6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Titip-Menitip Sampah

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
January 5, 2026
in Esai
Titip-Menitip Sampah

Ilustrasi tatkala.co│Dibuat dengan Canva

SEBUAH tempat pembuangan ditutup. Keputusan itu tentu tidak disambut tepuk tangan, apalagi optimisme. Yang muncul justru kegelisahan, keberatan, dan penyesalan yang terasa datang terlambat. Banyak yang menyadari bahwa penutupan ini bukanlah akhir dari persoalan, melainkan awal dari ketidakpastian baru. Sebab sampah tidak ikut berhenti ketika sebuah lokasi ditutup. Ia tetap lahir setiap hari, dari kebiasaan yang tak pernah benar-benar berubah.

Penutupan itu terasa mendadak bagi sebagian orang, dan terasa setengah matang bagi yang lain. Bukan karena gagasan menutupnya keliru, melainkan karena tidak disertai kesiapan yang sepadan. Sistem belum kokoh, perubahan perilaku belum terbentuk, dan alternatif belum benar-benar siap. Dalam kondisi seperti itu, sampah menjadi sesuatu yang harus segera disingkirkan, bukan dikelola dengan tenang dan berjangka panjang. Maka, muncullah praktik yang terdengar sopan, bahkan nyaris santun, yakni menitipkan sampah.

‘Menitipkan’ adalah kata yang akrab dalam kehidupan sosial. Ia mengandung kepercayaan, kesementaraan, dan asumsi bahwa yang dititipkan akan dijaga dengan baik. Namun ketika yang dititipkan adalah sampah, makna itu berubah arah. Sampah bukan barang yang bisa kembali dalam kondisi semula. Ia adalah residu dari konsumsi, yang dampaknya justru membesar ketika berpindah tempat.

Bahkan, wilayah yang menjadi tujuan titipan bukanlah pusat aktivitas paling padat. Ia lebih tenang, lebih hijau, dan selama ini relatif jauh dari bayang-bayang krisis limbah. Justru karena itulah ia dipilih. Ada ruang yang tersedia, ada alam yang masih longgar, dan ada jarak dari pusat perhatian. Dalam logika darurat, semua itu dianggap cukup untuk menampung masalah.

Namun keputusan menitipkan sampah tidak hadir tanpa pertanyaan. Banyak suara mempertanyakan keadilan di baliknya. Mengapa wilayah yang tidak menghasilkan sampah terbesar justru diminta menanggung akibatnya? Mengapa solusi yang diambil selalu berbentuk pemindahan, bukan pengurangan atau pengelolaan yang tepat? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak lahir dari penolakan semata, melainkan dari kesadaran bahwa krisis lingkungan tidak bisa diselesaikan dengan memindahkan jejaknya.

Selama ini, pengelolaan sampah berbasis sumber kerap digaungkan. Sampah seharusnya diselesaikan sedekat mungkin dengan tempat ia dihasilkan. Ia dipilah, dikurangi, dan diolah sejak awal, bukan dikirim jauh untuk ditumpuk di tempat lain. Namun ketika sampah justru diangkut keluar dari wilayah asalnya dan dititipkan ke daerah lain, muncul ironi yang sulit diabaikan. Jika sumbernya tetap sama, dan yang berubah hanya alamat pembuangan, masih pantaskah itu disebut pengelolaan berbasis sumber?

Titip-menitip sampah juga memperlihatkan relasi yang timpang. Ada wilayah yang tumbuh pesat, menjadi pusat pariwisata dan aktivitas ekonomi, sementara wilayah lain diminta berbagi beban atas nama kebersamaan. Kerja sama semacam ini sering dipuji sebagai sikap bijak, tetapi jarang diuji keadilannya. Padahal kebersamaan yang sehat seharusnya dibangun di atas tanggung jawab yang setara, bukan sekadar kesediaan untuk menerima.

Dampak jangka panjang dari titipan ini kerap dikesampingkan. Sampah membawa risiko pencemaran air dan tanah, mengubah kualitas udara, serta menekan ekosistem yang lebih rapuh. Ia juga membawa dampak sosial, mulai dari rasa tidak nyaman, kecemasan, dan potensi konflik yang tumbuh perlahan. Semua itu tidak menghilang hanya karena sampah diberi label ‘sementara’ atau ‘darurat’.

Lebih jauh, praktik ini menyingkap kegagalan kolektif dalam membenahi kebiasaan. Pola lama terus diulang: kumpulkan, angkut, buang. Ketika satu titik buang bermasalah, titik lain dicari. Narasi perubahan terus disuarakan, tetapi tindakan nyata sering tertinggal. Mengurangi produksi sampah, membatasi konsumsi, dan mendisiplinkan pemilahan masih dianggap pekerjaan yang terlalu rumit untuk dilakukan secara konsisten.

Penutupan sebuah tempat pembuangan seharusnya menjadi momentum refleksi. Bukan sekadar tentang ke mana sampah akan dibawa, tetapi bagaimana kebiasaan kita telah membawa ke titik ini. Namun refleksi membutuhkan waktu dan keberanian, sementara sampah menuntut keputusan cepat. Di tengah tekanan itulah, menitipkan menjadi pilihan yang dianggap paling aman.

Sayangnya, pilihan yang terasa aman hari ini bisa menjadi masalah di kemudian hari. Menitip sampah berarti memindahkan rasa tidak nyaman ke ruang lain. Wilayah asal merasa lega, sementara wilayah penerima mulai memikul beban yang tidak sepenuhnya ia ciptakan. Alam, sekali lagi, menjadi pihak yang diasumsikan selalu mampu menampung lebih.

Titip menitip sampah juga mencerminkan cara kita memandang ruang. Ada ruang yang harus dijaga bersih demi citra dan kenyamanan, dan ada ruang yang dianggap cukup jauh untuk menerima sisa-sisa. Padahal lingkungan tidak mengenal batas semacam itu. Kerusakan tidak pernah benar-benar tinggal di satu tempat.

Selama sampah masih diperlakukan sebagai sesuatu yang bisa dipindahkan, bukan dikurangi, krisis hanya akan berganti alamat. Dan selama tanggung jawab masih bisa dititipkan bersama sampah, persoalan itu tidak akan pernah selesai. Pengelolaan berbasis sumber seharusnya berangkat dari keberanian menghadapi apa yang kita hasilkan sendiri, bukan dari upaya menjauhkannya dari pandangan.[T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Tags: SampahTPA
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dialektika Teks Lontar Swamandala dan Sundarigama Dalam Polemik Penentuan Tawur Agung Nyepi di Bali

Next Post

Venezuela dan Kedaulatannya: Hukum Internasional di Persimpangan Jalan?

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Donald Trump Soal Pendidikan Tinggi: Keamanan atau Target Kebencian?

Venezuela dan Kedaulatannya: Hukum Internasional di Persimpangan Jalan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co