26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
in Panggung
‘Sihir Putri Pewarna’: Keberanian Teater Media Tepi Menyalakan Sihir di Panggung Perdana

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

SEMUA bisa saja gagal sore itu. Panggung pertama, pemain pemula, dana terbatas, dan nama yang belum dikenal. Namun pada Sabtu, 17 Januari 2026, Teater Media Tepi justru memilih menyalakan api pertamanya di Aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, di hadapan penonton yang memenuhi tempat duduk hingga baris terakhir.

Hari itu adalah Siwaratri, hari suci bagi umat Hindu. Namun aula sekolah justru penuh. Tiket seharga dua puluh ribu rupiah ludes terjual. Aula dipenuhi siswa, alumni, dan orang tua pemain. Antusiasme terasa jujur, seolah semua ingin menjadi saksi kelahiran sesuatu yang baru.

Pementasan itu berjudul ‘Sihir Putri Pewarna’, sebuah operet fantasi yang dipentaskan oleh Teater Media Tepi ─ unit kegiatan ekstrakurikuler teater yang baru berusia setahun. Bagi mereka, pementasan ini adalah permulaan dan sebuah pertaruhan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Begitu lampu meredup, panggung menjelma ‘Daratan Rosea’. Tata cahaya bekerja rapi. Kostum tampil berani, penuh warna dan detail. Musik mengalun tanpa tergesa. Penataan panggung menunjukkan keseriusan yang tak lazim untuk ukuran teater sekolah yang baru memulai.

Bagi ukuran pementasan sekolah, pertunjukan ini terasa utuh. Visual, suara, kostum, dan alur cerita saling menopang, bukan saling berebut perhatian. Bahkan bagi penonton yang belum pernah bersentuhan dengan dunia teater, kisah ini tetap bisa diikuti dan dinikmati.

Sayangnya ada satu kekurangan kecil, yakni akses keluar-masuk pemain yang belum fleksibel karena berasal dari bawah panggung, bukan dari belakang. Namun detail teknis itu nyaris tenggelam oleh pementasan yang apik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Ketika Sutradara Memilih Tak Melihat

Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S., pembina sekaligus penulis naskah dan sutradara, mengambil keputusan tak lazim pada hari pementasan. Ia memilih tidak ikut mengatur dan bahkan tidak menyaksikan pertunjukan dari dekat.

“Saya percayakan semuanya pada mereka. Ini semua adalah keberanian anak-anak Teater Media Tepi,” ujarnya.

Keputusan itu tentu bukan tanpa risiko. Proses latihan berjalan panjang dan melelahkan. Terlebih mayoritas pemain belum memiliki pengalaman teater sebelumnya. “Memoles mereka, sangat menguras tenaga dan waktu,” kata Hasbi Romadhoni.

Namun proses panjang itu berakhir manis. Testimoni penonton datang bertubi-tubi. Banyak penonton yang berharap Teater Media Tepi bisa mementaskan operet serupa secara berkelanjutan.

“Sebagai penulis naskah, saya puas. Sebagai pembina, saya bangga. Yang justru saya khawatirkan sekarang adalah ekspektasi penonton yang semakin berat untuk kami pertahankan,” ucap Hasbi Romadhoni sembari tersenyum.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

‘Sihir Putri Pewarna’ berlatar dunia fiksi bernama Rosea, negeri monarki absolut yang membagi masyarakat ke dalam kelas bangsawan dan rakyat biasa. Bangsawan menguasai sihir, rakyat tidak. Dari ketimpangan inilah konflik bermula.

Tokoh utama, Clara Simeri, anak rakyat biasa tanpa sengaja menemukan percikan api dari reaksi kimia sederhana. Api itu bukan sihir magis, melainkan hasil pengetahuan. Dari sinilah istilah ‘sihir buatan’ atau ‘sihir sintetis’ lahir.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, alur cerita sengaja dibuat linear. Konflik jelas, tokoh antagonis tegas. Penonton diajak menyusuri perebutan kuasa, cinta terlarang, hingga kudeta yang berujung tragis.

