24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
December 26, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

BELAKANGAN santer mengemuka di beranda media sosial kita tentang figur  yang sudah menjalankan ikatan perkawinan relatif cukup lama, tetiba tersiar kabar sedang diambang perceraian. Kita juga pernah disajikan kabar,  ada sosok yang relatif baru menikah, mendadak terdengar sudah mengajukan gugatan atau digugat cerai.  

Kemudian menjadi lebih heboh, karena justru riuh rendah hingar bingar ragam komentar warganet yang turut mengulasnya. Lepas dari itu semua, maka yang sesungguhnya menarik adalah tentang fenomena perpisahan itu sendiri. Mulai dari ada kisah yang seumur jagung menikah, hingga puluhan tahun bersama, tapi kemudian memilih berpisah. Sehingga, menjadi pertanyaan di dalam benak, apakah yang sesungguhnya terjadi?

Bukankah secara konseptual, perkawinan – bila terbentuk dari situasi yang normal alih-alih keterpaksaan – sesungguhnya berangkat dari cinta? Lalu bila bermula dari cinta dan pilihan yang diambil sendiri oleh keduanya, apa yang sesungguhnya melatarbelakangi pada akhirnya memilih opsi tersebut?  Tulisan ini mencoba memahami mengapa terjadinya fenomena tersebut dalam perspektif komunikasi keluarga. Sejauhmana komunikasi dapat berkontribusi untuk memampukan perkawinan menjadi langgeng hingga maut memisahkan

Ruang dan Waktu untuk Komunikasi

Bila merujuk pada Sternberg (1986), maka perkawinan bisa diterjemahkan sebagai puncak dari kesempurnaan cinta, yakni keterpaduan antara hasrat, keintiman, dan komitmen. Kesalingan untuk tertarik secara ragawi, kesediaan untuk saling berbagi, yang dipungkasi dengan kemauan untuk terikat satu sama lain seraya meniadakan kehadiran romansa lain di dalamnya. 

Perkawinan menjadi ruang dan waktu yang melatih kita untuk berkomunikasi dengan pasangan. Segrin & Flora (2019) mengungkapkan, bahwa di dalam perkawinan berlangsung proses keberbagian dalam relasi kuasa dan pengambilan keputusan. Sebagaimana Widjanarko (2025) juga menandaskan, bahwa dibutuhkan adaptasi untuk menyelaraskan diri masing-masing, karena setiap pasangan hakikatnya individu yang berbeda satu sama lain dengan kemungkinan dibesarkan dengan pola asuh serta budaya yang tidak sama.

Artinya, saat seseorang dengan sadar memilih untuk terikat dalam perkawinan dan menjalaninya, dia menyadari bahwa dia akan selalu berada dalam ruang negosiasi ide dan gagasan.  Artinya, terlepas dari potensi besar kegagalan dalam mengarungi bahtera perkawinan, seperti terjadinya perselingkuhan, adanya kekerasan di dalam rumahtangga atau ketidakamanan secara finansial, maka salah satu hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah kemampuan mengelola komunikasi di antara pasangan suami istri. 

Sangat mungkin dari situasi yang mapan, terjadi kebosanan yang memantik tergodanya pasangan untuk beralih ke yang lain. Sangat mungkin dari rumah yang tidak lagi riuh oleh celoteh dan tingkah laku anak – karena mereka sudah di luar kota untuk kuliah, bekerja, atau menikah – terjadi kehampaan emosi.  Termasuk, sangat mungkin  selama dalam kurun waktu yang panjang, terdapat kekecewaan atau sesuatu yang tidak dikemukakan,  dan menjadi ‘meledak’ di kemudian hari. 

Pada konteks ini, ketidakcakapan dalam mengelola komunikasi menjadi faktor yang turut menyumbang terjadinya perpisahan pada perkawinan yang telah dijalani dalam rentang waktu yang lama.  Mengapa demikian? Karena naif sesungguhnya membaca perkawinan sebagai kisah yang melulu romansa. Sungguh sebuah kekeliruan bila melihat perkawinan adalah sesuatu yang statis atas nama ‘ikatan suci yang bahagia selamanya’ .

