6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
November 14, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea


TERIAKAN lantang dan pukulan ke kepala seakan mewarnai setiap menit dalam pendampingan Gangga dengan ASD-nya. Tidak peduli kapan, di mana, dan sedang apa—selalu Gangga seperti itu, seakan selalu dilanda kecemasan yang hanya dirinya sendiri dapat menerjemahkannya. Bagi kami sebagai orang tua, suara itu tidak hanya nyaring di telinga, tetapi juga mengguncang hati. Ada rasa ingin menghentikan, tetapi juga ada kesadaran untuk tidak memadamkan nyala api yang justru sedang berusaha berbicara dalam bahasanya sendiri.

Secara empirik, perilaku seperti memukul kepala atau berteriak keras pada individu dengan autisme sering dikaitkan dengan dysregulasi sensorik—ketika sistem saraf mereka terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar atau dalam dirinya. Dalam dunia autisme, ini dikenal sebagai self-stimulatory behavior (stimming) atau self-injurious behavior (SIB). Otak anak dengan ASD sering kali memiliki koneksi yang berbeda dalam memproses rasa sakit, suara, cahaya, dan emosi. Jadi, pukulan ke kepala bisa menjadi cara Gangga untuk menyusun ulang keseimbangan sensoriknya sendiri, bukan sekadar tindakan destruktif.

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki sistem pengatur rasa tenang melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Ketika Gangga digaruk lembut di bagian kepala, wajah, lengan atau punggung, tubuhnya mungkin sedang menerima stimulasi taktil yang menenangkan. Garukan lembut di kulit dapat mengaktifkan reseptor sentuhan halus (C-tactile fibers), yang memberi sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin—hormon kasih sayang dan rasa aman. Maka tidak heran, ketika Gangga digaruk, ia tenang.

Dalam diam dan garukan itu, sesungguhnya sedang terjadi komunikasi yang lebih dalam dari sekadar bahasa verbal: tubuh yang berbicara kepada jiwa. Namun, memahami ini secara sains saja tidak cukup. Sebagai orang tua, kita juga perlu ruang kebijaksanaan—karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan data, dan tidak semua kesabaran bisa diukur oleh teori. Maka, penting bagi kita untuk menapaki jalan keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara akal dan jiwa.

Sebelum mengutip pandangan dari berbagai agama, perlu saya tegaskan satu hal yang amat penting. Saya tidak menempatkan kutipan-kutipan lintas agama ini dalam posisi membandingkan, apalagi menilai. Agama adalah wilayah suci yang sensitif di negeri ini. Namun, di balik sensitivitas itu, semua ajaran agama besar dunia sesungguhnya memiliki satu benang merah yang sama—yakni kasih sayang, kesabaran, dan penerimaan terhadap penderitaan dengan hati yang terang. Karena itu, kutipan-kutipan berikut saya hadirkan bukan untuk membedakan keyakinan, melainkan untuk menemukan jembatan kebijaksanaan di antara semua keyakinan, agar setiap orang tua yang diuji seperti kami bisa merasakan bahwa Tuhan selalu hadir, dalam bahasa apapun nama-Nya disebut.

Dalam Islam, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini tidak sekadar menjanjikan kemudahan, melainkan mengajarkan kesadaran bahwa kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi dari satu perjalanan. Dalam setiap jeritan dan tingkah laku Gangga, mungkin tersimpan jalan menuju pemahaman baru tentang cinta yang tanpa syarat.

Dalam Katolik Kristen, tertulis:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.” (1 Korintus 13:4)

Ayat ini menjadi cermin bagi orang tua untuk mengasihi tanpa batas waktu, tanpa menuntut perubahan secepat yang kita inginkan, dan tanpa kehilangan kelembutan meski setiap hari diuji.

