25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yoga Wismantara | Selamat jalan, senja akan turun

Yoga Wismantara by Yoga Wismantara
January 30, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Yoga Wismantara | Selamat jalan, senja akan turun

Yoga Wismantara

Selamat jalan, senja akan turun

Setiap saat kita melihat senja
Matamu terus terpana
Suara lembutmu selalu berkata
“Hias tubuhku dengan melati
Sehingga tak ada kesedihan yang menatapku!”

Setiap saat aku melihat senja
Hatiku terus terpana
Memunguti mawar bertaburan
Kuserap semua kasih mawar pada senja hari itu
Senja turun, dan kenangan kan teringat lagi

Kebahagiaan di siang hari
Melalui bayang di malam hari
Semua terasa manis di sisimu, wahai kasih
Permata jatuh saat senja turun
Aku disini membacakan puisi duka

Teruslah bernyanyi dalam mimpiku, wahai kasih

Gagak dan Meja Tulis

Mengapa gagak seperti meja tulis?
Pertanyaan dari sang topi
Jam berdentang
Jawaban merayap di pikiran kosong

Lalu, mengapa gagak seperti meja tulis?
Karena mereka adalah kekosongan
Karena keduanya adalah bayangan
Karena kita semua adalah gagak yang hinggap di meja tulis

Lantas, mengapa gagak seperti meja tulis?
Apakah kau sudah menemukannya?
Apakah kau tidak menemukannya?
Begitu pula denganku

Ranting Pohon

Lihatlah…
Kehidupan kita akan seperti
Sebuah ranting pohon
Yang tersangkut di kabel tiang jalanan

Lihatlah…
Sama seperti dahulu
Ranting ini akan menjadi esok hari…

Angin menggerakkannya perlahan.
Tak ada yang mengira
Tak ada yang melihat
Tak ada yang pernah ada

Aku melihatnya
Aku menangis
Saat permainan kita berakhir
Permainan petak umpet kita
Bisakah kita lakukan di esok hari?

Itu saja
Sampai jumpa besok

Ratuka

Seekor burung gagak
Ia berteduh di pohon rasupa
Yang buahnya berupa lonceng
Warna kelindang.
Diberikannya pada burung ratupa

Di kejauhan, gunung tembaram berubah wajah
Menguap, menjadi ular tangga betina
“Mengapa satu datang dan dua pergi?” tanya gagak
“Karena ia mencari empat.”

Sang pohon berbisik
Lewat daun geritik-nya
Ia berkata
“Tanyakan pada kumbang prahara.”

Komedi Teater

(I)
3… 2… 1…
Pementasan akan segera dimulai
Lima panggung, Lima kisah, tak lebih
Dan jiwa yang malang ini tengah duduk di bangkunya
O, jiwa yang lain bertepuk tangan dengan meriah
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani menepuk tangannya

(II)
Tirai pertama terbuka

Seorang aria, dia duduk di puncak dunia berlandaskan kertas minyak
Tali-tali menjalar, menurunkan empat manusia fana
Saling menutup mata dengan menjulurkan tangan meminta
Saling berputar dengan mulut menunjukan kebahagiaan

Aria itu melambai-lambaikan tangannya
“Impianku hanyalah lautan keringat.”
“Impianku hanyalah lautan keringat.”
Suara surgawi yang indah

“Impianku hanyalah air mata.”
“Impianku hanyalah air mata.”

Empat manusia fana akhirnya terjatuh

Jatuh
Jatuh
Jatuh
Jatuh

Tirai pertama tertutup

O, jiwa yang lain melambaikan tangannya
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani melambaikan tangannya

(III)
Tirai kedua terbuka

Satu pangeran menunggang kuda
Rumpun hijau
burung bernyanyi
mawar melenting

Satu putri yang sedang bersedih
Dia merasakannya, perasaan senang
Senang menjadi bagian dari puisinya

“Aku bersamamu.”
“Aku dampingimu.”
“Jangan menangis lagi.”
O, kata-kata dari pangeran yang baik hati

“Aku memujamu.”
“Aku memujamu.”
Betapa bahagianya sang putri tinggal di fantasinya sendiri

Satu pangeran menunggang kuda, terjatuh
Hujan tak henti
Burung layaknya manusia
Menunjukan sandiwara ini

Kebahagiaan sang putri tadi
Telah berubah menjadi pengetahuan
Karena dia telah mengerti

Pangeran tak ada
Pangeran tak ada

“Siapa pangeranku?”
“Siapa pangeranku?”

