3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 2, 2025
in Esai
Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Foto ilustrasi: Dede Putra Wiguna

DALAM Kurikulum Nasional terbaru, yang disebut pula sebagai penyempurnaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, ada istilah yang begitu ditekankan, yakni pembelajaran mendalam atau deep learning. Pemerintah berharap pendekatan ini menjadi jawaban atas pembelajaran yang selama ini dirasa terjebak pada hafalan, kejar target materi, dan penilaian sibuk mengejar angka daripada makna. Namun sebuah pertanyaan muncul, apakah kita benar-benar menghadirkan pembelajaran mendalam, atau sekadar berusaha ‘mendalami’ berbagai istilah baru?

Pembelajaran mendalam, pada esensinya, menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi: analisis, sintesis, kreativitas, pemecahan masalah kompleks, dan kemampuan mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini adalah bentuk belajar yang mengajak siswa menggali makna, menghubungkan konsep, dan dominan bertanya daripada menjawab. Dalam praktik idealnya, pembelajaran berlangsung sebagai proses dialogis ─ guru bukan sumber utama, melainkan fasilitator yang mengarahkan eksplorasi. Siswa tidak hanya sekadar menjadi penerima informasi, melainkan pembangun pengetahuan baru.

Namun realitas pembelajaran di Indonesia tak sesederhana itu. Kita memiliki ruang kelas yang padat, beban administratif guru, kesenjangan fasilitas antar daerah, serta budaya belajar yang sejak lama menekankan kepatuhan dan kecepatan menyelesaikan materi. Dalam situasi seperti itu, istilah ‘pembelajaran mendalam’ justru terdengar seperti tuntutan baru, bukan peluang baru. Guru diminta membuat proyek, asesmen autentik, dan diferensiasi pembelajaran, tetapi sering tanpa pendampingan yang memadai. Tidak heran jika yang terjadi justru kebingungan. Guru merasa harus ‘mendalami’ dokumen kurikulum terlebih dahulu, hingga energi untuk menghadirkan pembelajaran mendalam itu sendiri justru habis dalam prosesnya.

Lantas, apakah kurikulum-kurikulum sebelumnya tidak mendalam?

Sejatinya gagasan pembelajaran mendalam bukanlah hal yang benar-benar baru. Kurikulum 2013, misalnya, membawa nilai-nilai saintifik, penekanan pada penalaran, dan pembelajaran berbasis kompetensi. Bahkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga membuka ruang bagi pendekatan konstruktivistik. Dengan kata lain, yang membedakan dengan kebijakan saat ini adalah derajat konsistensi, kesiapan ekosistem, dan keberanian untuk mengubah praktik kelas secara nyata.

Banyak prinsip baik dalam kurikulum terdahulu gagal berakar karena tekanan administratif, budaya evaluasi yang sangat berorientasi angka, dan minimnya ruang bagi guru untuk bereksperimen. Akibatnya, kedalaman yang diharapkan hanya menjadi teks di dokumen, bukan praktik pembelajaran. Deep learning hadir bukan sebagai kritik atas masa lalu semata, melainkan sebagai upaya untuk menegaskan kembali sesuatu yang sejak dulu kita ketahui benar, namun belum berhasil kita jalankan secara merata.

Padahal, esensi deep learning bukan pada banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan pada kualitas pengalaman belajar. Proyek yang rumit tidak otomatis menghasilkan pembelajaran mendalam bila siswa hanya mengikuti instruksi tanpa memahami tujuan. Presentasi yang indah tidak menjamin adanya proses berpikir kritis bila isinya sekadar menyalin informasi dari internet atau akal imitasi (AI). Yang disebut mendalam adalah ketika siswa ‘memaknai’, bukan sekadar ‘mengerjakan’.

Di titik inilah guru memegang peran utama. Pembelajaran mendalam memerlukan keberanian untuk memperlambat langkah. Untuk tidak mengejar ketuntasan materi semata, tetapi memberi waktu bagi siswa memahami konsep secara utuh. Untuk mengajukan pertanyaan terbuka, bukan jawaban yang seragam. Untuk merancang asesmen yang menilai cara berpikir, bukan sekadar hasil akhir. Ini adalah perubahan paradigma yang jauh lebih sulit daripada sekadar mengganti format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau yang kini disebut Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM).

Tentu saja, membangun budaya pembelajaran mendalam tidak cukup hanya mengandalkan idealisme guru. Dibutuhkan dukungan sistemik: pelatihan berkelanjutan yang relevan, forum berbagi praktik baik, pengakuan terhadap kerja reflektif guru, hingga tata kelola sekolah yang memberi ruang eksperimen dan kegagalan kecil sebagai proses belajar. Tanpa ini semua, istilah deep learning hanya akan berubah menjadi slogan baru dalam dokumen kurikulum.

Namun ada pula tanda-tanda harapan. Semakin banyak guru yang mulai bereksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah, inquiry, dan proyek kolaboratif. Ada sekolah-sekolah yang berani menata ulang ritme belajar, memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan keingintahuan. Di banyak tempat, perubahan kecil sedang tumbuh, meski belum merata.

Pada akhirnya, apakah Kurikulum Nasional betul-betul fokus pada pembelajaran mendalam atau mendalami pembelajaran?

Keduanya, sebenarnya patut berjalan beriringan. Tanpa pemahaman mendalam tentang prinsip pedagogi, guru tidak akan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Namun tanpa keberanian untuk mengutamakan pengalaman belajar siswa, semua pemahaman teori hanya menjadi pengetahuan yang kering.

Pembelajaran mendalam menuntut guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk melihat belajar bukan sebagai proses mentransfer kurikulum semata, tetapi membangun manusia. Ia mengajak tenaga pendidik mendekat kepada inti pendidikan, yaitu membantu setiap anak menemukan cara berpikir, merasa, dan memahami dunia. Barangkali, di sinilah letak kedalaman yang sesungguhnya. Bukan pada istilah yang terus berganti, tetapi pada kesediaan guru untuk terus mengolah, meragukan, dan memperbaiki cara mengajar. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: pelajarPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warisan Benda Pusaka — Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Next Post

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film 'Agak Laen' yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co