6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [37]: Gerimis Malam di Ruang Generator

Chusmeru by Chusmeru
October 23, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

KULIAH yang nyaman adalah kuliah tanpa gangguan. Kuliah dalam ruang AC dan kedap suara menjadikan mahasiswa lebih betah. Banyak kampus yang belum memiliki ruangan seperti itu, sehingga saat perkuliahan suara bising kendaraan yang lalu lalang di depan kampus terdengar hingga ke ruang kuliah.

Banyak bentuk gangguan yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam perkuliahan. Mahasiswa yang datang terlambat ketika kuliah sudah dimulai kadang juga mengganggu kenyamanan. Dosen harus menghentikan sejenak perkuliahan hingga mahasiswa itu duduk. Malah ada dosen yang kehilangan fokus dalam mengajar jika ada mahasiswa yang datang terlambat.

Bunyi ponsel saat kuliah berlangsung sering menimbulkan gangguan kuliah. Bukan hanya dering telepon dari ponsel mahasiswa, tetapi juga ponsel dosen. Karenanya, di awal pertemuan biasanya dilakukan kontrak perkuliahan yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa dan dosen selama kuliah berlangsung.

Satu gangguan yang paling membuat tidak nyaman saat kuliah adalah listrik yang padam. Semua bisa menjadi berantakan. Ketika dosen sedang asyik menerangkan mati kuliah, tiba-tiba listrik di kampus padam. Kadang memang ada pemberitahuan awal dari PLN tentang informasi pemadaman listrik atau gangguan jaringan. Namun kapan tepatnya listrik padam sulit ditebak.

Mengatasi ketidaknyamanan itu, pihak kampus menyiapkan generator listrik yang dapat digunakan saat aliran listrik padam. Kapasitas generator biasanya tergantung pada kebutuhan daya dan peralatan yang ada di kampus. Generator dengan kapasitas 100 kVA dianggap cukup bagi sebuah fakultas untuk mengantisipasi padamnya listrik.

Generator di tempat Wagirun dan Sujadi bekerja ditempatkan di sebuah ruangan dekat pos Satpam. Meski ada teknisi yang menangani generator, kadang Wagirun dan Sujadi yang bekerja sebagai Satpam harus paham soal urusan generator. Kadang aliran listrik di kampus padam saat sore atau malam di mana semua pegawai sudah pulang. Giliran mereka yang jaga malam di pos Satpam terpaksa turun tangan ke ruang generator.

Kampus di mana Wagirun dan Sujadi bekerja akitivitasnya bukan hanya di pagi dan siang hari. Sore dan malam hari juga masih ada perkuliahan untuk program magister dan doktor. Bila turun hujan lebat dan petir menyambar, kadang aliran listrik di seputar kampus padam cukup lama. Maka mau tak mau mereka harus menghidupkan generator listrik

***

Satpam fakultas ada empat orang yang bekerja bergiliran, piket pagi sampai sore dan piket sore hingga dini hari. Wagirun dan Sujadi kerap mendapat giliran yang sama, piket sore. Mereka akan bertugas sejak sore, malam, hingga subuh tiba. Jika listrik padam, mereka tidak harus bersusah-payah menghidupkan generator, karena letak ruangan yang persis di sebelah pos Satpam.

Malam ini Wagirun dan Sujadi sudah berada di pos Satpam. Mendung bergelayut di langit. Sepertinya akan turun hujan. Wagirun sudah menyiapkan jas hujan dan payung untuk berkeliling kampus bila turun hujan. Sujadi juga sudah siap sedia kopi sachet untuk bekal malam jika mata terasa mengantuk.

Rintik gerimis turun di pelataran kampus. Hari belum begitu malam. Kuliah di program magister dan program doktor masih berlangsung. Kampus di kota yang berhawa sejuk ini semakin dingin bila malam tiba. Apalagi turun gerimis. Wagirun mengamati kalender yang terpasang di pos Satpam. Masih tanggal muda. Semangat kerja mereka masih menyala.

