3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SUNDARIGAMA TAK BERŚIWARATRI (?)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 18, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026

Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem Kapitu)? Dari mana sumber ajaran tradisi Śiwaratri?

Tradisi Śiwaratri di Indonesia tidak bersumber dari Sundarigama. Pedomannya adalah lontar lain yaitu Kakawin Śiwaratrikalpa dengan tahun penulisan pada era kerajaan Majapahit. Ada pula lontar khusus berjudul Abrata Śiwaratri pedoman rincinya.

Bagaimana Sundarigama yang tidak mengatur-menjelaskan Śiwaratri adalah gambaran bahwa tradisi Hindu Bali atau Hindu di Nusantara tidak berpedoman tunggal pada satu teks tertulis. Sumber teks rujukan Hindu di Nusantara sangat banyak, baik teks tertulis dan teks lisan yang menjadi tradisi komunitas tertentu, yang semuanya disarikan oleh para leluhur dalam konteks dan lokalitasnya, sebagai tradisi yang bertumbuh dalam praxis.

SUNDARIGAMA BERSUMBER DARI WARIGA GĔMĔT

Setidaknya ada 2 versi tersebar dalam koleksi 3 perpustakaan dan 7 koleksi pribadi (1 di Tabanan, 2 di Denpasar, 2 Karangasem, 3 di  Buleleng) yang telah kami lacak menunjukkan bahwa semuanya memiliki persamaan pembuka yang mengakui bahwa Sundarigama bersumber dari Wariga Gĕmĕt.

Kutipannya dari semua lontar konsisten dan tidak saling bertentangan sebagai berikut:

Aji Sunḍarigama, pakrĕti niŋ kapawitran, pangisi niŋ Wariga Gĕmĕt.

(Ajaran Sundarigama adalah tata cara penyucian diri, yang merupakan ringkasan isi  Wariga Gĕmĕt).

Pacatwan iŋ rāt bhuwana, pangastwaja niŋ astu saŋ hyaŋ

(Perhitungan di dalam alam semesta, sebagai sarana pemujaan untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi).

Pabhukti niŋ wwaŋ mahayu rāga śarīra, hawan ikaŋ panganugraha nira hyaŋ mahāwiśeṣa

(Sesuatu yang dipedomani oleh orang yang merawat raga dan jiwanya, sebagai jalan turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa).

Apa itu Wariga Gĕmĕt?

Hindu di Nusantara mempunyai 2 sistem kalender:

1). Wuku (Pawukon) berdasarkan siklus matematis tetap yang terdiri dari 30 minggu (wuku), di mana setiap satu wuku berlangsung selama 7 hari. Sistem ini murni perhitungan matematis tanpa kaitan langsung dengan posisi benda langit seperti matahari atau bulan, namun nantinya harus saling menyesuaikan dengan Sasih.

2. Sasih berdasarkan pengamatan fase-fase Bulan (Luni-solar). Pergerakan bulan mengelilingi bumi menjadi acuan utama untuk menentukan hari penting seperti Purnama (bulan mati) dan Tilem (bulan baru). Sasih dan Wuku dalam tataran praxis harus saling menyesuaikan dan mempunyai konsensus dalam penyesuaiannya di masing-masing daerah tergantung desa-kala-patra.

Wariga Gĕmĕtadalah teks yang lebih secara mendalam berfokus pada Pawukon. Sebagai turunan dari Wariga Gĕmĕt, Sunḍarigama menyarikan semua isi pokok dari aturan ritual yang dimuat dalam Wariga Gĕmĕt dan menyisihkan berbagai hal penjelasan lainnya yang tidak tekait dengan upakara/ritual. Sehingga Sunḍarigama tampak lebih ramping dan terfokus dibandingkan Wariga Gĕmĕtyang penjelasannya terlalu kompleks. Dalam Wariga Gĕmĕt 30 wuku dan pertemuannya 7 hari dalam se-wuku dijelaskan ala-aya (buruk-baik) hari bersangkutan untuk pertanian, peternakan, perikanan, pernikahan, upakara, menagih hutang, memotong pohon,  dan baik-buruk pindah rumah dan membangun rumah, dan seterusnya, terlalu kompleks dibandingkan Sunḍarigama yang fokus pada upakara atau odalan.

