24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Neck Deep dan Mengurai ‘December’ ─ Pop-Punk yang Menolak Tenggelam dalam Nostalgia

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 30, 2025
in Ulas Musik
Mengenal Neck Deep dan Mengurai ‘December’ ─ Pop-Punk yang Menolak Tenggelam dalam Nostalgia

Foto: @neckdeepuk

BAGI sebagian penggemar musik alternatif, pop-punk kerap dianggap genre yang terjebak nostalgia pada era awal 2000-an. Namun, kemunculan Neck Deep pada dekade 2010-an membantah anggapan tersebut. Band asal Wrexham, Wales, ini adalah salah satu aktor utama yang menghidupkan kembali pop-punk modern untuk generasi baru sampai saat ini.

Neck Deep terbentuk pada 2012, di era ketika internet menjadi panggung utama bagi band-band baru. Ben Barlow sang vokalis band dan Lloyd Roberts(ex gitaris) memulai semuanya, mereka merekam demo sederhana yang kemudian menyebar cepat di dunia maya. Respons yang mereka terima bukan sekadar pujian, tetapi juga motivasi untuk melanjutkan keseriusan di dunia musik. EP-EP (Extented Play/Mini Album) awal mereka, Rain in July (2012) dan A History of Bad Decisions (2013), menampilkan ciri khas yang menjadi identitas mereka: tempo cepat, chorus mudah diingat, dan lirik yang bercerita tentang patah hati, kegelisahan, dan harapan anak muda. Kejujuran inilah yang membuat mereka diterima, bukan karena gimmick, melainkan karena keberanian untuk jujur.

Seiring waktu, Neck Deep mulai membangun reputasi mereka sebagai band yang mampu menjembatani nostalgia pop-punk awal 2000-an dengan kebutuhan emosional generasi baru. Album kedua mereka, Life’s Not Out to Get You (2015), menjadi titik balik. Album ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi penanda bangkitnya pop-punk modern. Lagu-lagu seperti Can’t Kick Up the Roots dan terutama December menjelma menjadi anthem generasi ─ dinyanyikan massal di konser, dibagikan di media sosial, dan tetap hidup dalam memori kolektif penggemar.

Ben Barlow ─ Neck Deep│Foto: Everblackmedia

Yang membuat Life’s Not Out to Get You istimewa adalah keseimbangan emosionalnya. Album ini agresif tapi optimistis, emosional namun tidak tenggelam dalam keputusasaan. Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat ─ hidup memang keras, tetapi bukan berarti tidak layak diperjuangkan. Neck Deep menunjukkan bahwa pop-punk bisa tetap relevan, bukan hanya melalui romantisasi masa lalu, tetapi lewat kejujuran yang universal dan kontekstual dengan perkembangan zaman.

Perjalanan Neck Deep tidak berhenti sampai di situ. Album The Peace and the Panic (2017) menghadirkan nuansa lebih reflektif, dengan lirik yang menyinggung kecemasan sosial, penerimaan dan harapan, kehilangan dan kesepian, serta realita kehidupan. Eksperimen berlanjut dengan All Distortions Are Intentional (2020), sebuah album konseptual yang menandai keberanian mereka melangkah keluar dari zona nyaman pop-punk konvensional. Meskipun dianggap kurang bagus oleh sebagian penggemar dan kritikus karena adanya perubahan karakter sound dan produksi yang dianggap kurang ‘pop-punk’ dibandingkan album-album mereka sebelumnya. Tetapi, melalui album ini Neck Deep menegaskan satu hal, mereka adalah band yang sadar dan berani akan risiko artistik.

Album terbaru mereka, Neck Deep (2024), menjadi pernyataan sikap sekaligus refleksi kedewasaan. Dalam album tersebut, band ini kembali ke esensi pop-punk ─ enerjik, lugas, dan penuh hook. Perubahan formasi personil beberapa kali juga menegaskan bahwa Neck Deep bukan sekadar kumpulan individu, melainkan entitas kreatif yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.

Neck Deep│Foto: @neckdeepuk

Di tengah dominasi pop, hip-hop, hardcore, dan musik elektronik, Neck Deep tetap relevan. Mereka membuktikan bahwa pop-punk bukan hanya soal nostalgia. Band ini lahir dari internet, tumbuh di panggung lokal, dan akhirnya menjadi musisi global. Kejujuran sederhana dalam lagu-lagunya menjadi kekuatan yang menjaga relevansi mereka. Selama masih ada pendengar yang mencari musik untuk merasa dimengerti, Neck Deep tampaknya belum akan tenggelam.

Di antara semua lagu hits mereka, December menempati posisi yang istimewa. Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi Ben Barlow, yang mengalami patah hati pahit di suatu bulan Desember. Mengutip dari situs Metalnerd.net, Ben Barlow mengakui bahwa lagu ini lahir dari perasaan patah hati ditinggal mantannya, dan secara mental, ia berada dalam kondisi apatis terhadap apa yang terjadi.

“Sebuah pandangan apatis secara mental tentang bagaimana semuanya terjadi, di mana saya pada akhirnya menyalahkan diri sendiri,” kata Ben Barlow tentang proses kreatifnya.

Lagu ini berbeda dari lagu patah hati biasa. Ben Barlow menempatkan dirinya sebagai narator yang terbuka menyingkap seluruh proses emosionalnya, mulai dari kebingungan, penolakan, hingga introspeksi.

