28 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekar Sumawur: Dialog Kosong tentang Batu-batu Ponjok Batu

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 2, 2018
in Esai

Foto: Panca Gautama

DI bibir pantai, batu-batu berderet melamun memandangi lautan yang tidak terlalu gelisah. Lemparkan ke pantai satu demi satu batu-batu pipih yang berharap bisa menari di atas air. Sekali duakali masih gagal, cobalah untuk ketigakalinya, semoga berhasil. Tidak ada yang tahu, apa yang akan ditemukan ketika segala usaha dilakukan. Berhasilkah? Tidakkah? Berhasil atau tidak, itu tidak penting. Yang penting, adalah keberanian. Lebih lagi keberanian untuk meninggalkan segala yang menyenangkan.

Ombak tidak berdebur, hanya sesekali membuncah seperti ucapan selamat datang. Batu-batu masih diam, entahlah di dalamnya. Apakah batu memang selalu sedingin itu? Saya lupa memperhatikan batu-batu telah sejak lama. Tidak juga pernah bertanya, apa dia baik-baik saja? Pertanyaan semacam itu, juga patut ditanyakan kepada perahu di atas batu di pinggir pura Ponjok Batu.

Ia diam sejuta bahasa. Atau mungkin itulah bahasanya? Bahasanya adalah bahasa diam, hanya saja manusia tidak mengerti. Terlalu banyak hal yang mesti dimengerti, tidak hanya segala yang dikatakan tapi juga didiamkan. Juga sesuatu yang diam-diam dikatakan.

Tanyakan pada perahu itu ‘apa yang kau lakukan disini?’. Ia mungkin tidak menjawab, tapi jangan menyerah, tanyakan sekali lagi, ‘menunggu sesuatukah kau disini?’. Jika ia tidak juga menjawab, maka diamlah. Lakukan seperti yang ia lakukan, barangkali nanti akan terdengar berbagai jawaban. Dengarkan baik-baik bahasa diam itu.

Jangan terkejut! Jika yang terdengar adalah suara orang yang bertanya. Suara-suara yang menggema di kepala, adalah jawaban-jawaban. Jawaban-jawaban yang nanti akan nglekas [berubah wujud] menjadi pertanyaan-pertanyaan. Demikianlah, jawaban selalu ada di dalam pertanyaan. Begitu pula sebaliknya.

Jika saja perahu di atas batu tidak menjawab, carilah batu lainnya. Batu berdiri tegak dan kokoh. Tanyakan kepadanya dengan bahasa diam, ‘Siapa namamu?’. Sekali lagi, jawabannya adalah suara di kepala yang menggema, ‘Batu Berdiri’ katanya. Batu berdiri di pinggir pantai. Tapi tentu Batu Berdiri tidak hanya ada di pinggir pantai, ia juga ada di gunung. Bukankah di gunung Agung ada tempat bernama Batu Madeg? Madeg artinya berdiri.

Gunung yang berdiri tegak juga seperti batu berdiri. Ada gunung batu besar yang berdiri di ketinggian.  Ada juga gunung batu lebih kecil berdiri di tempat yang sedikit rendah. Karena di tempat rendah maka disebut gunung di tempat lebah.

Lebah adalah kata lain dari rendah dalam bahasa Bali. Karena gunung itu ada di  tempat yang lebah, maka disebut Gunung Lebah. Dimanakah Gunung Lebah? Ada di Batur. Gunung Batur adalah Gunung Lebah. Batur juga berarti batu. Gunung Batur seperti Batu Berdiri di tengah danau yang luas. Selain nama gunung, Batur juga adalah nama raja Bali: Baturenggong. Adakah hubungan Batur dengan Baturenggong?

Di daerah Tabanan Bali, ada juga Batu Berdiri dekat gunung Batu Karu. Ada daerah yang disebut Silamadeg. Sila adalah nama lain dari Batu. Silamadeg artinya Batu Berdiri.

Ada juga batu yang benar-benar batu, disebut Silayukti. Adakah yang meragukan sebuah batu, sehingga perlu dipertegas batu itu benar-benar batu? Mungkin maksudnya bukan sila yang berarti batu, tapi sila yang berarti perbuatan. Seperti Susila berarti perbuatan baik.

Sila yang berarti perbuatan seringkali dihubungkan dengan manusia. Melalui perbuatannya manusia dinilai, selain dari pikiran dan juga perkataan. Perbuatan itulah sikap. Mengenai sikap, ada yang disebut dengan Silasana yakni sikap duduk. Sikap itu adalah sikap duduk dengan melipat kaki. Manusia yang melipat kakinya seperti itu terlihat kokoh seperti batu!

Ada batu lain yang bisa disebut dalam catatan ini, ialah Batu Bulan. Batu Bulan dekat dengan Batuan. Batu juga ada yang harganya mahal, ialah batu permata. Permata di dalam bahasa Jawa Kuna disebut Mani atau Manik. Jika Batu adalah Mani, pikiran mengingat Kintamani. Kintamani pada masanya disebut dengan Cintamani yang berarti permata pikiran.

Cinta memang pikiran. Bagi para pecinta, sulit mengendalikan pikirannya. Pikirannya selalu saja ingin mencari juga menanti. Jika Batu adalah Manik, maka saya mengingat kata seseorang tentang Manik Candra. Manik Candra diterjemahkan menjadi Batu Bulan. Ada apa dengan Batu Bulan? Konon menurut shastranya, Batu Bulan itulah yang berhubungan dengan air.

Batu di Ponjok Batu masih diam. Apakah Ponjok Batu? Ponjok artinya tanjung. Yang disebut tanjung adalah ujung tanah, atau pegunungan yang menganjur ke laut. Ponjok batu berarti batu yang menganjur ke laut. Batu menganjur ke laut, seperti ada yang hendak dicarinya ke laut. Barangkali malah sebaliknya, ada yang dinantinya datang dari laut.

Saya membayangkan sebatang pohon kelapa tumbuh di pinggir pantai dekat dengan Ponjok Batu. Buahnya yang telah tua, menjatuhkan diri ke laut. Merelakan dirinya dibawa laut entah ke mana. Mungkin beberapa ribu tahun setelahnya, dia akan ditemukan oleh peneliti-peneliti telah menjadi batu di Ponjok Batu. Ponjok juga berarti kumpulan. Ponjok Batu bisa berarti kumpulan batu.  Memikirkan batu-batu, membuat saya lelah dan ingin membatu. Tapi saya tidak ingin menjadi batu karena dikutuk ibu. (T)

BACA JUGA: 

  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Keranjang Ular
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Jalan Seribu Tanda Tanya
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Laut yang Tak Selamanya Asin
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Hujan Tubuh dan Macan dalam Pikiran
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Kemarau yang Kehujanan
  • Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Tunjung Tutur Danau Tamblingan
Tags: alamBaturbulelenglautPura
Share104TweetSendShareSend
Previous Post

“Pasraman” Ya “Pakraman” – Terbukti Eksis Berabad-Abad

Next Post

Prejengane Kutho Suroboyo: Cintailah Tradisi Surabaya

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails
Next Post

Prejengane Kutho Suroboyo: Cintailah Tradisi Surabaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026
Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co