25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SUNDARIGAMA TAK BERŚIWARATRI (?)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 18, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026

Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem Kapitu)? Dari mana sumber ajaran tradisi Śiwaratri?

Tradisi Śiwaratri di Indonesia tidak bersumber dari Sundarigama. Pedomannya adalah lontar lain yaitu Kakawin Śiwaratrikalpa dengan tahun penulisan pada era kerajaan Majapahit. Ada pula lontar khusus berjudul Abrata Śiwaratri pedoman rincinya.

Bagaimana Sundarigama yang tidak mengatur-menjelaskan Śiwaratri adalah gambaran bahwa tradisi Hindu Bali atau Hindu di Nusantara tidak berpedoman tunggal pada satu teks tertulis. Sumber teks rujukan Hindu di Nusantara sangat banyak, baik teks tertulis dan teks lisan yang menjadi tradisi komunitas tertentu, yang semuanya disarikan oleh para leluhur dalam konteks dan lokalitasnya, sebagai tradisi yang bertumbuh dalam praxis.

SUNDARIGAMA BERSUMBER DARI WARIGA GĔMĔT

Setidaknya ada 2 versi tersebar dalam koleksi 3 perpustakaan dan 7 koleksi pribadi (1 di Tabanan, 2 di Denpasar, 2 Karangasem, 3 di  Buleleng) yang telah kami lacak menunjukkan bahwa semuanya memiliki persamaan pembuka yang mengakui bahwa Sundarigama bersumber dari Wariga Gĕmĕt.

Kutipannya dari semua lontar konsisten dan tidak saling bertentangan sebagai berikut:

Aji Sunḍarigama, pakrĕti niŋ kapawitran, pangisi niŋ Wariga Gĕmĕt.

(Ajaran Sundarigama adalah tata cara penyucian diri, yang merupakan ringkasan isi  Wariga Gĕmĕt).

Pacatwan iŋ rāt bhuwana, pangastwaja niŋ astu saŋ hyaŋ

(Perhitungan di dalam alam semesta, sebagai sarana pemujaan untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi).

Pabhukti niŋ wwaŋ mahayu rāga śarīra, hawan ikaŋ panganugraha nira hyaŋ mahāwiśeṣa

(Sesuatu yang dipedomani oleh orang yang merawat raga dan jiwanya, sebagai jalan turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa).

Apa itu Wariga Gĕmĕt?

Hindu di Nusantara mempunyai 2 sistem kalender:

1). Wuku (Pawukon) berdasarkan siklus matematis tetap yang terdiri dari 30 minggu (wuku), di mana setiap satu wuku berlangsung selama 7 hari. Sistem ini murni perhitungan matematis tanpa kaitan langsung dengan posisi benda langit seperti matahari atau bulan, namun nantinya harus saling menyesuaikan dengan Sasih.

2. Sasih berdasarkan pengamatan fase-fase Bulan (Luni-solar). Pergerakan bulan mengelilingi bumi menjadi acuan utama untuk menentukan hari penting seperti Purnama (bulan mati) dan Tilem (bulan baru). Sasih dan Wuku dalam tataran praxis harus saling menyesuaikan dan mempunyai konsensus dalam penyesuaiannya di masing-masing daerah tergantung desa-kala-patra.

Wariga Gĕmĕtadalah teks yang lebih secara mendalam berfokus pada Pawukon. Sebagai turunan dari Wariga Gĕmĕt, Sunḍarigama menyarikan semua isi pokok dari aturan ritual yang dimuat dalam Wariga Gĕmĕt dan menyisihkan berbagai hal penjelasan lainnya yang tidak tekait dengan upakara/ritual. Sehingga Sunḍarigama tampak lebih ramping dan terfokus dibandingkan Wariga Gĕmĕtyang penjelasannya terlalu kompleks. Dalam Wariga Gĕmĕt 30 wuku dan pertemuannya 7 hari dalam se-wuku dijelaskan ala-aya (buruk-baik) hari bersangkutan untuk pertanian, peternakan, perikanan, pernikahan, upakara, menagih hutang, memotong pohon,  dan baik-buruk pindah rumah dan membangun rumah, dan seterusnya, terlalu kompleks dibandingkan Sunḍarigama yang fokus pada upakara atau odalan.

