2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yoga Wismantara | Selamat jalan, senja akan turun

Yoga Wismantara by Yoga Wismantara
January 30, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yoga Wismantara | Selamat jalan, senja akan turun

Yoga Wismantara

Selamat jalan, senja akan turun

Setiap saat kita melihat senja
Matamu terus terpana
Suara lembutmu selalu berkata
“Hias tubuhku dengan melati
Sehingga tak ada kesedihan yang menatapku!”

Setiap saat aku melihat senja
Hatiku terus terpana
Memunguti mawar bertaburan
Kuserap semua kasih mawar pada senja hari itu
Senja turun, dan kenangan kan teringat lagi

Kebahagiaan di siang hari
Melalui bayang di malam hari
Semua terasa manis di sisimu, wahai kasih
Permata jatuh saat senja turun
Aku disini membacakan puisi duka

Teruslah bernyanyi dalam mimpiku, wahai kasih

Gagak dan Meja Tulis

Mengapa gagak seperti meja tulis?
Pertanyaan dari sang topi
Jam berdentang
Jawaban merayap di pikiran kosong

Lalu, mengapa gagak seperti meja tulis?
Karena mereka adalah kekosongan
Karena keduanya adalah bayangan
Karena kita semua adalah gagak yang hinggap di meja tulis

Lantas, mengapa gagak seperti meja tulis?
Apakah kau sudah menemukannya?
Apakah kau tidak menemukannya?
Begitu pula denganku

Ranting Pohon

Lihatlah…
Kehidupan kita akan seperti
Sebuah ranting pohon
Yang tersangkut di kabel tiang jalanan

Lihatlah…
Sama seperti dahulu
Ranting ini akan menjadi esok hari…

Angin menggerakkannya perlahan.
Tak ada yang mengira
Tak ada yang melihat
Tak ada yang pernah ada

Aku melihatnya
Aku menangis
Saat permainan kita berakhir
Permainan petak umpet kita
Bisakah kita lakukan di esok hari?

Itu saja
Sampai jumpa besok

Ratuka

Seekor burung gagak
Ia berteduh di pohon rasupa
Yang buahnya berupa lonceng
Warna kelindang.
Diberikannya pada burung ratupa

Di kejauhan, gunung tembaram berubah wajah
Menguap, menjadi ular tangga betina
“Mengapa satu datang dan dua pergi?” tanya gagak
“Karena ia mencari empat.”

Sang pohon berbisik
Lewat daun geritik-nya
Ia berkata
“Tanyakan pada kumbang prahara.”

Komedi Teater

(I)
3… 2… 1…
Pementasan akan segera dimulai
Lima panggung, Lima kisah, tak lebih
Dan jiwa yang malang ini tengah duduk di bangkunya
O, jiwa yang lain bertepuk tangan dengan meriah
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani menepuk tangannya

(II)
Tirai pertama terbuka

Seorang aria, dia duduk di puncak dunia berlandaskan kertas minyak
Tali-tali menjalar, menurunkan empat manusia fana
Saling menutup mata dengan menjulurkan tangan meminta
Saling berputar dengan mulut menunjukan kebahagiaan

Aria itu melambai-lambaikan tangannya
“Impianku hanyalah lautan keringat.”
“Impianku hanyalah lautan keringat.”
Suara surgawi yang indah

“Impianku hanyalah air mata.”
“Impianku hanyalah air mata.”

