23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menemani Jeritan dan Tingkah Laku Gangga: Di Antara Sains dan Kebijaksanaan Jiwa

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
November 14, 2025
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea


TERIAKAN lantang dan pukulan ke kepala seakan mewarnai setiap menit dalam pendampingan Gangga dengan ASD-nya. Tidak peduli kapan, di mana, dan sedang apa—selalu Gangga seperti itu, seakan selalu dilanda kecemasan yang hanya dirinya sendiri dapat menerjemahkannya. Bagi kami sebagai orang tua, suara itu tidak hanya nyaring di telinga, tetapi juga mengguncang hati. Ada rasa ingin menghentikan, tetapi juga ada kesadaran untuk tidak memadamkan nyala api yang justru sedang berusaha berbicara dalam bahasanya sendiri.

Secara empirik, perilaku seperti memukul kepala atau berteriak keras pada individu dengan autisme sering dikaitkan dengan dysregulasi sensorik—ketika sistem saraf mereka terlalu sensitif terhadap rangsangan dari luar atau dalam dirinya. Dalam dunia autisme, ini dikenal sebagai self-stimulatory behavior (stimming) atau self-injurious behavior (SIB). Otak anak dengan ASD sering kali memiliki koneksi yang berbeda dalam memproses rasa sakit, suara, cahaya, dan emosi. Jadi, pukulan ke kepala bisa menjadi cara Gangga untuk menyusun ulang keseimbangan sensoriknya sendiri, bukan sekadar tindakan destruktif.

Secara fisiologis, tubuh manusia memiliki sistem pengatur rasa tenang melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Ketika Gangga digaruk lembut di bagian kepala, wajah, lengan atau punggung, tubuhnya mungkin sedang menerima stimulasi taktil yang menenangkan. Garukan lembut di kulit dapat mengaktifkan reseptor sentuhan halus (C-tactile fibers), yang memberi sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin—hormon kasih sayang dan rasa aman. Maka tidak heran, ketika Gangga digaruk, ia tenang.

Dalam diam dan garukan itu, sesungguhnya sedang terjadi komunikasi yang lebih dalam dari sekadar bahasa verbal: tubuh yang berbicara kepada jiwa. Namun, memahami ini secara sains saja tidak cukup. Sebagai orang tua, kita juga perlu ruang kebijaksanaan—karena tidak semua hal dapat dijelaskan dengan data, dan tidak semua kesabaran bisa diukur oleh teori. Maka, penting bagi kita untuk menapaki jalan keseimbangan antara pengetahuan dan kebijaksanaan, antara akal dan jiwa.

Sebelum mengutip pandangan dari berbagai agama, perlu saya tegaskan satu hal yang amat penting. Saya tidak menempatkan kutipan-kutipan lintas agama ini dalam posisi membandingkan, apalagi menilai. Agama adalah wilayah suci yang sensitif di negeri ini. Namun, di balik sensitivitas itu, semua ajaran agama besar dunia sesungguhnya memiliki satu benang merah yang sama—yakni kasih sayang, kesabaran, dan penerimaan terhadap penderitaan dengan hati yang terang. Karena itu, kutipan-kutipan berikut saya hadirkan bukan untuk membedakan keyakinan, melainkan untuk menemukan jembatan kebijaksanaan di antara semua keyakinan, agar setiap orang tua yang diuji seperti kami bisa merasakan bahwa Tuhan selalu hadir, dalam bahasa apapun nama-Nya disebut.

Dalam Islam, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat ini tidak sekadar menjanjikan kemudahan, melainkan mengajarkan kesadaran bahwa kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi dari satu perjalanan. Dalam setiap jeritan dan tingkah laku Gangga, mungkin tersimpan jalan menuju pemahaman baru tentang cinta yang tanpa syarat.

Dalam Katolik Kristen, tertulis:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.” (1 Korintus 13:4)

Ayat ini menjadi cermin bagi orang tua untuk mengasihi tanpa batas waktu, tanpa menuntut perubahan secepat yang kita inginkan, dan tanpa kehilangan kelembutan meski setiap hari diuji.

