2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SUNDARIGAMA TAK BERŚIWARATRI (?)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 18, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026

Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem Kapitu)? Dari mana sumber ajaran tradisi Śiwaratri?

Tradisi Śiwaratri di Indonesia tidak bersumber dari Sundarigama. Pedomannya adalah lontar lain yaitu Kakawin Śiwaratrikalpa dengan tahun penulisan pada era kerajaan Majapahit. Ada pula lontar khusus berjudul Abrata Śiwaratri pedoman rincinya.

Bagaimana Sundarigama yang tidak mengatur-menjelaskan Śiwaratri adalah gambaran bahwa tradisi Hindu Bali atau Hindu di Nusantara tidak berpedoman tunggal pada satu teks tertulis. Sumber teks rujukan Hindu di Nusantara sangat banyak, baik teks tertulis dan teks lisan yang menjadi tradisi komunitas tertentu, yang semuanya disarikan oleh para leluhur dalam konteks dan lokalitasnya, sebagai tradisi yang bertumbuh dalam praxis.

SUNDARIGAMA BERSUMBER DARI WARIGA GĔMĔT

Setidaknya ada 2 versi tersebar dalam koleksi 3 perpustakaan dan 7 koleksi pribadi (1 di Tabanan, 2 di Denpasar, 2 Karangasem, 3 di  Buleleng) yang telah kami lacak menunjukkan bahwa semuanya memiliki persamaan pembuka yang mengakui bahwa Sundarigama bersumber dari Wariga Gĕmĕt.

Kutipannya dari semua lontar konsisten dan tidak saling bertentangan sebagai berikut:

Aji Sunḍarigama, pakrĕti niŋ kapawitran, pangisi niŋ Wariga Gĕmĕt.

(Ajaran Sundarigama adalah tata cara penyucian diri, yang merupakan ringkasan isi  Wariga Gĕmĕt).

Pacatwan iŋ rāt bhuwana, pangastwaja niŋ astu saŋ hyaŋ

(Perhitungan di dalam alam semesta, sebagai sarana pemujaan untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi).

Pabhukti niŋ wwaŋ mahayu rāga śarīra, hawan ikaŋ panganugraha nira hyaŋ mahāwiśeṣa

(Sesuatu yang dipedomani oleh orang yang merawat raga dan jiwanya, sebagai jalan turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa).

Apa itu Wariga Gĕmĕt?

Hindu di Nusantara mempunyai 2 sistem kalender:

1). Wuku (Pawukon) berdasarkan siklus matematis tetap yang terdiri dari 30 minggu (wuku), di mana setiap satu wuku berlangsung selama 7 hari. Sistem ini murni perhitungan matematis tanpa kaitan langsung dengan posisi benda langit seperti matahari atau bulan, namun nantinya harus saling menyesuaikan dengan Sasih.

2. Sasih berdasarkan pengamatan fase-fase Bulan (Luni-solar). Pergerakan bulan mengelilingi bumi menjadi acuan utama untuk menentukan hari penting seperti Purnama (bulan mati) dan Tilem (bulan baru). Sasih dan Wuku dalam tataran praxis harus saling menyesuaikan dan mempunyai konsensus dalam penyesuaiannya di masing-masing daerah tergantung desa-kala-patra.

Wariga Gĕmĕtadalah teks yang lebih secara mendalam berfokus pada Pawukon. Sebagai turunan dari Wariga Gĕmĕt, Sunḍarigama menyarikan semua isi pokok dari aturan ritual yang dimuat dalam Wariga Gĕmĕt dan menyisihkan berbagai hal penjelasan lainnya yang tidak tekait dengan upakara/ritual. Sehingga Sunḍarigama tampak lebih ramping dan terfokus dibandingkan Wariga Gĕmĕtyang penjelasannya terlalu kompleks. Dalam Wariga Gĕmĕt 30 wuku dan pertemuannya 7 hari dalam se-wuku dijelaskan ala-aya (buruk-baik) hari bersangkutan untuk pertanian, peternakan, perikanan, pernikahan, upakara, menagih hutang, memotong pohon,  dan baik-buruk pindah rumah dan membangun rumah, dan seterusnya, terlalu kompleks dibandingkan Sunḍarigama yang fokus pada upakara atau odalan.

