JEDA semester selalu menjadi napas baru di tengah padatnya rutinitas belajar. Ia memberi ruang bagi siswa untuk melepaskan ketegangan, membangun relasi, dan menemukan sisi lain dari diri mereka melalui kegiatan yang tidak dijumpai di dalam kelas. Di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), jeda ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk sejenak meninggalkan kesibukan akademik dan menikmati dinamika aktivitas yang lebih santai namun tetap bermakna.
Sedari Selasa, 2 Desember 2025, seluruh siswa kelas X dari empat jurusan: Keperawatan & Caregiving (KC), Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, serta Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), mengikuti rangkaian jeda semester yang telah disiapkan untuk mengisi waktu pasca ujian akhir semester ganjil. Jeda kali ini hanya diikuti oleh kelas X karena kelas XI sedang menjalani program Kesjar (Kesbam Mengajar), sementara kelas XII sedang melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Kendati demikian, antusiasme siswa tidak surut sedikit pun.


Hari pertama dimulai dengan pengisian materi oleh LPK, semua siswa mengikuti dengan khidmat dan saksama. Pada hari itu pula, panitia memberikan pengarahan mengenai lomba-lomba yang akan digelar. Penjelasan teknis, aturan permainan, hingga pembagian urutan tampil dilakukan dalam suasana akrab. Banyak siswa yang sebelumnya ragu untuk ikut serta, tapi banyak pula yang akhirnya memutuskan mencoba.
Keesokan harinya, Rabu, 3 Desember 2025, sekolah dipenuhi sorak-sorai khas kompetisi. Lomba-lomba ketangkasan digelar untuk menguji kelincahan, strategi, dan kekompakan antarkelas. Salah satunya lomba mengeluarkan bola dengan sumpit, permainan yang menuntut fokus dan ketangkasan. Selain itu ada pula lomba bola kardus yang memancing tawa dan semangat karena melibatkan kecepatan berpikir dan kerja sama. Meski sederhana, kedua lomba ini membuat lapangan sekolah terasa hidup. Pada hari itu, kelas X KC 4 berhasil menjadi juara pada lomba mengeluarkan bola dengan sumpit, sementara X FKK 1 berhasil memenangkan lomba bola kardus.

Hari ketiga, Kamis, 4 Desember 2025, menghadirkan suasana yang berbeda. Jika hari sebelumnya diwarnai adu ketangkasan, hari ini menjadi ruang bagi siswa mengekspresikan bakat seni yang selama ini mungkin tidak banyak terlihat di kelas. Lomba Menyanyi Pop Solo menjadi ajang yang paling menarik perhatian. Peserta tampil dengan percaya diri, membawakan lagu-lagu pilihan yang mencerminkan karakter masing-masing. Penonton menyimak dengan antusias, memberi dukungan tanpa memandang jurusan atau kelas. Di akhir perlombaan, X KC 2 meraih juara pertama, diikuti X KC 4 sebagai juara kedua, dan X FKK 2 sebagai juara ketiga. Selain itu, lomba senam kreasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga mencuri perhatian. Gerakan dinamis dan kreasi koreografi membuat suasana kian meriah. Pada kategori ini, X FKK 1 meraih juara pertama, disusul X KC 1 sebagai juara kedua, dan X KC 3 sebagai juara ketiga.
Semangat yang terasa sejak hari pertama terus terjaga hingga kegiatan penutup. Jeda semester pada Jumat, 5 Desember 2025, memasuki hari terakhir rangkaiannya. Hari itu diawali dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Seluruh siswa kelas X bergotong-royong membersihkan halaman dan berbagai sudut sekolah. Kegiatan ini seolah menjadi penyeimbang setelah tiga hari penuh kompetisi. Siswa bekerja sambil bercanda, menikmati momen kebersamaan yang jarang mereka miliki dalam rutinitas belajar.


Seusai bersih-bersih, panitia menggelar acara penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Ns. Ni Putu Dewi Ariestini, S.Kep. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan nonton bareng. Menjadi penanda berakhirnya empat hari penuh kebersamaan itu.
Kegiatan jeda semester ganjil tahun ini meninggalkan kesan tersendiri bagi siswa maupun guru. Wakil Ketua Panitia, Putu Dihari Purnama, siswa kelas X dari jurusan Keperawatan & Caregiving (KC) mengatakan, “Walaupun pesertanya hanya dari kelas X, suasananya tetap seru. Kami belajar bekerja sama dan saling mendukung antarkelas. Persiapannya cukup singkat, tetapi semua berjalan lancar berkat kerja sama panitia dan dukungan guru-guru,” ujarnya.



Salah satu guru yang menjadi juri Lomba Menyanyi Pop Solo, Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd., juga melihat banyak potensi baru bermunculan selama kegiatan berlangsung. “Anak-anak tampil dengan percaya diri dan menunjukkan bakat yang luar biasa. Saya melihat banyak potensi yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam bidang seni. Yang terpenting, mereka menikmati prosesnya,” kata Muncul, sapaan akrabnya.
Guru lainnya, I Kadek Adi Kanadiarta, S.T., menyoroti nilai lain yang muncul dari kegiatan ini. Menurutnya, jeda semester bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sarana melatih kreativitas dan kekompakan.
“Saya bangga melihat antusiasme siswa, terlebih dalam lomba-lomba ketangkasan yang membutuhkan kerja sama dan strategi,” ungkapnya.
Empat hari kegiatan ini mungkin tidak panjang, tetapi cukup untuk menghadirkan dinamika yang berbeda. Bagi sebagian siswa kelas X SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar, jeda semester ganjil tahun ini bukan hanya waktu istirahat, melainkan kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Sebuah jeda yang bukan sekadar berhenti sejenak, tetapi menghidupkan kembali semangat di tengah perjalanan belajar mereka. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole



