Bangkit, berdiri
Mengeluh tak akan bisa
Mengubah apapun

Pangeran berkuda
Pedang berkantong
Pergi berperang

“Akulah rekanku.”
“Akulah keluargaku.”
“Akulah pangeran dan putriku”

Tirai kedua tertutup

O, jiwa yang lain menangis
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani menangis

(IV)
Tirai ketiga terbuka

Seorang badut
Empat cermin
Memantulkan bayangan berbeda

Yang satu menumpahkan air
Yang satu menjatuhkan piala
Yang satu tidak bisa berbicara
Yang satu tidak benar memilih jalan

Tak ada pilihan selain mengulang kejadian itu
Persis, tak pernah belajar

Kertas berhamburan
Dia lihat satu persatu
Mengingatkan dia tak akan pernah benar

Untuknya, cahaya telah gugur
Lihat, mereka menghilang
Hilang selamanya

“Telah kucoba.”
“Telah kucoba.”
Selalu seperti itu

“Apa yang kita harapkan?”

Badut lainnya hadir di panggung
Jadi ia menggenggam tangan badut itu
Tak memperdulikan kertas yang ia injak

Tip tapity tapity tap
Menarikan tarian kemenangan mereka

Nyanyikan lagu kemenangan
Ra, ra-ri-ra, ru-ri-ra-ru
Ra, ru-ri-ru, ri-ra-ru-ra

Pada akhirnya badut itu terjatuh

Tirai ketiga tertutup

O, jiwa yang lain tertawa terbahak-bahak
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani tertawa

(V)
Tirai keempat terbuka

Lampu sorot remang-remang
Dua sosok berdiri
Satu pria
Satu wanita

Tangan terulur
Lalu berhenti
Karena cinta tak mengerti
Bagaimana cara mencintai tanpa melukai

Lalu sang pria berpikir

Dia pasti menjadi alasan mengapa
Bahwa ia kehilangan cahaya
Dan hati yang digenggam
Tak akan bisa bicara

Cinta pasti menjadi alasan mengapa
Dia harus bersandiwara pada sandiwara ini
Yang tak ia tahu
Karena ia tahu

Cahaya mengecil
Dan bayangan saling tumpang tindih
Tidak jelas
Siapa yang mencintai
Siapa yang dicintai

Tirai keempat tertutup

O, jiwa yang lain merasa dicintai
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani mencintai

(VI)
Tirai terakhir terbuka

O, jiwa yang lain tiada
O, betapa malangnya jiwa kita ini yang tak berani untuk sendirian

Berdiri
Badut dengan buket bunga

Bunga gerbera
Bunga tulip
Bunga matahari
Bunga mawar kuning
Bunga Krisan kuning

Ia letakkan buket itu di ujung panggung
Dan tersenyum.

Senyum kebahagiaan?
Senyum kesedihan?
Senyum kepuasan?
Senyum keputusasaan?
Senyum kekonyolan?

Mungkin
Senyum jenaka

.

Penulis: Yoga Wismantara
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Budaya Ikut-Ikutan

Next Post

Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Yoga Wismantara

Yoga Wismantara

Siswa dari SMK N 3 Singaraja, belajar menulis puisi di Klub Rabu Puisi, Komunitas Mahima. Salah satu dari peserta workshop menulis film yang diadakan oleh Komunitas Singaraja Menonton. Anggota Komunitas Jnana, komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan literasi warga Singaraja.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Langgam Perlawanan | Cerpen Made Bryan Mahararta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co