17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [37]: Gerimis Malam di Ruang Generator

Chusmeru by Chusmeru
October 23, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

KULIAH yang nyaman adalah kuliah tanpa gangguan. Kuliah dalam ruang AC dan kedap suara menjadikan mahasiswa lebih betah. Banyak kampus yang belum memiliki ruangan seperti itu, sehingga saat perkuliahan suara bising kendaraan yang lalu lalang di depan kampus terdengar hingga ke ruang kuliah.

Banyak bentuk gangguan yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam perkuliahan. Mahasiswa yang datang terlambat ketika kuliah sudah dimulai kadang juga mengganggu kenyamanan. Dosen harus menghentikan sejenak perkuliahan hingga mahasiswa itu duduk. Malah ada dosen yang kehilangan fokus dalam mengajar jika ada mahasiswa yang datang terlambat.

Bunyi ponsel saat kuliah berlangsung sering menimbulkan gangguan kuliah. Bukan hanya dering telepon dari ponsel mahasiswa, tetapi juga ponsel dosen. Karenanya, di awal pertemuan biasanya dilakukan kontrak perkuliahan yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa dan dosen selama kuliah berlangsung.

Satu gangguan yang paling membuat tidak nyaman saat kuliah adalah listrik yang padam. Semua bisa menjadi berantakan. Ketika dosen sedang asyik menerangkan mati kuliah, tiba-tiba listrik di kampus padam. Kadang memang ada pemberitahuan awal dari PLN tentang informasi pemadaman listrik atau gangguan jaringan. Namun kapan tepatnya listrik padam sulit ditebak.

Mengatasi ketidaknyamanan itu, pihak kampus menyiapkan generator listrik yang dapat digunakan saat aliran listrik padam. Kapasitas generator biasanya tergantung pada kebutuhan daya dan peralatan yang ada di kampus. Generator dengan kapasitas 100 kVA dianggap cukup bagi sebuah fakultas untuk mengantisipasi padamnya listrik.

Generator di tempat Wagirun dan Sujadi bekerja ditempatkan di sebuah ruangan dekat pos Satpam. Meski ada teknisi yang menangani generator, kadang Wagirun dan Sujadi yang bekerja sebagai Satpam harus paham soal urusan generator. Kadang aliran listrik di kampus padam saat sore atau malam di mana semua pegawai sudah pulang. Giliran mereka yang jaga malam di pos Satpam terpaksa turun tangan ke ruang generator.

Kampus di mana Wagirun dan Sujadi bekerja akitivitasnya bukan hanya di pagi dan siang hari. Sore dan malam hari juga masih ada perkuliahan untuk program magister dan doktor. Bila turun hujan lebat dan petir menyambar, kadang aliran listrik di seputar kampus padam cukup lama. Maka mau tak mau mereka harus menghidupkan generator listrik

***

Satpam fakultas ada empat orang yang bekerja bergiliran, piket pagi sampai sore dan piket sore hingga dini hari. Wagirun dan Sujadi kerap mendapat giliran yang sama, piket sore. Mereka akan bertugas sejak sore, malam, hingga subuh tiba. Jika listrik padam, mereka tidak harus bersusah-payah menghidupkan generator, karena letak ruangan yang persis di sebelah pos Satpam.

Malam ini Wagirun dan Sujadi sudah berada di pos Satpam. Mendung bergelayut di langit. Sepertinya akan turun hujan. Wagirun sudah menyiapkan jas hujan dan payung untuk berkeliling kampus bila turun hujan. Sujadi juga sudah siap sedia kopi sachet untuk bekal malam jika mata terasa mengantuk.

Rintik gerimis turun di pelataran kampus. Hari belum begitu malam. Kuliah di program magister dan program doktor masih berlangsung. Kampus di kota yang berhawa sejuk ini semakin dingin bila malam tiba. Apalagi turun gerimis. Wagirun mengamati kalender yang terpasang di pos Satpam. Masih tanggal muda. Semangat kerja mereka masih menyala.

