4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Gading Ganesha by Gading Ganesha
February 3, 2026
in Esai
Integritas dan Konsistensi: Bekal Bergizi Gratis untuk Maju Berpolitik

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

UANG memang memiliki peran penting dalam dunia politik. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya penentu keterpilihan, bisa dikatakan sebagai cara berpikir cukup menyesatkan. Di era politik elektoral hari ini, saya melihat bagaimana uang kerap dianggap sebagai alat utama untuk membeli suara. Ya, konsekuensinya, biaya politik terbilang jadi mahal. Pun kini  pemilih perlahan diposisikan sebagai objek transaksi, kendatipun biaya politik yang besar itu tetap tidak pernah menjadi jaminan kemenangan. Begitulah ironisnya.

Situasi ini tidak hadir begitu saja. Pemilih menjadi transaksional karena sistem politik yang secara sadar—atau setidaknya dibiarkan—dibangun oleh para politisi sendiri. Ketika yang ditawarkan kepada rakyat hanyalah bantuan sosial dengan segala rupa namanya. Memang seperti wajar politik kita hari ini kehilangan makna dan gagasanya. Padahal, ada jalan lain yang jauh lebih murah, lebih sehat, dan terbukti bisa juga berhasil: integritas dan konsistensi.

Hal inilah saya dengar dan cermati sebagaimana disampaikan Dewa Komang Yudi Astara dalam dialog publik bersama mahasiswa di Kedai Umah Pradja, sebuah kegiatan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja.

Para mahasiswa dan pemuda yang mengikuti dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Di hadapan puluhan mahasiswa, Dewa Komang Yudi, politisi muda dari Desa Tembok Kecamatan Tejakula ini berbagi pengalamannya. Menapaki dunia politik tanpa bergantung pada biaya besar. Ia mengakui bahwa kemenangan politiknya tidak dibangun lewat transaksi uang, melainkan melalui kerja-kerja berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Desa Tembok ketika ia jadi Pemimpin Desa.

Dewa Komang Yudi pertama kali terpilih sebagai Kepala Desa Tembok pada periode 2015–2021, saat usianya baru 29 tahun. Pada periode pertamanya, Desa Tembok berhasil meraih predikat Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Melalui program Intergasi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan jaminan kesehatan desa sebagai Wujud dari Universal Health Coverage (UHC). Bagaimana menjadikan pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah di akses oleh warga desa.

Dengan setia ia juga rajin bertemu dengan warga, menggali dan mencari solusi bersama. Terbukti pada masa Covid 19 Desa Tembok jadi percontohan desa yang mampu melewati masa sulit pandemi dengan programnya yang dekat dan berdampak nyata pada warga.

Kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya mengantarkannya kembali menang mutlak pada periode kedua (2021–2027). Hingga akhirnya, ia mengundurkan diri untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2024.

Meski baru pertama kali maju sebagai calon legislatif, Dewa Komang Yudi mampu meraih suara yang signifikan. Bahkan, ia turut berkontribusi mebawa partainya memperoleh dua kursi dari daerah pemilihan yang hanya menyediakan empat kursi. Pencapaian ini menjadikannya salah satu pendatang baru dengan perolehan suara terbanyak di Buleleng. Semua itu, sekali lagi, bukan karena uang, melainkan karena kepercayaan.

Dari kanan ke kirir: Gede Ganesha, I Wayan Budiarta, Dewa Komang Yudi dan moderator dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Menurut Dewa Komang Yudi, integritas jadi adalah fondasi utama yang mampu menggali-tumbuhkan kepercayaan publik. Ia mengingatkan dan mengajak mahasiswa agar selalu berusaha menjaga integritas diri. Integritas ini akan jadi ivestasi yang mempermudah hidup kita tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menyuarakan kegelisahan. “Menyampaikan kritik dan aspirasi tidak cukup dilakukan sekali dua kali, lalu menghilang. Perlu keberlanjutan, bahkan keberanian untuk turun ke jalan, selama dilakukan secara elegan dan konstitusional,” ujarnya.

Integritas dan konsistensi inilah dua bekal “bergizi gratis” yang diyakini mampu mengurangi beban demokrasi yang berbiaya mahal. Sebab, mahalnya biaya demokrasi kini kerap dijadikan dalih untuk mendorong kembali wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung. Padahal, Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan pemilihan yang demokratis. Pertanyaannya, apakah pemilihan tidak langsung melalui DPRD benar-benar lebih demokratis dibanding pemilihan langsung oleh rakyat?

Pembicara dan pengurus HMI Singaraja berfoto dalam dialog publik HMI Cabang Singaraja di Kedai Umah Pradja Singaraja

Pada akhirnya, saya pun percaya dan yakin bahwa politik tidak selalu harus mahal. Ketika karya, integritas, dan konsistensi ditawarkan kepada publik. Kepercayakan akan bisa tumbuh secara organik. Kalau sudah dipercaya, dipilih dalam pemilihan pasti hanya tinggal menunggu waktu. Ya, semoga saja waktu itu akan segera datang. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

Tags: demokrasiHMI Cabang SingarajapemiluPilkada
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anak-anak Mengenal ‘Babungkilan’ dalam Acara ‘Malajah Sambil Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali VIII

Next Post

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co