Empat manusia fana akhirnya terjatuh

Jatuh
Jatuh
Jatuh
Jatuh

Tirai pertama tertutup

O, jiwa yang lain melambaikan tangannya
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani melambaikan tangannya

(III)
Tirai kedua terbuka

Satu pangeran menunggang kuda
Rumpun hijau
burung bernyanyi
mawar melenting

Satu putri yang sedang bersedih
Dia merasakannya, perasaan senang
Senang menjadi bagian dari puisinya

“Aku bersamamu.”
“Aku dampingimu.”
“Jangan menangis lagi.”
O, kata-kata dari pangeran yang baik hati

“Aku memujamu.”
“Aku memujamu.”
Betapa bahagianya sang putri tinggal di fantasinya sendiri

Satu pangeran menunggang kuda, terjatuh
Hujan tak henti
Burung layaknya manusia
Menunjukan sandiwara ini

Kebahagiaan sang putri tadi
Telah berubah menjadi pengetahuan
Karena dia telah mengerti

Pangeran tak ada
Pangeran tak ada

“Siapa pangeranku?”
“Siapa pangeranku?”

Bangkit, berdiri
Mengeluh tak akan bisa
Mengubah apapun

Pangeran berkuda
Pedang berkantong
Pergi berperang

“Akulah rekanku.”
“Akulah keluargaku.”
“Akulah pangeran dan putriku”

Tirai kedua tertutup

O, jiwa yang lain menangis
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani menangis

(IV)
Tirai ketiga terbuka

Seorang badut
Empat cermin
Memantulkan bayangan berbeda

Yang satu menumpahkan air
Yang satu menjatuhkan piala
Yang satu tidak bisa berbicara
Yang satu tidak benar memilih jalan

Tak ada pilihan selain mengulang kejadian itu
Persis, tak pernah belajar

Kertas berhamburan
Dia lihat satu persatu
Mengingatkan dia tak akan pernah benar

Untuknya, cahaya telah gugur
Lihat, mereka menghilang
Hilang selamanya

“Telah kucoba.”
“Telah kucoba.”
Selalu seperti itu

“Apa yang kita harapkan?”

Badut lainnya hadir di panggung
Jadi ia menggenggam tangan badut itu
Tak memperdulikan kertas yang ia injak

Tip tapity tapity tap
Menarikan tarian kemenangan mereka

Nyanyikan lagu kemenangan
Ra, ra-ri-ra, ru-ri-ra-ru
Ra, ru-ri-ru, ri-ra-ru-ra

Pada akhirnya badut itu terjatuh

Tirai ketiga tertutup

O, jiwa yang lain tertawa terbahak-bahak
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani tertawa

(V)
Tirai keempat terbuka

Lampu sorot remang-remang
Dua sosok berdiri
Satu pria
Satu wanita

Tangan terulur
Lalu berhenti
Karena cinta tak mengerti
Bagaimana cara mencintai tanpa melukai

Lalu sang pria berpikir

Dia pasti menjadi alasan mengapa
Bahwa ia kehilangan cahaya
Dan hati yang digenggam
Tak akan bisa bicara

Cinta pasti menjadi alasan mengapa
Dia harus bersandiwara pada sandiwara ini
Yang tak ia tahu
Karena ia tahu

Cahaya mengecil
Dan bayangan saling tumpang tindih
Tidak jelas
Siapa yang mencintai
Siapa yang dicintai

Tirai keempat tertutup

O, jiwa yang lain merasa dicintai
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani mencintai

(VI)
Tirai terakhir terbuka

O, jiwa yang lain tiada
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani untuk sendirian

Berdiri
Badut dengan buket bunga

Bunga gerbera
Bunga tulip
Bunga matahari
Bunga mawar kuning
Bunga Krisan kuning

Ia letakkan buket itu di ujung panggung
Dan tersenyum.

Senyum kebahagiaan?
Senyum kesedihan?
Senyum kepuasan?
Senyum keputusasaan?
Senyum kekonyolan?

Mungkin
Senyum jenaka

.

Penulis: Yoga Wismantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Budaya Ikut-Ikutan

Next Post

Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Yoga Wismantara

Yoga Wismantara

Siswa dari SMK N 3 Singaraja, belajar menulis puisi di Klub Rabu Puisi, Komunitas Mahima. Salah satu dari peserta workshop menulis film yang diadakan oleh Komunitas Singaraja Menonton. Anggota Komunitas Jnana, komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan literasi warga Singaraja.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co