23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perkawinan: Glorifikasi, No! Memuliakan, Yes!

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
January 13, 2026
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

Prolog

Belum usai riuhnya isu perselingkuhan mewarnai jagat pemberitaan di media massa dan unggahan di media sosial. Kini, kembali diramaikan tentang adanya unggahan di media sosial yang memberi impresi anjuran nikah muda. Tentu saja, ada pro dan kontra menyikapi hal tersebut.

Ada yang mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang progresif, berfikir out of the box, termasuk memiliki dimensi religi. Sebaliknya, ada yang mengatakan hal tersebut justru sebagai kemunduran, sesat fikir, bahkan gagal dalam memahami konteks religiusitas atas isu tersebut.  Namun semuanya, kedua kutub pemikiran tersebut; kita berbaik sangka untuk berangkat dari pemikiran, bahwa semua diawali dari asumsi kebolehjadian, bahwa opsi yang diambil tentu memiliki benefitnya tersendiri dari sudut pandangnya.

Hal ini tentunya menarik untuk disimak dari perspektif komunikasi keluarga, dan menimbulkan ragam pertanyaan, seperti mengapa orang mau menikah? Lalu, apa yang  harus disiapkan ketika mereka memilih menikah sebagai bagian dari jalan kehidupannya?

Perkawinan: Bukan Sekadar Cinta Belaka

Mari kita mulai yang pertama, mengapa orang menikah? Selain karena ketertarikan secara individual yang kerap dibahasakan sebagai ‘jatuh cinta’, maka ada hal yang juga membuat membuat seseorang memutuskan untuk terikat dalam ikatan perkawinan, yakni mempertimbangkan aspek teologis, aspek legal, dan aspek sosiokultural.

Secara teologis, orang menikah karena dilandasi keyakinan bahwa menikah merupakan bagian dari ibadah, jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, sekaligus menghindari dari hal-hal yang identik dengan salah dan dosa.  Sehingga, melalui perkawinan diharapkan menjadi momen artikulasi rasa kasih sayang sekaligus sarana untuk melanjutkan keturunan yang dilandasi oleh keyakinan atas nilai-nilai religiusitas dan spiritualitas.  Lalu, orang menikah karena berkepentingan pada aspek legal.

Perkawinan diyakini tidak hanya menyatunya dua hati, melainkan juga melekat konsekuensi, seperti status di mata hukum, baik buat pasangan maupun anak-anak yang dilahirkan. Status hukum memberi kenyamanan atas relasi yang terbangun, termasuk berkaitan dengan aset serta layanan administrasi publik yang bisa jadi diterima. 

Kemudian, orang juga menikah karena mencermati nilai yang berlaku secara sosial budaya. Menikah dalam budaya tertentu dianggap sebagai sebuah pencapaian dalam kehidupan, baik bagi keluarga yang menikahkan anaknya, maupun bagi anak yang berencana akan menikah.

Gambaran di atas secara jelas menunjukkan, bahwa perkawinan merupakan sesuatu yang memiliki nilai positif baik dari pandangan keagamaan, hukum, maupun sosial budaya. Sehingga, tidak salah ketika seseorang menikah, maka dia akan dipersepsikan sebagai pribadi yang mampu meletakkan relasi romantiknya dalam bingkai menjalankan aturan agama dan keyakinannya dengan baik, dalam kerangka legal yang diakui negara, sekaligus memenuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat yang meletakkan perkawinan sebagai sebuah nilai tersendiri.

Menyegerakan itu Baik, Memaksakan Diri? Jelas Tidak Baik

Nah, yang menjadi permasalahan adalah ketika perkawinan diglorifikasi sebagai jawaban tunggal dari semua permasalahan, termasuk menjadikannya  suatu tekanan bahkan melabelkan tertentu bernada minor bagi mereka yang belum mengambil keputusan untuk segera menikah.  Menyegerakan perkawinan bagi mereka yang sudah siap dan tak terhalang apa pun adalah sebuah pilihan yang tidak salah.

