26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 2, 2025
in Esai
Pembelajaran Mendalam atau Mendalami Pembelajaran?

Foto ilustrasi: Dede Putra Wiguna

DALAM Kurikulum Nasional terbaru, yang disebut pula sebagai penyempurnaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, ada istilah yang begitu ditekankan, yakni pembelajaran mendalam atau deep learning. Pemerintah berharap pendekatan ini menjadi jawaban atas pembelajaran yang selama ini dirasa terjebak pada hafalan, kejar target materi, dan penilaian sibuk mengejar angka daripada makna. Namun sebuah pertanyaan muncul, apakah kita benar-benar menghadirkan pembelajaran mendalam, atau sekadar berusaha ‘mendalami’ berbagai istilah baru?

Pembelajaran mendalam, pada esensinya, menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi: analisis, sintesis, kreativitas, pemecahan masalah kompleks, dan kemampuan mentransfer pengetahuan ke situasi baru. Ini adalah bentuk belajar yang mengajak siswa menggali makna, menghubungkan konsep, dan dominan bertanya daripada menjawab. Dalam praktik idealnya, pembelajaran berlangsung sebagai proses dialogis ─ guru bukan sumber utama, melainkan fasilitator yang mengarahkan eksplorasi. Siswa tidak hanya sekadar menjadi penerima informasi, melainkan pembangun pengetahuan baru.

Namun realitas pembelajaran di Indonesia tak sesederhana itu. Kita memiliki ruang kelas yang padat, beban administratif guru, kesenjangan fasilitas antar daerah, serta budaya belajar yang sejak lama menekankan kepatuhan dan kecepatan menyelesaikan materi. Dalam situasi seperti itu, istilah ‘pembelajaran mendalam’ justru terdengar seperti tuntutan baru, bukan peluang baru. Guru diminta membuat proyek, asesmen autentik, dan diferensiasi pembelajaran, tetapi sering tanpa pendampingan yang memadai. Tidak heran jika yang terjadi justru kebingungan. Guru merasa harus ‘mendalami’ dokumen kurikulum terlebih dahulu, hingga energi untuk menghadirkan pembelajaran mendalam itu sendiri justru habis dalam prosesnya.

Lantas, apakah kurikulum-kurikulum sebelumnya tidak mendalam?

Sejatinya gagasan pembelajaran mendalam bukanlah hal yang benar-benar baru. Kurikulum 2013, misalnya, membawa nilai-nilai saintifik, penekanan pada penalaran, dan pembelajaran berbasis kompetensi. Bahkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) juga membuka ruang bagi pendekatan konstruktivistik. Dengan kata lain, yang membedakan dengan kebijakan saat ini adalah derajat konsistensi, kesiapan ekosistem, dan keberanian untuk mengubah praktik kelas secara nyata.

Banyak prinsip baik dalam kurikulum terdahulu gagal berakar karena tekanan administratif, budaya evaluasi yang sangat berorientasi angka, dan minimnya ruang bagi guru untuk bereksperimen. Akibatnya, kedalaman yang diharapkan hanya menjadi teks di dokumen, bukan praktik pembelajaran. Deep learning hadir bukan sebagai kritik atas masa lalu semata, melainkan sebagai upaya untuk menegaskan kembali sesuatu yang sejak dulu kita ketahui benar, namun belum berhasil kita jalankan secara merata.

Padahal, esensi deep learning bukan pada banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan pada kualitas pengalaman belajar. Proyek yang rumit tidak otomatis menghasilkan pembelajaran mendalam bila siswa hanya mengikuti instruksi tanpa memahami tujuan. Presentasi yang indah tidak menjamin adanya proses berpikir kritis bila isinya sekadar menyalin informasi dari internet atau akal imitasi (AI). Yang disebut mendalam adalah ketika siswa ‘memaknai’, bukan sekadar ‘mengerjakan’.

Di titik inilah guru memegang peran utama. Pembelajaran mendalam memerlukan keberanian untuk memperlambat langkah. Untuk tidak mengejar ketuntasan materi semata, tetapi memberi waktu bagi siswa memahami konsep secara utuh. Untuk mengajukan pertanyaan terbuka, bukan jawaban yang seragam. Untuk merancang asesmen yang menilai cara berpikir, bukan sekadar hasil akhir. Ini adalah perubahan paradigma yang jauh lebih sulit daripada sekadar mengganti format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), atau yang kini disebut Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM).

Tentu saja, membangun budaya pembelajaran mendalam tidak cukup hanya mengandalkan idealisme guru. Dibutuhkan dukungan sistemik: pelatihan berkelanjutan yang relevan, forum berbagi praktik baik, pengakuan terhadap kerja reflektif guru, hingga tata kelola sekolah yang memberi ruang eksperimen dan kegagalan kecil sebagai proses belajar. Tanpa ini semua, istilah deep learning hanya akan berubah menjadi slogan baru dalam dokumen kurikulum.

Namun ada pula tanda-tanda harapan. Semakin banyak guru yang mulai bereksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah, inquiry, dan proyek kolaboratif. Ada sekolah-sekolah yang berani menata ulang ritme belajar, memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan keingintahuan. Di banyak tempat, perubahan kecil sedang tumbuh, meski belum merata.

Pada akhirnya, apakah Kurikulum Nasional betul-betul fokus pada pembelajaran mendalam atau mendalami pembelajaran?

Keduanya, sebenarnya patut berjalan beriringan. Tanpa pemahaman mendalam tentang prinsip pedagogi, guru tidak akan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Namun tanpa keberanian untuk mengutamakan pengalaman belajar siswa, semua pemahaman teori hanya menjadi pengetahuan yang kering.

Pembelajaran mendalam menuntut guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk melihat belajar bukan sebagai proses mentransfer kurikulum semata, tetapi membangun manusia. Ia mengajak tenaga pendidik mendekat kepada inti pendidikan, yaitu membantu setiap anak menemukan cara berpikir, merasa, dan memahami dunia. Barangkali, di sinilah letak kedalaman yang sesungguhnya. Bukan pada istilah yang terus berganti, tetapi pada kesediaan guru untuk terus mengolah, meragukan, dan memperbaiki cara mengajar. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: pelajarPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warisan Benda Pusaka — Batavia, Kota yang Kita Baca dari Cerita Lenong Denes Pusaka Budaya

Next Post

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film 'Agak Laen' yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co