Sunḍarigama bisa dikatakan merupakan versi ringan dari Wariga Gĕmĕt yang berfokus pada jadwal upakara, sehingga memudahkan bagi pembaca awam dalam mempelajari jadwal upakara.

Sebagai teks yang berfokus lebih banyak pada Pawukon dan soft version dari Wariga Gĕmĕt  maka wajar jika Sunḍarigama tidak mengatur Śiwaratri. Pernyataan ini mungkin akan menggundang pertanyaan: Bukankan Sunḍarigama mengatur soal Tawur Kesanga dan Nyepi? Kartika dan Wesaka?

Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan: Dari 12 sasih — Kasa (Srawana), Karo (Bhadrawada), Katiga (Asuji), Kapat (Kartika), Kalima (Margasira), Kanem (Posya), Kapitu (Magha), Kaulu (Phalguna), Kasanga (Cetra), Kadasa (Wesaka), Jiestha, dan Sadha (Asadha) — kenapa Sunḍarigama hanya membahas 3 sasih saja?

Dari 3 sasih yang disebutkan, satu pengaturan sasihnya yaitu Cetra atau Sasih Kesanga, Sunḍarigama memiliki setidaknya 2 versi yang berbeda: Versi (1) dengan jelas menyebutkan Tilem menjadi hari Tawur Kesanga; Versi (2) ada indikasi interpolatif merombak pola instruksi dan menyebutkan Tawur dilakukan sehari sebelum Tilem dan pemajuan Melasti — ada kemungkinan penyalin berniat untuk menyesuaikan agar hasil salinannya bisa diterapkan di wilayah pegunungan yang tidak bisa melaksanakan Melasti dan Tawur sesuai lontar yang ia salin (?). Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bisa sebaliknya? Atau, jangan-jangan versi terawal tanpa pengaturan ritual sasih dan hanya berfokus pada odalan Pawukon, belakanganpenyalin-penyalinnya yang menambahkan teks pengaturan upakara berpedoman Sasih sebagai tambahan teks pembuka Sunḍarigama?

Karena munculnya perbedaan teks dalam Sunḍarigama menjadikan di dalam dirinya terdapat “anomali” dan teks ini diliputi suasana “ketidakkonsistenan” yang berpeluang menjatuhkan otoritas teks Sunḍarigama secara keseluruhan.

Bagi pembacayang ingin mendalami lebih mendalam kompleksitas Pawukon melampaui apa yang disajikan dalam versi Sunḍarigama sebaiknya “naik kelas” dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha. Dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha, akan menjadi jembar alam diwasa Hindu Nusantara. Minimal akan paham ada berbagai pedoman teks Pawukon dan Sasih dengan rincian berbagai odalan dll.yang telah ada sebelum disusun Sunḍarigama, atau berdampingan keberadaannya.

Ada banyak lontar-lontar dalam tradisi Hindu Bali dan Jawa berisi pedoman yang bersifat tuntunan yang tidak jarang berisi petunjuk-petunjuk keagamaan yang bersifat sangat lokal (desa dresta), terutama lontar-lontar yang mengatur perihal upakara dan diwasa odalan atau pujawali parahyangan tertentu. Sebagai contoh; Pura Kahyangan Batur memiliki belasan lontar yang isinya diwasa yang sangat bersifat lokal karena menyangkut aci-aci yang dilaksanakan di jaringan pura-pura di kawasan Batur dan Kintamani. Demikian juga lontar Sundari Terus yang diwarisi di Bromo-Tengger dipakai untuk pedoman lokal masyarakat Hindu Bromo-Tengger. [T]

Tags: baliHari SiwaratrihinduHindu BaliLontar SundarigamaSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan ‘Perjamuan’: Ritus Peresmian Teater Media Tepi, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

FANTASMAGORIE

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
FANTASMAGORIE

FANTASMAGORIE

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co