24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 5, 2025
in Khas
Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Salah satu kelompok saat mempresentasikan produknya kepada kelompok lain│Foto: Agus Suardiana Putra

LIBUR Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya menjadi waktu para siswa beristirahat bersama keluarga. Namun hari itu, Rabu 26 November 2025, saya justru menyaksikan pemandangan berbeda di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (KESBAM). Suasana pagi berubah menjadi energi yang penuh antusias dari siswa kelas 11. Mereka datang bukan dengan wajah lelah karena libur terpotong, melainkan dengan semangat yang membuat saya ikut berdebar. Ruang-ruang kelas jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), hingga Keperawatan & Caregiving (KC) berubah menjadi ruang pameran yang ramai dan menggembirakan.

Hari itu adalah puncak ujian akhir semester (ujian blok) mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (sebelumnya dikenal PKWU). Setelah melewati berbagai pembelajaran, mereka kini menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang, analisis, dan wujudkan. Sebagai guru pengampu, saya merasa bangga melihat bagaimana mata pelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini benar-benar menjelma menjadi karya nyata.

Sistem Blok yang Mengubah Iklim Belajar

Di KESBAM, kami menerapkan sistem blok ─ sebuah pendekatan yang membuat pembelajaran lebih fokus. Ujian tidak hanya dilakukan dua kali setahun seperti sekolah pada umumnya, tetapi dua kali dalam satu semester. Dalam setahun terdapat empat blok. Setiap tiga bulan, siswa menyelesaikan satu blok dan melaksanakan ujian.

Sistem ini telah berjalan lebih dari setahun dan diinisiasi oleh kepala sekolah kami, Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Efeknya terasa jelas: siswa lebih fokus, waktu belajar tiap mata pelajaran lebih panjang, dan mereka bisa menyelesaikan proyek lebih matang. Bahkan meski berada di tengah libur besar, sekolah tetap produktif.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

 

Sebagai pengajar, saya berupaya menerapkan prinsip pembelajaran mendalam ─ ‘berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan’. Di awal blok ini, saya mengajak siswa mempelajari hakikat kewirausahaan, kemudian mengenali peluang usaha, mendesain produk, hingga menyusun proposal yang mereka realisasikan dalam bentuk karya.

Saya melihat betul bagaimana mereka berkembang. Mereka mewawancarai pedagang di area kantin sekolah, mencari peluang usaha, lalu melakukan analisis SWOT agar mampu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari ide usaha mereka. Saya menyaksikan mereka mulai memahami peran seorang wirausaha, bukan hanya sebagai pencipta produk tetapi sebagai pemikir strategis.

Dalam pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Saya tidak bekerja sendiri. Guru Farmasi membantu siswa memanfaatkan laboratorium untuk praktik, sementara guru Matematika mendampingi hitungan biaya produksi, harga jual, hingga Break Even Point (BEP). Kolaborasi ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh dan benar-benar terlihat hasilnya ketika ujian berlangsung.

Salah satu produk pada Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Karena sistem blok memberikan waktu yang cukup panjang untuk mendalami satu mata pelajaran, siswa dapat melakukan percobaan berulang. Saya melihat perjuangan mereka, kegagalan yang mereka hadapi, hingga bagaimana mereka memperbaiki formula demi formula.

Saya ingat saat kelompok Nirvahana yang membuat lilin aromaterapi datang kepada saya. Devi berkata, “Pak, kami membuat produk ini sampai tiga kali. Percobaan pertama dan kedua lilinnya masih cair. Tapi percobaan ketiga kami pakai glitter, akhirnya lilinnya mau nempel di wadahnya.” Saya pun tersenyum mendengarnya, proses trial and error seperti itulah yang membuat pembelajaran terasa lebih bermakna.

Ada pula kelompok Dimtop dari Manajemen Perkantoran Rumah Sakit, yang hanya butuh satu kali percobaan untuk membuat dimsum keju mereka. Namun ada juga kelompok Herby Gummy yang meski sudah mencoba tiga kali, masih menemukan beberapa permen jeli yang belum sempurna saat dinilai. Semua proses ini saya lihat sebagai bagian penting dari perjalanan belajar mereka.

Saat Ujian Berubah Menjadi Pameran

Mengampu empat kelas sekaligus membuat saya berpikir format ujian biasa tidak cukup memfasilitasi kreativitas mereka. Maka saya mengubahnya menjadi pameran produk. Satu kelas dinilai bergiliran, sementara kelas lain berkeliling mengunjungi stan teman-teman mereka. Suasananya begitu hidup. Tawa, komentar spontan, dan ekspresi bangga bertebaran di ruangan.

Saya masih ingat Nia dari kelompok Dimtop yang dengan muka setengah panik berkata pada saya, “Pak, setelah ini ada lagi kunjungan? Dimsum kami habis tadi diserbu pak, mau habis ini!” Kelas pun penuh dengan tawa, dan saya hanya menenangkan bahwa itu pertanda produk mereka bagus dan digemari.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Di kelas berikutnya, ketika saya bertanya, “apakah kalian puas dengan hasil kalian?” Ika langsung menjawab, “Puas!” dan teman-temannya menimpali, “Kami senang pak!”

Caca, dari kelas XI Laboratorium Medik, bahkan mendekati saya dengan semangat,
“Pak, kelas kami boleh tidak duluan kunjungan? Saya sudah tidak sabar ingin ke kelas berikutnya!”

Selain mencicipi produk, siswa juga membaca proposal yang dipajang. Saya melihat bagaimana mereka belajar dari karya temannya, sama antusiasnya dengan mempresentasikan karya sendiri.

Hari itu saya merasa, pembelajaran mendalam benar-benar terwujud:
‘Berkesadaran’ karena mereka memahami proses yang penuh tantangan,
‘Bermakna’ karena mereka membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di kehidupan nyata, serta ‘Menggembirakan’ karena mereka menjalani semuanya dengan antusias dan hati yang senang.

Dan, bagi saya pribadi, melihat kegembiraan, kebanggaan, dan hasil kerja keras mereka adalah kepuasan sebagai seorang pendidik. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: KreativitasPendidikansiswaSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Sosial Bali di Balik Citra Harmoni

Next Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Tiga Aktor, Satu Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co