24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 19, 2025
in Khas
Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

I Wayan Jegog dan cucunya Putu Chandra

DI tengah riuh rendah modernitas Denpasar Timur, denyut sejarah masih terasa kuat dari Pabrik Besi Pande Jegog di Jalan Trenggana, Penatih. Bukan sekadar pabrik, tempat ini adalah saksi bisu ketekunan lintas generasi, yang kini juga dikendalikan oleh tangan terampil I Putu Chandra Danuarta, pemuda kelahiran 3 Mei 2001, serta melanjutkan jejak sang kakek.

Kisah pabrik besi ini bermula jauh sebelum Chandra lahir. Tahun 1970, kakek Jegog memulai segalanya dari sebuah usaha pande tradisional di Bali. Empat tahun kemudian, pada 1974, izin usaha dari Kementerian Perindustrian resmi didapatkan, menandai berdirinya usaha Pande Jegog, yang namanya diambil dari nama kakeknya sendiri, I Wayan Jegog kelahiran 11 Desember 1952.

Putu Chandra, pria berkacamata ini, menceritakan keterlibatannya bukan karena paksaan orang tua, melainkan ketertarikan yang tumbuh dari masa kecil.

“Waktu kecil saya lihat kakek kerja di pabrik besi, ya ikut bantu-bantu. Kalau pengaruh sih nggak ada, nggak ada direcoki dari kecil harus jadi pande. Lihat, akhirnya tertarik sendiri,” kenangnya sambil tersenyum.

Wayan Jegog

Chandra juga menceritakan lebih detail mengapa ia tertarik dengan dunia pande besi ini, dulu ia sangat suka main Roleplay Game (RPG) lalu ia menyebutkan ada salah satu karakternya itu menjadi blacksmith atau penempa dan itu mengingatkannya pada pekerjaan kakeknya jadilah dia tertarik ikut menjadi pande besi.

Meskipun saat SMP hingga SMA ia hanya membantu sepulang sekolah sebelum beranjak bermain layaknya anak muda lain, benih kecintaan terhadap besi sudah tertanam. Kini, ia menjadi penerus, membawa filosofi kakeknya: kerja keras dan konsistensi.

“Maknanya itu bekerja keras, konsistensi, yang di mana dari awalnya berdiri sendiri masih kecil sampai sekarang besar dan bisa menghidupi keluarga,” tegas Chandra.

Inovasi Pande Modern dan Konsistensi Seni Besi

Pande Jegog saat ini mengadopsi sentuhan modern. Selain memproduksi perkakas pande pada umumnya seperti pisau dan blakas (pisau besar khas Bali), mereka juga merambah pembuatan alat-alat berteknologi untuk pertanian, dapur, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (UMKM). Pabriknya dibagi dua: bagian depan untuk pande pisau, dan bagian belakang dikhususkan untuk mesin pertanian.

Proses pembuatan pisaulah yang paling menantang. Chandra mengungkapkan, bagian tersulit adalah membentuk mata pisau, yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan presisi tinggi. “Kadang kalau produk sudah jadi, dipakai, lalu patah atau cepat rusak, kasihan juga pembelinya,” ujarnya.

Putu Chandra sedang memotong daun pandan dengan mesin

Prosesnya melibatkan kayu paang untuk gagang (pati), cincin kuningan atau besi sebagai penyambung, dan penempaan mata pisau dari plat baja di bara api. Setelah digabungkan menjadi satu kesatuan, pisau kemudian diasah atau disangih hingga tajam.

Chandra melihat pengrajin besi sebagai spesialisasi yang beragam. Usaha Pande Jegog memilih fokus pada pisau, dengan ciri khas desain yang lebih ramping dan praktis, meskipun tetap melayani permintaan untuk pisau besar (blakas) sesuai keinginan konsumen. Kakek Jegog juga pernah membuat keris untuk keperluan adat, menunjukkan kolerasi kuat antara besi, seni, dan spiritualitas Bali.

Tantangan Zaman dan Harapan Regenerasi

Dampak teknologi modern dirasakan sangat membantu. Mesin seperti hydraulic press menggantikan dua tenaga manusia saat menempa, dan mesin pemotong mempermudah pemrosesan besi keras. Pemasaran pun kini lebih mudah melalui media sosial, menjangkau konsumen secara digital dan cepat.

Namun, tantangan terbesar adalah persaingan. “Kita masih manual, sehari hanya bisa keluar 5 sampai 10 pisau, sedangkan perusahaan lebih besar bisa mencapai ratusan,” ungkap Chandra. Selain itu, regenerasi menjadi isu.

“Yang berminat belajar itu sedikit memang,” katanya, tidak menyalahkan karena idealismenya tidak bisa mengalahkan realita perkembangan zaman.

Ia prihatin jika profesi ini punah, “Sangat disayangkan sekali. Salah satu kebudayaan Bali, dari zaman leluhur, kerajaan, sampai modern masih ada pande besi atau tukang besi. Kehilangan pande berarti kehilangan elemen penting yang dibutuhkan masyarakat, seperti pisau petani dan sabit,” tuturnya.

Meski begitu, Chandra optimis. Ia berencana mengembangkan usaha ke ranah ekspor, memperkuat pemasaran digital, dan terus berinovasi dalam desain produk. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, tidak hanya materi, tetapi juga mengenalkan pande yang terkenal dengan keterampilan seseorang dalam mengolah logam, karena hal itu menjadi bagian dari pariwisata budaya.

Filosofi Palu dan Besi

Dalam setiap pukulan palu pada besi panas, terdapat makna filosofis yang dipegang teguh. Chandra menjelaskan, proses membakar besi di perapian diibaratkan sebagai penciptaan, identik dengan Dewa Brahma dalam kepercayaan Hindu Bali. Mereka menciptakan atas izin Beliau.

Mengutip pelajaran dari besi, Chandra berujar bijak, “Hidup itu kan seperti ditempa ya. Diberikan cobaan, itu sama dengan ditempa, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi pandelah misalnya ya, menempa untuk belajar, mengerti, ditempa menjadi pribadi yang lebih jadi.”

Toko Pande Jegog

Baginya, pande adalah tentang ketekunan—kerja keras dan konsistensi, menciptakan sesuatu tanpa mudah lelah, dan terus mencoba jika gagal. Besi, benda mati yang dingin, menjadi bagian penting kehidupan setelah diproses, dibakar, ditempa, dan dipoles menjadi pisau yang berguna.

Momen paling berkesan bagi Chandra adalah ketika menciptakan benda dari besi bersama kakeknya dan mendapatkan penghargaan pada lomba teknologi dan inovasi. Ia menyadari, banyak orang hanya melihat pekerjaan ini keras, berat, dan hanya bisa melihat hasilnya. Padahal, ada proses berulang kali dari kegagalan yang tidak terlihat.

“Proses itu yang menjadikan kami handal sekarang. Itu yang kadang tidak dilihat orang-orang,” tutup Chandra, menjadikan warisan palu dan bara api Pande Jegog terus menyala di jantung kebudayaan Bali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarpande besiPenatihUMKMumkm lokal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

TIMOTHY ADALAH SAYA

Next Post

Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Festival Kekeruyuuuk! -- Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co