Saat mengamati kalender, tiba-tiba listrik di kampus padam. Padahal tidak ada petir dan badai. Hanya gerimis kecil. Wagirun dan Sujadi terkejut. Mengapa listrik padam di saat hujan gerimis. Wagirun teringat apa yang dilihatnya di kalender.

“Sekarang hari Senin Wage, malam Selasa Kliwon,” kata Wagirun di tengah kegelapan.

“Haahh..?!” Hanya itu yang terucap dari mulut Sujadi.

Wagirun menyalakan senter untuk menuju ruang generator. Ia tidak ingin mendapat komplin dari mahasiswa dan teguran dari dosen lantaran terlambat menghidupkan generator. Kuliah tentu sedang terhenti karena padamnya listrik.

Gerimis kecil tak menghalangi Wagirun. Ia buka pintu ruang generator. Dengan senter yang dibawa ia gunakan untuk penerangan di dalam ruang generator. Betapa kaget Wagirun. Ketika sinar senter ia arahkan ke generator listrik, berdiri seorang perempuan menggunakan daster hitam. Wajahnya pucat menatap Wagirun.

“Astaga.. siapa kamu..???!” tanya Wagirun sedikit gugup dan takut.

“Saya numpang berteduh, Pak..,” jawab perempuan itu pelan.

Wagirun merinding. Bagaimana mungkin perempuan itu bisa masuk ke ruang generator. Ruangan itu selalu terkunci. Pasti ini hantu, pikir Wagirun. Dengan tangan gemetaran ia segera memencet tombol start pada generator. Kampus terang kembali. Berbarengan dengan itu, perempuan di dalam ruang generator menghilang. Wagirun berlari ke pos Satpam.

Sujadi heran dan kaget melihat Wagirun datang tergopoh-gopoh seperti orang ketakutan.

“Ada apa…?” tanya Sujadi

“Ada hantu perempuan di ruang generator,” kata Wagirun dengan suara bergetar.

Sujadi terkejut. Ia segera membuat kopi untuk menghilangkan rasa takutnya. Wagirun duduk di kursi pos Satpam dengan dada yang masih berdebar. Gerimis sudah mulai reda. Aliran listrik dari PLN juga sudah menyala kembali. Wagirun bergegas mematikan kembali tombol start di generator. Aura menyeramkan masih dirasakan di ruang generator, meski hantu perempuan itu telah menghilang.

***

Sepuluh hari berikutnya Wagirun dan Sujadi kembali tugas piket malam. Menjelang magrib mereka berdua sudah di pos Satpam. Hari Kamis Wage, malam Jumat Kliwon. Keduanya tahu malam Jumat Kliwon selalu terjadi hal misterius di kampus. Walau mereka kerap menjumpai hal menyeramkan, bukan berarti mereka tidak takut. Gemetar dan mencekam selalu saja mereka rasakan.

Gerimis turun ketika hari memasuki gelap malam. Sujadi keluar pos Satpam dan mendongak ke atas untuk melihat kondisi langit yang mendung. Wagirun mengecek senter apakah masih berfungsi. Mereka saling tatap memberi isyarat akan terjadi sesuatu jika turun hujan di malam Jumat Kliwon.

Gerimis kian lebat. Dan mendadak listrik di kampus padam. Wagirun meminta Sujadi yang menghidupkan generator listrik. Sujadi sedikit ragu. Apalagi lampu yang padam hanya di area kampus. Sedangkan lampu di pemukiman penduduk dan pertokoan di dekat kampus lampu terlihat masih menyala terang.

Perlahan Sujadi berjalan menuju ruang generator sambil membawa senter. Perlahan pula ia buka pintu ruang generator. Entah mengapa perasaan Sujadi tidak enak saat hendak masuk ke ruangan. Apa yang diceritakan Wagirun membayangi persaannya.

Nafas Sujadi serasa mau berhenti. Dadanya berdebar kencang. Bulu rambut di lengannya berdiri. Di sudut ruang generator berdiri seorang perempuan memakai daster hitam dengan tatapan kosong. Keringat dingin keluar dari kening Sujadi. Ia mencoba untuk tetap berdiri kokoh di tengah ketakutannya. Perempuan itu tersenyum kepada Sujadi. Suasana mencekam di ruang generator. Sujadi tidak berani menatap hantu perempuan itu.

