14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
February 3, 2026
in Esai
Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

UANG memang memiliki peran penting dalam dunia politik. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya penentu keterpilihan, bisa dikatakan sebagai cara berpikir cukup menyesatkan. Di era politik elektoral hari ini, saya melihat bagaimana uang kerap dianggap sebagai alat utama untuk membeli suara. Ya, konsekuensinya, biaya politik terbilang jadi mahal. Pun kini  pemilih perlahan diposisikan sebagai objek transaksi, kendatipun biaya politik yang besar itu tetap tidak pernah menjadi jaminan kemenangan. Begitulah ironisnya.

Situasi ini tidak hadir begitu saja. Pemilih menjadi transaksional karena sistem politik yang secara sadar—atau setidaknya dibiarkan—dibangun oleh para politisi sendiri. Ketika yang ditawarkan kepada rakyat hanyalah bantuan sosial dengan segala rupa namanya. Memang seperti wajar politik kita hari ini kehilangan makna dan gagasanya. Padahal, ada jalan lain yang jauh lebih murah, lebih sehat, dan terbukti bisa juga berhasil: integritas dan konsistensi.

Hal inilah saya dengar dan cermati sebagaimana disampaikan Dewa Komang Yudi Astara dalam dialog publik bersama mahasiswa di Kedai Umah Pradja, sebuah kegiatan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja.

Para mahasiswa dan pemuda yang mengikuti dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Di hadapan puluhan mahasiswa, Dewa Komang Yudi, politisi muda dari Desa Tembok Kecamatan Tejakula ini berbagi pengalamannya. Menapaki dunia politik tanpa bergantung pada biaya besar. Ia mengakui bahwa kemenangan politiknya tidak dibangun lewat transaksi uang, melainkan melalui kerja-kerja berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Tembok ketika ia jadi Pemimpin Desa.

Dewa Komang Yudi pertama kali terpilih sebagai Kepala Desa Tembok pada periode 2015–2021, saat usianya baru 29 tahun. Pada periode pertamanya, Desa Tembok berhasil meraih predikat Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Melalui program Intergasi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan jaminan kesehatan desa sebagai Wujud dari Universal Health Coverage (UHC). Bagaimana menjadikan pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah di akses oleh warga desa.

Dengan setia ia juga rajin bertemu dengan warga, menggali dan mencari solusi bersama. Terbukti pada masa Covid 19 Desa Tembok jadi percontohan desa yang mampu melewati masa sulit pandemi dengan programnya yang dekat dan berdampak nyata pada warga.

Kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya mengantarkannya kembali menang mutlak pada periode kedua (2021–2027). Hingga akhirnya, ia mengundurkan diri untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2024.

Meski baru pertama kali maju sebagai calon legislatif, Dewa Komang Yudi mampu meraih suara yang signifikan. Bahkan, ia turut berkontribusi mebawa partainya memperoleh dua kursi dari daerah pemilihan yang hanya menyediakan empat kursi. Pencapaian ini menjadikannya salah satu pendatang baru dengan perolehan suara terbanyak di Buleleng. Semua itu, sekali lagi, bukan karena uang, melainkan karena kepercayaan.

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Menurut Dewa Komang Yudi, integritas jadi adalah fondasi utama yang mampu menggali-tumbuhkan kepercayaan publik. Ia mengingatkan dan mengajak mahasiswa agar selalu berusaha menjaga integritas diri. Integritas ini akan jadi ivestasi yang mempermudah hidup kita tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menyuarakan kegelisahan. “Menyampaikan kritik dan aspirasi tidak cukup dilakukan sekali dua kali, lalu menghilang. Perlu keberlanjutan, bahkan keberanian untuk turun ke jalan, selama dilakukan secara elegan dan konstitusional,” ujarnya.

Integritas dan konsistensi inilah dua bekal “bergizi gratis” yang diyakini mampu mengurangi beban demokrasi yang berbiaya mahal. Sebab, mahalnya biaya demokrasi kini kerap dijadikan dalih untuk mendorong kembali wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung. Padahal, Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan pemilihan yang demokratis. Pertanyaannya, apakah pemilihan tidak langsung melalui DPRD benar-benar lebih demokratis dibanding pemilihan langsung oleh rakyat?

Pembicara dan pengurus HMI Singaraja berfoto dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Pada akhirnya, saya pun percaya dan yakin bahwa politik tidak selalu harus mahal. Ketika karya, integritas, dan konsistensi ditawarkan kepada publik. Kepercayakan akan bisa tumbuh secara organik. Kalau sudah dipercaya, dipilih dalam pemilihan pasti hanya tinggal menunggu waktu. Ya, semoga saja waktu itu akan segera datang. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

Tags: demokrasiHMI Cabang SingarajapemiluPilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Mengenal ‘Babungkilan’ dalam Acara ‘Malajah Sambil Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali VIII

Next Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co