23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 2, 2025
in Esai
Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Foto ilustrasi: Dede Putra Wiguna

DALAM Kurikulum Nasional terbaru, yang disebut pula sebagai penyempurnaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, ada istilah yang begitu ditekankan, yakni pembelajaran mendalam atau deep learning. Pemerintah berharap pendekatan ini menjadi jawaban atas pembelajaran yang selama ini dirasa terjebak pada hafalan, kejar target materi, dan penilaian sibuk mengejar angka daripada makna. Namun sebuah pertanyaan muncul, apakah kita benar-benar menghadirkan pembelajaran mendalam, atau sekadar berusaha ‘mendalami’ berbagai istilah baru?

Pembelajaran mendalam, pada esensinya, menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi: analisis, sintesis, kreativitas, pemecahan masalah kompleks, dan kemampuan mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini adalah bentuk belajar yang mengajak siswa menggali makna, menghubungkan konsep, dan dominan bertanya daripada menjawab. Dalam praktik idealnya, pembelajaran berlangsung sebagai proses dialogis ─ guru bukan sumber utama, melainkan fasilitator yang mengarahkan eksplorasi. Siswa tidak hanya sekadar menjadi penerima informasi, melainkan pembangun pengetahuan baru.

Namun realitas pembelajaran di Indonesia tak sesederhana itu. Kita memiliki ruang kelas yang padat, beban administratif guru, kesenjangan fasilitas antar daerah, serta budaya belajar yang sejak lama menekankan kepatuhan dan kecepatan menyelesaikan materi. Dalam situasi seperti itu, istilah ‘pembelajaran mendalam’ justru terdengar seperti tuntutan baru, bukan peluang baru. Guru diminta membuat proyek, asesmen autentik, dan diferensiasi pembelajaran, tetapi sering tanpa pendampingan yang memadai. Tidak heran jika yang terjadi justru kebingungan. Guru merasa harus ‘mendalami’ dokumen kurikulum terlebih dahulu, hingga energi untuk menghadirkan pembelajaran mendalam itu sendiri justru habis dalam prosesnya.

Lantas, apakah kurikulum-kurikulum sebelumnya tidak mendalam?

Sejatinya gagasan pembelajaran mendalam bukanlah hal yang benar-benar baru. Kurikulum 2013, misalnya, membawa nilai-nilai saintifik, penekanan pada penalaran, dan pembelajaran berbasis kompetensi. Bahkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga membuka ruang bagi pendekatan konstruktivistik. Dengan kata lain, yang membedakan dengan kebijakan saat ini adalah derajat konsistensi, kesiapan ekosistem, dan keberanian untuk mengubah praktik kelas secara nyata.

Banyak prinsip baik dalam kurikulum terdahulu gagal berakar karena tekanan administratif, budaya evaluasi yang sangat berorientasi angka, dan minimnya ruang bagi guru untuk bereksperimen. Akibatnya, kedalaman yang diharapkan hanya menjadi teks di dokumen, bukan praktik pembelajaran. Deep learning hadir bukan sebagai kritik atas masa lalu semata, melainkan sebagai upaya untuk menegaskan kembali sesuatu yang sejak dulu kita ketahui benar, namun belum berhasil kita jalankan secara merata.

Padahal, esensi deep learning bukan pada banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan pada kualitas pengalaman belajar. Proyek yang rumit tidak otomatis menghasilkan pembelajaran mendalam bila siswa hanya mengikuti instruksi tanpa memahami tujuan. Presentasi yang indah tidak menjamin adanya proses berpikir kritis bila isinya sekadar menyalin informasi dari internet atau akal imitasi (AI). Yang disebut mendalam adalah ketika siswa ‘memaknai’, bukan sekadar ‘mengerjakan’.

Di titik inilah guru memegang peran utama. Pembelajaran mendalam memerlukan keberanian untuk memperlambat langkah. Untuk tidak mengejar ketuntasan materi semata, tetapi memberi waktu bagi siswa memahami konsep secara utuh. Untuk mengajukan pertanyaan terbuka, bukan jawaban yang seragam. Untuk merancang asesmen yang menilai cara berpikir, bukan sekadar hasil akhir. Ini adalah perubahan paradigma yang jauh lebih sulit daripada sekadar mengganti format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau yang kini disebut Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM).

Tentu saja, membangun budaya pembelajaran mendalam tidak cukup hanya mengandalkan idealisme guru. Dibutuhkan dukungan sistemik: pelatihan berkelanjutan yang relevan, forum berbagi praktik baik, pengakuan terhadap kerja reflektif guru, hingga tata kelola sekolah yang memberi ruang eksperimen dan kegagalan kecil sebagai proses belajar. Tanpa ini semua, istilah deep learning hanya akan berubah menjadi slogan baru dalam dokumen kurikulum.

Namun ada pula tanda-tanda harapan. Semakin banyak guru yang mulai bereksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah, inquiry, dan proyek kolaboratif. Ada sekolah-sekolah yang berani menata ulang ritme belajar, memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan keingintahuan. Di banyak tempat, perubahan kecil sedang tumbuh, meski belum merata.

Pada akhirnya, apakah Kurikulum Nasional betul-betul fokus pada pembelajaran mendalam atau mendalami pembelajaran?

Keduanya, sebenarnya patut berjalan beriringan. Tanpa pemahaman mendalam tentang prinsip pedagogi, guru tidak akan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Namun tanpa keberanian untuk mengutamakan pengalaman belajar siswa, semua pemahaman teori hanya menjadi pengetahuan yang kering.

Pembelajaran mendalam menuntut guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk melihat belajar bukan sebagai proses mentransfer kurikulum semata, tetapi membangun manusia. Ia mengajak tenaga pendidik mendekat kepada inti pendidikan, yaitu membantu setiap anak menemukan cara berpikir, merasa, dan memahami dunia. Barangkali, di sinilah letak kedalaman yang sesungguhnya. Bukan pada istilah yang terus berganti, tetapi pada kesediaan guru untuk terus mengolah, meragukan, dan memperbaiki cara mengajar. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: pelajarPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warisan Benda Pusaka — Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Next Post

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film 'Agak Laen' yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co