“Kamu siapa..!!!???” tanya Sujadi dengan suara agak parau.

“Saya numpang berteduh, Pak..,” jawab perempuan itu sambil tersenyum ke arah Sujadi.

Sujadi makin ketakutan. Namun ia mencoba sekuat tenaga untuk berada di ruang generator. Lampu di kampus tidak boleh dibiarkan padam terlalu lama, karena akan mengganggu perkuliahan.

“Kamu tinggal di mana..?” Sujadi memberanikan diri bertanya. Padahal ia tahu bahwa perempuan yang ada di hadapannya adalah hantu, bukan manusia biasa.

“Rumah saya di kampung sebelah, Pak,” jawab perempuan itu sambil memegangi rambutnya.

Sujadi tak mampu lagi menahan rasa takutnya. Secepatnya ia tekan tombol start pada generator. Lampu di kampus kembali menyala, dan hantu perempuan itu pun menghilang. Sujadi merasa lega, meski dadanya masih tetap berdegup kencang. Ia bergegas menuju pos Satpam. Hujan di pelataran kampus mulai reda.

“Ada apa..?” tanya Wagirun begitu dilihatnya Sujadi ketakutan.

“Hantu perempuan itu muncul lagi,” jawab Sujadi dengan napas tersengal-sengal.

Munculnya hantu perempuan di ruang generator bukan hanya sekali terjadi. Setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon, jika gerimis turun di kampus, aliran listrik di kampus pasti padam. Hantu perempuan itu akan menampakkan diri di sudut ruang generator. Meski bukan hanya sekali Wagirun dan Sujadi melihat perempuan itu, mereka tetap saja takut. Perempuan itu bukan manusia biasa, tetapi hantu yang menumpang berteduh saat gerimis turun.

Anehnya, hantu perempuan itu hanya muncul pada malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon bila turun gerimis. Namun jika tidak gerimis, meskipun di dua malam keramat, hantu perempuan itu tidak muncul. Begitu pun aliran listrik di kampus tidak padam jika tidak turun gerimis di malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.

Wagirun dan Sujadi tak mengerti tentang keanehan itu. Hanya penduduk di sekitar kampus yang paham tentang misteri hantu perempuan di ruang generator. Berdasarkan cerita penduduk, dahulu ada perempuan warga kampung sebelah yang mengalami musibah di tempat yang sekarang dipakai sebagai ruang generator. Musibah seperti apa, penduduk setempat tidak menjelaskan secara rinci. Perempuan itu diceritakan tewas mengenaskan pada malam Selasa Kliwon, dan jasadnya baru ditemukan penduduk pada malam Jumat Kliwon. Ada yang menduga perempuan itu korban pembunuhan. Namun hingga kini tak terungkap siapa pembunuhnya.

Beberapa orang di sekitar kampus menyarankan kepada Wagirun dan Sujadi untuk menaruh payung kertas di depan ruang generator setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon. Terutama jika diperkirakan turun hujan pada kedua malam itu. Payung kertas digunakan orang-orang zaman dahulu jika hujan turun. Payung kertas juga sering digunakan untuk memayungi batu nisan di tanah makam.Tidak terjadi lagi lampu padam di saat gerimis pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon sejak ditaruh payung kertas di depan ruang generator. Barangkali perempuan itu tak perlu lagi berteduh di ruang generator untuk pulang ke kampungnya. Atau bisa jadi payung kertas itu telah membantunya menerobos gerimis di tengah malam. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata Budaya Sudah Melenceng, Ingat Pesan Lama: “Don’t Change Bali, Let Bali Change the Visitors.”

Next Post

“Ulah Pati” Karena “Bully” dan Patah Hati?

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
“Ulah Pati” Karena “Bully” dan Patah Hati?

"Ulah Pati" Karena "Bully" dan Patah Hati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co