10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ Garapan Komunitas Lemah Tulis: Dari Lontar ke Seni Pertunjukan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 10, 2025
in Panggung
 ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ Garapan Komunitas Lemah Tulis: Dari Lontar ke Seni Pertunjukan

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

SENJA baru saja turun di Ubud, udara lembab sehabis hujan hari itu membawa hawa yang berbeda. Saat hari perlahan menuju gelap, penonton mulai memenuhi halaman The Blanco Renaissance Museum, menunggu penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. 

Kala itu, Minggu, 2 November 2025, ketika waktu tepat menunjuk pukul 19.00 Wita, sekelompok penampil tiba-tiba bergerak di atas panggung. Tanpa aba-aba, mereka memulai pementasan. Beberapa penonton sempat terkejut ─ belum ada pengumuman resmi, tapi malam penutupan UWRF 2025 ternyata sudah dimulai.

Pementasan itu bertajuk ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’, sebuah karya teater berbasis gerak yang terinspirasi dari Lontar Budha Kecapi. Karya ini menafsirkan kembali kisah Kalimosada dan Kalimosadi, dua murid setia Budha Kecapi ─ seorang pertapa dan tabib bijaksana.

Penghormatan Sekaligus Refleksi

Melalui kisah perjalanan spiritual kedua murid itu, penonton diajak merenungkan makna pengobatan tradisional: dari mana ramuan penyembuh berasal, bagaimana kekuatan alam membentuk daya penyembuhan, serta sejauh mana alam mampu menopang tradisi itu di masa kini.

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Dengan memadukan nuansa mitologi, spiritualitas, dan elemen teatrikal, ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ menyuguhkan pementasan yang nyaris ritualistik. Musik, gerak, dan mantra berpadu dalam satu kesatuan, mengajak penonton menyelami ajaran tentang kekuatan batin, naskah suci, serta hubungan antara manusia dan alam.

Bagi Komunitas Seni Lemah Tulis, karya ini adalah bentuk penghormatan terhadap pengetahuan leluhur sekaligus refleksi atas tantangan zaman modern ─ tentang bagaimana kebijaksanaan lama bisa menemukan tempat di era yang serba cepat.

Berawal dari Singaraja Literary Festival

Aguru Waktra ini dipentaskan pertama kali di Singaraja Literary Festival (SLF) yang digelar Yayasan Mahima Indonesia di Singaraja, Juli 2025. Saat itu, SLF memang sebuah festival sastra yang setiap tahun mengambil inspirasi dari khazanah lontar Bali.

Tema SLF pada Juli 2025 ini adalah Buda Kecapi. Dan, Komunitas Seni Lemah Tulis mendapat kesempatan untuk melakukan proses alihwahana dan memanggungkan kisah dari lontar Buda Kecapi itu pada sesi pertunjukan di SLF.

Dari situ kemudian, Aguru Waktra beranjak ke UWRF. Dari UWRF, kisah itu kemudian dipanggungkan juga pada pembukaan acara B-Part, Selasa, 4 November, di Masa Masa, Ketewel, Gianyar.  

Pertunjukan “Aguru Waktra” oleh Komunitas Lemah Tulis pada hari pertama B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Pertunjukan ini, secara gerak, terinspirasi dari kesenian arja dan gambuh—kesenian tradisi di Bali,” kata I Putu Ardiasa, pendiri Komunitas Seni Lemah Tulis, sekaligus penulis naskah dan sutradara Aguru Waktra.

Komunitas Seni Lemah Tulis memang kelompok seni yang didirikan oleh I Putu Ardiyasa pada tahun 2018. Berawal dari nama I-Pedalangan dan berbasis di Denpasar, komunitas ini kemudian berpindah ke Singaraja pada 2019.

Sejak awal, Lemah Tulis berfokus pada pelestarian sekaligus inovasi dalam seni pedalangan dan seni pertunjukan. Mereka menegakkan tiga pilar utama: penciptaan karya inovatif yang berakar pada tradisi, riset artistik, serta kolaborasi lintas disiplin.

Ruang kreatif Kontemporer untuk Menjaga Warisan Budaya

Selama tujuh tahun terakhir, Lemah Tulis aktif mengikuti berbagai program dan festival, seperti Klawu di Pesta Boneka, Suluh Tulis bersama STAHN Mpu Kuturan (kini IAHN Mpu Kuturan). Bersama Komunitas Mahima, mereka pernah mementaskan teater Rwa di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Rwa juga proyek alihwahana dari naskah lontar ke seni pertunjukan, yakni dari lontar yang berisi Geguritan Sucita Sebudi.

Melalui berbagai proyek itu, Lemah Tulis terus berupaya menjadi ruang kreatif yang merespons isu-isu kontemporer sekaligus menjaga warisan budaya.

‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ oleh Komunitas Seni Lemah Tulis di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Penampilan di UWRF 2025 menjadi debut perdana Komunitas Seni Lemah Tulis di festival sastra internasional itu, meski sebelumnya Ardiyasa sudah pernah tampil di UWRF tahun 2018 dalam kolaborasi bersama Papermoon Puppet Theatre.

Menurut Ardiyasa, ‘Aguru Waktra: Reimagining Lontar Budha Kecapi’ dipilih karena bentuknya sesuai dengan karakter panggung dan penonton UWRF yang sebagian besar adalah wisatawan mancanegara. 

“Karya ini masih menggunakan bentuk koreografi dan dialog bertembang, sehingga menarik secara audio-visual. Ukuran panggung di Blanco juga menjadi pertimbangan, karena pementasan ini hanya melibatkan lima penampil ─ format yang pas dengan ruang yang tersedia,” ujarnya.

“Secara keseluruhan, pementasan berjalan lancar. Yang terpenting, Lemah Tulis bisa bersua dengan panggung dan audiens yang berbeda dari sebelumnya,” tandas Ardiyasa.

Seluruh penonton menyaksikan pementasan tersebut dengan penuh perhatian dan antusiasme. Energi yang menurut Ardiyasa, menjadi bagian dari kekuatan Aguru Waktra itu sendiri: sederhana, namun menyentuh batin. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pertunjukan Lintas Seni di Penutupan Ubud Writers & Readers Festival 2025
B-PART 2025 Telah Dimulai: Saatnya Merayakan Seni Pertunjukan Kontemporer dan Memikirkan Keberlanjutannya
Tags: B-Partkomunitas lemah tulislontarsastraSingaraja Literary Festival 2025TeaterUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inner Peace sebagai Titik Awal Revolusi Kesadaran  —-Renungan Hari Pahlawan

Next Post

Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
0
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

Read moreDetails

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

Read moreDetails

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

Read moreDetails

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
0
Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

Read moreDetails

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

Read moreDetails

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

Read moreDetails

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

Read moreDetails

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
0
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

Read moreDetails

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails
Next Post
Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Transformasi Sastra Jawa Kuno pada Era Digital: Peluang Bagi Kreator Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan
Esai

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

by Chandra Manikan
June 10, 2026
‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan
Panggung

‘The Adventure Seekers’, Drama Musikal yang Menghidupkan Makna Perpisahan di SDN 1 Ungasan

PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
June 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan
Esai

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co