Hakikat Perkawinan

Hakikatnya perkawinan akan selalu bernuansa dialektis dan dinamis. Dia tumbuh dan berkembang sesuai konteks, merekam kebahagiaan dan kekecewaan secara bersamaan, mendialogkan harapan yang diinginkan dan realitas yang dihadapinya. Perkawinan sejatinya ruang kontestasi ide dan gagasan masing-masing pasangan, yang sama-sama merasionalisasinya atas dasar kebaikan bersama, meskipun realitasnya, setiap pasangan boleh jadi punya penerjemahan yang berbeda untuk memandang apa yang dianggap sebagai kebaikan bersama.

Perkawinan ibarat lari marathon, yang membutuhkan stamina tersendiri dan strategi khusus, untuk menata momentum, kapan dia harus menyelaraskan keinginan pasangan sebagaimana kapan dia harus mengemukakan pandangannya yang berbeda, termasuk bersepakat dalam ketidaksepakatan tanpa terjebak dengan sikap yang agitatif termasuk pasif-agresif.

Kesediaan mengelola ruang-ruang dialogis secara asertif dan konstruktif, dengan mempertimbangkan tradisi serta nilai-nilai yang dianut, sejatinya akan menghasilkan penghormatan dan menguatkan rasa cinta kepada pasangannya. Namun sebaliknya, ketika dikelola dengan nuansa  manipulatif,  maka cepat atau lambat, masing-masing pasangan akan mengalami degradasi afeksi dan penghormatan terhadap pasangan dan insitusi perkawinan yang dijalaninya.

Maka, sesungguhnya terdapat tiga pilar dalam komunikasi pasangan suami-istri yang dapat menjadikan perkawinan sebagai ruang dialektika yang konstruktif dalam bingkai cinta. Pertama, belajar memahami perspektif pasangan, menjadi sangat mendasar dan tidak bisa ditawar-tawar untuk selalu mencoba memahami apa yang menjadi harapan, kecemasan, dan mimpinya tentang perkawinan. Belajar untuk mengerti dan menghayati  dari sudut pandangnya yang sangat mungkin sangat berbeda dengan pasangan.  

Kedua, memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, mengekpresikan kebahagiaan sebagai pasangannya tanpa sungkan seraya senantiasa menyampaikan apa yang ada di dalam benak pikiran dan perasaan secara apa adanya namun dengan memilih diksi yang penuh empati.  Serta ketiga, menghargai setiap momen, mengupayakan sikap dan perilaku yang peduli atas apa yang diupayakan oleh pasangan, sesederhana apa pun itu, sekaligus menghindari ekspresi verbal dan non-verbal yang merendahkan upaya pasangan yang telah memperjuangkan sesuatu, meskipun masih jauh dari apa yang kita inginkan.  

Ketiga pilar ini memberi kesempatan kepada pasangan suami istri untuk meniscayakan perkawinan sebagai ruang dan waktu yang berharga untuk diyakini dapat menjadi pembelajaran dalam hidup dan kehidupan yang membahagiakan.  Memahami perspektif pasangan sesungguhnya cara sederhana untuk memuliakan pasangan. Memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, sejatinya bentuk ringkas dalam menjaga pasangan. Sebagaimana menghargai setiap momen, hakikatnya adalah menerjemahkan masing-masing pasangan adalah refleksi dari kehendak kita akan perkawinan itu sendiri

Tentu saja komunikasi bukanlah panasea, obat mujarab yang langsung menyelesaikan permasalahan dalam hubungan pasangan suami-istri. Kompleksitas problematika perkawinan, terlebih ketika berkaitan dengan kesetiaan, keamanan finansial, interaksi tanpa kekerasan dalam rumah tangga, jelas membutuhkan penanganan yang komprehensif. 

Namun demikian, komunikasi bisa menjadi opsi preventif sebelum terjadinya faktor-faktor pemicu problematika sebagaimana tersebut di atas. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa ditemukan akar permasalahannya, yang kemudian akan dicari solusi yang paling tepat untuk menyelesaikannya.

Relasi pasangan suami-istri sama sekali bukan berarti sama sekali tanpa friksi atau pertengkaran. Hubungan diantara keduanya sangat mungkin diwarnai dan terwarnai dengan perbedaan, mulai dari yang terkesan sepele hingga yang substansial dan essensial adanya. Namun dengan komunikasi, interaksi pasangan suami-istri tidaklah sampai terjebak dengan ketegangan yang meresikokan semua yang telah dibina selama ini, hilang musnah sia-sia semuanya. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasiperkawinansuami istri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Next Post

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co