13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
January 6, 2026
in Esai
In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

I Nyoman Mongol telah berpulang pada Jumat, 2 Januari 2026. Upacara ngaben dilaksanakan Selasa, 6 Januari di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan.

Nama I Nyoman Mongol mungkin kini jarang terdengar dalam percakapan seni Bali kontemporer. Namun bagi dunia arja, tari, dan seni ukir tradisi, ia adalah salah satu seniman wijil—seniman yang tumbuh dari tanah, hidup dari laku keseharian, dan berkarya dalam kesunyian.

Ia bukan bagian dari panggung besar atau institusi resmi, melainkan hadir dalam denyut kehidupan masyarakat adat Bali.

Lahir di Ole pada sekira tahun 1942, I Nyoman Mongol dikenal sebagai seniman alami.

Perjalanan seninya bermula sebagai penari wijil, belajar langsung dari pengalaman kolektif, bukan dari bangku akademik. Dalam dunia arja, pengetahuan semacam ini adalah pengetahuan hidup diwariskan melalui praktik, pengamatan, dan keterlibatan total dalam kehidupan komunal.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Selain sebagai penari, ia juga dikenal sebagai seniman ukir serta pembuat bade atau wadah peraiapan ngaben, lengkap dengan berbagai properti seni dan perlengkapan upacara adat.

Dalam kesehariannya, ia hidup bersama istrinya, Ni Nyoman Mandiri (almarhum), juga seorang seniman tari dan petani. Keduanya menjalani laku kesenian yang sepenuhnya menyatu dengan kerja agraris tanpa sekat antara seni, adat, dan kehidupan sehari-hari.

Pada dekade 1960-an, I Nyoman Mongol aktif dalam komunitas arja Cupak, menghidupi kesenian arja bersama berbagai seka (kelompok). Pada masa yang sama, ia dan istrinya terlibat dalam seka nandur, perkumpulan buruh tani menanam bawang putih dari Desa Marga hingga Senganan, bahkan hingga wilayah tiga kecamatan: Marga, Penebel, dan Baturiti. Mereka berjalan kaki dari ladang ke ladang, bekerja bersama seka-seka tani.

Di sela-sela menanam bawang putih, I Nyoman Mongol kerap menghafal ucapan, gending, serta agem gerak tari wijil, menjadikan ladang sebagai ruang latihan sunyi.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Pada masa itu, bawang putih dari wilayah ini dikenal sangat subur dan bahkan menjadi percontohan. Hasil dari kerja buruh pertanian inilah yang kemudian digunakan untuk membeli properti pertunjukan arja.

Seni, pada titik ini, jelas bertopang pada kerja kolektif rakyat, bukan pada sokongan institusi atau modal besar.

Ni Nyoman Mandri, selain sebagai petani, juga seorang penari. Kesenian adalah napas keluarga ini dihidupi bersama, bukan dipertontonkan sebagai prestise sosial.

Salah satu karya keseharian I Nyoman Mongol yang paling dikenang adalah panggul dari kayu kemuning, dibuat sepenuhnya dengan tangannya sendiri. Panggul-panggul ini kerap digunakan oleh anak-anak dan sanggar, bahkan oleh pelajar ASTI Bali (kini ISI Bali).

Karyanya tidak ditandai nama, tidak dipamerkan, namun terus hidup dalam bunyi dan irama tabuh generasi berikutnya.

Dalam perjalanan hidupnya, ia juga dikenal sebagai pembuat alat permainan judi tradisional “bola adil”, dibuat sepenuhnya dengan tangan tanpa mesin, dengan presisi sisi yang cermat. Alat ini digunakannya untuk mencari nafkah di berbagai odalan di pura, maupun di berbagai tempat sabung ayam, salah satunya di Pura Natar Sari Apuan.

Di sela keramaian pertunjukan tari, ia membawa papan bola adil, namun juga selalu siap ngayah membawa ketungan, kotak perlengkapan tari, serta berbagai properti yang kerap dipinjam orang lain. Tak jarang, properti tersebut tak pernah kembali. Bagi I Nyoman Mongol, kehilangan benda bukanlah persoalan besar yang terpenting seni tetap berjalan.

Dalam pementasan tari, ia kerap berpasangan dengan penari Penasar I Riyuh serta Penasar I Nyoman Santa (Walaka), yang juga dikenal sebagai Ida Sri Empu Daksasamyoga. Hubungan antarseniman ini bukan sekadar kolaborasi panggung, melainkan jaringan hidup tradisi yang terjalin lintas generasi.

Sekitar tahun 1962, seni arja telah mengakar kuat dalam keluarganya, termasuk melalui kakaknya yang juga aktif di dunia arja. Puncak pengabdian keluarga ini pada seni terjadi pada 1990-an, ketika mereka mendirikan Sanggar Burat Wangi, sebuah ruang tumbuh seni arja yang menjadi tempat belajar, berkumpul, dan mewariskan nilai-nilai pertunjukan Bali.

Dari keluarga ini lahir generasi yang melanjutkan seni dalam bentuk yang bertransformasi. I Made Adnyana Ole bergerak di bidang sastra, telah menerbitkan banyak buku dan dikenal sebagai wartawan senior pendiri media tatkala.co. Bersama istrinya, I Kadek Sonia Piscayanti sutradara, seniman teater, penulis, dan akademisi mereka membesarkan anak-anak yang juga aktif berkesenian: Putu Putik Padi, pelajar SMA yang aktif menulis cerpen; Kadek Kayu Hujan, yang juga mewarisi darah seni dan sempat memerankan lakon Kusno (Soekarno kecil) dalam pementasan Rai Srimben di Blitar dan Denpasar.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Lalu I Nyoman Budarsana, penari lulusan ISI Bali, salah satu pendiri Sanggar Burat Wangi, penulis seni dan budaya, serta pengelola media Balih-balihan dan Bali Tourism Now, bersama putranya Amrita Dharma yang menempuh pendidikan film; serta Made Manipuspaka yang mendalami musik di ISI Yogyakarta.

Warisan seni di keluarga ini tidak berhenti, melainkan terus berubah wujud mengikuti zaman.

Seperti banyak seniman tradisi, nama I Nyoman Mongol perlahan menghilang dari ingatan publik. Ia bukan seniman panggung besar, bukan pula figur yang mengejar sorotan. Ia hadir ketika dibutuhkan, berkarya tanpa banyak catatan, dan pergi tanpa gemuruh.

Hari ini, kisah I Nyoman Mongol mengingatkan kita bahwa seni Bali tidak hanya dibangun oleh nama-nama besar, tetapi juga oleh para empu sunyi mereka yang setia menjaga nyala tradisi dalam keseharian, meski akhirnya terlupakan.

Menghidupkan kembali ingatan tentang mereka bukan sekadar nostalgia, melainkan tanggung jawab budaya.[T]

Senganan, 6 Januari 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Jaswanto

Tags: arjaI Nyoman Mongolin memoriamMargaseniman balitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Venezuela dan Kedaulatannya: Hukum Internasional di Persimpangan Jalan?

Next Post

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co