23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Son Lomri by Son Lomri
November 16, 2025
in Khas
Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Marni berdiri dan mengucap halo di depan tembok karyanya dari daur ulang plastik | foto Son

KETIKA sore hujan sudah mau reda, Marni Banunaek atau biasa disapa Marni, segera bersiap mau pulang ke kontrakkan dari tempat magangnya di Rumah Plastik Mandiri, di Desa Petandakan, Selasa, 11 November 2025.

Marni adalah mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Ia magang bersama keempat temannya, Arya Arie Dwi Saputra, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph.

Sudah tiga bulan mereka magang di Rumah Plastik Mandiri milik Eka Darmawan. Dan khususnya Marni, sudah bisa mengalihwahanakan ide ke bentuk lebih nyata tentang sampah plastik mau dijadikan apa dengan bantuan mesin lebih canggih.

Ketika mesin sudah dimatikan pertanda selesainya aktivitas kerja sore hari, Marni menunjukan karyanya di pintu masuk gerbang yang dikerjakannya beberapa minggu lalu bersama keempat temannya tadi.

Sebuah tembok daur ulang dengan tulisan “PLASTIC IS NOT YOUR ENEMY” terpampang jelas indah-minimalis. Puluhan lubang angin di setiap papan persegi dari daur ulang sampah plastik itu, telah dipikirkan Marni dengan matang sebelum dirakit menjadi tembok yang aman.

Dari karya sederhana itulah, setidaknya Marni telah melepas kutukan pada sampah plastik dari “abis manis sepah dibuang”, tercecer di bibir pantai dan pulau-pulau, atau berserakan di beranda rumahmu sia-sia.

“Saya sudah bisa mengoperasikan mesin yang baru,” kata Marni. “Mesin yang lama dimuseumkan, yaitu crusher generasi 1 dan crusher generasi 2.”

Van Book sedang oke | Foto: Son

Selama magang, Marni diajarkan cara pengoperasian mesin, manajemen (administratif), jenis-jenis plastik, instalasi mesin, dan cara pembuatan papan bagaimana, dan mengukirnya kemudian juga bagaiamana; include didapatkan Marni, selain siang waktunya makan gratis di tempat magang.

Terlebih, Marni sudah bisa menjalankan mesin pra proses, proses dan produksi, dengan lancar. Pada kategori mesin pra/sebelum proses, yaitu mesin Pet Label Remover pisahkan label botol PET otomatis, pisahkan label dari botol dengan kapasitas 200-500 botol/jam; dimensi 1×0,8×1,5 m; daya 2kw, Marni sudah mengerti cara pengoperasiannya.

Begitupun dengan hidrolik pres yang berfungsi menekan sampah plastik menjadi balok kompak untuk transportasi dengan kapasitas berat 300-600 kg/jam, Marni juga sudah tahu cara pengkerjaannya seperti apa, selain harus hati-hati, yah.

Bersiap mau pulang, Marni, dkk. Menunggu hujan | Foto:Son

Dan tidak hanya Marni yang belajar banyak hal terkait mesin dan cara kerjanya, Bonevasius Book atau biasa disapa Van Book, juga demikian menguasainya seperti Marni dan ketiga temannya yang lain karena diajarkan oleh Eka Darmawan secara adil, tidak pelit. Merata.

Pada bagian proses dan produksi, Van Book juga sudah mampu menjalankan semua mesin. Pada mesin bagian proses, misalnya, seperti SM/M/0019 – SHREDDER MEDIUM, SM/M/0019 – SHREDDER PRO, SM/M/0024 – WASH TANK 250 dan SM/M/0025 – DRYER 150, Van kuasai dengan baik akibat dari belajarnya yang tekun, mau mendengar, banyak praktik.

“Awalnya, saya justru hanya tahu bagaimana cara membenarkan speda motor. Tahu sekarang, dunia mesin itu luas ternyata.” jelas Van Book.

Pengalaman Bonevasius Book tentang dunia mesin sangat luas berikut dengan peruntukkannya yang macam-macam itu, dipahaminya kini lebih detail.

Baik Bonevasius Book, Arya Arie Dwi Saputra, Marni Banunaek, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph, mereka memang dituntut bisa mengoperasikan mesin sebagai keterampilan yang penting.

Agar nanti pulang ke Kupang bisa mempraktikannya, sebagai oleh-oleh dari hasil tiga bulannya belajar di Rumah Plastik Mandiri, Singaraja, Bali.

