24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
January 6, 2026
in Esai
In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

I Nyoman Mongol telah berpulang pada Jumat, 2 Januari 2026. Upacara ngaben dilaksanakan Selasa, 6 Januari di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan.

Nama I Nyoman Mongol mungkin kini jarang terdengar dalam percakapan seni Bali kontemporer. Namun bagi dunia arja, tari, dan seni ukir tradisi, ia adalah salah satu seniman wijil—seniman yang tumbuh dari tanah, hidup dari laku keseharian, dan berkarya dalam kesunyian.

Ia bukan bagian dari panggung besar atau institusi resmi, melainkan hadir dalam denyut kehidupan masyarakat adat Bali.

Lahir di Ole pada sekira tahun 1942, I Nyoman Mongol dikenal sebagai seniman alami.

Perjalanan seninya bermula sebagai penari wijil, belajar langsung dari pengalaman kolektif, bukan dari bangku akademik. Dalam dunia arja, pengetahuan semacam ini adalah pengetahuan hidup diwariskan melalui praktik, pengamatan, dan keterlibatan total dalam kehidupan komunal.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Selain sebagai penari, ia juga dikenal sebagai seniman ukir serta pembuat bade atau wadah peraiapan ngaben, lengkap dengan berbagai properti seni dan perlengkapan upacara adat.

Dalam kesehariannya, ia hidup bersama istrinya, Ni Nyoman Mandiri (almarhum), juga seorang seniman tari dan petani. Keduanya menjalani laku kesenian yang sepenuhnya menyatu dengan kerja agraris tanpa sekat antara seni, adat, dan kehidupan sehari-hari.

Pada dekade 1960-an, I Nyoman Mongol aktif dalam komunitas arja Cupak, menghidupi kesenian arja bersama berbagai seka (kelompok). Pada masa yang sama, ia dan istrinya terlibat dalam seka nandur, perkumpulan buruh tani menanam bawang putih dari Desa Marga hingga Senganan, bahkan hingga wilayah tiga kecamatan: Marga, Penebel, dan Baturiti. Mereka berjalan kaki dari ladang ke ladang, bekerja bersama seka-seka tani.

Di sela-sela menanam bawang putih, I Nyoman Mongol kerap menghafal ucapan, gending, serta agem gerak tari wijil, menjadikan ladang sebagai ruang latihan sunyi.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Pada masa itu, bawang putih dari wilayah ini dikenal sangat subur dan bahkan menjadi percontohan. Hasil dari kerja buruh pertanian inilah yang kemudian digunakan untuk membeli properti pertunjukan arja.

Seni, pada titik ini, jelas bertopang pada kerja kolektif rakyat, bukan pada sokongan institusi atau modal besar.

Ni Nyoman Mandri, selain sebagai petani, juga seorang penari. Kesenian adalah napas keluarga ini dihidupi bersama, bukan dipertontonkan sebagai prestise sosial.

Salah satu karya keseharian I Nyoman Mongol yang paling dikenang adalah panggul dari kayu kemuning, dibuat sepenuhnya dengan tangannya sendiri. Panggul-panggul ini kerap digunakan oleh anak-anak dan sanggar, bahkan oleh pelajar ASTI Bali (kini ISI Bali).

Karyanya tidak ditandai nama, tidak dipamerkan, namun terus hidup dalam bunyi dan irama tabuh generasi berikutnya.

Dalam perjalanan hidupnya, ia juga dikenal sebagai pembuat alat permainan judi tradisional “bola adil”, dibuat sepenuhnya dengan tangan tanpa mesin, dengan presisi sisi yang cermat. Alat ini digunakannya untuk mencari nafkah di berbagai odalan di pura, maupun di berbagai tempat sabung ayam, salah satunya di Pura Natar Sari Apuan.

Di sela keramaian pertunjukan tari, ia membawa papan bola adil, namun juga selalu siap ngayah membawa ketungan, kotak perlengkapan tari, serta berbagai properti yang kerap dipinjam orang lain. Tak jarang, properti tersebut tak pernah kembali. Bagi I Nyoman Mongol, kehilangan benda bukanlah persoalan besar yang terpenting seni tetap berjalan.

Dalam pementasan tari, ia kerap berpasangan dengan penari Penasar I Riyuh serta Penasar I Nyoman Santa (Walaka), yang juga dikenal sebagai Ida Sri Empu Daksasamyoga. Hubungan antarseniman ini bukan sekadar kolaborasi panggung, melainkan jaringan hidup tradisi yang terjalin lintas generasi.

Sekitar tahun 1962, seni arja telah mengakar kuat dalam keluarganya, termasuk melalui kakaknya yang juga aktif di dunia arja. Puncak pengabdian keluarga ini pada seni terjadi pada 1990-an, ketika mereka mendirikan Sanggar Burat Wangi, sebuah ruang tumbuh seni arja yang menjadi tempat belajar, berkumpul, dan mewariskan nilai-nilai pertunjukan Bali.

Dari keluarga ini lahir generasi yang melanjutkan seni dalam bentuk yang bertransformasi. I Made Adnyana Ole bergerak di bidang sastra, telah menerbitkan banyak buku dan dikenal sebagai wartawan senior pendiri media tatkala.co. Bersama istrinya, I Kadek Sonia Piscayanti sutradara, seniman teater, penulis, dan akademisi mereka membesarkan anak-anak yang juga aktif berkesenian: Putu Putik Padi, pelajar SMA yang aktif menulis cerpen; Kadek Kayu Hujan, yang juga mewarisi darah seni dan sempat memerankan lakon Kusno (Soekarno kecil) dalam pementasan Rai Srimben di Blitar dan Denpasar.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Lalu I Nyoman Budarsana, penari lulusan ISI Bali, salah satu pendiri Sanggar Burat Wangi, penulis seni dan budaya, serta pengelola media Balih-balihan dan Bali Tourism Now, bersama putranya Amrita Dharma yang menempuh pendidikan film; serta Made Manipuspaka yang mendalami musik di ISI Yogyakarta.

Warisan seni di keluarga ini tidak berhenti, melainkan terus berubah wujud mengikuti zaman.

Seperti banyak seniman tradisi, nama I Nyoman Mongol perlahan menghilang dari ingatan publik. Ia bukan seniman panggung besar, bukan pula figur yang mengejar sorotan. Ia hadir ketika dibutuhkan, berkarya tanpa banyak catatan, dan pergi tanpa gemuruh.

Hari ini, kisah I Nyoman Mongol mengingatkan kita bahwa seni Bali tidak hanya dibangun oleh nama-nama besar, tetapi juga oleh para empu sunyi mereka yang setia menjaga nyala tradisi dalam keseharian, meski akhirnya terlupakan.

Menghidupkan kembali ingatan tentang mereka bukan sekadar nostalgia, melainkan tanggung jawab budaya.[T]

Senganan, 6 Januari 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Jaswanto

Tags: arjaI Nyoman Mongolin memoriamMargaseniman balitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Venezuela dan Kedaulatannya: Hukum Internasional di Persimpangan Jalan?

Next Post

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co