Dalam Hindu, Bhagavad Gita mengajarkan:

“Yogaḥ karmasu kauśalam” — Kesempurnaan adalah ketika seseorang melakukan tugasnya dengan kesadaran penuh. (Bhagavad Gita 2:50)

Mendampingi anak seperti Gangga adalah sebuah karma yoga—tugas hidup yang dijalani bukan untuk hasil, tetapi untuk kesadaran.

Dalam Buddha Dhamma, Sang Buddha bersabda:

“Hanya cinta kasih yang dapat mengalahkan kebencian; ini adalah hukum abadi.” (Dhammapada, 5).

Jeritan dan tingkah laku Gangga bukanlah kebencian; ia adalah panggilan cinta yang butuh dijawab dengan ketenangan batin dan cinta kasih tanpa syarat.

Dalam ajaran Konghucu, Nabi Kongzi berkata:

“Ren zhe ai ren.” — Orang yang berperikemanusiaan mencintai sesama manusia. (Lunyu XII:22)

Cinta yang sejati, kata Kongzi, bukanlah reaksi, tetapi pilihan sadar untuk tetap mencintai meski sulit. Maka, mencintai Gangga adalah latihan tertinggi dari ren itu sendiri—melatih kemanusiaan agar makin lembut dan bijak.

Dan dalam ajaran Khonghucu yang hidup berdampingan dengan Taoisme, kita mengenal konsep “Wu Wei” — kebijaksanaan untuk tidak memaksa aliran kehidupan. Membiarkan sesuatu mengalir sebagaimana mestinya bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mengalir dalam kesadaran. Seperti air yang tetap jernih meski harus melewati batu-batu keras.

Akhirnya, bagi kami, mendampingi Gangga adalah latihan spiritual paling nyata. Di dalam setiap jeritan dan tindak-tanduk perilakunya, Tuhan berbicara tanpa kata. Di dalam tangannya yang menepuk-nepuk kepala, Tuhan sedang mengajari kami untuk tidak menilai penderitaan dari tampak luarnya. Dan di dalam garukan lembut di lengan dan punggungnya, Tuhan memberi ruang istirahat bagi jiwa kami—bahwa cinta itu, bahkan tanpa suara, bisa tetap berbicara.

DAFTAR PUSTAKA

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Bagby, R. M., Parker, J. D. A., & Taylor, G. J. (2020). Alexithymia and Autism Spectrum Disorder: A Review of Neural, Clinical, and Developmental Perspectives. Journal of Autism and Developmental Disorders, 50(1), 1–12.

Bhagavad Gita. (2008). Bhagavad Gita: With Introduction and Commentary (E. Easwaran, Trans.). Nilgiri Press. (Kutipan ayat 2:50).

Buddharakkhita, A. (Trans.). (1985). The Dhammapada. Buddhist Publication Society. (Kutipan Dhammapada ayat 5).

Confucius. (1998). The Analects (D. C. Lau, Trans.). Penguin Classics. (Kutipan Lunyu XII:22).

Fujino, H., & Horiuchi, T. (2021). Self-Injurious Behavior in Individuals with Autism Spectrum Disorder: A Review of the Neurobiological and Sensory Processing Factors. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 162–173.

Keltner, D., & Haidt, J. (2001). Social Functions of Emotions in Autism: The Role of Touch and Oxytocin. In Review of General Psychology, 5(3), 284–290.

McGlone, F., Wessberg, J., & Olausson, H. (2014). Affective Touch and the Neurophysiology of CT Afferents. Nature Reviews Neuroscience, 15(5), 297–305.
(Dasar ilmiah stimulasi lembut/garukan yang menenangkan).

Porges, S. W. (2011). The Polyvagal Theory: Neurophysiological Foundations of Emotions, Attachment, Communication, and Self-Regulation. W. W. Norton.
(Penjelasan tentang saraf vagus dan ketenangan fisiologis).

Qur’an. (n.d.). Surat Al-Insyirah: Ayat 6. (Kutipan: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”)

The Holy Bible, New International Version. (2011). 1 Corinthians 13:4.
(Kutipan: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.”)

Wong, C., Odom, S. L., Hume, K., et al. (2015). Evidence-Based Practices for Children, Youth, and Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 45(7), 1951–1966.

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Adnyana Ole

Tags: kebijaksanaanPendidikansains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menikmati Keindahan Pulau Eksotik Gili Ketapang di Malang

Next Post

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Pulau Surga yang Kehilangan Harmoni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co