Namun, mengkampanyekan bahwa yang tidak memilih opsi tersebut sebagai sesuatu yang keliru, justru sebuah kekeliruan. Bila ini sungguh-sungguh terjadi, pada titik inilah, kemuliaan sebuah perkawinan ‘direnggut’ paksa oleh pemikiran yang justru membuat perkawinan kehilangan esensi kebahagiannya.

Mengapa demikian? Menikah membutuhkan kematangan emosional sekaligus kesiapan finansial, di mana setiap orang berbeda situasinya. Menikah juga membutuhkan dukungan moral dari keluarga, di mana untuk hal tersebut setiap orang punya ceritanya masing-masing.  Menikah adalah perjumpaan dua kepribadian yang senantiasa menyelaraskan kepentingan dalam dialektika relasi yang membutuhkan kedewasaan berfikir, kematangan bersikap, dan kalkulasi dalam bertindak. 

Setiap orang berhak punya versinya sendiri dalam mempersiapkan perkawinannya, agar mengurangi setiap resiko kegagalan. Setiap orang punya lini masanya masing-masing untuk memastikan yang akan dijalaninya menjadi momen sepenuh bahagia dengan dinamikanya. Ibarat sebuah etape kehidupan, maka perkawinan bagi masing-masing pasangan memiliki peta jalannya masing-masing, yang tidak bisa disamakan satu sama lain, meskipun tujuannya sama, yakni mencurahkan kasih sayang dalam keintiman dan komitmen yang tak berkesudahan.

Walhasil, bila merujuk pada konsep komunikasi keluarga,  maka perkawinan jelas bukan suatu yang bersifat statis dan final. Perkawinan justru merupakan sebuah proses yang bersifat terus-menerus, dinamis, dan berkelanjutan di mana berbagi peran dan kewenangan, ada dinamika dalam pengambilan keputusan, termasuk konflik yang membutuhkan kecakapan komunikasi yang mumpuni terkait hal tersebut. 

Artinya, perkawinan membutuhkan kesiapan yang tidak bisa digeneralisasi satu sama lain, yang sangat tergantung dari sejauhmana pengetahuan masing-masing pasangan tentang hakikat perkawinan,  sehingga terlebih dahulu saling mengenal, terbuka, dan percaya satu sama lain. 

Atau dengan kata lain, kompleksitas dari suatu perkawinan yang ada, rasanya menjadi tidaklah adil ketika disederhanakan begitu saja. Setiap orang berhak untuk berproses dengan caranya masing-masing sesuai dengan keadaannya. Sehingga, ketika saatnya tiba, maka perkawinan menjadi jalan untuk memuliakan kehidupan, sebagai ikhtiar untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki, baik sebagai manusia maupun hamba-Nya. 

Persiapan yang matang bagi mereka yang akan menjalani perkawinan, merupakan sarana untuk memuliakan dan menghormati institusi perkawinan sebagai ruang untuk berbagi kasih sayang dan penghormatan dengan pasangan yang akan menghabiskan sisa waktu hidupnya bersama, termasuk kelak dengan anak keturunannya.

Epilog

Perkawinan adalah sebuah pilihan yang dijalani dalam mengelola rasa kasih sayang dan kenyamanan dalam sebuah komitmen yang melekat padanya nilai-nilai teologis, legal, dan sosiokultural.  Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang perkawinan, sungguh akan sangat membantu dalam mempersiapkan ikatan suci tersebut sebagai ruang perjumpaan yang membahagiakan.

Memuliakan perkawinan tidaklah menjadikan pasangan suami istri menjadi nirkonflik, melainkan memampukan diri untuk saling terhubung dan senantiasa menghargai perspektif masing-masing,  mendialogkan apa yang dipikirkan dan dirasakan, seraya menyesuaikan diri untuk berbincang dan menyimak apa yang ada di benak dan rasa. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: cintaglorifikasiperkawinansuami istri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘No Viral, No Justice’

Next Post

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca 'Broken Strings' dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co