6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
February 3, 2026
in Esai
Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

UANG memang memiliki peran penting dalam dunia politik. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya penentu keterpilihan, bisa dikatakan sebagai cara berpikir cukup menyesatkan. Di era politik elektoral hari ini, saya melihat bagaimana uang kerap dianggap sebagai alat utama untuk membeli suara. Ya, konsekuensinya, biaya politik terbilang jadi mahal. Pun kini  pemilih perlahan diposisikan sebagai objek transaksi, kendatipun biaya politik yang besar itu tetap tidak pernah menjadi jaminan kemenangan. Begitulah ironisnya.

Situasi ini tidak hadir begitu saja. Pemilih menjadi transaksional karena sistem politik yang secara sadar—atau setidaknya dibiarkan—dibangun oleh para politisi sendiri. Ketika yang ditawarkan kepada rakyat hanyalah bantuan sosial dengan segala rupa namanya. Memang seperti wajar politik kita hari ini kehilangan makna dan gagasanya. Padahal, ada jalan lain yang jauh lebih murah, lebih sehat, dan terbukti bisa juga berhasil: integritas dan konsistensi.

Hal inilah saya dengar dan cermati sebagaimana disampaikan Dewa Komang Yudi Astara dalam dialog publik bersama mahasiswa di Kedai Umah Pradja, sebuah kegiatan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja.

Para mahasiswa dan pemuda yang mengikuti dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Di hadapan puluhan mahasiswa, Dewa Komang Yudi, politisi muda dari Desa Tembok Kecamatan Tejakula ini berbagi pengalamannya. Menapaki dunia politik tanpa bergantung pada biaya besar. Ia mengakui bahwa kemenangan politiknya tidak dibangun lewat transaksi uang, melainkan melalui kerja-kerja berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Tembok ketika ia jadi Pemimpin Desa.

Dewa Komang Yudi pertama kali terpilih sebagai Kepala Desa Tembok pada periode 2015–2021, saat usianya baru 29 tahun. Pada periode pertamanya, Desa Tembok berhasil meraih predikat Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Melalui program Intergasi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan jaminan kesehatan desa sebagai Wujud dari Universal Health Coverage (UHC). Bagaimana menjadikan pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah di akses oleh warga desa.

Dengan setia ia juga rajin bertemu dengan warga, menggali dan mencari solusi bersama. Terbukti pada masa Covid 19 Desa Tembok jadi percontohan desa yang mampu melewati masa sulit pandemi dengan programnya yang dekat dan berdampak nyata pada warga.

Kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya mengantarkannya kembali menang mutlak pada periode kedua (2021–2027). Hingga akhirnya, ia mengundurkan diri untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2024.

Meski baru pertama kali maju sebagai calon legislatif, Dewa Komang Yudi mampu meraih suara yang signifikan. Bahkan, ia turut berkontribusi mebawa partainya memperoleh dua kursi dari daerah pemilihan yang hanya menyediakan empat kursi. Pencapaian ini menjadikannya salah satu pendatang baru dengan perolehan suara terbanyak di Buleleng. Semua itu, sekali lagi, bukan karena uang, melainkan karena kepercayaan.

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Menurut Dewa Komang Yudi, integritas jadi adalah fondasi utama yang mampu menggali-tumbuhkan kepercayaan publik. Ia mengingatkan dan mengajak mahasiswa agar selalu berusaha menjaga integritas diri. Integritas ini akan jadi ivestasi yang mempermudah hidup kita tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menyuarakan kegelisahan. “Menyampaikan kritik dan aspirasi tidak cukup dilakukan sekali dua kali, lalu menghilang. Perlu keberlanjutan, bahkan keberanian untuk turun ke jalan, selama dilakukan secara elegan dan konstitusional,” ujarnya.

Integritas dan konsistensi inilah dua bekal “bergizi gratis” yang diyakini mampu mengurangi beban demokrasi yang berbiaya mahal. Sebab, mahalnya biaya demokrasi kini kerap dijadikan dalih untuk mendorong kembali wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung. Padahal, Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan pemilihan yang demokratis. Pertanyaannya, apakah pemilihan tidak langsung melalui DPRD benar-benar lebih demokratis dibanding pemilihan langsung oleh rakyat?

Pembicara dan pengurus HMI Singaraja berfoto dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Pada akhirnya, saya pun percaya dan yakin bahwa politik tidak selalu harus mahal. Ketika karya, integritas, dan konsistensi ditawarkan kepada publik. Kepercayakan akan bisa tumbuh secara organik. Kalau sudah dipercaya, dipilih dalam pemilihan pasti hanya tinggal menunggu waktu. Ya, semoga saja waktu itu akan segera datang. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

Tags: demokrasiHMI Cabang SingarajapemiluPilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Mengenal ‘Babungkilan’ dalam Acara ‘Malajah Sambil Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali VIII

Next Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co