunikasi lingkungan bukanlah aktivitas tambahan atau pelengkap, melainkan komponen yang terintegrasi langsung dalam kebijakan lingkungan itu sendiri. Komunikasi tidak berdiri di luar kebijakan, tetapi berada di dalamnya, membentuk cara kebijakan dipahami, diterima, dan dijalankan oleh masyarakat.

Dalam praktiknya, komunikasi lingkungan mengaitkan nilai-nilai tertentu dengan isu kesehatan, kesejahteraan sosial, serta kemakmuran ekonomi. Lingkungan tidak lagi diposisikan sebagai isu teknis semata, melainkan sebagai isu kemanusiaan yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Ketika banjir, tanah longsor, abrasi, atau kekeringan terjadi, yang terdampak bukan hanya ekosistem, tetapi juga mata pencaharian, kesehatan, dan martabat manusia. Pada titik ini, komunikasi lingkungan berperan membentuk persepsi publik, sekaligus mengundang pendekatan pragmatis untuk mendidik dan menggalang masyarakat agar bertindak atas persoalan lingkungan yang dihadapi.

Akar Komunikasi Lingkungan

Komunikasi lingkungan juga memiliki akar yang kuat dalam tradisi komunikasi pembangunan dan komunikasi pendidikan. Dalam perspektif ini, lingkungan dipahami sebagai arena pembelajaran sosial. Masyarakat belajar mengenali masalah lingkungannya, memahami sebab-akibatnya, dan merumuskan tindakan kolektif untuk mengatasinya. Dampak komunikasi lingkungan setidaknya berlangsung pada dua tingkat. Pertama, tingkat kognitif, yakni meningkatnya pengetahuan dan kesadaran publik. Kedua, tingkat praksis, yaitu perubahan sikap dan perilaku yang berujung pada tindakan nyata.

Analogi yang kerap digunakan untuk menjelaskan posisi komunikasi lingkungan adalah rantai pada sepeda. Sepeda tidak akan dapat berjalan tanpa rantai, tetapi rantai juga tidak memiliki arti tanpa sepeda. Demikian pula komunikasi lingkungan: ia menghubungkan perencanaan (plan) dengan tindakan (action). Tanpa komunikasi, kebijakan lingkungan akan berhenti sebagai dokumen administratif; sebaliknya, tanpa kebijakan, komunikasi kehilangan arah dan tujuan.

Berangkat dari konsep ini, momentum Hari Pers Nasional 2026 menjadi sangat relevan untuk menegaskan kembali peran pers dalam krisis ekologis yang kian parah. Kondisi lingkungan Indonesia hari ini menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan: banjir berulang di wilayah perkotaan dan pedesaan, tanah longsor di kawasan perbukitan, abrasi di wilayah pesisir, hutan gundul akibat alih fungsi lahan dan pembalakan, serta krisis kualitas udara dan air. Semua ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana ekologis yang memiliki akar sosial, ekonomi, dan politik.

Dalam situasi seperti ini, pers tidak cukup hanya melaporkan peristiwa bencana sebagai berita episodik. Pers dituntut untuk mengambil peran lebih substantif melalui penguatan jurnalisme lingkungan dan pengarusutamaan konsep pers hijau. Jurnalisme lingkungan menempatkan isu lingkungan sebagai isu struktural dan berjangka panjang, bukan sekadar peristiwa sesaat. Ia menelusuri sebab-sebab mendasar, relasi kuasa, kepentingan ekonomi, serta dampak kebijakan yang sering kali luput dari perhatian publik.

Pers Hijau

Pers hijau, dalam pengertian ini, bukanlah pers yang bersikap ideologis atau propaganda, melainkan pers yang memiliki keberpihakan etis pada keberlanjutan lingkungan hidup. Keberpihakan ini sejalan dengan fungsi pers sebagai pengawal kepentingan publik. Lingkungan hidup adalah kepentingan publik paling mendasar, karena tanpanya tidak mungkin ada kehidupan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kerangka komunikasi lingkungan, pers memiliki setidaknya tiga peran strategis. Pertama, sebagai agen edukasi publik. Pers dapat menerjemahkan bahasa ilmiah dan kebijakan lingkungan ke dalam narasi yang mudah dipahami masyarakat. Isu seperti perubahan iklim, degradasi hutan, atau pencemaran air membutuhkan penjelasan yang kontekstual dan relevan dengan pengalaman sehari-hari khalayak.

Kedua, sebagai arena diskursus publik. Pers menyediakan ruang bagi perdebatan, kritik, dan pertukaran gagasan mengenai kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan. Dalam tradisi teori ruang publik, media berfungsi sebagai tempat bertemunya beragam suara; ilmuwan, pembuat kebijakan, aktivis, pelaku usaha, dan warga terdampak. Diskursus ini penting untuk mencegah dominasi satu narasi tunggal yang sering kali berpihak pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

Ketiga, sebagai penggerak partisipasi dan tindakan kolektif. Melalui liputan investigatif, kampanye publik, dan cerita-cerita inspiratif, pers dapat mendorong masyarakat untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Komunikasi lingkungan yang efektif tidak berhenti pada kesadaran, tetapi mengarah pada perubahan perilaku dan aksi sosial.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi pers tidaklah ringan. Di tengah tekanan ekonomi media, kecepatan siklus berita digital, dan algoritma platform media sosial yang cenderung mengutamakan sensasi, isu lingkungan sering kali kalah bersaing dengan isu politik elektoral atau hiburan. Di sinilah diperlukan komitmen editorial yang kuat untuk menempatkan lingkungan sebagai isu strategis jangka panjang.

Hari Pers Nasional 2026 seharusnya menjadi momentum reflektif bagi insan pers untuk meninjau ulang orientasi pemberitaan. Pers perlu bertanya: sejauh mana media telah berkontribusi dalam membangun kesadaran ekologis publik? Apakah pers telah menjadi bagian dari solusi, atau justru tanpa sadar memperparah kebisingan ruang publik dengan narasi dangkal dan sensasional?

Dalam konteks komunikasi lingkungan, pers idealnya berperan meredam kebisingan tersebut dengan menghadirkan jurnalisme yang mendalam, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang. Pers tidak sekadar melaporkan kerusakan, tetapi juga mengawal proses pemulihan dan keberlanjutan.

Akhirnya, pers hijau bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Di tengah krisis ekologis yang semakin nyata, pers memiliki tanggung jawab historis untuk memastikan bahwa isu lingkungan hidup tetap berada di pusat perhatian publik. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip komunikasi lingkungan dalam praktik jurnalistik, pers dapat menjadi rantai penghubung yang menggerakkan sepeda perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Momentum Hari Pers Nasional 2026 adalah saat yang tepat untuk menegaskan kembali komitmen tersebut: bahwa menjaga lingkungan hidup bukan hanya tugas aktivis atau pemerintah, tetapi juga panggilan etis bagi pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga kepentingan publik. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasimedia massaperspers hijau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Vokal, Teknik dan Penyajian yang Berkualitas dalam Wimbakara Gending Rare di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co