Saat mengamati kalender, tiba-tiba listrik di kampus padam. Padahal tidak ada petir dan badai. Hanya gerimis kecil. Wagirun dan Sujadi terkejut. Mengapa listrik padam di saat hujan gerimis. Wagirun teringat apa yang dilihatnya di kalender.

“Sekarang hari Senin Wage, malam Selasa Kliwon,” kata Wagirun di tengah kegelapan.

“Haahh..?!” Hanya itu yang terucap dari mulut Sujadi.

Wagirun menyalakan senter untuk menuju ruang generator. Ia tidak ingin mendapat komplin dari mahasiswa dan teguran dari dosen lantaran terlambat menghidupkan generator. Kuliah tentu sedang terhenti karena padamnya listrik.

Gerimis kecil tak menghalangi Wagirun. Ia buka pintu ruang generator. Dengan senter yang dibawa ia gunakan untuk penerangan di dalam ruang generator. Betapa kaget Wagirun. Ketika sinar senter ia arahkan ke generator listrik, berdiri seorang perempuan menggunakan daster hitam. Wajahnya pucat menatap Wagirun.

“Astaga.. siapa kamu..???!” tanya Wagirun sedikit gugup dan takut.

“Saya numpang berteduh, Pak..,” jawab perempuan itu pelan.

Wagirun merinding. Bagaimana mungkin perempuan itu bisa masuk ke ruang generator. Ruangan itu selalu terkunci. Pasti ini hantu, pikir Wagirun. Dengan tangan gemetaran ia segera memencet tombol start pada generator. Kampus terang kembali. Berbarengan dengan itu, perempuan di dalam ruang generator menghilang. Wagirun berlari ke pos Satpam.

Sujadi heran dan kaget melihat Wagirun datang tergopoh-gopoh seperti orang ketakutan.

“Ada apa…?” tanya Sujadi

“Ada hantu perempuan di ruang generator,” kata Wagirun dengan suara bergetar.

Sujadi terkejut. Ia segera membuat kopi untuk menghilangkan rasa takutnya. Wagirun duduk di kursi pos Satpam dengan dada yang masih berdebar. Gerimis sudah mulai reda. Aliran listrik dari PLN juga sudah menyala kembali. Wagirun bergegas mematikan kembali tombol start di generator. Aura menyeramkan masih dirasakan di ruang generator, meski hantu perempuan itu telah menghilang.

***

Sepuluh hari berikutnya Wagirun dan Sujadi kembali tugas piket malam. Menjelang magrib mereka berdua sudah di pos Satpam. Hari Kamis Wage, malam Jumat Kliwon. Keduanya tahu malam Jumat Kliwon selalu terjadi hal misterius di kampus. Walau mereka kerap menjumpai hal menyeramkan, bukan berarti mereka tidak takut. Gemetar dan mencekam selalu saja mereka rasakan.

Gerimis turun ketika hari memasuki gelap malam. Sujadi keluar pos Satpam dan mendongak ke atas untuk melihat kondisi langit yang mendung. Wagirun mengecek senter apakah masih berfungsi. Mereka saling tatap memberi isyarat akan terjadi sesuatu jika turun hujan di malam Jumat Kliwon.

Gerimis kian lebat. Dan mendadak listrik di kampus padam. Wagirun meminta Sujadi yang menghidupkan generator listrik. Sujadi sedikit ragu. Apalagi lampu yang padam hanya di area kampus. Sedangkan lampu di pemukiman penduduk dan pertokoan di dekat kampus lampu terlihat masih menyala terang.

Perlahan Sujadi berjalan menuju ruang generator sambil membawa senter. Perlahan pula ia buka pintu ruang generator. Entah mengapa perasaan Sujadi tidak enak saat hendak masuk ke ruangan. Apa yang diceritakan Wagirun membayangi persaannya.

Nafas Sujadi serasa mau berhenti. Dadanya berdebar kencang. Bulu rambut di lengannya berdiri. Di sudut ruang generator berdiri seorang perempuan memakai daster hitam dengan tatapan kosong. Keringat dingin keluar dari kening Sujadi. Ia mencoba untuk tetap berdiri kokoh di tengah ketakutannya. Perempuan itu tersenyum kepada Sujadi. Suasana mencekam di ruang generator. Sujadi tidak berani menatap hantu perempuan itu.