Dalam Hindu, Bhagavad Gita mengajarkan:

“Yogaḥ karmasu kauśalam” — Kesempurnaan adalah ketika seseorang melakukan tugasnya dengan kesadaran penuh. (Bhagavad Gita 2:50)

Mendampingi anak seperti Gangga adalah sebuah karma yoga—tugas hidup yang dijalani bukan untuk hasil, tetapi untuk kesadaran.

Dalam Buddha Dhamma, Sang Buddha bersabda:

“Hanya cinta kasih yang dapat mengalahkan kebencian; ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada, 5).

Jeritan dan tingkah laku Gangga bukanlah kebencian; ia adalah panggilan cinta yang butuh dijawab dengan ketenangan batin dan cinta kasih tanpa syarat.

Dalam ajaran Konghucu, Nabi Kongzi berkata:

“Ren zhe ai ren.” — Orang yang berperikemanusiaan mencintai sesama manusia. (Lunyu XII:22)

Cinta yang sejati, kata Kongzi, bukanlah reaksi, tetapi pilihan sadar untuk tetap mencintai meski sulit. Maka, mencintai Gangga adalah latihan tertinggi dari ren itu sendiri—melatih kemanusiaan agar makin lembut dan bijak.

Dan dalam ajaran Khonghucu yang hidup berdampingan dengan Taoisme, kita mengenal konsep “Wu Wei” — kebijaksanaan untuk tidak memaksa aliran kehidupan. Membiarkan sesuatu mengalir sebagaimana mestinya bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengalir dalam kesadaran. Seperti air yang tetap jernih meski harus melewati batu-batu keras.

Akhirnya, bagi kami, mendampingi Gangga adalah latihan spiritual paling nyata. Di dalam setiap jeritan dan tindak-tanduk perilakunya, Tuhan berbicara tanpa kata. Di dalam tangannya yang menepuk-nepuk kepala, Tuhan sedang mengajari kami untuk tidak menilai penderitaan dari tampak luarnya. Dan di dalam garukan lembut di lengan dan punggungnya, Tuhan memberi ruang istirahat bagi jiwa kami—bahwa cinta itu, bahkan tanpa suara, bisa tetap berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Bagby, R. M., Parker, J. D. A., & Taylor, G. J. (2020). Alexithymia and Autism Spectrum Disorder: A Review of Neural, Clinical, and Developmental Perspectives. Journal of Autism and Developmental Disorders, 50(1), 1–12.

Bhagavad Gita. (2008). Bhagavad Gita: With Introduction and Commentary (E. Easwaran, Trans.). Nilgiri Press. (Kutipan ayat 2:50).

Buddharakkhita, A. (Trans.). (1985). The Dhammapada. Buddhist Publication Society. (Kutipan Dhammapada ayat 5).

Confucius. (1998). The Analects (D. C. Lau, Trans.). Penguin Classics. (Kutipan Lunyu XII:22).

Fujino, H., & Horiuchi, T. (2021). Self-Injurious Behavior in Individuals with Autism Spectrum Disorder: A Review of the Neurobiological and Sensory Processing Factors. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 162–173.

Keltner, D., & Haidt, J. (2001). Social Functions of Emotions in Autism: The Role of Touch and Oxytocin. In Review of General Psychology, 5(3), 284–290.

McGlone, F., Wessberg, J., & Olausson, H. (2014). Affective Touch and the Neurophysiology of CT Afferents. Nature Reviews Neuroscience, 15(5), 297–305.
(Dasar ilmiah stimulasi lembut/garukan yang menenangkan).

Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-Regulation. W. W. Norton.
(Penjelasan tentang saraf vagus dan ketenangan fisiologis).

Qur’an. (n.d.). Surat Al-Insyirah: Ayat 6. (Kutipan: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”)

The Holy Bible, New International Version. (2011). 1 Corinthians 13:4.
(Kutipan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.”)

Wong, C., Odom, S. L., Hume, K., et al. (2015). Evidence-Based Practices for Children, Youth, and Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 45(7), 1951–1966.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: kebijaksanaanPendidikansains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Next Post

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co