26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

28 Oktober 2025 : Pemuda dan Masa Depan Bangsa

I Putu Andre Juliana by I Putu Andre Juliana
October 28, 2025
in Esai
28 Oktober 2025 : Pemuda dan Masa Depan Bangsa

Ilustrasi tatkala.co

BERBICARA pemuda adalah berbicara masa masa depan, karna pemuda dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan masa depan. Kehadiran pemuda  yang merupakan generasi penerus dan aset bangsa diharapkan mampu menghadirkan masa depan bangsa ini dengan lebih baik. Pemuda adalah suatu generasi yang di pundaknya di bebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan yang berkelanjutan. Karna itu, berbicara pemuda adalah berbicara tentang bagaimana mempersiapkan nasib bangsa ini kedepan.

Pemuda sejak awal berdirinya bangsa ini telah menempati posisi sentral dalam proses transformasi sosial dan politik. Dalam literatur pembangunan, pemuda disebut sebagai “agent of change” atau agen perubahan, karena memiliki energi, kreativitas, dan keberanian untuk menantang status quo. Sumpah Pemuda tahun 1928 membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya identitas nasional dan cita-cita bersama.

Sumpah Pemuda adalah suatu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia.Sumpah Pemuda dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju indonesia merdeka. Sumpah Pemuda menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, Dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Masa depan bangsa terletak di tangan pemuda. Sebagaimana Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia pertama pernah berucap “Berikan aku 10 pemuda dan aku akan guncangkan dunia”. Merujuk dari pernyataan tersebut, Soekarno mengakui bahwa eksistensi pemuda dalam suatu negeri menentukan masa depan dan nasib negeri tersebut. Demikian pula yang dikemukan oleh Ben Anderson dalam Revolusi Indonesia, bahwa pemuda merupakan sumber kekuatan utama Revolusi.

Peran pemuda dalam hal ini sangat dibutuhkan oleh bangsa kita Indonesia, pemuda Indonesia tidak boleh menjadi penonton di negeri sendiri. setelah berhasil membidani lahirnya reformasi, suka dan tidak suka dengan semangat membangun bangsa ke depan, semangat jiwa “Sumpah Pemuda” harus kembali tampil memelopori persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita bangsa yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

di zaman yang berat dan dunia bergerak cepat, pemuda tidak boleh takut karena harus percaya, di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa Indonesia.  Bangsa Indonesia butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang. Jangan takut bermimpi besar, Jangan takut gagal, pemuda bukan pelengkap sejarah, tetapi pemuda adalah penentu sejarah berikutnya.

Momentum sumpah pemuda tidak hanya menjadi simbol persatuan bangsa, tetapi juga refleksi terhadap peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan Indonesia. 97 tahun yang lalu setelah ikrar itu diucapkan, semangat yang dikandungnya tetap relevan, bahkan semakin mendesak untuk dihidupkan kembali dalam konteks tantangan abad ke-21 yang ditandai oleh percepatan teknologi, globalisasi, dan dinamika sosial yang kompleks. Peran pemuda tidak lagi terbatas pada perjuangan politik atau kemerdekaan fisik, melainkan telah berkembang pada ranah yang lebih luas yakni pembangunan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pemuda dituntut untuk memiliki kompetensi abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, agar mampu menjawab tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan era disrupsi yang membawa perubahan besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan. Di satu sisi, kemajuan digital memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi, membangun jejaring, dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, di sisi lain, disrupsi juga membawa tantangan berupa krisis identitas, rendahnya daya kritis, serta menurunnya kepedulian sosial. Fenomena overload informasi dan budaya instan menjadikan sebagian pemuda kehilangan fokus terhadap tujuan jangka panjang dan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, peringatan Sumpah Pemuda tahun  ini  harus dimaknai sebagai ajakan untuk reorientasi nilai dan visi generasi muda. Pemuda tidak cukup hanya cakap teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, integritas moral, serta kesadaran kebangsaan yang tinggi. Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh keteguhan nilai dan semangat pengabdian terhadap bangsa.

Masa depan Indonesia ditentukan oleh sejauh mana pemudanya mampu mengambil peran strategis dalam setiap pembangunan bangsa. Dengan jumlah penduduk usia muda yang besar, Indonesia memiliki potensi demografis yang luar biasa yang sering disebut sebagai bonus demografi. Potensi ini hanya akan menjadi berhasil apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan, sehingga upaya mewujudkan visi Indonesia emas  tahun 2045 bisa terwujud.

Semangat 28 Oktober 1928 harus terus dihidupkan dalam denyut nadi pemuda pemudi Indonesia masa kini. Nilai persatuan, tanggung jawab, dan keberanian untuk berubah menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. Pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, sudah seharusnya generasi muda meneguhkan kembali komitmen untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa yang berdaulat, maju, dan berkeadilan.

Ketika kemewahan Idealisme yang hanya dimiliki oleh pemuda, maka merdekalah dalam berpikir dan bertindak. Selamat hari Sumpah Pemuda yang ke-97, pemuda pemudi bergerak, Indonesia bersatu. [T]

Penulis: Andre Juliana
Editor: Adnyana Ole

Tags: pemudasumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyalakan Api Semangat Pemuda: Belajar dari Einstein dan Menuhin Untuk Indonesia Jaya — Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Next Post

Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

I Putu Andre Juliana

I Putu Andre Juliana

Ketua Departemen Kaderisasi PP KMHDI 2023-2025

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co