28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 17, 2025
in Esai
Gunung Padang, Tri Mandala, dan Ingatan Kosmologis Nusantara

Situs Gunung Padang | Gambar: Canva

GUNUNG Padang di Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi pusat perhatian publik. Renovasi dan penelitian lanjutan membuka kembali diskursus lama: apakah situs ini sekadar peninggalan megalitik, atau jejak awal kosmologi Nusantara yang kemudian diwarisi oleh peradaban-peradaban setelahnya? Jika kita menanggalkan sensasi dan klaim berlebihan, lalu membacanya dengan kacamata antropologi budaya, arsitektur sakral, dan filologi, Gunung Padang justru menghadirkan pelajaran penting—bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia.

Salah satu cara membaca Gunung Padang yang paling jernih adalah melalui konsep ruang sakral bertingkat, yang dalam tradisi Bali dikenal sebagai Tri Mandala. Menariknya, ketika konsep ini ditelusuri hingga akar bahasa Sansekerta, kita menemukan bahwa istilah yang tepat bukan nista, melainkan kanista.

Tri Mandala dan Akar Sansekertanya

Secara filologis, pembagian ruang sakral dalam tradisi Sanatana Dharma di Nusantara berakar pada tiga istilah Sansekerta:

  1. Kanista / Kaniṣṭha (कनिष्ठ)
    Artinya: paling bawah, paling muda, paling luar.
    Kanista tidak mengandung makna moral negatif. Ia menunjuk pada tahap awal, zona luar, atau ruang transisi dari dunia sekala.
  2. Madya / Madhya (मध्य)
    Artinya: tengah, antara, penghubung.
    Madya adalah ruang peralihan—tempat persiapan, penataan diri, dan proses pendakian menuju kesadaran yang lebih tinggi.
  3. Utama / Uttama (उत्तम)
    Artinya: tertinggi, paling luhur, paling dalam.
    Utama adalah pusat sakral, tempat makna, nilai, dan orientasi kosmik berpuncak.

Dalam praktik lokal Bali, istilah nista sering digunakan untuk zona luar. Namun secara Sansekerta, niṣṭa (निष्ट) bermakna “tercela” atau “jatuh secara moral”, sehingga kurang tepat untuk menyebut ruang yang sejatinya adalah bagian sah dari struktur kesucian. Koreksi terminologis ini penting, karena bahasa membentuk cara berpikir. Yang “luar” bukan hina—ia hanya belum sampai ke pusat.

Gunung Padang sebagai Punden Berundak dan Tri Mandala Purba

Gunung Padang secara fisik adalah punden berundak: bukit dengan teras-teras bertingkat yang semakin ke atas semakin terbatas dan teratur. Pola ini bukan kebetulan. Hampir seluruh budaya megalitik Nusantara mengenal konsep naik—baik secara fisik maupun simbolik.

Jika dibaca melalui Tri Mandala:

  • Kanista Mandala (कनिष्ठ मण्डल)
    Terletak di kaki bukit dan area bawah Gunung Padang.
    Ini adalah ruang transisi dari kehidupan sehari-hari menuju ruang sakral. Di sinilah manusia “menanggalkan” dunia sekala.
  • Madya Mandala (मध्य मण्डल)
    Teras-teras menengah yang berlapis.
    Ruang ini merepresentasikan proses: persiapan ritual, perenungan diri, dan penataan batin.
  • Utama Mandala (उत्तम मण्डल)
    Puncak tertinggi Gunung Padang.
    Area paling terbatas, paling sakral, dan paling simbolik. Di sinilah pusat orientasi kosmik berada.

Pembacaan ini tidak memaksakan kearifan Bali ke masa prasejarah, tetapi menunjukkan kesinambungan pola kesadaran Nusantara. Apa yang di Bali tampil sistematis, di Gunung Padang hadir dalam bentuk purbanya.

Dari Gunung Padang ke Borobudur hingga Bali

Borobudur membagi ruang spiritual dalam Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu—yang secara fungsional sejalan dengan Kanista–Madya–Utama. Pura-pura di Bali menghidupkan Tri Mandala secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Nusantara tidak membangun secara acak, melainkan berlandaskan kosmologi ruang yang konsisten lintas zaman.

Gunung Padang, dalam konteks ini, bukan pesaing Borobudur atau piramida Mesir. Ia adalah aksara awal dari bahasa arsitektur sakral Nusantara—bahasa yang kemudian berkembang, dimatangkan, dan diwariskan.

Pelajaran bagi Bali dan Indonesia Hari Ini

Masalah besar Indonesia hari ini bukan kekurangan simbol budaya, tetapi putusnya penerjemahan nilai ke dalam tindakan nyata. Pancasila dihafalkan, tetapi jarang dihidupi atau dilakono dalam keseharian. Padahal, jika kita membaca Gunung Padang melalui Tri Mandala, kita menemukan logika etis yang sejalan dengan Pancasila.

  • Kanista mengajarkan penghormatan pada tahap awal: rakyat kecil, pinggiran, dan proses dasar kehidupan.
    → Sejalan dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab dan Keadilan sosial.
  • Madya mengajarkan transisi, dialog, dan musyawarah.
    → Sejalan dengan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
  • Utama mengajarkan orientasi pada nilai tertinggi, bukan sekadar kekuasaan.
    → Sejalan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bali, yang masih mempraktikkan Tri Mandala dalam tata ruang dan adat, memberi contoh bahwa nilai luhur hanya hidup jika diwujudkan dalam sistem, bukan sekadar wacana. Indonesia secara keseluruhan dapat belajar dari ini: budaya tidak dilestarikan lewat slogan, tetapi lewat pola hidup, tata ruang, kebijakan, dan keberpihakan nyata.

Gunung Padang mengingatkan kita bahwa leluhur Nusantara tidak berpikir sederhana. Mereka memahami ruang sebagai jalan kesadaran—dari luar ke dalam, dari kanista ke utama. Ketika hari ini Pancasila terasa hampa di tataran aksi, mungkin karena kita melompati proses: ingin langsung ke “utama”, tanpa membenahi “kanista” dan “madya”.

Melestarikan budaya Nusantara bukan berarti memuja masa lalu, melainkan menghidupkan kembali kearifan luhurnya dalam tindakan hari ini. Gunung Padang berdiri diam, tetapi pesannya jelas: peradaban besar selalu dibangun bertahap—dengan kesadaran, keteraturan, dan hormat pada nilai, yang senantiasa mengingatkan kita akan Sang diri Sejati yang ada di dalam diri. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: CianjurGunung PadangJawa Baratsitus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Ngerebeg Matiti Suara’: Jejak Kesakralan yang Terus Dihidupkan di Desa Blahkiuh

Next Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails
Next Post
Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co