“Cerita ini saya padatkan. Sebenarnya naskah aslinya jauh lebih panjang. Banyak adegan ingin saya tambahkan, tapi hampir separuh saya pangkas demi menjaga kenyamanan penonton,” tuturnya.

Pemangkasan itu, meski membuatnya ‘kurang srek’ sebagai penulis, justru menjadikan pementasan lebih fokus dan komunikatif. Operet ini tidak hanya tenggelam dalam dialog, tetapi juga bergerak lincah melalui visual dan musik.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Produksi yang Penuh Cerita

Di balik layar, produksi berjalan penuh dinamika. Masalah biaya menjadi tantangan utama. Operet bukan pertunjukan murah. Kostum, properti, musik, dan latihan intensif membutuhkan dana serta komitmen besar. Latihan kerap berlangsung hingga malam hari, bahkan di masa liburan akhir tahun.

“Ada jemaat (anggota) yang mengaku sering diganggu ‘yang tak kasat mata’ saat latihan malam. Akhirnya kami sepakat tidak lagi latihan terlalu malam,” ujarnya sembari tertawa.

Tak hanya itu, masalah klasik lain pun muncul: sulit mengumpulkan seluruh pemain di bulan kedua latihan. Produksi sempat mundur. Desain pedang harus diulang karena tak sesuai referensi ─ yang semula bergaya Eropa justru menyerupai pedang Asia. Bahkan pada hari pementasan, properti sempat rusak karena terburu-buru.

“Lucunya, anak-anak tidak berani menegur saya. Padahal yang merusak properti itu saya sendiri,” ucapnya terkekeh.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi Ahmad Andre Gunawan selaku asisten sutradara, pementasan ini adalah buah dari tempaan panjang.

“Saya senang sekali. Hasil yang saya tempa untuk diri sendiri dan teman-teman berbuah manis. Saya bangga dengan performa mereka,” katanya.

Sementara itu, Ni Kadek Shantika Tirta Dewi selaku pimpinan produksi, mengaku sempat tak percaya bisa sampai di titik ini.

“Sebagai permulaan, saya rasa ini luar biasa. Saya belajar banyak tentang organisasi, persiapan, dan kerja tim. Lebih dari itu, saya merasakan persaudaraan yang kuat,” ujarnya.

Ia pun turut berharap agar Teater Media Tepi bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan rumah yang hangat ─ tempat berbagi pahit dan manis, serta mendapat dukungan lebih luas ke depan.

Operet ‘Sihir Putri Pewarna’ oleh Teater Media Tepi│Foto: tatkala.co/Dede

Hasbi Romadhoni mengungkapkan, pementasan ini bukan garis akhir. Teater Media Tepi telah menyiapkan langkah lanjutan: tampil di HUT sekolah, kembali mengikuti FLS2N jika dana memungkinkan, serta menjalin jejaring dengan kelompok teater lain yang sejak lama ingin berkenalan.

Ia menyadari, ritme produksi teater kerap mengejutkan para jemaat (anggota) Media Tepi. Capek, lelah, sibuk, dimarahi sutradara dan pimpinan produksi adalah bagian dari proses.

“Kalau sudah berani ikut teater, harus siap ditempa. Tapi teater juga tempat belajar yang nyaman,” katanya.

Teater Media Tepi│Foto: Dok. Hasbi Romadhoni

Sore itu, setelah tepuk tangan reda dan lampu kembali menyala, Aula Kesbam perlahan kosong. Namun sesuatu telah tertinggal: keyakinan bahwa api kecil bisa menyala di mana saja, bahkan di panggung sederhana sebuah sekolah kesehatan.

Dan, seperti Clara Simeri yang menemukan api dari tangannya sendiri, Teater Media Tepi membuktikan satu hal, bahwa sihir pertama selalu lahir dari keberanian untuk mencoba. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: operetseni pertunjukanSMK Kesehatan Bali MedikaTeaterteater sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merespon Isu Interseksionalitas dan Merayakan Keragaman Manusia pada Pameran MANUSIA 4.0: Diver(city)

Next Post

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co