23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lontar ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
October 7, 2025
in Khas
Dari Lontar ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

Dari Lontar Ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

DI jantung Pulau Dewata, di tengah riak zaman yang terus berubah, sebuah adagium menjadi suluh bagi sebuah institusi pendidikan tinggi: Cahaya Ilmu Menerangi Peradaban. Moto ini bukan sekadar untaian kata, melainkan denyut nadi filosofis bagi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Ia adalah sebuah panggilan untuk bertindak, sebuah mandat untuk memastikan bahwa warisan pencerahan yang tersimpan dalam helai-helai lontar tidak meredup ditelan masa, melainkan bertransformasi menjadi pijar baru yang mampu menyinari relung-relung peradaban digital kontemporer. Dari cahaya aksara kuno yang tergores di atas daun lontar, kini lahir cahaya baru yang terpancar dari layar gawai sebuah metamorfosis yang didorong oleh kecendekiaan dan visi.

Di tengah derap langkah kemajuan ini, sebuah krisis senyap membayangi. Sebuah kesenjangan budaya menganga antara generasi pewaris dan harta sastra. Di satu sisi, kekayaan tak ternilai dari cerita-cerita tradisional Bali, khususnya Carita Tantri, terancam menjadi artefak beku yang tak lagi mampu berkomunikasi dengan generasi muda. Di sisi lain, generasi digital native fasih dalam bahasa gambar bergerak, interaktivitas, dan konektivitas instan, namun gagap dalam memahami bahasa simbolik para leluhurnya.

Menjawab tantangan inilah, dari denyut intelektual IAHN Mpu Kuturan, lahir sebuah mahakarya yang menjadi manifestasi paripurna dari visi dan status barunya: SAKTI (Sastra Animasi Interaktif).

Jauh sebelum era digital, kebudayaan Bali telah memiliki sebuah taman kebijaksanaan yang rimbun dan tak pernah kering sumber mata airnya. Taman itu adalah Carita Tantri, sebuah khazanah sastra yang diibaratkan laksana taman yang dipenuhi tanaman dengan bunga dan buah yang lezat. Lebih dari sekadar kumpulan fabel atau dongeng pengantar tidur, Tantri adalah sebuah kitab kehidupan yang memuat ajaran luhur tentang kecerdasan, kepantasan, kepatutan, ajaran, serta pesan-pesan moral.

Tantri bukanlah sekadar cerita, melainkan cermin peradaban. Namun, di persimpangan zaman ini, cermin itu mulai memudar. Gema kebijaksanaannya kian sayup di tengah riuh rendahnya arus informasi global. sebuah pemahaman fundamental muncul. Masalahnya bukanlah penolakan generasi muda terhadap nilai-nilai kebijaksanaan itu sendiri, melainkan penolakan terhadap medium penyampaiannya yang dianggap usang. Mereka tidak menolak pesan moral tentang kecerdikan, kejujuran, atau kesetiaan yang diajarkan Tantri; mereka hanya tidak lagi terkoneksi dengan metode penyampaian tradisional seperti pembacaan teks atau penuturan lisan.

Kesenjangan yang terjadi adalah kesenjangan medium. Tingginya angka keterlibatan dengan media digital, yang pada awalnya tampak sebagai ancaman, sesungguhnya bukanlah masalah, melainkan kunci dari solusi. Ini menunjukkan bahwa untuk menjembatani jurang generasi, yang dibutuhkan bukanlah perlawanan terhadap arus digital, melainkan strategi cerdas untuk berlayar di atasnya. Tantangannya bukan untuk menarik kaum muda keluar dari dunia digital mereka, tetapi untuk secara strategis mengisi ruang digital tersebut dengan konten budaya yang dikemas ulang secara inovatif dan relevan.

Proyek SAKTI lahir dari pemahaman ini, dengan keyakinan bahwa kebijaksanaan Tantri bersifat abadi, namun wadahnya harus senantiasa kontemporer.

Sebagai jawaban atas tantangan zaman, IAHN Mpu Kuturan tidak tinggal diam. Dari ruang-ruang diskusi akademis dan lokakarya kreatif, lahir sebuah inisiatif visioner yang diberi nama SAKTI (Sastra Animasi Interaktif). SAKTI bukanlah sekadar proyek perangkat lunak, melainkan sebuah karya adiluhung dari para perajin digital sebuah jembatan kokoh yang dibangun untuk menghubungkan kebijaksanaan masa lampau dengan lanskap masa depan. Ia adalah manifestasi dari sebuah tekad untuk merajut kembali benang-benang emas tradisi yang mulai terurai dengan serat-serat kokoh teknologi modern.