Lirik pembukanya:

“Stumbled ’round the block a thousand times / You missed every call that I had tried / So now I’m giving up / A heartbreak in mid December / You don’t give a fuck / You’d never remember me.”

Penggalan lirik tersebut langsung menempatkan pendengar pada pusat rasa sakit itu. Kontras antara bulan Desember, yang identik dengan keceriaan, perayaan, dan reuni keluarga, dengan pengalaman pribadi yang pahit, membuat lagu ini begitu menggetarkan.

Lirik lain seperti pada bagian reff:

“I hope you get your ballroom floor / Your perfect house with rose red doors / I’m the last thing you’d remember / It’s been a long, lonely December / I wish I’d known that less is more / But I was passed out on the floor / And that’s the last thing I remember / It’s been a long, lonely December.”

Penggalan lirik tersebut menunjukkan keikhlasan narator. Meski terluka, ia tetap mengharapkan kebahagiaan bagi mantannya, bahkan jika dirinya dilupakan. Ini bukan kemarahan atau dendam, tetapi penerimaan pahit namun jujur. Secara musikal, December juga berbeda dari pop-punk pada umumnya. Aransemen lagu dibuat lebih lembut dan introspektif dengan musik akustik, menempatkan vokal dan lirik sebagai pusat narasi, sehingga memberi ruang bagi pendengar untuk merenungkan pengalaman mereka sendiri.

Seiring waktu, December berkembang menjadi anthem yang lebih luas daripada kisah pribadi Ben Barlow. Setiap bulan Desember, lagu ini diputar lebih sering di platform musik digital, seolah menjadi “anthem wajib” yang menyentuh pengalaman emosional universal: kesepian saat orang lain bersuka cita, penyesalan atas hubungan yang telah berlalu, dan refleksi diri di penghujung tahun.

Ben Barlow ─ Neck Deep saat tampil di acara Fanatik di Keramas Aero Park, Gianyar (25/11/22)│Foto: Creativedics

 

Lagu December memiliki tiga versi resmi yang masing-masing merepresentasikan lapisan emosional yang berbeda. Versi pertama adalah versi original yang dirilis pada 2015 dalam album Life’s Not Out to Get You. Dengan aransemen akustik sederhana, versi ini terasa sangat personal. Inilah versi yang pertama kali membangun ikatan emosional dengan pendengar dan menjadikan December sebagai lagu refleksi yang kuat, terutama ketika diputar di akhir tahun.

Versi kedua adalah “December (Again)” yang menampilkan Mark Hoppus dari blink-182, menghadirkan dimensi lintas generasi dan memberi legitimasi historis pada lagu ini. Sementara itu, pada versi ketiga Neck Deep berkolaborasi dengan Chris Carrabba dari Dashboard Confessional, membawa nuansa emo yang lebih dalam dan kontemplatif, mempertebal rasa kehilangan yang menjadi inti lagu. Ketiga versi ini tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi, membuat December bertahan sebagai anthem emosional setiap akhir tahun.

Bagi sebagian penggemar Neck Deep, December menjadi soundtrack bagi mereka yang menghadapi bulan yang paling ceria namun sering kali paling sunyi. Dan di sanalah letak kekuatannya, bukan sekadar anthem akhir tahun, tetapi narasi emosional yang menjembatani pengalaman pribadi dan kolektif.

Setelah lebih dari satu dekade berkecimpung di industri musik, Neck Deep membuktikan bahwa pop-punk masih memiliki denyut nadi. Band ini mengingatkan kita bahwa musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga cermin emosional dan komunitas. Mereka membuktikan bahwa jujur terhadap diri sendiri, berbicara tentang kegagalan, harapan, dan patah hati, dapat menjadi cara paling efektif untuk tetap relevan di tengah beragamnya selera musik di masa kini. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: grup musikNeck DeeppunkWales
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

Next Post

Knockin’ on Heaven’s Door: Bayangan Abadi di Ambang Kefanaan

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

Read moreDetails

Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

by Ahmad Sihabudin
April 11, 2026
0
Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

PADA suatu malam yang panjang di jalan raya antarkota, seseorang mungkin tiba-tiba memahami makna sebuah lagu. Di tengah lampu kendaraan...

Read moreDetails

’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

by Ahmad Sihabudin
March 28, 2026
0
’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

Di tengah dunia kontemporer yang serba cepat, gaduh, dan penuh kepastian semu, lagu “Soon” dari grup rock progresif Inggris Yes...

Read moreDetails

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

by Ahmad Sihabudin
March 24, 2026
0
’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana,...

Read moreDetails

‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 21, 2026
0
‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

Ada lagu-lagu yang sekadar lewat di telinga, lalu hilang bersama waktu. Tetapi ada juga lagu yang menetap diam-diam di dalam...

Read moreDetails

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026
0
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

Read moreDetails

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
0
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

Read moreDetails

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails

The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 1, 2026
0
The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan...

Read moreDetails

‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

by Radha Dwi Pradnyani
February 23, 2026
0
‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

“Kenapa baru memberikan bunga ketika orang itu sudah membiru…?” Kalimat ini dilontarkan oleh pacar saya setelah dirinya melewati hari yang...

Read moreDetails
Next Post
Knockin’ on Heaven’s Door: Bayangan Abadi di Ambang Kefanaan

Knockin' on Heaven's Door: Bayangan Abadi di Ambang Kefanaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co