Butuh Ragam Tangan, Eka Saja Tak Cukup

Dan agar tidak melulu sampah plastik bermuara di TPA, atau di bibir pantai juga beranda rumahmu sia-sia, Rumah Plastik Mandiri, akan terus dipertahankan Eka Darmawan tetap ada sebagai hilir yang progresif, selain tempat belajar.

Eka Darmawan mau pulang setelah duduk | Foto: Son

Sejak dirintisnya tahun 2016 lalu, kini Rumah Plastik Mandiri sudah sembilan tahun umurnya. Dirayakan pada tanggal tujuh November kemarin, datang beberapa pejabat dan tokoh-tokoh penting yang diundang memberi selamat hari jadi. Semoga panjang umur.

Sebagai hilirisasi yang berfokus pada penciptaan bentuk dan warna pada sampah plastik lebih berdaya-guna, memang harus panjang umur secara estetik.

Meja, talenan, gantungan kunci, lantai toilet, jam tangan, kursi, tapel topeng festival, papan, tembok—bahkan batako dari daur ulang sampah plastik, selain menjadi luaran produknya, Rumah Plastik Mandiri juga telah menyelamatkan banyak warga lokal dari waktu menganggur yang panjang.

Begitupun, sekarang, Eka Darmawan sedang mencoba bentuk-karya dari daur ulang sampah plastik—apakah bisa jadi rumah selain gantungan kunci? Sedang diusahakan Eka.

Yang kemudian membuat Eka Darmawan dipercaya banyak pihak sebagai seorang yang punya jawaban atas pertanyaan serius : Mau jadi apa masa depan sampah plastik di Buleleng nantinya?

Beberapa mesin anyar di Rumah Plastik Mandiri | Foto: Son

Lantai toilet dari daur ulang sampah plastik | Foto :Son

Tapi Eka bukan hero plastik, yang harus terus menerima timbunan angka fantastis sampah plastik bertambah setiap tahunnya itu mudah dijawab. Butuh ragam tangan untuk menyelesaikan isu sampah menuju hilir yang baik, karena satu Eka saja tak cukup.

“Aku tidak mau [sampah plastik] tumpah di aku semua, karena itulah aku bagikan bagaimana cara kerja Rumah Plastik Mandiri, kepada siapa saja yang mau belajar, termasuk itu pada pemerintah, selain anak-anak muda yang mau mengolah sampah plastik jadi barang berguna,” kata Eka Darmawan, menyoal sampah plastik harus ditangani banyak pihak.

Hal itu kemudian disambut baik oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) dari Kupang. Yang mengirimkan lima mahasiswa terbaiknya seperti Marni Banunaek, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage, Arya Arie Dwi Saputra dan Randi Alexander Yoseph.

Mereka magang di Rumah Plastik Mandiri secara serius belajar tentang; pengurangan sampah plastik, konservasi sumber daya alam, inovasi dan teknologi, juga ekonomi sirkular.

Beberpa Mahasiswa Undana sedang closingan di sore hari | Foto: Son

Dan usai magang, mereka akan mencoba mempraktikannya di daerahnya masing-masing dengan bebas di akhir November ini akan selesai.

Salah duanya Marni dan Van Book. Suatu hari nanti di Kupang, Marni mau merintis usaha memilah sampah kecil-kecilan saja dulu. Yangjuga jika suatu hari ada lebih rezeki, ia bakal membeli mesin seperti milik Eka Darmawan untuk digunakan di daerahnya lebih sempurna.

“Sampah plastik itu memang penting untuk ditangani secara serius dengan cara menjadikannya sesuatu lebih bernilai, dari pada berserakan bergitu saja.” jelas Marni oke.

Begitupun dengan Van Book yang akan mencoba mempraktikannya di kampusnya, jika memang ilmu hasil magangnya diperlukan. Yang tentu saja, Van Book juga memiliki keinginan kuat seperti Marni, membuka usaha yang sama seperti Eka Darmawan di tanah kelahiran.

Jenis material plastik:  Cacahan HDPE, cacahan kresek, cacahan HDPE, cacahan HDPE, serutan | Foto: Son

Karya-karya dari sampah plastik | Foto: Son

Karena gerak-hilirisasi Rumah Plastik Mandiri terkait sampah plastik menurut Marni dan Van layak ditiru, sebab penting pemecahan akan masalah sampah plastik agar tidak melulu bermuara di TPA, dan di bibir pantai—pulau-pulau, atau berserakan sia-sia di beranda rumahmu. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: daur ulang sampah plastiksampah plastikUndanaUniversitas Cendana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan dan Etik Hidup Bali yang Hilang

Next Post

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co