2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SUNDARIGAMA TAK BERŚIWARATRI (?)

Sugi Lanus by Sugi Lanus
January 18, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, Śiwaratri 2026

Kenapa lontar Sundarigama tidak menguraikan perayaan Malam Śiwa (Śiwaratri) — Caturdaśi Kṛṣṇapakṣa Māghamāsa (Panglong Ping 14 Tilem Kapitu)? Dari mana sumber ajaran tradisi Śiwaratri?

Tradisi Śiwaratri di Indonesia tidak bersumber dari Sundarigama. Pedomannya adalah lontar lain yaitu Kakawin Śiwaratrikalpa dengan tahun penulisan pada era kerajaan Majapahit. Ada pula lontar khusus berjudul Abrata Śiwaratri pedoman rincinya.

Bagaimana Sundarigama yang tidak mengatur-menjelaskan Śiwaratri adalah gambaran bahwa tradisi Hindu Bali atau Hindu di Nusantara tidak berpedoman tunggal pada satu teks tertulis. Sumber teks rujukan Hindu di Nusantara sangat banyak, baik teks tertulis dan teks lisan yang menjadi tradisi komunitas tertentu, yang semuanya disarikan oleh para leluhur dalam konteks dan lokalitasnya, sebagai tradisi yang bertumbuh dalam praxis.

SUNDARIGAMA BERSUMBER DARI WARIGA GĔMĔT

Setidaknya ada 2 versi tersebar dalam koleksi 3 perpustakaan dan 7 koleksi pribadi (1 di Tabanan, 2 di Denpasar, 2 Karangasem, 3 di  Buleleng) yang telah kami lacak menunjukkan bahwa semuanya memiliki persamaan pembuka yang mengakui bahwa Sundarigama bersumber dari Wariga Gĕmĕt.

Kutipannya dari semua lontar konsisten dan tidak saling bertentangan sebagai berikut:

Aji Sunḍarigama, pakrĕti niŋ kapawitran, pangisi niŋ Wariga Gĕmĕt.

(Ajaran Sundarigama adalah tata cara penyucian diri, yang merupakan ringkasan isi  Wariga Gĕmĕt).

Pacatwan iŋ rāt bhuwana, pangastwaja niŋ astu saŋ hyaŋ

(Perhitungan di dalam alam semesta, sebagai sarana pemujaan untuk memohon restu dari Sang Hyang Widhi).

Pabhukti niŋ wwaŋ mahayu rāga śarīra, hawan ikaŋ panganugraha nira hyaŋ mahāwiśeṣa

(Sesuatu yang dipedomani oleh orang yang merawat raga dan jiwanya, sebagai jalan turunnya anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa).

Apa itu Wariga Gĕmĕt?

Hindu di Nusantara mempunyai 2 sistem kalender:

1). Wuku (Pawukon) berdasarkan siklus matematis tetap yang terdiri dari 30 minggu (wuku), di mana setiap satu wuku berlangsung selama 7 hari. Sistem ini murni perhitungan matematis tanpa kaitan langsung dengan posisi benda langit seperti matahari atau bulan, namun nantinya harus saling menyesuaikan dengan Sasih.

2. Sasih berdasarkan pengamatan fase-fase Bulan (Luni-solar). Pergerakan bulan mengelilingi bumi menjadi acuan utama untuk menentukan hari penting seperti Purnama (bulan mati) dan Tilem (bulan baru). Sasih dan Wuku dalam tataran praxis harus saling menyesuaikan dan mempunyai konsensus dalam penyesuaiannya di masing-masing daerah tergantung desa-kala-patra.

Wariga Gĕmĕtadalah teks yang lebih secara mendalam berfokus pada Pawukon. Sebagai turunan dari Wariga Gĕmĕt, Sunḍarigama menyarikan semua isi pokok dari aturan ritual yang dimuat dalam Wariga Gĕmĕt dan menyisihkan berbagai hal penjelasan lainnya yang tidak tekait dengan upakara/ritual. Sehingga Sunḍarigama tampak lebih ramping dan terfokus dibandingkan Wariga Gĕmĕtyang penjelasannya terlalu kompleks. Dalam Wariga Gĕmĕt 30 wuku dan pertemuannya 7 hari dalam se-wuku dijelaskan ala-aya (buruk-baik) hari bersangkutan untuk pertanian, peternakan, perikanan, pernikahan, upakara, menagih hutang, memotong pohon,  dan baik-buruk pindah rumah dan membangun rumah, dan seterusnya, terlalu kompleks dibandingkan Sunḍarigama yang fokus pada upakara atau odalan.