Kekuatan sejati di balik SAKTI terletak pada potensi sumber daya manusia (SDM) yang menjadi motor penggeraknya. Tim peneliti proyek ini adalah sebuah mikrokosmos yang merefleksikan keunggulan dan keluasan wawasan IAHN Mpu Kuturan. Kolaborasi yang terjalin melintasi batas-batas disiplin ilmu, menciptakan sebuah sinergi yang langka dan kuat.

Dipimpin oleh I Wayan Juliana, S.S., M.Hum., seorang pakar dari program studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali, proyek ini memiliki fondasi sastra yang kokoh. Visi artistik dan realisasi visualnya dipercayakan kepada I Putu Ardiyasa, M.Sn., seorang ahli dari program studi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu. Kehadiran mereka memastikan bahwa adaptasi narasi dan estetika visual SAKTI tetap setia pada akar budayanya.

Lebih jauh lagi, proyek ini secara sadar melibatkan mahasiswa sebagai tulang punggung penelitian. Kadek Pipin Dwi Mentari dari prodi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu dan Ni Luh Wikantari dari prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali tidak hanya menjadi subjek penelitian, tetapi diangkat sebagai anggota peneliti. Langkah ini menunjukkan sebuah komitmen yang mendalam terhadap proses regenerasi dan kaderisasi.

Carita Tantri, sebagai media lama yang berbasis teks lontar dan tradisi lisan, tidak ditinggalkan, melainkan dikonvergensikan dengan media baru berupa animasi 3D interaktif. Hasilnya adalah sebuah budaya partisipatif di mana audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi diundang untuk masuk ke dalam narasi, membuat pilihan, dan ikut menentukan alur cerita.

SAKTI mengubah pembaca menjadi pemain, sebuah transformasi yang dimungkinkan oleh konvergensi media. Tujuan utamanya bukanlah untuk menyimpan Carita Tantri di dalam sebuah museum digital, melainkan untuk menanamnya kembali di dalam taman belajar generasi baru. Dengan demikian, IAHN Mpu Kuturan memposisikan dirinya bukan hanya sebagai penjaga warisan budaya, tetapi sebagai pendidik dan revitalisator budaya yang aktif, memastikan bahwa kearifan masa lalu terus tumbuh dan relevan di era digital.

Perjalanan inovatif SAKTI tidak berhenti di ranah lokal maupun nasional. Setelah melalui proses pengembangan dan validasi yang ketat, karya intelektual dari IAHN Mpu Kuturan ini siap melangkahkan kakinya ke panggung dunia.

Puncak dari upaya diseminasi ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan: proyek SAKTI secara resmi diterima untuk dipresentasikan dalam sebuah forum akademis internasional bergengsi, yaitu SSVIT International con 2025, yang akan diselenggarakan di Samut Prakan, Thailand. Momen ini lebih dari sekadar sebuah perjalanan akademis; ia adalah sebuah misi diplomasi budaya, di mana kebijaksanaan luhur Mpu Kuturan, yang kini terbungkus dalam medium digital, akan melintasi batas-batas negara dan bergaung di hadapan komunitas ilmiah global.

Pada pandangan pertama, tema konferensi, “Advancing AI Research and Innovation for Global Sustainability” (Memajukan Riset dan Inovasi AI untuk Keberlanjutan Global), mungkin tampak tidak selaras dengan sebuah proyek yang berakar pada sastra kuno Bali. Namun, di sinilah letak kecerdasan strategis tim peneliti IAHN Mpu Kuturan. Mereka tidak melihat tema ini sebagai sebuah halangan, melainkan sebagai sebuah peluang untuk memperluas wacana tentang keberlanjutan itu sendiri.

Tim berhasil membingkai proyek SAKTI bukan hanya sebagai inovasi teknologi pendidikan, tetapi sebagai sebuah studi kasus yang kuat tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan sosial dan budaya (social and cultural sustainability). Argumen yang diajukan adalah bahwa sebuah peradaban tidak dapat dikatakan berkelanjutan jika ia kehilangan akar budayanya, identitasnya, dan kearifan lokalnya.

Pencapaian ini membawa implikasi yang jauh lebih dalam. Ketika tim peneliti dari Singaraja berdiri di podium di Thailand, mereka tidak hanya mewakili institusi mereka. Mereka secara efektif melakukan ekspor kekayaan intelektual dan kearifan budaya Indonesia ke panggung dunia. Keberhasilan SAKTI menjadi sebuah anak tangga emas yang vital dalam perjalanan IAHN Mpu Kuturan menuju cita-cita yang lebih tinggi, bahwa IAHN Mpu Kuturan memiliki kapasitas untuk menghasilkan penelitian dan karya yang tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga berkontribusi pada wacana global.  [T]

Penulis: I Nengah Juliawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerita Tantrifilm animasiIAHN Mpu KuturanIMK BalilontarSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu KuturanThailand
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seabrek Emosional dalam Puisi Para Penampil di Open Mic Baca Puisi Rabu Puisi Komunitas Mahima

Next Post

Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co