6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

Dian Suryantini by Dian Suryantini
January 13, 2026
in Ulas Film
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

Film Anuja | Sumber foto: tangkapan layar dari trailer https://www.anujathefilm.com

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya salah satunya. Saat menontonnya, saya seperti diajak masuk ke dunia yang mungkin sering kita lihat sekilas. Baju-baju murah, tas kain, dan produk fast fashion. Tetapi yang jarang kita pikirkan adalah siapa pekerjanya? Siapa pembuatnya?

Cerita Anuja sederhana dan dekat. Anuja, gadis 9 tahun yang cerdas dan jago matematika, hidup bersama kakaknya, Palak, di Delhi. Mereka yatim piatu dan bekerja di pabrik garmen untuk bertahan hidup. Dari awal, film ini tidak memancing air mata dengan dramatisasi berlebihan. Justru sebaliknya, semuanya terasa datar, realistis, dan itu yang membuatnya menyakitkan. Kita tidak diajak kasihan, tapi diajak melihat.

Konflik utama muncul ketika Anuja mendapat kesempatan mengikuti ujian masuk sekolah berasrama dengan beasiswa penuh. Sebuah peluang langka. Apalagi bagi anak seperti Anuja. Di satu sisi, ada harapan besar untuk mengenyam pendidikan, memiliki masa depan, dan kemungkinan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Tetapi jika kesempata itu diambil, maka ia harus meninggalkan kakaknya, kehilangan penghasilan, dan risiko membuat hidup sang kakak semakin berat.

Yang membuat saya terdiam adalah bagaimana film ini memotret pilihan Anuja. Ini bukan soal otak encer yang mesti sekolah, tetapi soal keputusan besar yang harus diambil oleh seorang anak dengan usia muda.

Anuja tidak hanya memikirkan dirinya, tapi juga Palak, kakaknya. Dan Palak, dengan segala keterbatasannya, justru menjadi figur pengorbanan yang sangat manusiawi. Ia rela mengubur mimpinya sendiri. Bahkan tabungan untuk menikah ia relakan demi adiknya punya masa depan.

Film Anuja | Sumber foto: tangkapan layar dari trailer https://www.anujathefilm.com

Hubungan kakak-adik ini adalah jantung film Anuja. Tidak ada dialog panjang penuh petuah. Yang ada hanya tatapan, diam, dan percakapan kecil. Saya merasa hubungan mereka mencerminkan banyak keluarga di dunia nyata, terutama di negara berkembang.  Anak-anak sering kali tumbuh terlalu cepat karena keadaan. Mereka belajar dewasa sebelum sempat menjadi anak-anak sepenuhnya.

Film ini semakin kuat ketika kita mengaitkannya dengan fakta. Dalam pernyataan sutradaranya, Adam J. Graves, disebutkan bahwa hampir satu dari sepuluh anak di dunia di bawah usia 15 tahun terlibat dalam pekerja anak. Setelah menonton Anuja, angka itu punya wajah, punya suara, dan punya cerita. Kita jadi sadar bahwa pekerja anak bukan hanya tentang kemiskinan, tapi tentang sistem global, tentang rantai pasok, konsumsi berlebihan, dan kenyamanan kita sebagai konsumen.

Pabrik garmen tempat Anuja bekerja terasa sangat familiar. Bukan karena kita pernah ke sana, tapi karena hasilnya ada di lemari kita. Film ini tidak menyalahkan siapa pun secara frontal, tapi diam-diam mengajak kita bercermin. Betapa mudahnya kita membeli pakaian murah tanpa bertanya siapa yang membuatnya? Dalam kondisi apa? Dan tidak mungkin pula kita menanyakan hal semacam itu ketika berbelanja.

Karakter Mr. Verma, sang pemilik pabrik, juga menarik. Ia tidak digambarkan sebagai penjahat hitam-putih. Ia cerdik, manipulatif, dan tahu betul bagaimana memanfaatkan kecerdasan Anuja demi kepentingannya. Ini mencerminkan realitas dunia kerja informal. Anak-anak sering “dilihat potensinya”, tapi bukan untuk dikembangkan, melainkan dieksploitasi. Ancaman halus, janji palsu, dan ketimpangan kuasa terasa sangat dekat.

Yang paling membuat saya gelisah adalah akhir filmnya. Tidak ada jawaban pasti. Tidak ada adegan Anuja masuk ruang ujian atau kembali ke pabrik. Ia hanya berjalan, ragu, di jalanan Delhi. Mr. Mishra menunggu di sekolah. Mr. Verma menunggu di kantor. Dan kita, sebagai penonton, dipaksa ikut menunggu dan merenung. Akhir terbuka ini terasa jujur. Karena di dunia nyata, tidak semua cerita punya resolusi manis.

Di situlah kekuatan Anuja. Film ini tidak menjual harapan kosong, tapi juga tidak tenggelam dalam keputusasaan. Ada momen-momen kecil yang hangat. Anuja dan Palak menonton film, makan jajanan, tertawa. Momen-momen ini mengingatkan saya bahwa anak-anak pekerja tetaplah anak-anak. Mereka tetap ingin bermain, bermimpi, dan bahagia, meski hidup tidak memberi mereka banyak pilihan.

Film Anuja | Sumber foto: tangkapan layar dari trailer https://www.anujathefilm.com

Di film ini, akting Sajda Pathan sebagai Anuja sangat natural. Tidak terasa seperti akting anak, tapi seperti kehidupan yang terekam kamera. Wajar jika ia disebut sebagai kekuatan utama film ini. Mengetahui bahwa banyak pemainnya berasal dari komunitas yang benar-benar mengalami realitas serupa membuat film ini terasa semakin otentik. Saya merekomendasikan Anuja karena film ini penting, relevan, dan manusiawi. Tidak hanya bercerita tentang India, tapi tentang dunia. Tentang anak-anak yang bekerja agar kita bisa hidup nyaman. Tentang pilihan-pilihan mustahil yang dipaksakan oleh kemiskinan.  Dan tentang ikatan keluarga yang sering kali menjadi satu-satunya pegangan. [T]

Penulis: Dian Suryantini
Editor: Adnyana Ole

Tags: filmfilm Indiafilm pendekindia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Pelawatan Barong Bang Masolah’ : Tanggung Jawab Kultural Krama Panyungsung

Next Post

“Cotton Fields”: Masa Silam Abadi dalam Swamp Rock

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails

Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

by Petrus Imam Prawoto Jati
November 7, 2025
0
Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

JAGAT persilatan film Netflix Indonesia sedang agak heboh.  Film “Abadi Nan Jaya” nongol dan langsung melesat ke posisi nomor satu....

Read moreDetails
Next Post
“Cotton Fields”: Masa Silam Abadi dalam Swamp Rock

“Cotton Fields”: Masa Silam Abadi dalam Swamp Rock

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co