Sunḍarigama bisa dikatakan merupakan versi ringan dari Wariga Gĕmĕt yang berfokus pada jadwal upakara, sehingga memudahkan bagi pembaca awam dalam mempelajari jadwal upakara.

Sebagai teks yang berfokus lebih banyak pada Pawukon dan soft version dari Wariga Gĕmĕt  maka wajar jika Sunḍarigama tidak mengatur Śiwaratri. Pernyataan ini mungkin akan menggundang pertanyaan: Bukankan Sunḍarigama mengatur soal Tawur Kesanga dan Nyepi? Kartika dan Wesaka?

Pertanyaan akan dijawab dengan pertanyaan: Dari 12 sasih — Kasa (Srawana), Karo (Bhadrawada), Katiga (Asuji), Kapat (Kartika), Kalima (Margasira), Kanem (Posya), Kapitu (Magha), Kaulu (Phalguna), Kasanga (Cetra), Kadasa (Wesaka), Jiestha, dan Sadha (Asadha) — kenapa Sunḍarigama hanya membahas 3 sasih saja?

Dari 3 sasih yang disebutkan, satu pengaturan sasihnya yaitu Cetra atau Sasih Kesanga, Sunḍarigama memiliki setidaknya 2 versi yang berbeda: Versi (1) dengan jelas menyebutkan Tilem menjadi hari Tawur Kesanga; Versi (2) ada indikasi interpolatif merombak pola instruksi dan menyebutkan Tawur dilakukan sehari sebelum Tilem dan pemajuan Melasti — ada kemungkinan penyalin berniat untuk menyesuaikan agar hasil salinannya bisa diterapkan di wilayah pegunungan yang tidak bisa melaksanakan Melasti dan Tawur sesuai lontar yang ia salin (?). Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Bisa sebaliknya? Atau, jangan-jangan versi terawal tanpa pengaturan ritual sasih dan hanya berfokus pada odalan Pawukon, belakanganpenyalin-penyalinnya yang menambahkan teks pengaturan upakara berpedoman Sasih sebagai tambahan teks pembuka Sunḍarigama?

Karena munculnya perbedaan teks dalam Sunḍarigama menjadikan di dalam dirinya terdapat “anomali” dan teks ini diliputi suasana “ketidakkonsistenan” yang berpeluang menjatuhkan otoritas teks Sunḍarigama secara keseluruhan.

Bagi pembacayang ingin mendalami lebih mendalam kompleksitas Pawukon melampaui apa yang disajikan dalam versi Sunḍarigama sebaiknya “naik kelas” dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha. Dengan membaca Wariga Gĕmĕt, Sundari Tĕrus, Bahing Sundari, Sundari Bungkah, dan Tutur Bhagawan Gargha, akan menjadi jembar alam diwasa Hindu Nusantara. Minimal akan paham ada berbagai pedoman teks Pawukon dan Sasih dengan rincian berbagai odalan dll.yang telah ada sebelum disusun Sunḍarigama, atau berdampingan keberadaannya.

Ada banyak lontar-lontar dalam tradisi Hindu Bali dan Jawa berisi pedoman yang bersifat tuntunan yang tidak jarang berisi petunjuk-petunjuk keagamaan yang bersifat sangat lokal (desa dresta), terutama lontar-lontar yang mengatur perihal upakara dan diwasa odalan atau pujawali parahyangan tertentu. Sebagai contoh; Pura Kahyangan Batur memiliki belasan lontar yang isinya diwasa yang sangat bersifat lokal karena menyangkut aci-aci yang dilaksanakan di jaringan pura-pura di kawasan Batur dan Kintamani. Demikian juga lontar Sundari Terus yang diwarisi di Bromo-Tengger dipakai untuk pedoman lokal masyarakat Hindu Bromo-Tengger. [T]

Tags: baliHari SiwaratrihinduHindu BaliLontar SundarigamaSiwaratri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan ‘Perjamuan’: Ritus Peresmian Teater Media Tepi, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Next Post

FANTASMAGORIE

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
FANTASMAGORIE

FANTASMAGORIE

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co