24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 17, 2025
in Esai
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Situs Gunung Padang | Gambar: Canva

GUNUNG Padang di Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi pusat perhatian publik. Renovasi dan penelitian lanjutan membuka kembali diskursus lama: apakah situs ini sekadar peninggalan megalitik, atau jejak awal kosmologi Nusantara yang kemudian diwarisi oleh peradaban-peradaban setelahnya? Jika kita menanggalkan sensasi dan klaim berlebihan, lalu membacanya dengan kacamata antropologi budaya, arsitektur sakral, dan filologi, Gunung Padang justru menghadirkan pelajaran penting—bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia.

Salah satu cara membaca Gunung Padang yang paling jernih adalah melalui konsep ruang sakral bertingkat, yang dalam tradisi Bali dikenal sebagai Tri Mandala. Menariknya, ketika konsep ini ditelusuri hingga akar bahasa Sansekerta, kita menemukan bahwa istilah yang tepat bukan nista, melainkan kanista.

Tri Mandala dan Akar Sansekertanya

Secara filologis, pembagian ruang sakral dalam tradisi Sanatana Dharma di Nusantara berakar pada tiga istilah Sansekerta:

  1. Kanista / Kaniṣṭha (कनिष्ठ)
    Artinya: paling bawah, paling muda, paling luar.
    Kanista tidak mengandung makna moral negatif. Ia menunjuk pada tahap awal, zona luar, atau ruang transisi dari dunia sekala.
  2. Madya / Madhya (मध्य)
    Artinya: tengah, antara, penghubung.
    Madya adalah ruang peralihan—tempat persiapan, penataan diri, dan proses pendakian menuju kesadaran yang lebih tinggi.
  3. Utama / Uttama (उत्तम)
    Artinya: tertinggi, paling luhur, paling dalam.
    Utama adalah pusat sakral, tempat makna, nilai, dan orientasi kosmik berpuncak.

Dalam praktik lokal Bali, istilah nista sering digunakan untuk zona luar. Namun secara Sansekerta, niṣṭa (निष्ट) bermakna “tercela” atau “jatuh secara moral”, sehingga kurang tepat untuk menyebut ruang yang sejatinya adalah bagian sah dari struktur kesucian. Koreksi terminologis ini penting, karena bahasa membentuk cara berpikir. Yang “luar” bukan hina—ia hanya belum sampai ke pusat.

Gunung Padang sebagai Punden Berundak dan Tri Mandala Purba

Gunung Padang secara fisik adalah punden berundak: bukit dengan teras-teras bertingkat yang semakin ke atas semakin terbatas dan teratur. Pola ini bukan kebetulan. Hampir seluruh budaya megalitik Nusantara mengenal konsep naik—baik secara fisik maupun simbolik.

Jika dibaca melalui Tri Mandala:

  • Kanista Mandala (कनिष्ठ मण्डल)
    Terletak di kaki bukit dan area bawah Gunung Padang.
    Ini adalah ruang transisi dari kehidupan sehari-hari menuju ruang sakral. Di sinilah manusia “menanggalkan” dunia sekala.
  • Madya Mandala (मध्य मण्डल)
    Teras-teras menengah yang berlapis.
    Ruang ini merepresentasikan proses: persiapan ritual, perenungan diri, dan penataan batin.
  • Utama Mandala (उत्तम मण्डल)
    Puncak tertinggi Gunung Padang.
    Area paling terbatas, paling sakral, dan paling simbolik. Di sinilah pusat orientasi kosmik berada.

Pembacaan ini tidak memaksakan kearifan Bali ke masa prasejarah, tetapi menunjukkan kesinambungan pola kesadaran Nusantara. Apa yang di Bali tampil sistematis, di Gunung Padang hadir dalam bentuk purbanya.

Dari Gunung Padang ke Borobudur hingga Bali

Borobudur membagi ruang spiritual dalam Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu—yang secara fungsional sejalan dengan Kanista–Madya–Utama. Pura-pura di Bali menghidupkan Tri Mandala secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Nusantara tidak membangun secara acak, melainkan berlandaskan kosmologi ruang yang konsisten lintas zaman.

Gunung Padang, dalam konteks ini, bukan pesaing Borobudur atau piramida Mesir. Ia adalah aksara awal dari bahasa arsitektur sakral Nusantara—bahasa yang kemudian berkembang, dimatangkan, dan diwariskan.

Pelajaran bagi Bali dan Indonesia Hari Ini

Masalah besar Indonesia hari ini bukan kekurangan simbol budaya, tetapi putusnya penerjemahan nilai ke dalam tindakan nyata. Pancasila dihafalkan, tetapi jarang dihidupi atau dilakono dalam keseharian. Padahal, jika kita membaca Gunung Padang melalui Tri Mandala, kita menemukan logika etis yang sejalan dengan Pancasila.

  • Kanista mengajarkan penghormatan pada tahap awal: rakyat kecil, pinggiran, dan proses dasar kehidupan.
    → Sejalan dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial.
  • Madya mengajarkan transisi, dialog, dan musyawarah.
    → Sejalan dengan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
  • Utama mengajarkan orientasi pada nilai tertinggi, bukan sekadar kekuasaan.
    → Sejalan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bali, yang masih mempraktikkan Tri Mandala dalam tata ruang dan adat, memberi contoh bahwa nilai luhur hanya hidup jika diwujudkan dalam sistem, bukan sekadar wacana. Indonesia secara keseluruhan dapat belajar dari ini: budaya tidak dilestarikan lewat slogan, tetapi lewat pola hidup, tata ruang, kebijakan, dan keberpihakan nyata.

Gunung Padang mengingatkan kita bahwa leluhur Nusantara tidak berpikir sederhana. Mereka memahami ruang sebagai jalan kesadaran—dari luar ke dalam, dari kanista ke utama. Ketika hari ini Pancasila terasa hampa di tataran aksi, mungkin karena kita melompati proses: ingin langsung ke “utama”, tanpa membenahi “kanista” dan “madya”.

Melestarikan budaya Nusantara bukan berarti memuja masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kearifan luhurnya dalam tindakan hari ini. Gunung Padang berdiri diam, tetapi pesannya jelas: peradaban besar selalu dibangun bertahap—dengan kesadaran, keteraturan, dan hormat pada nilai, yang senantiasa mengingatkan kita akan Sang diri Sejati yang ada di dalam diri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: CianjurGunung PadangJawa Baratsitus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Next Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co