23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SUNDARIGAMA TAK BERŚIWARATRI (?)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 18, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026

Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem Kapitu)? Dari mana sumber ajaran tradisi Śiwaratri?

Tradisi Śiwaratri di Indonesia tidak bersumber dari Sundarigama. Pedomannya adalah lontar lain yaitu Kakawin Śiwaratrikalpa dengan tahun penulisan pada era kerajaan Majapahit. Ada pula lontar khusus berjudul Abrata Śiwaratri pedoman rincinya.

Bagaimana Sundarigama yang tidak mengatur-menjelaskan Śiwaratri adalah gambaran bahwa tradisi Hindu Bali atau Hindu di Nusantara tidak berpedoman tunggal pada satu teks tertulis. Sumber teks rujukan Hindu di Nusantara sangat banyak, baik teks tertulis dan teks lisan yang menjadi tradisi komunitas tertentu, yang semuanya disarikan oleh para leluhur dalam konteks dan lokalitasnya, sebagai tradisi yang bertumbuh dalam praxis.

SUNDARIGAMA BERSUMBER DARI WARIGA GĔMĔT

Setidaknya ada 2 versi tersebar dalam koleksi 3 perpustakaan dan 7 koleksi pribadi (1 di Tabanan, 2 di Denpasar, 2 Karangasem, 3 di  Buleleng) yang telah kami lacak menunjukkan bahwa semuanya memiliki persamaan pembuka yang mengakui bahwa Sundarigama bersumber dari Wariga Gĕmĕt.

Kutipannya dari semua lontar konsisten dan tidak saling bertentangan sebagai berikut:

Aji Sunḍarigama, pakrĕti niŋ kapawitran, pangisi niŋ Wariga Gĕmĕt.

(Ajaran Sundarigama adalah tata cara penyucian diri, yang merupakan ringkasan isi  Wariga Gĕmĕt).

Pacatwan iŋ rāt bhuwana, pangastwaja niŋ astu saŋ hyaŋ

(Perhitungan di dalam alam semesta, sebagai sarana pemujaan untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi).

Pabhukti niŋ wwaŋ mahayu rāga śarīra, hawan ikaŋ panganugraha nira hyaŋ mahāwiśeṣa

(Sesuatu yang dipedomani oleh orang yang merawat raga dan jiwanya, sebagai jalan turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa).

Apa itu Wariga Gĕmĕt?

Hindu di Nusantara mempunyai 2 sistem kalender:

1). Wuku (Pawukon) berdasarkan siklus matematis tetap yang terdiri dari 30 minggu (wuku), di mana setiap satu wuku berlangsung selama 7 hari. Sistem ini murni perhitungan matematis tanpa kaitan langsung dengan posisi benda langit seperti matahari atau bulan, namun nantinya harus saling menyesuaikan dengan Sasih.

2. Sasih berdasarkan pengamatan fase-fase Bulan (Luni-solar). Pergerakan bulan mengelilingi bumi menjadi acuan utama untuk menentukan hari penting seperti Purnama (bulan mati) dan Tilem (bulan baru). Sasih dan Wuku dalam tataran praxis harus saling menyesuaikan dan mempunyai konsensus dalam penyesuaiannya di masing-masing daerah tergantung desa-kala-patra.

Wariga Gĕmĕtadalah teks yang lebih secara mendalam berfokus pada Pawukon. Sebagai turunan dari Wariga Gĕmĕt, Sunḍarigama menyarikan semua isi pokok dari aturan ritual yang dimuat dalam Wariga Gĕmĕt dan menyisihkan berbagai hal penjelasan lainnya yang tidak tekait dengan upakara/ritual. Sehingga Sunḍarigama tampak lebih ramping dan terfokus dibandingkan Wariga Gĕmĕtyang penjelasannya terlalu kompleks. Dalam Wariga Gĕmĕt 30 wuku dan pertemuannya 7 hari dalam se-wuku dijelaskan ala-aya (buruk-baik) hari bersangkutan untuk pertanian, peternakan, perikanan, pernikahan, upakara, menagih hutang, memotong pohon,  dan baik-buruk pindah rumah dan membangun rumah, dan seterusnya, terlalu kompleks dibandingkan Sunḍarigama yang fokus pada upakara atau odalan.