“Kamu siapa..!!!???” tanya Sujadi dengan suara agak parau.

“Saya numpang berteduh, Pak..,” jawab perempuan itu sambil tersenyum ke arah Sujadi.

Sujadi makin ketakutan. Namun ia mencoba sekuat tenaga untuk berada di ruang generator. Lampu di kampus tidak boleh dibiarkan padam terlalu lama, karena akan mengganggu perkuliahan.

“Kamu tinggal di mana..?” Sujadi memberanikan diri bertanya. Padahal ia tahu bahwa perempuan yang ada di hadapannya adalah hantu, bukan manusia biasa.

“Rumah saya di kampung sebelah, Pak,” jawab perempuan itu sambil memegangi rambutnya.

Sujadi tak mampu lagi menahan rasa takutnya. Secepatnya ia tekan tombol start pada generator. Lampu di kampus kembali menyala, dan hantu perempuan itu pun menghilang. Sujadi merasa lega, meski dadanya masih tetap berdegup kencang. Ia bergegas menuju pos Satpam. Hujan di pelataran kampus mulai reda.

“Ada apa..?” tanya Wagirun begitu dilihatnya Sujadi ketakutan.

“Hantu perempuan itu muncul lagi,” jawab Sujadi dengan napas tersengal-sengal.

Munculnya hantu perempuan di ruang generator bukan hanya sekali terjadi. Setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon, jika gerimis turun di kampus, aliran listrik di kampus pasti padam. Hantu perempuan itu akan menampakkan diri di sudut ruang generator. Meski bukan hanya sekali Wagirun dan Sujadi melihat perempuan itu, mereka tetap saja takut. Perempuan itu bukan manusia biasa, tetapi hantu yang menumpang berteduh saat gerimis turun.

Anehnya, hantu perempuan itu hanya muncul pada malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon bila turun gerimis. Namun jika tidak gerimis, meskipun di dua malam keramat, hantu perempuan itu tidak muncul. Begitu pun aliran listrik di kampus tidak padam jika tidak turun gerimis di malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.

Wagirun dan Sujadi tak mengerti tentang keanehan itu. Hanya penduduk di sekitar kampus yang paham tentang misteri hantu perempuan di ruang generator. Berdasarkan cerita penduduk, dahulu ada perempuan warga kampung sebelah yang mengalami musibah di tempat yang sekarang dipakai sebagai ruang generator. Musibah seperti apa, penduduk setempat tidak menjelaskan secara rinci. Perempuan itu diceritakan tewas mengenaskan pada malam Selasa Kliwon, dan jasadnya baru ditemukan penduduk pada malam Jumat Kliwon. Ada yang menduga perempuan itu korban pembunuhan. Namun hingga kini tak terungkap siapa pembunuhnya.

Beberapa orang di sekitar kampus menyarankan kepada Wagirun dan Sujadi untuk menaruh payung kertas di depan ruang generator setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon. Terutama jika diperkirakan turun hujan pada kedua malam itu. Payung kertas digunakan orang-orang zaman dahulu jika hujan turun. Payung kertas juga sering digunakan untuk memayungi batu nisan di tanah makam.Tidak terjadi lagi lampu padam di saat gerimis pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon sejak ditaruh payung kertas di depan ruang generator. Barangkali perempuan itu tak perlu lagi berteduh di ruang generator untuk pulang ke kampungnya. Atau bisa jadi payung kertas itu telah membantunya menerobos gerimis di tengah malam. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata Budaya Sudah Melenceng, Ingat Pesan Lama: “Don’t Change Bali, Let Bali Change the Visitors.”

Next Post

“Ulah Pati” Karena “Bully” dan Patah Hati?

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Bermain dengan Jin Tengah Malam

by Chusmeru
May 7, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails
Next Post
“Ulah Pati” Karena “Bully” dan Patah Hati?

"Ulah Pati" Karena "Bully" dan Patah Hati?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co