Sunḍarigama bisa dikatakan merupakan versi ringan dari Wariga Gĕmĕt yang berfokus pada jadwal upakara, sehingga memudahkan bagi pembaca awam dalam mempelajari jadwal upakara.

Sebagai teks yang berfokus lebih banyak pada Pawukon dan soft version dari Wariga Gĕmĕt  maka wajar jika Sunḍarigama tidak mengatur Śiwaratri. Pernyataan ini mungkin akan menggundang pertanyaan: Bukankan Sunḍarigama mengatur soal Tawur Kesanga dan Nyepi? Kartika dan Wesaka?

Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan: Dari 12 sasih — Kasa (Srawana), Karo (Bhadrawada), Katiga (Asuji), Kapat (Kartika), Kalima (Margasira), Kanem (Posya), Kapitu (Magha), Kaulu (Phalguna), Kasanga (Cetra), Kadasa (Wesaka), Jiestha, dan Sadha (Asadha) — kenapa Sunḍarigama hanya membahas 3 sasih saja?

Dari 3 sasih yang disebutkan, satu pengaturan sasihnya yaitu Cetra atau Sasih Kesanga, Sunḍarigama memiliki setidaknya 2 versi yang berbeda: Versi (1) dengan jelas menyebutkan Tilem menjadi hari Tawur Kesanga; Versi (2) ada indikasi interpolatif merombak pola instruksi dan menyebutkan Tawur dilakukan sehari sebelum Tilem dan pemajuan Melasti — ada kemungkinan penyalin berniat untuk menyesuaikan agar hasil salinannya bisa diterapkan di wilayah pegunungan yang tidak bisa melaksanakan Melasti dan Tawur sesuai lontar yang ia salin (?). Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bisa sebaliknya? Atau, jangan-jangan versi terawal tanpa pengaturan ritual sasih dan hanya berfokus pada odalan Pawukon, belakanganpenyalin-penyalinnya yang menambahkan teks pengaturan upakara berpedoman Sasih sebagai tambahan teks pembuka Sunḍarigama?

Karena munculnya perbedaan teks dalam Sunḍarigama menjadikan di dalam dirinya terdapat “anomali” dan teks ini diliputi suasana “ketidakkonsistenan” yang berpeluang menjatuhkan otoritas teks Sunḍarigama secara keseluruhan.

Bagi pembacayang ingin mendalami lebih mendalam kompleksitas Pawukon melampaui apa yang disajikan dalam versi Sunḍarigama sebaiknya “naik kelas” dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha. Dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha, akan menjadi jembar alam diwasa Hindu Nusantara. Minimal akan paham ada berbagai pedoman teks Pawukon dan Sasih dengan rincian berbagai odalan dll.yang telah ada sebelum disusun Sunḍarigama, atau berdampingan keberadaannya.

Ada banyak lontar-lontar dalam tradisi Hindu Bali dan Jawa berisi pedoman yang bersifat tuntunan yang tidak jarang berisi petunjuk-petunjuk keagamaan yang bersifat sangat lokal (desa dresta), terutama lontar-lontar yang mengatur perihal upakara dan diwasa odalan atau pujawali parahyangan tertentu. Sebagai contoh; Pura Kahyangan Batur memiliki belasan lontar yang isinya diwasa yang sangat bersifat lokal karena menyangkut aci-aci yang dilaksanakan di jaringan pura-pura di kawasan Batur dan Kintamani. Demikian juga lontar Sundari Terus yang diwarisi di Bromo-Tengger dipakai untuk pedoman lokal masyarakat Hindu Bromo-Tengger. [T]

Tags: baliHari SiwaratrihinduHindu BaliLontar SundarigamaSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan ‘Perjamuan’: Ritus Peresmian Teater Media Tepi, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

FANTASMAGORIE

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
FANTASMAGORIE

FANTASMAGORIE

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co