AIR adalah bagian yang terpenting dalam hidup kita. Alam semesta sebagian besar diisi oleh air, begitu juga tubuh kita, sebagian besar kandungannya adalah air .
Karena kita hidup tidak bisa lepas dari air, maka Tuhan menciptakan semesta dengan jumlah air yang paling besar komposisinya. Ada air laut, ada sungai, danau dan sumber air yang lainnya, seperti mata air.
Untuk kelangsungan hidup memang perlu air. Tumbuh tumbuhan untuk hidup perlu air, binatang untuk hidup juga perlu air. Begitu juga manusia mutlak perlu air.
Air diperlukan untuk minum, diperlukan juga untuk mandi, dan sebagainya.
Dalam hal ritual, air merupakan sarana yang sangat penting, di samping saranan yang lainnya. Dalam konteks ritual budaya Hindu Bali, air dipakai sebagai sarana untuk melukat, membersihkan secara lahir dan batin kita, dan biasanya airnya diambil dari sumber mata air yang ada alam.
Melukat adalah ritual pembersihan diri yang memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Bali, Indonesia.
Melukat diyakini dapat membersihkan jiwa dan raga dari kotoran energi negatif yang melekat dalam diri. Selain itu, melukat diyakini dapat mengembalikan kesucian dan kemurnian diri, sehingga individu dapat hidup lebih baik dan lebih harmonis dengan alam dan masyarakat.
Dalam kaitan ini, air disimpulkan sebagai simbul kesucian dan pembersihan, dan simbul air ini pun juga mengajarkan kita untuk selalu merendah dan mengalir , fleksibel, adaptif dan tidak kaku .
Tentunya dengan diri kita yang sudah bersih, baik lahir dan batin, maka akan memudahkan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan yang pada akhirnya kesadaran spiritual kita meningkat, sehingga dapat mencapai kondisi seimbang antara fisik, mental dan spiritual.
Dalam konteks Buana Agung ada mata air, sedangkan dalam Buana Alit ada air mata yang gunanya sama sebagai sarana melukat (mebersih) dari dalam.
Air mata adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar lakrimal yang gunanya untuk melindungi dan menjaga kesehatan mata. Secara medis, air mata terdiri dari sekitar 98% air, yang membantu menjaga kelembaban mata dan membersihkan partikel-partikel asing.
Di samping itu air mata mengandung enzim lisosim yang memiliki sifat antibakteri dan membantu melindungi mata dari infeksi, juga mengandung imunoglobulin yang bermanfaat sebagai antibodi yang membantu melindungi mata dari patogen dan infeksi.
Juga air mata mengandung gula, protein dan elektrolit yang tentunya membantu menjaga keseimbangan osmotik agar tetap terpeliharanya fungsi mata.
Dengan kandungan air mata yang kompleks itu tentunya sangat penting dalam menjaga kesehatan mata.
Secara spiritual ternyata air mata yang dikeluarkan saat kita menangis, adalah bagian terpenting dari dalam untuk melepaskan beban yang melekat dalam diri kita.
Ketika menangis, air mata yang keluar dapat menenangkan kita, melepaskan stres serta emosi yang membelenggu kita, sehingga kita merasa lebih lega dan tenang. Kenapa bisa demikian? Karena saat menangis dapat memicu pelepasan endorfin, yaitu hormon yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagia. Juga dengan menangis dapat membantu mengurangi kadar hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin yang dapat menyebabkan ketegangan dan kecemasan.
Dikatakan menangis adalah salah satu cara pelepasan emosi yang sehat dan mengurangi perasaan terisolasi, sehingga kita akan merasa lebih terhubung dengan diri sendiri dan orang lain.
Mata air yang dikeluarkan dari bumi untuk melukat dan air mata yang dikeluarkan saat menangis adalah sama-sama dapat membersihkan jiwa dan raga kita dengan membuat kita menjadi lebih tenang, damai dan bahagia.
Tuhan sudah menciptakan sarana pembersihan (melukat) dari dalam diri yaitu air mata, dan dari alam yaitu mata air. Ketika ada beban masalah, stress, emosi yang mengotori diri kita maka melukatlah, baik dengan menangis (air mata) atau dengan mata air (dari alam), maka akan kembali kita bersih dan mencapai keseimbangan dalam diri. [T]
Penulis: Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
Editor: Adnyana Ole


