Sunḍarigama bisa dikatakan merupakan versi ringan dari Wariga Gĕmĕt yang berfokus pada jadwal upakara, sehingga memudahkan bagi pembaca awam dalam mempelajari jadwal upakara.

Sebagai teks yang berfokus lebih banyak pada Pawukon dan soft version dari Wariga Gĕmĕt  maka wajar jika Sunḍarigama tidak mengatur Śiwaratri. Pernyataan ini mungkin akan menggundang pertanyaan: Bukankan Sunḍarigama mengatur soal Tawur Kesanga dan Nyepi? Kartika dan Wesaka?

Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan: Dari 12 sasih — Kasa (Srawana), Karo (Bhadrawada), Katiga (Asuji), Kapat (Kartika), Kalima (Margasira), Kanem (Posya), Kapitu (Magha), Kaulu (Phalguna), Kasanga (Cetra), Kadasa (Wesaka), Jiestha, dan Sadha (Asadha) — kenapa Sunḍarigama hanya membahas 3 sasih saja?

Dari 3 sasih yang disebutkan, satu pengaturan sasihnya yaitu Cetra atau Sasih Kesanga, Sunḍarigama memiliki setidaknya 2 versi yang berbeda: Versi (1) dengan jelas menyebutkan Tilem menjadi hari Tawur Kesanga; Versi (2) ada indikasi interpolatif merombak pola instruksi dan menyebutkan Tawur dilakukan sehari sebelum Tilem dan pemajuan Melasti — ada kemungkinan penyalin berniat untuk menyesuaikan agar hasil salinannya bisa diterapkan di wilayah pegunungan yang tidak bisa melaksanakan Melasti dan Tawur sesuai lontar yang ia salin (?). Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bisa sebaliknya? Atau, jangan-jangan versi terawal tanpa pengaturan ritual sasih dan hanya berfokus pada odalan Pawukon, belakanganpenyalin-penyalinnya yang menambahkan teks pengaturan upakara berpedoman Sasih sebagai tambahan teks pembuka Sunḍarigama?

Karena munculnya perbedaan teks dalam Sunḍarigama menjadikan di dalam dirinya terdapat “anomali” dan teks ini diliputi suasana “ketidakkonsistenan” yang berpeluang menjatuhkan otoritas teks Sunḍarigama secara keseluruhan.

Bagi pembacayang ingin mendalami lebih mendalam kompleksitas Pawukon melampaui apa yang disajikan dalam versi Sunḍarigama sebaiknya “naik kelas” dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha. Dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha, akan menjadi jembar alam diwasa Hindu Nusantara. Minimal akan paham ada berbagai pedoman teks Pawukon dan Sasih dengan rincian berbagai odalan dll.yang telah ada sebelum disusun Sunḍarigama, atau berdampingan keberadaannya.

Ada banyak lontar-lontar dalam tradisi Hindu Bali dan Jawa berisi pedoman yang bersifat tuntunan yang tidak jarang berisi petunjuk-petunjuk keagamaan yang bersifat sangat lokal (desa dresta), terutama lontar-lontar yang mengatur perihal upakara dan diwasa odalan atau pujawali parahyangan tertentu. Sebagai contoh; Pura Kahyangan Batur memiliki belasan lontar yang isinya diwasa yang sangat bersifat lokal karena menyangkut aci-aci yang dilaksanakan di jaringan pura-pura di kawasan Batur dan Kintamani. Demikian juga lontar Sundari Terus yang diwarisi di Bromo-Tengger dipakai untuk pedoman lokal masyarakat Hindu Bromo-Tengger. [T]

Tags: baliHari SiwaratrihinduHindu BaliLontar SundarigamaSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan ‘Perjamuan’: Ritus Peresmian Teater Media Tepi, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

FANTASMAGORIE

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
FANTASMAGORIE

FANTASMAGORIE

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co