Sunḍarigama bisa dikatakan merupakan versi ringan dari Wariga Gĕmĕt yang berfokus pada jadwal upakara, sehingga memudahkan bagi pembaca awam dalam mempelajari jadwal upakara.

Sebagai teks yang berfokus lebih banyak pada Pawukon dan soft version dari Wariga Gĕmĕt  maka wajar jika Sunḍarigama tidak mengatur Śiwaratri. Pernyataan ini mungkin akan menggundang pertanyaan: Bukankan Sunḍarigama mengatur soal Tawur Kesanga dan Nyepi? Kartika dan Wesaka?

Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan: Dari 12 sasih — Kasa (Srawana), Karo (Bhadrawada), Katiga (Asuji), Kapat (Kartika), Kalima (Margasira), Kanem (Posya), Kapitu (Magha), Kaulu (Phalguna), Kasanga (Cetra), Kadasa (Wesaka), Jiestha, dan Sadha (Asadha) — kenapa Sunḍarigama hanya membahas 3 sasih saja?

Dari 3 sasih yang disebutkan, satu pengaturan sasihnya yaitu Cetra atau Sasih Kesanga, Sunḍarigama memiliki setidaknya 2 versi yang berbeda: Versi (1) dengan jelas menyebutkan Tilem menjadi hari Tawur Kesanga; Versi (2) ada indikasi interpolatif merombak pola instruksi dan menyebutkan Tawur dilakukan sehari sebelum Tilem dan pemajuan Melasti — ada kemungkinan penyalin berniat untuk menyesuaikan agar hasil salinannya bisa diterapkan di wilayah pegunungan yang tidak bisa melaksanakan Melasti dan Tawur sesuai lontar yang ia salin (?). Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bisa sebaliknya? Atau, jangan-jangan versi terawal tanpa pengaturan ritual sasih dan hanya berfokus pada odalan Pawukon, belakanganpenyalin-penyalinnya yang menambahkan teks pengaturan upakara berpedoman Sasih sebagai tambahan teks pembuka Sunḍarigama?

Karena munculnya perbedaan teks dalam Sunḍarigama menjadikan di dalam dirinya terdapat “anomali” dan teks ini diliputi suasana “ketidakkonsistenan” yang berpeluang menjatuhkan otoritas teks Sunḍarigama secara keseluruhan.

Bagi pembacayang ingin mendalami lebih mendalam kompleksitas Pawukon melampaui apa yang disajikan dalam versi Sunḍarigama sebaiknya “naik kelas” dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha. Dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha, akan menjadi jembar alam diwasa Hindu Nusantara. Minimal akan paham ada berbagai pedoman teks Pawukon dan Sasih dengan rincian berbagai odalan dll.yang telah ada sebelum disusun Sunḍarigama, atau berdampingan keberadaannya.

Ada banyak lontar-lontar dalam tradisi Hindu Bali dan Jawa berisi pedoman yang bersifat tuntunan yang tidak jarang berisi petunjuk-petunjuk keagamaan yang bersifat sangat lokal (desa dresta), terutama lontar-lontar yang mengatur perihal upakara dan diwasa odalan atau pujawali parahyangan tertentu. Sebagai contoh; Pura Kahyangan Batur memiliki belasan lontar yang isinya diwasa yang sangat bersifat lokal karena menyangkut aci-aci yang dilaksanakan di jaringan pura-pura di kawasan Batur dan Kintamani. Demikian juga lontar Sundari Terus yang diwarisi di Bromo-Tengger dipakai untuk pedoman lokal masyarakat Hindu Bromo-Tengger. [T]

Tags: baliHari SiwaratrihinduHindu BaliLontar SundarigamaSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan ‘Perjamuan’: Ritus Peresmian Teater Media Tepi, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

FANTASMAGORIE

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
FANTASMAGORIE

FANTASMAGORIE

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co