2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
January 6, 2026
in Esai
In Memoriam: I Nyoman Mongol, Jejak Sunyi Seniman Arja dari Ole, Marga, Tabanan

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

I Nyoman Mongol telah berpulang pada Jumat, 2 Januari 2026. Upacara ngaben dilaksanakan Selasa, 6 Januari di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan.

Nama I Nyoman Mongol mungkin kini jarang terdengar dalam percakapan seni Bali kontemporer. Namun bagi dunia arja, tari, dan seni ukir tradisi, ia adalah salah satu seniman wijil—seniman yang tumbuh dari tanah, hidup dari laku keseharian, dan berkarya dalam kesunyian.

Ia bukan bagian dari panggung besar atau institusi resmi, melainkan hadir dalam denyut kehidupan masyarakat adat Bali.

Lahir di Ole pada sekira tahun 1942, I Nyoman Mongol dikenal sebagai seniman alami.

Perjalanan seninya bermula sebagai penari wijil, belajar langsung dari pengalaman kolektif, bukan dari bangku akademik. Dalam dunia arja, pengetahuan semacam ini adalah pengetahuan hidup diwariskan melalui praktik, pengamatan, dan keterlibatan total dalam kehidupan komunal.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Selain sebagai penari, ia juga dikenal sebagai seniman ukir serta pembuat bade atau wadah peraiapan ngaben, lengkap dengan berbagai properti seni dan perlengkapan upacara adat.

Dalam kesehariannya, ia hidup bersama istrinya, Ni Nyoman Mandiri (almarhum), juga seorang seniman tari dan petani. Keduanya menjalani laku kesenian yang sepenuhnya menyatu dengan kerja agraris tanpa sekat antara seni, adat, dan kehidupan sehari-hari.

Pada dekade 1960-an, I Nyoman Mongol aktif dalam komunitas arja Cupak, menghidupi kesenian arja bersama berbagai seka (kelompok). Pada masa yang sama, ia dan istrinya terlibat dalam seka nandur, perkumpulan buruh tani menanam bawang putih dari Desa Marga hingga Senganan, bahkan hingga wilayah tiga kecamatan: Marga, Penebel, dan Baturiti. Mereka berjalan kaki dari ladang ke ladang, bekerja bersama seka-seka tani.

Di sela-sela menanam bawang putih, I Nyoman Mongol kerap menghafal ucapan, gending, serta agem gerak tari wijil, menjadikan ladang sebagai ruang latihan sunyi.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Pada masa itu, bawang putih dari wilayah ini dikenal sangat subur dan bahkan menjadi percontohan. Hasil dari kerja buruh pertanian inilah yang kemudian digunakan untuk membeli properti pertunjukan arja.

Seni, pada titik ini, jelas bertopang pada kerja kolektif rakyat, bukan pada sokongan institusi atau modal besar.

Ni Nyoman Mandri, selain sebagai petani, juga seorang penari. Kesenian adalah napas keluarga ini dihidupi bersama, bukan dipertontonkan sebagai prestise sosial.

Salah satu karya keseharian I Nyoman Mongol yang paling dikenang adalah panggul dari kayu kemuning, dibuat sepenuhnya dengan tangannya sendiri. Panggul-panggul ini kerap digunakan oleh anak-anak dan sanggar, bahkan oleh pelajar ASTI Bali (kini ISI Bali).

Karyanya tidak ditandai nama, tidak dipamerkan, namun terus hidup dalam bunyi dan irama tabuh generasi berikutnya.

Dalam perjalanan hidupnya, ia juga dikenal sebagai pembuat alat permainan judi tradisional “bola adil”, dibuat sepenuhnya dengan tangan tanpa mesin, dengan presisi sisi yang cermat. Alat ini digunakannya untuk mencari nafkah di berbagai odalan di pura, maupun di berbagai tempat sabung ayam, salah satunya di Pura Natar Sari Apuan.

Di sela keramaian pertunjukan tari, ia membawa papan bola adil, namun juga selalu siap ngayah membawa ketungan, kotak perlengkapan tari, serta berbagai properti yang kerap dipinjam orang lain. Tak jarang, properti tersebut tak pernah kembali. Bagi I Nyoman Mongol, kehilangan benda bukanlah persoalan besar yang terpenting seni tetap berjalan.

Dalam pementasan tari, ia kerap berpasangan dengan penari Penasar I Riyuh serta Penasar I Nyoman Santa (Walaka), yang juga dikenal sebagai Ida Sri Empu Daksasamyoga. Hubungan antarseniman ini bukan sekadar kolaborasi panggung, melainkan jaringan hidup tradisi yang terjalin lintas generasi.

Sekitar tahun 1962, seni arja telah mengakar kuat dalam keluarganya, termasuk melalui kakaknya yang juga aktif di dunia arja. Puncak pengabdian keluarga ini pada seni terjadi pada 1990-an, ketika mereka mendirikan Sanggar Burat Wangi, sebuah ruang tumbuh seni arja yang menjadi tempat belajar, berkumpul, dan mewariskan nilai-nilai pertunjukan Bali.

Dari keluarga ini lahir generasi yang melanjutkan seni dalam bentuk yang bertransformasi. I Made Adnyana Ole bergerak di bidang sastra, telah menerbitkan banyak buku dan dikenal sebagai wartawan senior pendiri media tatkala.co. Bersama istrinya, I Kadek Sonia Piscayanti sutradara, seniman teater, penulis, dan akademisi mereka membesarkan anak-anak yang juga aktif berkesenian: Putu Putik Padi, pelajar SMA yang aktif menulis cerpen; Kadek Kayu Hujan, yang juga mewarisi darah seni dan sempat memerankan lakon Kusno (Soekarno kecil) dalam pementasan Rai Srimben di Blitar dan Denpasar.

Potret I Nyoman Mongol di masa tuanya | Foto: Amri

Lalu I Nyoman Budarsana, penari lulusan ISI Bali, salah satu pendiri Sanggar Burat Wangi, penulis seni dan budaya, serta pengelola media Balih-balihan dan Bali Tourism Now, bersama putranya Amrita Dharma yang menempuh pendidikan film; serta Made Manipuspaka yang mendalami musik di ISI Yogyakarta.

Warisan seni di keluarga ini tidak berhenti, melainkan terus berubah wujud mengikuti zaman.

Seperti banyak seniman tradisi, nama I Nyoman Mongol perlahan menghilang dari ingatan publik. Ia bukan seniman panggung besar, bukan pula figur yang mengejar sorotan. Ia hadir ketika dibutuhkan, berkarya tanpa banyak catatan, dan pergi tanpa gemuruh.

Hari ini, kisah I Nyoman Mongol mengingatkan kita bahwa seni Bali tidak hanya dibangun oleh nama-nama besar, tetapi juga oleh para empu sunyi mereka yang setia menjaga nyala tradisi dalam keseharian, meski akhirnya terlupakan.

Menghidupkan kembali ingatan tentang mereka bukan sekadar nostalgia, melainkan tanggung jawab budaya.[T]

Senganan, 6 Januari 2026

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Jaswanto

Tags: arjaI Nyoman Mongolin memoriamMargaseniman balitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Venezuela dan Kedaulatannya: Hukum Internasional di Persimpangan Jalan?

Next Post

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Braille, “Nyawa” bagi Disabilitas Tunanetra Tuli di Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co